Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Babak kedua (1)


__ADS_3

Danze tersenyum tipis, namun dia tidak menunjukkannya senyumannya itu ke arah Zeno. Dia juga berdiri dari kursinya, dan berjalan ke arah sebuah patung, yang mana memegang sebuah pedang berwarna oranye api bercorak hitam. Danze mengambilnya, memegang sebuah gagang pedang yang tampak begitu membara, dengan lambang api di salah satu sisi.


Menyadari hal itu, Kiba dan Azure tidak begitu sabar seolah ingin menghancurkan patung itu. Patung yang memiliki tanduk dengan mata yang sedikit menyala, dan begitu jelas bahwa mereka berdua tahu siapa sosok asli patung tersebut.


"Itukah, patung Yashimaru?" Zeno berkata demikian setelah melihat tingkah Kiba dan Azure yang ada di dalamnya. Memang, dia juga sempat merasakan energi yang luar biasa, dengan aura kematian yang sangat pekat.


Selain itu, pedang yang ada di tangan patung tersebut, yang telah dipegang oleh Danze, Zeno juga melihatnya dengan begitu jelas apa pedang tersebut. Benar, pedang itu adalah Fire Sword yang merupakan musuh Ice Sword. Tapi apa yang Zeno herankan, bukankah elemen dasar Danze hanya kegelapan, tetapi mengapa dia bisa memegang Fire Sword yang hanya memiliki elemen api dengan sangat mudah?


"Kaisar, aku benar-benar berterima kasih, Fire Sword ditemukan di istana kekaisaran air oleh para bawahanku." Danze berbalik badan di hadapan Zeno, memperlihatkan bahwa tubuh depannya dibalut sebuah kain yang begitu banyak seolah Danze mengalami luka dalam waktu yang tidak lama.


Namun, Danze menyobek balutan kain itu dengan tangan kirinya, memperlihatkan tubuhnya yang sangat berotot namun juga dipenuhi luka tusukan kristal es yang Zeno berikan. Mungkin jika bukan karena Griffin yang menolongnya, kemungkinan terbesar Danze akan mati kala itu.


Takut? Tidak, Zeno juga menarik Ice Sword dari selongsongnya, dengan sebuah warna biru muda yang menyala dari kedua sisi, lebih tepatnya pada lambang air dan angin yang menjadi elemen dasar es. 


Apa yang akan menjadi tugasnya adalah bertarung dengan Danze sampai mengalahkannya, kemudian adalah menghancurkan patung Yashimaru itu dengan mudah. Yah tampaknya mudah, tetapi Zeno belum melakukan hal tersebut, sehingga dia tidak bisa menyimpulkan itu mudah atau tidak.


"Apa kau berpikir mengapa aku bisa memegang Fire Sword? Padahal elemen dasarku adalah kegelapan." Danze memasang kuda-kuda, bersiap untuk melakukan pertarungan yang tampak serius dengan Zeno. Bertarung di dalam ruangan seperti ini, tampaknya cukup merepotkan, apalagi ini adalah ruangan pribadi miliknya, namun Danze tampaknya tidak begitu peduli.

__ADS_1


"Itu karena penempa pedang dari Fire Sword adalah kakek buyutku yang memiliki dua elemen, yaitu api dan kegelapan. Dan, pedang ini juga memiliki dua elemen tersebut, yaitu kegelapan." Perlahan-lahan, Fire Sword menyerap sebuah energi kegelapan yang ada disekitar, sehingga membuatnya memunculkan sebuah lambang kegelapan yang ada di salah satu sisinya, ditambah dengan garis hitam pada pedang tersebut yang membuat begitu elok.


"Perlu mengeluarkan beast?" Zeno mengangkat alisnya sambil memasang sebuah kuda-kuda, sesuai prinsip dari keluarga Fang, ketika berhadapan dengan musuh, maka harus menunggu musuh tersebut untuk mengeluarkan Beast.


"Griffin." Danze memejamkan matanya sambil mengatakan demikian, akibatnya partikel kegelapan muncul dari atas Danze dan membentuk sebuah singa yang memiliki sayap dan kepala rajawali.


"Griffin memenuhi panggilan tuan." Griffin bergerak di hadapan Danze dan bertekuk lutut sebentar. Kemudian dia menghadap Zeno dengan wajah yang serius, "Di mana kura-kura itu?" 


"Aku tidak membawanya, namun kau juga akan berhadapan dengan makhluk legenda pula. Byakko, dan juga Seiryu." Zeno tersenyum, kemudian sesaat kemudian Kiba muncul di hadapan Zeno dengan Azure pula yang melayang memenuhi langit-langit ruangan Danze hingga hancur.


"Gryphon adalah makhluk legenda, namun karena dia tampaknya adalah beast yang hidup lama, tidak seperti kalian yang baru saja lahir dari kematian, sehingga mungkin kekuatannya lebih di atas dari kalian. Jadi aku harap, kalian berdua fokus pada beast itu dahulu." Tegas Zeno yang sangat tidak sabar untuk melawan Danze.


"Griffin, bunuh dia beast itu, jangan sampai permalukan diriku!" 


"Kiba, Azure! Lakukan tugas kalian!" 


Ketiga beast itu bergerak dengan cepat menembus langit-langit ruangan Danze hingga hancur sepenuhnya, mereka bertarung dengan hebat di atas udara dengan disaksikan oleh beberapa orang yang ada di luar.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Danze dan juga Zeno juga bergerak ke arah satu sama lain sambil mengayunkan pedang mereka, yaitu Fire Sword ekstra kegelapan melawan dengan Ice Sword. 


"Tang..!" Suara dentuman pedang itu terdengar dengan begitu jelas. Namun, Zeno merasa sedikit aneh, teringat bahwa dia beradu pedang antara Ice Sword dan Fire Sword, maka kedua pengguna tersebut terlempar, seolah kedua pedang tersebut tidak menerima satu sama lain. Tapi kali ini, dia pedang tersebut berbenturan dengan mudah dan tampak biasa.


Kali ini, Danze cukup heran, seharusnya Zeno terlempar seperti dahulu setelah beradu pedang yang dilapisi elemen, namun tampaknya, Zeno bisa menahannya dengan begitu mudah.


Zeno dan Danze, keduanya melepaskan untuk menahan pedang musuh masing-masing. Kemudian, keduanya kembali beradu pedang secara berulang kali seperti pertarungan pada umumnya. Sehingga suara pedang berbenturan terdengar dengan tampak begitu jelas.


Zeno, dia melompat ke belakang setelah beradu pedang yang cukup panjang untuk memulai sebuah pertarungan. Tidak menunggu lama, dia langsung menebaskan pedangnya sehingga memunculkan sebuah Sambaran petir yang melesat ke arah Zeno. Bersamaan dengan itu, dia juga bergerak di belakang sambarannya untuk memberikan serangan tambahan.


Sayangnya, Danze juga menebaskan pedangnya, sehingga sebuah elemen kegelapan berbentuk bulan sabit muncul dan menghancurkan sambaran petir itu. Namun siapa yang menyangka, Zeno yang ada di belakang Sambaran petir bisa menghancurkan elemen kegelapan milik Danze dengan sebuah tebasan.


Danze kembali melesat ke arah Zeno sambil melambaikan tangannya ke arah Zeno, sehingga sebuah tangan kegelapan muncul dari bawah dan mencengkeram Zeno dengan kuat. Lalu, Danze yang bergerak memposisikan Fire Sword untuk menghunus kepala Zeno.


Zeno mungkin tidak bisa bergerak, namun tubuhnya perlahan bersinar dengan sangat terang, mengakibatkan Danze terpental ke belakang dan menutup matanya karena merasa sangat silau. Kemudian, saat dia membuka matanya, Zeno sudah tidak tercengkeram oleh tangan bayangan yang dia ciptakan.


Siapa yang menyangka, Zeno sudah bergerak ke belakang Danze sambil menebaskan sebuah pedang yang dilapisi oleh elemen petir lagi. 

__ADS_1


"Cara rendahan!" Danze berteriak dengan keras sambil berbalik badan, dia juga mengarahkan pedangnya untuk menahan pedang sekaligus untuk menyerang Zeno apabila bisa mematahkan pedang yang Zeno pegang. Selain itu, Fire Sword lagi-lagi juga terlapisi sebuah elemen kegelapan untuk menandingi pedang Zeno.


Mereka kembali terhenti, karena kedua pedang mereka tertahan. Tidak menunggu lama, Zeno menciptakan sebuah kloningan yang menyerang Danze dari sisi samping.


__ADS_2