Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Yang kita tunggu telah datang


__ADS_3

Arina kemudian berjalan mencari sebuah pertolongan, dengan membawa Zeno yang masih bayi tanpa memakai pakaian sehelaipun. Hal tersebut membuat Zeno menangis tiada henti karena kedinginan di hari menjelang malam.


Arina kesana kemari, meminta pertolongan kepada seseorang untuk membawanya pulang ke negeri air, memberitahu kepada mereka bahwa dirinya adalah istri dari kaisar negeri air.


Tetapi orang-orang menghiraukan, mereka lebih tepatnya menganggap gila Arina yang mengaku-ngaku sebagai istri kaisar, ditambah dirinya yang membawa bayi telanjang membuat mereka untuk kabur menjauhi Arina.


Tidak ada yang percaya dengan Arina, membuatnya semakin bingung dan menangis di bawah sebuah pohon, memeluk Zeno yang tak henti-hentinya menangis membuatnya semakin depres. Kini Arina hanyalah seorang sampah yang dibuang seakan-akan sudah tidak ada gunanya.


“Zeno kumohon, berhentilah menangis.” Kata Arina memohon dengan begitu sedih.


Sesosok pria menghampiri Zeno, memberikan sebuah baju bayi kepada Arina. Arina menatap ke pria itu, dia kemudian berterimakasih berulang kali kepada pria itu.


“Aku melihatmu mondar-mandir mencari pertolongan untuk bayimu.” Kata pria tersebut.


“Apa kau baru melahirkan?” Sambungnya dengan bertanya.


Arina menangguk, dia kemudian menceritakan bahwa dirinya berasal dari negara air yang diculik menuju kesini dalam keadaan hamil. Namun dalam perjalanan, Arina tiba-tiba mendadak melahirkan yang membuatnya terpaksa harus diturunkan dan ditelantarkan.


“Kau pembohong! Akses keluar masuk dari kedua negara tersebut bisa dibilang mustahil.” Kata pria tersebut dengan begitu kasar.


Arina hanya bisa terdiam, karena menurutnya semua orang yang ia temui di negara ini sama saja. Tidak ada yang percaya dengan ucapan Arina. Dia juga tidak tahu, bahwa pelaku dari penyerangan ini merupakan ulah seseorang dari negara tanah, jadi Arina tidak bisa menyampaikan kebenarannya dengan begitu jelas.


“Lebih baik kau ikut bersamaku di kediamanku, karena hari juga sudah mulai malam, dan itu tidak baik untuk kesehatan bayimu.”Kata Pria itu.


Mau tidak mau Arina hanya mengangguk dan percaya, dia kemudian mengikuti pria itu karena terpaksa. Daripada dia tidak bisa tidur karena tidak ada tempat yang digunakan untuk tidur.


“Siapa namamu?” Tanya Arina yang berjalan dibelakang pria tersebut.


“Grisha, Grisha Agalia.” Jawabnya dengan begitu dingin.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka berdua telah sampai di sebuah kediaman, kediaman yang cukup besar dan kemungkinan juga kediaman tersebut memiliki kekayaan yang begitu banyak. Namun siapa sangka, di masa depan justru kediaman tersebut akan runtuh dan hanya tinggal nama.


“Ayah siapa dia?” Kata seorang pemuda yang menyambut ayahnya dengan begitu buruk karena dirinya melihat wanita yang membawa bayi di samping ayahnya.


“Tenanglah kau Ryan, biarkan dia tinggal di kediaman ini sampai beberapa waktu.” Kata Grisha yang kemudian dia pergi meninggalkan Ryan dengan membawa Arina.


“Ini kamarmu.” Kata Grisha dengan begitu dingin. Dia kemudian pergi meninggalkan Arina tanpa melanjutkan kata-kata apapun.


Arina menghela nafas panjang setelah memasuki kamarnya, dia benar-benar bersyukur bisa bertemu dengan orang baik walaupun sikapnya yang menurut Arina itu terlalu aneh. Tetapi Arina tidak terlalu memikirkan nya lebih lama lagi.


Setelah Arina tinggal disitu, sebenarnya banyak anggota keluarga Agalia yang tidak suka dengan keberadaan Arina sebagai orang asing. Bahkan mereka juga memperlakukan Arina sebagai pembantu. Dan juga apabila Arina melakukan kesalahan sedikit pun, pasti seluruh Agalia menyalahkan dengan ucapan yang menyakitkan hati. Grisha yang melihat itu juga hanya memilih diam dan berpura-pura tidak tahu dengan masalah itu


Hal tersebutlah yang membuat Arina tidak terlalu betah dengan berada di kediaman itu. Pernah Arina kabur bersama anaknya dari kediaman itu, tetapi setiap kali kabur, Grisha selalu mengetahui dan mencegahnya. Sehingga Arina merasa bahwa dirinya tak lebih berada di penjara.


Grisha sebenarnya diam-diam menaruh hati kepada Arina, sehingga dia berencana menikahi langsung Arina dengan persetujuan para tetua dan anggota keluarga lainnya. Arina menolak dengan keras ajakan Grisha, bagaimanapun juga dirinya sudah memiliki suami yang sah yang juga masih hidup, jadi dia tidak mungkin untuk mengkhianati suaminya.


“Kau tidak boleh menolak, perintah patriark adalah perintah yang tidak bisa dibantah.” Ucapan-ucapan paksaan terlontar kepada Arina, membuatnya begitu depresi dan juga ingin bunuh diri.


Pada malam pertama setelah mereka melakukan pernikahan, Arina benar-benar melawan dan tidak mau disentuh oleh Grisha.


“Dasar wanita ******, lebih baik kau keluar.” Katanya dengan begitu kasar, menyuruh Arina keluar dari kamar Grisha dan kembali ke kamarnya semula.


Beberapa lontaran hujatan diberikan kepada Arina kembali, tetapi menurut Arina itu lebih baik daripada dia harus mengkhianati suaminya.


Sejak saat itu, Arina sudah tidak dianggap istri lagi oleh Grisha, walaupun Arina tetap istri sah Grisha saat ini. Tetapi Grisha masih membiarkan dan mengasihani Arina dan anaknya berada disini. Tidak, lebih tepatnya Grisha tidak mengasihani Arina, justru Grisa ikut memperlakukan Arina sebagai budak.


[Flashback off]


“Ternyata begitu ceritanya.” Kata Yuna dan juga Tan secara bersamaan.

__ADS_1


“Untung saja ibu menolak dengan kasar oleh pria sialan itu.” Sahut Zeno dengan begitu kesal.


Arina bercerita dengan begitu lama, tidak tersadar bahwa mereka berempat telah keluar dari wilayah aman dan berbelok menuju penjagaan negeri air.


Para penjaga yang berada di negeri air menghadang dua orang yang memakai topeng dan Arina serta juga Zeno yang tidak memakai topeng.


“Berhenti, kalian dari negara api dilarang keras untuk memasuki wilayah negara air.”


Fang Tan dan Yuna membuka topengnya, membuat para penjaga yang menghadang berlutut sambil meminta maaf kepada kaisar mereka. “Yang mulia kaisar, tolong maafkan kelancangan hamba yang tidak mengenali yang mulia.”


Tan kemudian tersenyum dan menyuruh para penjaga tersebut bangkit. Tan dan juga Yuna pun menoleh kearah ibu mereka. Berharap para penjaga tersebut masih mengenal siapa wanita yang berada di dekat mereka berdua.


“Tunggu....!” Kata salah satu penjaga tersebut dengan wajah begitu kaget.


“Bukankah Nyonya Arina sudah dikabarkan mening....”


“Jaga mulutmu, Ibuku masih hidup.” Sahut Fang Tan memotong ucapan penjaga tersebut.


“Maafkan aku yang mulia.”Katanya dengan menunduk.


“Sepertinya yang kita tunggu telah datang.” Ucap Fang Yoshi yang tiba-tiba turun dari sebuah kereta kuda kekaisaran.


“Hormat kami kepada Tuan Yoshi.” Para penjaga memberi hormat kepada Fang Yoshi.


“Kakek.” Kata Fang Tan, Fang Yuna dan juga Zeno dengan serentak, dia kemudian menghampiri kakeknya dan memberikan hormat.


“Ayah.” Kata Arina menghampiri ayah mertuanya. Lantas ia pun memberikan hormat seperti halnya ketiga anaknya.


Tetapi apa yang Fang Yoshi harapkan berbeda dengan pemikirannya, wajahnya begitu suram saat melihat keadaan Arina tidak begitu sehat, dimana tubuhnya sangat kurus kering.

__ADS_1


“Kau tidak perlu khawatir kakek, aku sudah menyelesaikan semuanya tak tersisa.” Kata Zeno setelah melihat ekspresi kakeknya.


__ADS_2