Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Pemanah racun


__ADS_3

Raja Buras memukul meja pertemuan hingga terbelah menjadi dua, bahkan meja yang dia pukul membeku karena Raja Buras yang tidak bisa mengontrol kekuatannya. Mungkin orang-orang melihatnya tidak seperti sosok orang yang sangat tua, bagaimanapun memukul meja sampai hancur membutuhkan tenaga yang lebih seperti orang-orang muda.


Tetapi Raja Buras benar-benar terlanjur emosi setalah mengetahui bahwa belasan prajurit terbaik yang ia miliki di kalahkan dengan mudah oleh Zen yang dituduh menjadi anak buah Rungdaf. Hal tersebut membuat raja Buras menjadi sangat geram dan ingin turun tangan untuk membunuh anak yang bernama Zen itu.


Tetapi perdana menteri mencegahnya, “Bukannya aku tidak bisa meremehkan kemampuan Anda yang mulia. Tetapi kami sangat khawatir, sebab anak buah Rungdaf yang bernama Zen itu memiliki The legendary Ice Sword yang sepertinya berhasil dia curi.”


Raja Buras membuka matanya lebar, bagaimanapun pedang tersebut merupakan suatu benda yang tidak bisa diremehkan, apalagi pedang tersebut jatuh ke tangan orang yang salah, apalagi menurut raja Buras, Zen merupakan orang yang salah. Padahal raja Buras terlihat buta dan tidak ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


“Apakah kita harus melaporkan kepada kekaisaran yang mulia? Bagaimanapun anak tersebut memiliki dua roh naga dan pedang legendaris. Kami juga tidak tahu, apakah anak tersebut juga memiliki elemental beast. Yang pasti tanpa elemental beast sekalipun, kita tidak dapat meremehkannya dengan mudah.” Kata perdana menteri mengeluarkan suaranya.


“Baiklah, kirim pesan menuju kekaisaran untuk turun tangan langsung. Bagaimanapun jika tidak diselesaikan, maka Zen akan meresahkan warga.” Ucap raja Buras.


“Saya mengerti yang mulia, saya akan mengirimkan pesan dengan cepat.” Kata perdana menteri sambil undur diri.


Saat ini di ruang pertemuan, hanya menyisakan orang penting seperti raja, Duke Arlos serta tangan raja.


“Yang mulia, apakah kita tidak berlebihan untuk menuduh langsung anak yang bernama Zen itu? Bagaimanapun selama ini tidak ada korban jiwa karena ulah anak yang bernama Zen itu. Mungkin hanya orang-orang dari kita yang terluka karena Zen yang melindungi diri sendiri. Dan menurutku Zen yang melindungi diri sendiri tidak salah, karena dia ingin menghindar dari hukuman sebuah tuduhan.” Kata salah satu petinggi kerajaan.


Mendengar hal itu, duke Arlos langsung menyahut ucapan petinggi tersebut. “Kita tidak tahu apa tujuan bawahan Rungdaf berada di sini. Bisa jadi, tugas dia hanya memata-matai emperor agar Rungdaf bisa menyerang dengan mudah.”

__ADS_1


Raja Buras yang mendengar pendapat Duke Arlos mengangguk, kemudian dirinya menambahkan apa yang Arlos katakan dengan berkata, “Apa yang dikatakan duke Arlos benar, bagaimanapun kita hanya berhati-hati apabila anak tersebut memang bawahan Rungdaf. Yang pasti jika anak itu dihukum mati, dan ternyata tuduhan itu salah, hal itu juga tidak merugikan kerajaan ataupun kekaisaran. Memangnya dia siapa? Orang penting? Anak kaisar atau cucu kaisar Aurrora? Benar-benar suatu kebodohan apabila itu memang benar-benar terjadi.


****


Saat ini Zeno sedang bergegas menuju kekaisaran, bagaimanapun dirinya ingin mencari jawaban yang sebenarnya mengenai apakah Ice Sword itu berasal dari kaisar Aurrora, dan kaisar Aurrora itu merupakan neneknya sesuai yang dia pikirkan?


“Orang bodoh siapa lagi ini yang mengejarku.” Zeno langsung berbalik badan setelah ada yang membuntutinya kali ini, tetapi saat berbalik badan, dia membuka matanya lebar saat melihat ada anak panah yang sedang mengarah ke arah dirinya.


Mungkin untuk mengeluarkan sebuah teknik pertahanan, hal itu tidak akan sempat. Jadi Zeno memfokuskan tangannya untuk menangkap anak panah itu tanpa terkena mata anak panah.


Zeno tersenyum lebar saat dirinya berhasil menangkap anak panah dengan tepat, tetapi saat membuka genggamannya, dia tidak menyangka bahwa telapak tangannya tergores terkena anak panah. Hal tersebut membuat Zeno tersenyum, kecut setelah melihat apa yang terjadi.


“Anak buah Rungdaf, ternyata memang hebat seperti apa yang dikatakan kerajaan.”


Orang tersebut hanya tersenyum lebar, sebelum melanjutkan ucapannya, “Anak buah Rundaf pandai juga membela diri. Tetapi sebelumnya perkenalkan diriku, aku adalah Turse, tangan kanan raja Buras, atau biasa disebut pemanah terhebat di kerajaan Alvolus. Tidak, bahkan di emperor ini dijuluki pemanah racun terhebat oleh kaisar Aurrora.” Kata orang tersebut menyombongkan diri.


“Pemanah racun?” Zeno terkejut bukan kepalang setelah mendengar julukan itu, kemudian dirinya membuka tangannya yang terluka akibat anak panah yang di tembakkan oleh Turse.


Turse kembali tersenyum dan membuka matanya, “Apakah tanganmu terluka? Sangat disayangkan sekali, tetapi tenang saja, racun itu tidak terlalu mengerikan, mungkin efeknya hanya membuatmu tidak bisa mengeluarkan elemen sama sekali.”

__ADS_1


Zeno mencoba mengeluarkan sebuah bola air dari tangannya, namun apa yang dikatakan Turse memang benar bahwa racun tersebut membuat seseorang tidak bisa mengeluarkan elemennya. “Dasar licik, kau menyerangku diam-diam dari belakang, itu tidak lebih dari seorang pecundang.”


“Katakan itu di alam kematian sana.” Turse menarik tali busur yang tidak anak panah sama sekali. Tetapi ketika, tali busur ditarik seutuhnya, sebuah anak panah dengan bahan es tiba-tiba muncul dengan sendirinya.


Turse langsung melepaskan anak panah yang dia arahkan ke arah Zeno, bahkan anak panah yang dilepaskan memiliki kecepatan yang sangat cepat.


Zeno yang melihat hal tersebut tersenyum pahit, bagaimanapun saat ini dirinya tidak dapat mengeluarkan elemen sama sekali. Tetapi tidak ada kata menyerah baginya, dia melompat ke arah samping sambil menghindari anak panah yang datang. Sayangnya Turse melepaskan anak panah tidak hanya satu kali, kali ini Turse melepaskan anak panah berkali-kali yang membuat Zeno menggertakkan giginya.


Senjata terakhirnya hannyalah Ice Sword, walaupun ditebaskan tidak mengeluarkan apapun, tetapi setidaknya Ice Sword ia tebaskan untuk menghalau anak panah yang datang. Untungnya, dirinya memiliki sebuah kemampuan berpedang walaupun tidak memiliki elemen.


Turse mengakui bahwa tanpa elemen sekalipun, Zen memiliki keahlian berpedang yang sangat hebat, bahkan untuk menghindari ribuan anak panah yang menghujaninya, dia sangat gesit sehingga tidak ada satupun anak panah yang menggores kulitnya.


“Skarlos, inilah saatnya kau keluar.”


“Skarlos?"


“Sialan!” Teriak Zeno sambil menggerakkan Ice Sword agar anak panah milik Turse tidak mengenai dirinya.


Turse yang melihat Zeno geram langsung menghentikan tangannya sendiri. Kemudian dirinya tersenyum lebar sampai memperlihatkan giginya yang putih.

__ADS_1


“Aku lupa memberitahukanmu, racun ini juga memberi efek lain yaitu roh dan elemental beast yang kau miliki tidak dapat dipanggil keluar. Tetapi tenang saja, racun tersebut hanya bertahan sampai matahari terbenam, namun setelah matahari terbenam, kau akan pingsan.”


“Kau tahu, racun yang mengenaimu merupakan salah satu racun terbaik dari puluhan racun yang kuciptakan. Jadi berbanggalah karena kau merupakan salah satu orang yang menjadi target racun terbaik oleh Turse.” Sambungnya dengan nada bicara yang sangat sombong.


__ADS_2