
Jenderal Fang Zhuo tersenyum usai mendengarkan apa yang Selena katakan, dia pun menjawab dengan ramah, “Berdirilah, tidak apa-apa kau berteman dengan Zeno. Walaupun sepertinya kau tidak memiliki elemen, aku dan anakku tidak pernah membedakan orang.”
Selena pun berdiri, dia mengusap air matanya yang tersisa tadi. Wajahnya turut senang mendengarkan apa yang ayah Zeno katakan. Selena yang berdiri mengulurkan tangannya ke arah Turse dan Nora berniat untuk menjadi seorang teman
Turse dan Nora menerima dengan senang hati, meskipun di wajah Nora ada sedikit rasa jengkel kepada Selena karena dengan sengaja memeluk Zeno. Tapi rasa jengkel Nora tidak seberat sebelumnya, kali ini rasa jengkelnya sedikit reda karena Selena ternyata merupakan teman Zeno.
“Tunggu sebentar, mengapa kalian berada di negara tanah?” Selena penasaran.
“Sebenarnya pelabuhan negara air dalam masa renovasi, angin di negara angin juga sangat kencang, sehingga tidak mungkin kami berlabuh di sana. Sehingga menyisakan pelabuhan negara petir dan negara tanah. Tapi karena dua hari lagi terdapat sebuah perkumpulan lima kaisar besar di sini, ayah ingin sekali berlabuh di negara tanah dan melihat yang mulia Fang Tan.” Zeno menjelaskan.
Selena menyentuh dagunya sejenak, dia baru teringat bahwa di negara tanah memang akan ada pertemuan lima kaisar dari masing-masing negara. “Yang mulia Fang Zhuo, bagaimana sambil menunggu hari itu tiba, Anda, Zeno dan teman-temannya bermalam di rumahku? Aku akan masak besar hari ini.”
“Tunggu sebentar, kau punya rumah?” Zeno mengangkat alisnya.
“Semenjak aku membunuh orang-orang yang diskriminasi, aku juga mengambil uangnya. Bahkan dari hasil tersebut, aku bisa membeli rumah sendiri. Walaupun itu tidak semewah istana kekaisaran.” Selena menjelaskan.
“Kau benar-benar jahat.” Zeno menatap sinis Selena.
Jenderal Zhuo dan yang lainnya tidak keberatan untuk tinggal di rumah Selena. Setidaknya tinggal dua hari itu tidak akan merepotkan Selena. Lagipula mereka juga akan kesulitan untuk mencari sebuah penginapan.
-----
__ADS_1
Tepat di rumah Selena
Mungkin rumah Selena tidak terlalu mewah, namun juga cukup nyaman bagi Fang Zhuo ataupun Fang Zeno. Bahkan Nora dan Turse lebih bisa bersantai dan beristirahat seperti merebahkan tubuhnya di kamar Selena.
“Ayah, aku ingin berbicara di sini.” Zeno nampak duduk di hadapan jenderal Zhuo dengan mata yang serius.
“Katakan!” Hal itu membuat Fang Zhuo menanggapinya dengan serius. Kontak kedua mata mereka benar-benar mengerikan, menandakan bahwa betapa seriusnya pembicaraan yang akan anak dan ayah itu lakukan.
“Apakah kau teringat bahwa orang yang menculik ibu lima belas tahun yang lalu merupakan elementalist tanah? Dan kita bertepatan di negara tanah.” Zeno memulai pembicaraan.
“Sepertinya kau sudah tau peristiwa itu. Siapa yang memberitahumu? Kakakmu atau ibumu?” Fang Zhuo bertanya.
Zeno menambahkan, bahwa ibunya untungnya melahirkan di negara api, sehingga ibunya dibuang dan tidak dijadikan pelampiasan nafsu oleh pemimpin mereka. Tetapi hidup mereka juga tidak kalah mengerikan saat tinggal di sebuah kediaman keluarga yang bernama Agalia.
Zeno terlihat mengusap air mata saat menjelaskan betapa mengerikannya mereka berdua tinggal di kediaman Agalia. Zeno tidak bisa menjelaskan bahwa itu sial atau untung saat dirinya dibuang di hutan elemental beast. Pasalnya, di tempat itulah Zeno tidak sengaja bertemu kakek kandungnya atau ayah Fang Zhuo.
Zhuo memejamkan matanya sambil memukul lantai hingga retak, wajahnya benar-benar memerah marah dan dipenuhi emosi yang masih dibendung. “Maafkan ayah, andaikan kala itu ayah lebih berani menerobos negara api dan mengejar ibumu.”
“Tidak apa ayah, lagi pula ayah saat itu tidak ingin melanggar perjanjian atar dua negara yang mana dapat mengakibatkan perang besar. Lagi pula juga, saat ini ibu dan aku masih terlihat sehat.” Zeno mengusap air matanya yang jatuh.
“Baik itu dalang penculikan ibumu, ataupun keluarga yang menampungmu, mereka semua benar-benar tidak bisa dimaafkan.” Fang Zhuo membuka matanya dan berkata dengan berat.
__ADS_1
“Tinggal dalang penculikan tersebut. Masalah keluarga Agalia...” Zeno tekekeh sebelum melanjutkan ucapannya, “Nama mereka sudah hilang di dunia ini. Aku, kakak Fang Tan, dan kakak Yuna sudah membantai mereka semua.” Zeno tersenyum lebar sambil mengepalkan kedua tangannya erat-erat.
“Oh iya ayah, aku baru ingat. Sebenarnya Akram merupakan bagian dari keluarga Agalia.” Sambung Zeno.
Fang Zhuo terkejut, tapi dia tidak terkejut mengenai Akram yang merupakan bagian dari keluarga Agalia. Melainkan, mengenai tiga anaknya yang membantai satu keluarga. Dia menganggukkan kepala berulang kali menandakan bahwa dirinya benar-benar bangga dengan ketiga anaknya. Fang Zhuo menjadi tidak sabar bertemu dengan Fang Tan dan Fang Yuna, yang pasti mereka berdua pasti sudah tumbuh dewasa. Apalagi dengan Fang Yuna, putri yang paling ia cintai benar-benar akan menikah. Hal itu membuat Fang Zhuo menjadi semakin rindu.
“Apakah kau berniat untuk mencari dalang penculikan ibumu?” Fang Zhuo mengangkat aslinya.
“Sebenarnya aku ingin mencarinya. Tetapi kita perlu membutuhkan waktu yang lama untuk mencarinya, karena kita tidak tahu, bagaimana wujud orang tersebut. Lagi pula ayah juga tidak bisa berlama-lama untuk tinggal di negara tanah karena rindu dengan kak Yuna.” Ujar Zeno.
“Apa ayah pulang terlebih dahulu bersama kak Tan setelah pertemuan lima kaisar? Aku akan tinggal di sini untuk beberapa waktu untuk mencari orang tersebut. Setidaknya beri aku waktu satu bulan lagi.” Sambungnya.
“Tidak, ayah tidak mengizinkannya. Apa yang ayah harapkan adalah, kamu juga ikut pulang, agar kita bisa berkumpul dalam satu keluarga. Itu yang ayah inginkan, dan kau juga menginginkan hal indah seperti itu bukan? Masalah pencarian dalang tersebut, kita undur setelah acara pernikahan kakakmu.”Zhuo menolak.
Zeno mengerti, lagi pula dia juga ingin berkumpul dalam satu keluarga penuh tanpa ada kekurangan. Itulah yang diharapkan Zeno selama bertahun-tahun. Kehidupan yang dulunya sangat suram, dia tidak bisa membuang kesempatan yang akan datang tersebut. Sehingga ia mengangguk setuju untuk mencari dalang penculikan ibunya sekitar satu bulan setelah pernikahan kakaknya.
“Seseorang yang memiliki nafsu kepada wanita hamil? Sepertinya kalian tidak perlu mencari orang itu satu bulan lagi dalam waktu yang lama. Kalian bisa membunuhnya malam ini.” Selena tiba-tiba datang dengan mengatakan sesuatu. Dia tidak sengaja mendengar apa yang Zeno dan ayahnya katakan mengenai dalang penculikan ibunya, yang mana penculik tersebut memiliki nafsu besar kepada wanita hamil.
Zeno dan Zhuo memandangi satu sama lain dan bingung mengenai apa yang dikatakan oleh Selena. Zeno yang ingin tahu maksud tersebut akhirnya bertanya kepada Selena, “Apa maksudmu?”
“Aku tahu siapa orang yang kalian maksud.”
__ADS_1