
Klon Tamichi berpikir sejenak, lebih tepatnya yang melakukan pemikiran tersebut merupakan Zeno, namun dalam wujud klon Tamichi. Masalahnya, akan sangat sulit nantinya apabila menyerang pasukan yang berada di puncak, sedangkan pasukannya yang akan naik ke puncak pasti akan di serang dengan begitu mudah oleh.
Setidaknya, klon Tamichi harus membuat serangan dadakan atau kejutan seperti sebuah ledakan yang akan membuat musuh kalang kabut, sehingga dengan begitu mudah pasukan yang akan naik ke puncak menyerang mereka dengan begitu mudah.
Lagi pula matahari ini sudah hampir terbenam, dan mereka sudah berada di lereng gunung dan akan sampai di puncak. Tentu saja, mereka harus mempersiapkan sebuah serangan kejutan secepat mungkin.
Masalahnya lagi, Klon Tamichi saat ini tidak memiliki elemen cahaya, melainkan memiliki elemen sama seperti Zeno itu sendiri. Sehingga, jika dia membuat serangan kejutan seperti ledakan cahaya, itu dirasa juga tidak memungkinkan, karena Zeno belum memiliki elemen cahaya. Padahal bisa dibilang, sebelumnya dia sudah beberapa kali untuk mencoba mengeluarkan elemen cahaya saat waktu senggang.
Jika mungkin dia memaksakan seperti mengeluarkan earthquake, maka para pasukan juga akan menaruh curiga. Dia juga tidak tahu jelas, apa elemen dasar Tamichi.
Mau tidak mau, klon Tamichi harus melibatkan pasukannya untuk membuat serangan kejutan, seperti serangan cahaya yang membuat para musuh kalang kabut. Lagi pula, jika menyerang secara bersamaan juga akan memberikan sebuah dampak yang mengerikan.
Tapi, perlu diingat, Zeno tidak ingin para pasukan untuk mengerahkan seluruh tenaga hanya untuk mengeluarkan serangan kejutan. Karena apa yang dia takutkan adalah puncak gunung Apiluc akan hancur beserta danau kawah yang berisi banyak bunga teratai emas. Selain itu, itu juga demi menghemat tenaga, akan sangat percuma apabila mengerahkan seluruh tenaga hanya untuk membuat pasukan, dan pada akhirnya ada musuh yang masih bertahan dan kembali menyerang balik
“Aku ini berpikir apa?” Klon merasa bodoh dengan apa yang dia pikirkan, “Tentu saja pasukan pihak baru itu akan melihat dengan jelas dari puncak bahwa pasukan ini akan naik ke puncak.” Klon Tamichi menepuk jidatnya, dia benar-benar kebingungan untuk mencari tahu bagaimana menyerang pasukan yang berada di puncak. Karena belum sampai puncak sekalipun, pasukan yang klon Tamichi pimpin akan diketahui dengan mudah. Pasalnya, posisi mereka berada di atas, sedangkan pasukannya berada di bawah.
“Begini saja.” Klon Tamichi memiliki cara lain, “Semuanya berpencar! Jangan naik ke puncak dalam satu jalur!” Serunya. Dia sepertinya harus mengawali sebuah serangan kejutan seorang diri.
__ADS_1
“Baiklah jenderal.” Mereka semua membagi seluruh pasukan untuk naik ke puncak. Memang, jalur ke puncak ini begitu banyak, bahkan di jalur timur ini sekalipun. Belum lagi di jalur utama lainnya seperti barat dan Selatan. Tapi klon Tamichi masih tidak membiarkan mereka untuk naik dari jalur utama arah utara karena sebuah alasan klasik yang membuat mereka percaya. Setidaknya, pasukan yang dia pimpin tidak boleh bertemu pasukan tuan sepuluh walaupun itu sekali. Karena akan sangat berbahaya dan merusak rencana apabila hal itu terjadi.
“Bagus, semuanya sudah terpisah. Sehingga mereka pasti akan menyerang dari segala sisi.” Perlahan, tubuh Klon Tamichi melayang, perlahan terbang meninggalkan tanah yang dia pijak. Benar, itu adalah kemampuan Zeno dengan Kiba yang ada di dalam tubuhnya. Tapi klon Tamichi bisa melakukannya seakan ada Kiba di dalamnya. Mungkin Kiba juga mengeluarkan Klon dan memasukkannya di dalam klon Tamichi.
Tanpa menggunakan jalur sama sekali, klon Jenderal Tamichi langsung terbang bergerak secepat kilat ke arah puncak secara langsung. Selain itu, dia juga menarik pedangnya, agar saat dia mendarat di tengah lautan musuh, dia bisa memainkan pedangnya dengan begitu mudah.
Tepat saat berada di atas sebuah pasukan yang merupakan pihak baru, dengan berada di dekat cahaya teratai emas yang sudah memancar ke atas, klon Tamichi menciptakan sebuah pedang yang berasal dari es. Selain itu, pedang tersebut muncul sebuah energi petir berwarna oranye yang menyala-nyala dan mengeluarkan sebuah bunyi khas.
Klon Tamichi tersenyum seperti halnya Zeno tersenyum, sambil mengeluarkan sebuah teknik, “Teknik berpedang aliran petir. Gerakan kilat!”
Tiba-tiba pasukan jenderal Gorb terkejut saat sebuah petir menyambar ke bawah, lebih tepatnya menyambar beberapa pasukan yang ada di bawahnya. Tidak hanya itu saja, banyak dari mereka sedikit terkejut saat mendengar dan melihat para pasukan terbunuh dengan begitu cepat setelah sebuah petir melewati mereka semua.
Kurang dari Tiga puluh detik, sudah ada ratusan prajurit yang tumbang. Para prajurit justru begitu kesulitan saat menghadapi petir itu, padahal bisa dibilang mereka dapat bergerak secepat cahaya. Tapi, mereka begitu waswas dan ragu untuk menahan petir yang menyambar.
Klon Tamichi berhenti sejenak, menunjukkan wujud dari sebuah petir yang membunuh ribuan orang dalam sekejap. Sebenarnya itu bukanlah petir, tapi klon tamichi yang bergerak secepat kilat dengan meninggalkan jejak sambaran petir. Sehingga apa yang mereka lihat seolah adalah sebuah petir.
Pedang es yang Klon Tamichi ciptakan juga berlumuran darah, terlihat tidak begitu kuat dengan beberapa bagian pedang yang cuil membuat pedang es itu tidak sekuat Ice Sword yang tidak pernah terkikis sekalipun.
__ADS_1
“Jenderal Tamichi!!” Jenderal Gorb berteriak dengan begitu keras dan bergerak begitu cepat sehingga sudah berada di hadapan Klon tamichi dengan sekejap. Gorb juga baru sadar, bahwa sambaran petir itu berasal dari jenderal Tamichi.
“Teknik berpedang, aliran air. Aliran pemurnian.” Klon Tamichi mengeluarkan teknik berbahaya yang diciptakan Zeno sendiri.
Sehingga saat mereka berada dipuncak, sebuah aliran air tiba-tiba muncul seakan membanjiri tempat. Sekitar ribuan orang serta jenderal Gorb yang terkena air tersebut seketika terhenti dan tidak bisa mengeluarkan elemen cahaya untuk menyerang jenderal Tamichi. Melihat hal itu, klon Tamichi langsung langsung menebaskan pedangnya ke arah Gorb dengan begitu cepat.
Sayangnya, aliran tersebut begitu cepat hilang dan membuat Gorb bisa melompat ke belakang dengan begitu cepat. Tidak mau kalah, Gorb langsung mengangkat pedangnya dan menebaskan sehingga memunculkan sebuah tebasan bercahaya berbentuk bulan sabit.
Klon tamichi seolah melemparkan tangannya ke depan, memunculkan puluhan kristal es dan tanah dengan begitu tajam ke arah jenderal Gorb. Tidak hanya itu saja, dia langsung memutar badannya dengan pedang yang mengeluarkan sebuah elemen air yang berputar begitu cepat.
“Air: roda air!” Seketika puluhan prajurit jenderal Gorb yang ingin menyerang klon jenderal tamichi seketika terlempar. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tubuhnya terpotong karena terkena roda air secara langsung.
Selain itu, tebasan cahaya yang dikeluarkan oleh jenderal Gorb meledak saat berbenturan dengan puluhan kristal tanah dan kristal es. Tidak hanya itu saja, kedua kristal itu masih bersisa dan melesat ke arah jenderal Gorb dengan begitu crpat.
“Bagaimana mungkin jenderal Tamichi bisa menguasai elemen yang berbeda-beda?” Kata salah satu prajurit jenderal Gorb yang tidak tahu apa-apa.
Sedikit tidak menyangka bagi klon jenderal Tamichi bahwa membantai semua ini sendirian begitu mudah, padahal dirinya hanyalah sebatas kloningan. Dia sedikit sadar, kenapa dari tadi dia sedikit kebingungan untuk membawa pasukan Nuvoleon jika cara membantai seperti ini begitu mudah?
__ADS_1