
“Sudahlah, sekarang kalian pulanglah menuju kekaisaran.” Kata leluhur Ama.
“Sebelum kalian pergi. Kau, aku ingin kau menceritakan, apakah ada masalah yang terjadi pada kekaisaran. Bagaimanapun juga, aku adalah sang leluhur, jadi aku pantas untuk mendengarkan masalah yang terjadi pada kekaisaran, dan aku juga berhak untuk memberikan saran.” Sambungnya dengan menunjuk kepada Rouya.
Rouya kini menghela napas yang begitu panjang, kemudian ia menceritakan permasalahan yang terjadi pada kekaisaran. Yaitu yang mana, sebagian keluarga cabang bersikeras ingin merebut kursi kekaisaran, karena mereka menganggap bahwa perempuan tidak cocok untuk mengisi tahta. Padahal, bisa dibilang pemerintahan ibu Rouya sangat berdampak pada kemajuan negara petir.
Satu hal yang mungkin diceritakan Rouya, yaitu sebagian keluarga cabang tersebut juga tidak menganggap keberadaan Rouya, karena Rouya sendiri bisa dibilang sangat lemah dan penakut, sehingga mereka beranggapan bahwa Rouya juga tidak pantas untuk mengisi tahta kekaisaran.
“Sepertinya terjadi perselisihan diantara keluarga cabang dan juga keluarga inti, sebagian keluarga cabang terlihat buta dan tidak mau melihat bahwa penerus tahta sepertinya bukan anak yang penakut dan lemah, buktinya tadi kau berhasil mengeluarkan Drake soul dan berani melawan Drake.” Kata leluhur Ama sambil memuji Rouya.
“Terima kasih atas pujiannya leluhur. Memang, sebenarnya aku terlihat penakut dan lemah, tetapi kini aku mulai sadar berkat kedua pemuda yang ada di sampingku.” Jawab Rouya dengan melirik ke arah Selena dan Zeno.
“Maafkan aku leluhur, tetapi bukan hanya sebagian keluarga cabang yang tidak menganggap keberadaan pangeran Rouya, tetapi beberapa prajurit dan pengawal juga terlihat tidak memperdulikan pangeran.” Kata Zeno.
“Benar apa yang dikatakan temanku Zen leluhur, bisa dibuktikan bahwa saat kami menuju kesini, tidak ada satupun seseorang yang menunggu pangeran Rouya keluar, itu artinya memang ada banyak penghianat di kekaisaran.” Kata Selena menyambung ucapan Zeno.
Leluhur Ama kini berjalan perlahan mendekati Rouya. “Berdirilah.” Perintah Ama kepada Rouya yang masih dalam keadaan berjongkok. Rouya pun menurut.
“Kau harus menyelesaikan ini, bagaimanapun juga kau harus bersikap tegas.” Sambungnya sambil menaruh tangannya ke pundak Rouya.
“Baiklah leluhur, aku mengerti.” Jawab Rouya dengan menundukkan kepalanya, masalahnya ia sangat bimbang, apakah ia bisa menyelesaikan perselisihan antar keluarga ini, lagipula dia juga benar-benar belum berani untuk bersikap tegas, karena masih memiliki rasa malu di dalam hatinya.
Zeno dan Selena mengangkat kepalanya, kini ia kembali melihat empat bukit yang merupakan pagar danau Vanzula yang sebelumnya hanya hutan belantara. Mereka berdua juga melihat gerbang yang diapit dua bukit dengan begitu jelas.
“Syukurlah.” Gumam Zeno sambil tersenyum senang.
__ADS_1
“Kembalilah sekarang!” Perintah Ama.
Zeno dan Selena pun beranjak dari jongkoknya karena perintah Ama yang menyuruhnya kembali. . Begitupun dengan Rouya yang sebelumnya telah pamit kepada Ama dilanjutkannya menuju gerbang keluar diikuti oleh Zeno dan juga Selena.
“Tunggu kau anak muda!” Teriak Ama yang memanggil Zeno.
Zeno yang berjalan paling belakang kini menghentikan langkahnya karena dirinya panggil Ama. Perlahan ia menoleh kebelakang dan melihat tatapan Ama yang mengerutkan dahinya seolah-olah memiliki pertanyaan kepada Zeno.
“Jawab jujur kepadaku, darimana kau bisa mempelajari teknik aliran pemecah batu.” Tanya Ama begitu serius dengan tatapan begitu dingin
Zeno menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tidak menyangka bahwa pria tua di hadapannya ternyata juga melihat pertarungan Zeno dan juga Drake, terutama saat ia mengeluarkan teknik pemecah batu itu kepada Drake.
“Aku mempelajarinya dari...” Jawab Zeno yang terlihat begitu bingung.
“Apakah kau mengenal Fang, atau kau memang ada hubungannya dengannya, mengapa kau bisa tahu leluhur Fang?” Tanya Ama kembali yang tidak sengaja mendengar Zeno bergumam tentang Fang tadi.
“Jujur, sebenarnya aku memiliki hubungan darah dengan leluhur Fang, bahkan aku pernah bertemu dengannya dan memberikanku dua teknik andalannya. Teknik aliran pemecah batu, serta tarian naga.” Jawab Zeno dengan begitu jujur.
“Jadi kau merupakan keluarga kekaisaran negara air juga?”
“Bisa dibilang begitu, tetapi kedua orang tadi tidak mengenalku sama sekali, dan aku juga tidak peduli.”
“Haha baguslah kalau begitu, segeralah kembali!” Perintah Ama dengan senyum di wajahnya, walaupun tidak terlihat karena tertutup kumis dan jenggot yang begitu lebat.
Zeno mengangguk dan pergi meninggalkan Ama dan Drake, sebelumnya Zeno juga telah menarik Kiba ke dalam tubuhnya, sehingga kali ini ia berjalan sendirian sambil menyusul Selena dan Rouya keluar dari tempat berpetir ini.
__ADS_1
“Kau dengar kakak? ternyata kau juga memiliki generasi yang begitu hebat.” Gumam Ama yang merasa kagum dengan Zeno. Bagaimana tidak, Zeno dan Beastnya bisa membuat Drake kewalahan walaupun itu ada bantuan Rouya.
Apalagi setelah ama menyadari bahwa kakaknya memberi sebuah teknik kepada Zeno pasti ada penyebabnya, atau kemungkinan sendiri kakak Ama atau Fang itu sendiri melihat sesuatu yang istimewa seperti pandangan Ama sendiri.
“Kau lihat Drake? yang kau lawan ternyata adalah generasi kakak ku sendiri, dan juga apakah kau merasa bahwa anak itu juga memiliki sifat sama sepertinya?” Tanya Ama yang perlahan-lahan tubuhnya menghilang bersamaan dengan pedang besar yang ia pegang.
“Jangan bilang bahwa dia adalah reinkarnasinya, pantas saja dia sangat mudah bertemu dengan Ilohu.” Kata Drake.
“Aku pergi dulu Drake, tetap jaga danau Vanzula ini, dan jangan sampai danau ini tercemar oleh orang-orang berdosa.” Ujar Ama yang menghilang sepenuhnya.
“Pastinya.” Perlahan-lahan Drake juga menenggelamkan diri di danau Vanzula, bagaimanapun juga dasar danau merupakan tempat tinggalnya sekaligus menjaga danau ini.
****
Sementara itu Zeno telah keluar dari danau Vanzula dan menyusul Selena dan Rouya keluar.
Saat dia keluar, dia melihat tatapan Rouya yang kini terdapat sebuah kebencian. Bagaimana tidak, Rouya kini percaya bahwa ucapan Zeno dan Selena ada benarnya.
Para pengawalnya memang berkhidmat dan sengaja tidak menunggu Rouya keluar karena mereka pasti yakin bahwa tuannya itu tidak akan keluar karena kelemahannya.
Tetapi saat Rouya keluar, pendiriannya sangat berbalik seratus delapan puluh derajat daripada saat ia masuk menuju danau ini, jiwa nya entah kenapa tidak memiliki rasa takut atau malu yang merupakan kelemahannya selama ini.
"Zen, aku harap kau membantuku sekali lagi, aku ingin menyelesaikan perselisihan ini, tetapi jika sendirian rasanya aku akan kalah." Kata Rouya dengan menggertakkan giginya.
Zeno menjadi bimbang, karena seharusnya kali ini ia ingin pergi menuju negara tanah hari ini juga. Walaupun elemen petirnya tidak bangkit, mau tidak mau dirinya juga harus pergi negara itu untuk membangkitkan elemen tanah, karena membangkitkan elemen petir bisa lain waktu.
__ADS_1
Tetapi ia mengangguk dan mau menolong pangeran Rouya. Karena dengan bantuan Zeno, kaisar petir bisa jadi akan semakin menjalin baik dengan negara air dan juga angin.