Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Elemen baru


__ADS_3

Zeno saat ini berada di kamar sambil merebahkan dirinya, lagipula hari juga sudah malam. Dan dia sudah terlalu lelah untuk memantau kedua orang tuanya yang saat ini terus menerus melekat. Dia di istana benar-benar tidak mempunyai kerjaan lain, sudah satu minggu ia juga telah kembali pulang dari benua Artrik.


Hari-hari Zeno berada di istana bukannya semakin tenang, justru dia semakin suram. Bagaimana tidak, Zeno selalu saja mendengar Nora dan Turse bertengkar, apalagi dengan keberadaan Selena yang ikut bertengkar, membuat Zeno serasa ingin membunuh mereka bertiga.


Zeno bangkit dari tidurnya, dia teringat bahwa satu minggu telah berlalu, yang menandakan bahwa efek dari Soil Crsystal sudah habis. Padahal, dirinya saja sama sekali belum menggunakan elemen tersebut. Mungkin hanya sesekali, itupun digunakan untuk membantai kediaman Daizoru.


Penyebabnya cukup mudah, mengapa Zeno sama sekali tidak menggunakan elemen tanah karena efek soil crystal, karena tidak ada musuh atau sesuatu yang dapat digunakan untuk menguji elemen tanahnya. Lagi pula, elemen tersebut juga tidak murni dari tubuh pengguna, sehingga Zeno agak kurang puas apabila menggunakannya.


Zeno benar-benar bosan, dia mengulurkan dan memandang telapak tangannya. “Tanah: bola tanah.”


Zeno memejamkan matanya, dia merasa sangat bodoh mengeluarkan sebuah elemen yang belum ia bangkitkan, serta efek dari soil crystal juga sudah habis. Sehingga, mengapa dirinya bisa berpikiran seperti itu?


Tapi siapa yang berpikiran bahwa Zeno merasakan ada yang mengapung berat di telapak tangannya, penasaran, dia membuka matanya secara perlahan. Seketika mulutnya terbuka lebar, bahkan dia hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Pasalnya, bola tanah seukuran kepala orang dewasa muncul di telapak tangannya, padahal dia merasa bahwa efek dari soil Crystal sudah habis.


“Tunggu sebentar, jika efek soil crystal sudah habis, maka elemen ini....” Zeno tidak melanjutkan ucapannya, dia hanya mengangkat ujung bibir dan merasa bahagia saat melihat bahwa elemen tanahnya telah bangkit.

__ADS_1


Dia benar-benar tidak menyangka, bahwa elemen tanahnya benar-benar bangkit setelah menelan soil crystal. Padahal, soil crystal sendiri hanya memberikan sebuah efek selama enam hari. Dan setelah enam hari menelan soil crystal, maka elemen tanah yang di dapat secara instant benar-benar hilang. Kecuali jika si penelan memiliki elemen tanah sebelumnya.


Tapi dia belum percaya apabila belum mencobanya, karena dia tidak tahu, bagaimana jika bola tanah yang ada di hadapannya adalah sebuah ilusi?  Maka dari itu, Zeno mencoba membuat sebuah kloningan agar dijadikan target lemparan bola tanah.


Melemparkan sebuah bola tanah, berbeda dengan melemparkan bola elemen lainnya. Pasalnya melemparkan bola tanah sama saja seperti melempar batu. Namun bedanya, daya rusaknya lebih mengerikan daripada batu biasa. Pasalnya bola tanah juga akan berputar sama seperti pusaran bola elemen lainnya.


Sesuai apa yang ia harap, kloningannya hancur menjadi kepingan es setelah terkena bola tanah. Hal itu menandakan bahwa bola tanah yang ia keluarkan bukan hanya sebuah ilusi. Yang mana, itu artinya dia benar-benar memiliki sebuah elemen tanah.


“Skarlos, Kiba, apa kau lihat? Elemen keempat telah bangkit.” Zeno cukup senang, sehingga dia mengabarkan kepada Skarlos dan juga Kiba di alam bawah sadarnya.


“Yaah, saya cukup bangga. Tapi itu akan sia-sia apabila tidak di dasari sebuah teknik. Saya bersedia mengajari anda sebuah teknik.” Sahut Skarlos.


Skarlos dan Kiba, keduanya juga merasakan bahwa di dalam diri tuannya juga mengalir Orka yang tidak biasa. Yaitu orka atau energi elemen tanah. Sehingga mereka juga yakin, bahwa elemen keempatnya telah bangkit.


“Tentu saja, ajari aku sebuah teknik elemen tanah.” Pinta Zeno, dia benar-benar memohon kepada Skarlos untuk di ajari sebuah teknik elemen tanah. Sehingga, Zeno langsung mengeluarkan Skarlos tanpa ragu.

__ADS_1


Saat ini Skarlos sudah berada di hadapannya,  dia juga bersemangat untuk mengajari sebuah teknik yang ia punya, yaitu teknik elemen tanah.


“Sebentar....” Skarlos berpikir sejenak, di antara puluhan bahkan ratusan teknik yang dimiliki oleh Skarlos, tidak mungkin dia langsung mengajarkan semuanya, sehingga dia memilih salah satu terlebih dahulu


Sebelum itu, Skarlos menjelaskan beberapa mengenai sebuah elemen tanah. Agar Zeno lebih mengerti bagaimana mekanisme elemen tanah. “Elemen tanah, elemen yang mengandalkan sebuah pertahanan, bahkan juga serangan dari jarak dekat. Elemen tanah juga berbeda dari yang lain, yang mana, tanah merupakan sebuah benda padat, sehingga sedikit berat apabila mengeluarkan elemen ini. Tapi, jika tuan sudah pernah menguasai gabungan elemen air dan angin yang membentuk sebuah es, maka mengendalikan elemen tanah juga tidak sulit. Karena, mekanisme elemen tanah dan juga es hampir lebih sama.”


“Perbedaannya, tanah lebih keras di bandingkan es. Bahkan, tanah juga lebih unggul di bidang pertahanan. Namun, apabila memberikan sebuah kerusakan, maka es lebih unggul, karena es lebih tajam daripada tanah.” Skarlos kembali menjelaskan.


“Tapi jangan dianggap bahwa elemen tanah dan es itu sama, karena antara es dan tanah, keduanya lebih dominan tanah di dunia ini. Serta untuk menimbulkan sebuah gempa bumi, maka juga diperlukan elemen tanah. Tidak ada sebuah cerita bahwa gempa bumi terjadi akibat elemen es, kecuali runtuhnya sebuah glester.”


“Tanah juga dapat menghasilkan elemen baru apabila digabungkan dengan elemen lainnya, seperti elemen lumpur apabila elemen tanah bergabung dengan elemen air, adakalanya juga bida menghasilkan elemen kayu apabila bergabung dengan elemen air, serta elemen debu apabila bergabung dengan elemen angin.”


Zeno berpikir sejenak dan mencerna apa yang dikatakan oleh Skarlos. Jika dipikir-pikir, saat ini dia sudah memiliki elemen cabang yang beragam. Misalnya, elemen es, elemen badai campuran antara angin dan petir, serta dia juga akan mendapatkan elemen kayu dan juga elemen lumpur yang mana itu perpaduan dari elemen air dan elemen tanah.


“Jika tuan bisa menggunakan es sebagai tembok, maka tuan juga bisa menggunakan tanah sebagai tembok. Pengaliran orka elemen tanah di dalam tubuh untuk mengeluarkan sebuah tembok tanah, kurang lebih sama seperti tuan mengalirkan orka air dan angin untuk membentuk tembok es. Maka dari itu, teknik pertama kali yang cocok untuk tuan adalah.... Earthquake, yaitu guncangan tanah, karena elemen es tidak mempunyai mekanis seperti ini.” Skarlos menjelaskan secara rinci di hadapan Zeno.

__ADS_1


Earthquake, kemampuan di mana sang elementalis tanah dapat mengguncangkan tanah dengan mudah. Hal ini tentu saja memiliki kekurangan dan kelebihan, yang mana, teknik ini sangat diuntungkan apabila musuh menginjakkan tanah, sehingga saat Eartquake muncul, maka musuh akan tidak akan bisa menyeimbangkan tubuhnya. Beda lagi apabila musuh melayang, bagaimana mungkin seseorang dapat merasakan getaran tanah apabila musuh tersebut melayang? Itulah yang menjadi kekurangan Earthquake.


__ADS_2