Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Skarlos di bawah laut


__ADS_3

Kirin dan Uron yang menyadari itu, dia langsung melesat ke arah tentakel yang menyerat Zeno. Namun sayangnya, ada tentakel lain yang tiba-tiba muncul dan menghadang Kirin dan Uron.


Kirin dan Uron tidak peduli, dia terus menerjang tentakel yang menghadapinya. Bagaimanapun Kirin dan Uron merupakan roh naga yang hanya terdiri dari unsur petir. Sehingga butuh kehati-hatian saat menyerang mereka. Tentu saja, saat tentakel tersebut menyentuh Kirin dan Uron, tentakel tersebut seakan terkena sebuah sengatan petir.


Namun sayangnya, saat Kirin dan Uron berusaha melepaskan Zeno. Zeno sudah berada di pinggir geladak kapal dengan dirinya yang tertarik menuju luasnya laut. Dia berpikir sejenak, jika dia terus bertahan, maka lehernya akan putus. Begitupun saat dia sedikit mengalah, maka dia akan jatuh ke laut dan akan sangat dirugikan apabila bertarung di dalam.


Zeno langsung tersenyum saat melihat Kirin dan Uron langsung datang dan menggigit tentakel yang menarik Zeno. Memang, tentakel tersebut mengalah dan melepaskan lilitan di leher Zeno. Tapi tiba-tiba, ada dua tentakel lainnya datang dan hendak menarik Zeno lagi menuju lautan lepas.


Zeno tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, dia langsung menebaskan Ice Sword ke arah dua tentakel yang baru datang hingga putus.


Kapal tiba-tiba oleng seperti ada yang menggerakkan dari bawah. Zeno terpaksa harus berpegangan pinggiran kapal agar dirinya tidak terjatuh. Zeno merasa bahwa ini merupakan ulah hewan bertentakel yang menyerang dirinya. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa hewan tersebut merupakan beast milik satu orang yang belum menampakkan diri.


“Skarlos!”


Seketika di samping tubuh Zeno, terdapat tumpukan tanah yang muncul secara tiba-tiba. Tumpukan tanah tersebut membentuk sebuah kura-kura dengan ekor yang panjang seperti ular. Memang, itu adalah Skaros yang muncul dengan ekor kepala ularnya. Di hadapan Zeno, kemudian dia menunduk dan memberi hormat. “Skarlos muncul di hadapan tuan.”


“Kura-kura seharusnya bisa berenang di air. Apakah kau bisa membereskan beast bertentakel di bawah sana?” Zeno memberi perintah.


“Itu adalah hal yang sangat mudah tuan.”

__ADS_1


Skarlos langsung menceburkan diri ke laut dan berusaha mengalahkan hewan bertentakel yang berusaha menggoyangkan kapal. Walaupun dia kurang unggul jika bertarung di dalam air, tetapi dia tidak mau mengecewakan Zeno, jadi dia berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan beast yang ada di dalam laut. Apalagi dirinya merupakan beast penjaga arah mata angin yang hebat, sehingga dia juga tidak mau kalah dengan elemental beast apapun.


“Hey kau yang ada di sana!” Skarlos langsung bergegas ke arah seekor gurita raksasa yang tengah menggoyangkan kapal dari bawah langsung.


Gurita tersadar bahwa di hadapannya ada seekor beast juga, dia lantas mengeluarkan sebuah gelembung air dari dan menembakkannya ke arah Genbu dengan brutal. Genbu tidak mau kalah, dia menjadikan tempurungnya menjadi perisai agar tidak terkena gelembung. Lagipula Gelembung itu bukan gelembung biasa seperti mainan anak-anak, melainkan juga akan meledak apabila pecah.


Dari balik tempurung, Genbu langsung melemparkan ekornya ke arah gurita dan langsung berniat untuk melilitnya. Namun, gurita tersebut langsung menyerang ekor Genbu menggunakan tentakelnya.


Bersamaan dengan itu, sang gurita tersadar, siapa yang ia lawan. Sosok kura-kura dengan ekor ular merupakan sesuatu yang tidak asing. Mungkin gurita tersebut tidak pernah bertemu, tetapi legenda Genbu serta ciri-cirinya sudah merupakan sesuatu hal yang bukan rahasia lagi.


Sang gurita tersenyum dan menjadi tidak percaya bahwa di hadapannya adalah sosok Genbu. Lagi pula, apa iya hanya Genbu saja yang memiliki ekor ular? Itulah yang dipikirkan gurita tersebut sehingga dia masih percaya diri untuk menyerang Skarlos atau Genbu.


Sang gurita yang kesulitan melawan ekor kini juga harus menghindari peluru yang dikeluarkan oleh Genbu. Namun sayangnya, saat gurita itu pergi, ekor Genbu langsung melilitnya sehingga dia tidak bisa pergi kemana-mana.


Tubuh gurita memiliki luka yang cukup parah, pasalnya dia terkena puluhan peluru tanah yang ditembakkan oleh Genbu. Tidak hanya itu saja, Genbu masuk ke dalam tempurung dan menabrakkan dirinya ke arah gurita. Beast gurita hanya bisa lemas di dalam air, kemudian dia tidak mau kalah, dia menciptakan sebuah pusaran air yang membuat Genbu kesulitan untuk bergerak.


“Teknik rendahan seperti ini membuatku gentar? Tentu saja tidak.” Kata Genbu dengan sedikit menyombongkan diri.


Di dalam pusaran, dia memang kesulitan untuk bergerak, tetapi dia menciptakan sebuah bola tanah yang ukurannya jauh lebih besar darinya. Bola tanah tersebut dia lemparkan keluar dari pusaran yang mana ekornya melilit bola tanah sehingga dia juga ikut keluar.

__ADS_1


Saat ini Genbu kembali melesat ke arah gurita yang menjadi sangat panik. Gurita tersebut berencana untuk kabur dari hadapan Genbu dengan secepatnya. Namun, Genbu kembali menembakkan puluhan peluru tanah yang lebih besar dari sebelumnya.


Gurita berteriak kesakitan saat puluhan peluru tanah tertembak di tubuh bagian belakannya. Merasakan bahwa dia tidak dapat menang, beast gurita tersebut berbalik badan dan menundukkan kepalanya di hadapan Genbu. “Tuan, maafkan aku, aku kini sudah percaya bahwa Anda adalah Genbu.”


“Tidak semudah itu untuk meminta maaf.”


------


Sesaat setelah Genbu atau skarlos melompat ke laut, Zeno memandang laut dengan berpegangan pinggiran kapal untuk menjaga keseimbangan. Beberapa menit kemudian, dia sudah tidak merasakan kapal yang oleng lagi. Hal itu menandakan bahwa Skarlos memang telah bertarung dengan beast tentakel yang menyerang Zeno.


“Akhirnya kau keluar juga!” Zeno yang memandangi laut langsung berbalik arah setalah ada sesuatu yang menyerangnya dari belakang. Dia mengira bahwa yang ada di belakang merupakan sisa orang yang menyerang dan masih hidup, melainkan hanya sebatas pedang bercabang yang melesat ke arahnya.


Zeno menggertakkan giginya dan langsung menebas pedang yang melesat tersebut hingga patah. Dia menjadi sangat geram dengan tindakan pengecut perompak tersebut yang bersembunyi menjadi kabut tebal.


Kali Zeno kembali waspada dengan ditemani Kirin dan Uron di sampingnya, yang pasti saat ini salah satu orang yang tersisa akan bersiap untuk menyerangnya dalam wujud kabutnya yang tidak dapat diserang.


Zeno tiba-tiba membuka matanya dan terkejut saat melihat sosok pria bertopeng yang sepertinya sisa para perompak yang masih bertahan tiba-tiba muncul dari balik kabut dan ambruk ke depan. “Apa ada musuh lagi?” Gumam Zeno dalam hati. Dia menjadi waspada dengan ambruknya perompak terakhir secara tiba-tiba.


Kabut di sekitar Zeno menghilang, kabut yang ada di depannya juga menghilang hingga menampakkan Turse yang berdiri dengan tersenyum biasa ke arah Zeno.

__ADS_1


“Sehebat apapun kau berubah menjadi kabut, pada dasarnya juga akan kalah dengan racunku yang dapat bergerak di udara.”


__ADS_2