Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Ide gila Azure


__ADS_3

Setelah kejadian itu, dua hari kemudian Zeno melakukan sebuah pertemuan kembali untuk membahas sesuatu yang mana jauh lebih penting. Dengan dihadiri oleh orang-orang penting seperti jenderal Lois, Laksamana Mahaa, petinggi Nefd, putri Aure dan juga Turse yang merupakan tangan kanan Zeno. Mungkin ada beberapa orang penting lainnya yang turut andil dalam pertemuan ini.


“Kita harus mempercepat penyerangan Mare Enbarum sebelum mereka yang menyerang terlebih dahulu. Satu bulan? Tidak, satu hari setelah Kirin dan Uron tiba, maka kita akan langsung berangkat. Namun seperti apa yang ku ucapkan tadi, kita harus menunggu Kirin dan Uron kembali, karena kedatangan mereka yang akan membuat rencana penyerangan itu berhasil.”


Memang, seperti apa yang dikatakan Zeno bahwa dia sebenarnya mengirim Kirin dan Uron menuju Mare Enbarum setelah satu hari dia menjadi kaisar. Entah, Zeno tidak tahu mereka sudah melakukan tugas yang dia berikan atau belum. Masalahnya, Kirin dan Uron memang cepat, mungkin kecepatan mereka membuat perjalanan menuju Mare Enbarum membutuhkan waktu selama lima hari, dan tentu saja itu akan membuat mereka beristiarat selama beberapa hari.


Tidak menutup kemungkinan bahwa Kirin dan Uron belum memata-matai Mare Enbarum karena dia juga masih beristirahat. Akan tetapi, Zeno benar-benar percaya bahwa Kirin dan Uron bisa memata-matai jauh lebih cepat. Apalagi kemampuan Kirin yang tidak bisa diremehkan begitupun dengan kemampuan Uron.


“Walaupun begitu, aku ingin memastikan kekuatan militer kita. Dengan informasi yang baru, ada 246 kapal perang yang siap beroprasi.” Zeno melanjutkan ucapannya.


“Tunggu sebentar kaisar. Bukankah ada 145 kapal perang?” Lois berbicara sambil mengerutkan dahinya. Dia merasa, tiga hari yang lalu kapal perang masih berjumlah 145 unit. Namun, kenapa sekarang kapal bertambah dengan begitu pesat?


“Bagaimana caraku menjelaskannya ya.” Mahaa berpikir sejenak karena kebingungan untuk menjelaskan dari sisi mana, dia tahu persis mengapa kapal perang bertambah banyak dengan begitu pesat. Kemudian, dia tersenyum tipis sambil berkata, “Mungkin kalian tidak akan percaya. Tapi kaisar benar-benar gila, kaisar mungkin membatalkan membangun hutan untuk peningkatan armada kapal karena dewan keuangan tidak sanggup untuk membayar para pekerja. Namun, dia justru membuat 100 kapal sendiri, ditambah 1 kapal besar dari es untukku.” Mahaa sedikit pamer kepada para orang-orang lainnya.


“Tunggu kaisar, benarkah itu? Kau memberi hadiah untuk laksamana Mahaa?” Jenderal Lois memastikan.


“Astaga laksamana, bisakah kau tidak pamer seperti itu? Jika ada sesuatu yang terjadi maka aku akan menenggelamkan kapalmu lagi.” Zeno menarik napas dengan sangat malas.


“Kaisar curang, apa karena laksamana Mahaa adalah seorang wanita sehingga Anda memberikannya hadiah?” Protes Lois.

__ADS_1


“Aku hanya berniat meningkatkan Armada kapal karena kita akan berlayar jauh untuk menyerang Mare Enbarum. Dan siapa bilang aku memberikan hadiah? Aku hanya menyerahkan salah satu kapal kepada laksamana agar kita dan para pasukan khusus bisa menaiki kapal tersebut.” Zeno mencoba untuk menjelaskan, “Daripada kau bertanya yang tidak berguna, sebaiknya kau jelaskan kualitas dan kuantitas prajuritmu.”


Lois hanya menghela napas dan tersenyum pahit saat dirinya tidak mendapat sebuah hadiah khusus dari sang kaisar, namun dia segera melupakannya dan memberikan sebuah penjelasan mengenai apa yang ditanyakan oleh Zeno. “Ada sekitar 980.000 pasukan biasa dengan kemampuan mereka yang bisa menyerang dari jarak dekat, kemudian ada 35.000 pasukan khusus yang bisa membunuh secara diam, dan untuk pasukan pemanah, sebaiknya Anda bertanya kepada komandannya.” Katanya sambil menoleh ke arah Turse yang berdiri di belakang Zeno.


“Masih 150.000 seperti apa yang ku katakan kemarin.” Turse memalingkan wajahnya dari tatapan Zeno.


“Baiklah Turse tidak masalah, aku tahu meningkatkan para pemanah juga sangat sulit.” Zeno mencoba agar Turse tidak merasa bersalah. “Jika dihitung, ada 1.165.000 pasukan angkatan darat, belum dihitung pasukan angkatan laut milik laksamana Mahaa. Dan kapal tidak mungkin menampung pasukan sebanyak itu. Maka dari itu, aku hanya akan mengambil setengah dari pasukan militer darat.”


“Menurut informasi pula, angkatan laut milikku memiliki 500.000 pasukan. Semua pasukan itu bahkan tidak akan sanggup untuk menaiki semua kapal perang kita. Apa Anda juga akan mengambil separuhnya juga? tidak, itu juga akan tidak cukup apabila digabung dengan pasukan darat.” Laksamana Mahaa angkat bicara.


“145 kapal dapat menampung 500 pasukan, 100 kapal dapat menampung 700 pasukan, serta satu kapal yang paling besar dapat menampung 1000 orang. Itu semua tidak akan sanggup, bahkan jauh dari kata sanggup untuk menampung pasukan sebanyak itu. Karena pada dasarnya fungsi armada kapal digunakan oleh angkatan laut, bukan untuk mengantar pasukan angkatan darat seperti itu.” Zeno menghela napas kebingungan.


“Kau pikir itu mudah? Membuat 100 kapal rasanya sama seperti meruntuhkan kekaisaran seorang diri.” Zeno menjawab pernyataan Turse dengan sangat malas pula.


Turse tidak menjawab apapun, dia langsung diam seketika namun tidak ingin menatap Zeno lagi.


Zeno menyentuh kepalanya karena merasa sangat pusing, rasanya mungkin sangat aneh melakukan penyerangan lintas benua, karena itu benar-benar jarang terjadi, karena para kaisar sendiri tahu bahwa menyerang lintas benua adalah hal yang tidak mungkin karena keterbatasan membawa pasukan. Berbeda lagi dengan pasukan Danze, yang bisa terbang. Andi saja, pasukan Zeno bisa terbang, mungkin Zeno tidak akan sepusing ini.


“Hei tuan. Aku punya sebuah pemikiran yang cukup gila.” Azure yang ada di dalam tubuh Zeno berbicara.

__ADS_1


“Katakan.”


“Anda adalah penguasa lima elemental. Salah satunya adalah air. Bagaimana jika membuat pasukan Anda berkuda di atas air? Tidak peduli seberapa jauh perjalanannya, jika membawa bekal yang mumpuni, maka tidak terlalu bermasalah. Apa yang sulit? Cukup aneh apabila elementalist es merasa kehausan di tengah perjalanan, kendala yang merepotkan adalah kelaparan.” Azure berkata dengan cukup aneh. Bahkan Zeno yang mendengarnya merasa cukup gila dengan perkataan Azure.


“Berkuda di atas air? Dan apabila lelah maka juga beristirahat di atas air? Tidak, maksudku beristirahat di atas samudera? Benar-benar gila. Tapi itu ide yang sangat bagus. Terimakasih Azure.” Puji Zeno.


“Aku mempunyai sebuah ide yang cukup gila. Tapi sebaiknya kita menunggu Kirin dan Uron datang terlebih dahulu. Dan pertemuan ini dibubarkan terlebih dahulu.” Zeno membubarkan pertemuan dengan begitu cepat, karena dia ingin menguji coba sesuatu seperti apa yang dikatakan oleh Azure.


Semua orang mengangguk dan meninggalkan tempat. Namun Turse masih diam di tempat sambil menatap sinis Zeno. Tidak orang selain mereka berdua, Turse berkata, “Kau jahat, kenapa kau hanya memberikan hadiah hanya untuk laksamana Mahaa?”


“Jadi kau ingin hadiah kejutan pula?” Zeno tersenyum tipis ke arah Turse. Kemudian, tanpa menunggu Turse menjawab, Zeno menarik tangannya dan membawa pergi keluar Turse dengan melewati jendela kekaisaran. Lebih tepatnya saat mereka keluar, mereka juga melayang dan Zeno langsung bergerak secepat kilat ke arah selatan.


Dalam sekejap, Zeno sudah berada di pesisir pantai dengan banyaknya orang yang menikmati pantai tersebut dengan menaiki seekor kuda. Lebih tepatnya tempat tersebut sebagai sebuah wisata di glacies.


Alhasil, Zeno menaiki seekor kuda, dan meminta Turse untuk menaiki kuda lainnya. Kemudian, Zeno menarik tali kuda yang dinaiki Turse dan membawanya pergi menuju tengah laut.


“Tuan Berhenti!” Teriak Turse, “Apa Anda ingin melakukan ajang bunuh diri?” Protes Turse saat dia tahu bahwa Zeno yang menaiki kuda menarik tali kudanya menuju tengah lautan.


Namun, Turse seketika terdiam saat kuda yang ia naiki dan kuda Zeno seolah berjalan di atas air. Kemudian dengan senyum manis, Zeno menoleh ke belakang dan berkata kepada Turse, “Kau bisa menunggangi kuda? Jika bisa maka kejarlah aku di lautan luas ini. Anggap saja ini adalah hadiah khusus bagimu.” Zeno langsung memacu kudanya dan semakin menjauh dari pesisir.

__ADS_1


“Baiklah, bahkan jika kau sampai di benua seberangpun aku akan mengejarmu.” Turse juga memacu kudanya untuk mengejar Zeno. Dia tidak menyangka bahwa Zeno bisa menyulap sebuah lautan seolah bisa dipijak, seakan Zeno menundukkan lautan tersebut.


__ADS_2