Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Posisi seluruh pasukan


__ADS_3

“Lantas, bagaimana aku bisa membalas rasa terima kasih?” Nora tidak mau kalah.


Zeno kemudian melangkahkan kakinya menuju Genbu yang kini dia tarik di dalam dirinya, bersamaan dengan itu, dia berkata dengan nada pelan ke arah Nora, “Cukup ucapkan terima kasih, maka aku cukup senang. Dan kau sudah mengucapkan terima kasih, jadi pergilah!”


Nora tidak menjawab, dia masih berdiam diri di tempat dengan hati yang sedikit kecewa, pasalnya Zeno tidak menerimanya menjadi pengikutnya, setidaknya ketika dirinya berhasil menjadi pengikut Zeno, maka dirinya bisa menjadi asisten pribadi Zeno sekaligus belajar mengenai penguasaan elemen.


Saat Nora menunduk kecewa, sosok Zeno berbalik badan dan menghampiri dirinya, hal tersebut membuatnya mengangkat kepalanya dan cukup senang karena mengira bahwa Zeno berubah pikiran.


Tetapi tidak seperti apa yang dipikirkan olehnya, Zeno berbalik arah bukan karena menghampirinya, tetapi mengambil kepala Rungdaf yang tergeletak di atas tanah bersalju. Kemudian dia kembali melanjutkan perginya tanpa memedulikan Nora.


“Setidaknya beritahu aku namamu, tuan!” Nora berteriak dan kembali kecewa.


Zeno berjalan pergi sambil melirik ke arah Nora, “Zeno, Fang Zeno.” Selepasnya dia tidak mau lagi berurusan dengan Nora, bahkan menjawab pertanyaan sekalipun, karena masih ada sebuah urusan yang lebih penting.


Matahari perlahan muncul dan menyinari Zeno yang tengah datang ke pasukan yang beristirahat dan berpesta kemenangan atas perangnya bersama pasukan penyihir. Sudah dua hari semenjak peperangan, Zeno masih merasakan semangat para pasukan untuk segera menguasai Northern, terlebih lagi mereka sudah mengalahkan para pasukan penyihir yang justru sangat berbahaya.


Para pasukan yang beristirahat dan sedikit berpesta kini melihat kedatangan Zeno yang menyeret kepala Rungdaf. Hal tersebut membuat mereka berdiri dan berteriak bahagia karena sosok terkuat dari Northern telah dikalahkan, sehingga menaklukkan Northern akan memerlukan beberapa langkah yang tidak terlalu merepotkan.


Bahkan mereka benar-benar tidak percaya bahwa Fang Zeno telah mengalahkan Rungdaf, tanpa terluka sedikitpun. Mereka semakin yakin bahwa Zeno akan menjadi kaisar Southern, lebih tepatnya keisar kekaisaran benua Artik yang sangat hebat dalam sejarah mereka.

__ADS_1


“Berapa banyak pasukan yang tersisa?” Tanya Zeno yang baru datang.


Salah seorang memberanikan maju ke depan dan memberikan sebuah penjelasan, “Walaupun pasukan penyihir memiliki 10.000 pasukan dan bertarung dari jarak dekat, pasukan kita tersisa 47.000. Bagaimanapun pasukan penyihir juga sangat hebat dalam pertarungan jarak dekat. Jika itu bukan karena tuan yang membuka jalan dari badai, kita tidak akan bisa bertarung dari jarak dekat.”


“Dan ini sudah pagi, apakah kalian perlu istirahat?” Tanya Zeno.


“Tidak, kami tidak butuh istirahat, bagaimanapun kami mengalahkan pasukan penyihir dengan cepat sehingga waktu istirahat kami juga banyak. Mungkin kami tidak butuh istirahat, tetapi kamu juga siap menunggu tuan beristirahat, karena yang pasti tuan membutuhkan Orka yang begitu banyak saat mengalahkan Rungdaf.” Ucap salah satu dari mereka.


“Baiklah, beristirahat sebentar tidak ada salahnya. Selain itu....” Zeno tidak melanjutkan ucapannya, melainkan mengeluarkan Kirin dan Uron yang berwujud seperti manusia.


“Kirin dan Uron, aku punya tugas untuk kalian, dan lakukan secara cepat. Kalian berdua kuberi tugas untuk melihat kondisi pasukan pertama dari arah barat, apabila pasukan barat sudah masuk menuju ibukota, Kirin akan melaporkan kepada pasukan kedua utama dari selatan, kemudian Uron akan melaporkanku di sini. Kalian mengerti?”


Zeno saat ini memiliki niatan untuk istirahat sejenak sambil menikmati matahari terbit di benua Artik.


----


“Sudah satu malam mereka sama sekali tidak bergerak, kapten Turse, apakah sebaiknya kita turun mengenai mengapa mereka tidak bergerak sama sekali?” Kata salah satu dari mereka kepada Turse.


“Jangan turun terlebih dahulu sebelum mereka menguasai ibukota.” Turse menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya. “Kemungkinan ini ada perubahan rencana, yang mana mereka menunggu pasukan pertama yang datang dari arah barat, karena mungkin mereka mendapatkan informasi bahwa masih ada pasukan yang lebih banyak di ibukota, sehingga mereka tidak berani bergerak.”

__ADS_1


“Dan bagaimana mengenai pasukan kedua yang dipecah? aku sangat prihatin karena mereka akan menyerang pasukan milik Rungdaf. Karena Rungdaf itu sangat berbahaya.” Orang di samping Turse kembali bertanya.


“Tuan Zeno tidak selemah itu, apa kau tahu? Bahkan dia memiliki dua roh serta satu beast yang kuketahui, dan dia juga telah membunuh Akram yang menjadikan kita sebagai boneka. Jadi membunuh Rungdaf merupakan hal yang mudah baginya.” Turse kembali menjelaskan.


Semalaman para pasukan pemanah hanya bermalam di pegunungan tanpa melakukan perlawanan sedikitpun, untungnya gunung ini aman dari beast atau hewan liar biasa lainnya, sehingga mereka cukup tenang dan hanya perlu meningkatkan kewasapadaan barangkali ada musuh yang menyerang dari belakang.


Beralih di pasukan pertama, saat ini tiga perempat dari seluruh pasukan telah bergerak ke arah timur setelah menguasai tambang, bagi Zhuo, menguasai tambang justru merupakan sesuatu yang sangat sulit, karena terdapat puluhan ribu pasukan yang menjaga, dan mereka pun terpaksa melawannya. Tetapi itu bukan karena lawannya yang terlalu sulit, melainkan tambang tersebut merupakan medan pegunungan yang tidak biasa digunakan berperang, sehingga mau tidak mau mereka harus menghadapi dua masalah.


Untungnya jenderal Zhuo dapat menyelesaikan masalah dengan cepat, sehingga menguasai tambangpun menjadi sangat mudah. Apa yang mereka lakukan saat ini adalah bergerak menuju arah timur yang sebentar lagi akan memasuki ibukota kekaisaran Nothern. Dia benar-benar-benar berharap bahwa Rungdaf sebagai orang terkuat telah dikalahkan oleh anaknya, karena jika belum maka itu akan menjadi sesuatu yang sangat merepotkan.


Kemudian terdapat pasukan kedua utama yang dipimpin oleh kaisar Aurrora, mereka semua masih bersantai dan menunggu kaisar memulai pergerakan. Mungkin pasukan ini memang santai, tetapi kaisar Aurrora terlihat mondar-mandir dan kebingungan. Pasalnya, dia terlihat bingung, bagaimana cara mengetahui pasukan pertama sudah menuju ibukota? kaisar Aurrora benar pusing dibuatnya.


Menghentikan langkahnya, kaisar Aurrora berteriak kepada seluruh pasukan, “Ada yang mempunyai beast terbang seperti seekor burung.” Aurrora baru teringat mengenai beast mata-mata yang dilawan Zeno merupakan seekor burung.


Namun tidak ada yang menjawab pertanyaan dari kaisar Aurrora, pasalnya prajurit seperti mereka jarang sekali yang mempunyai beast atau hewan peliharaan sebagai partnernya. Mungkin dalam pasukan ini ada yang punya tetapi tidak bisa terbang seperti apa yang diharapkan oleh kaisar itu sendiri.


Aurrora semakin panik. Di tengah kepanikannya itu, terdapat seseorang yang terbang dan mendarat tepat di hadapan Aurrora, hal tersebut membuat Aurrora melompat ke belakang dan meningkatkan kewasapaannya. Tetapi dia segera mengurungkan niatnya untuk bertarung setelah menyadari siapa yang datang kali ini.


“Sepertinya kau merupakan roh Zeno, apakah kau diperintahkan cucuku untuk membantuku?”

__ADS_1


__ADS_2