
Suasana menjadi hening setelah Rouya menerima katana yang diberikan oleh Zeno. Begitu juga dengan sisa pengkhianat yang masih bertahan kini hanya diam membeku setelah melihat pangeran Rouya berubah 180⁰. Bagaimana tidak, pangeran yang dulunya takut dengan pedang kini dengan berani memegang katana.
Keputusan untuk membunuh sisa pengkhianat ada tangan Rouya. Kini Rouya berjalan perlahan menuju para pengkhianat. Tetapi sebelum itu, Selena sudah membebaskan anggota keluarga yang terserap karena para pengkhianat tersebut.
Sehingga, para keluarga yang telah bebas kini tengah mengepung sisa-sisa pengkhianat dari belakang. Sesaat kemudian, Rouya berubah pikiran setelah ia memikirkan untuk tidak melampiaskan rasa bencinya. Jadi kali ini, Rouya berjalan ke arah ibunya yang telah diikat dan belum dibebaskan.
"Ibu, aku menyerahkan semua keputusan kepada ibu. Bagaimanapun juga, ibu adalah seorang kaisar, titah tertinggi dalam negara petir. Jadi yang berhak memberi hukuman atau tidaknya adalah yang mulia kaisar." Rouya tengah melepaskan tali ikatan menggunakan pedang milik Zeno.
Zeno yang melihat itu hanya tersenyum. Marah? Merasa kesal? Atau jengkel dengan tingkah Rouya yang mengambil keputusan? Tidak, Zeno tidak merasa dirinya sangat kesal karena keputusan Rouya, karena Zeno selalu menghargai keputusan mutlak pemimpin atau calon pemimpin seperti Rouya. Selagi itu baik bagi Zeno terutama orang lain, maka Zeno tidak mempermasalahkan.
"Tidak, kaulah yang akan memutuskan apakah mereka dihukum anakku." Ucap kaisar Shima yang mengelus kepala anaknya itu, padahal Rouya lebih tinggi daripada Shima sendiri.
"Baiklah, kalau itu perintah kaisar." Jawab Rouya tersenyum.
Rouya berbalik arah dan kembali mengembalikan pedangnya ke arah Zeno, hal tersebut membuat Zeno sempat mengerutkan dahinya.
"Ada apa pangeran? Apakah kau tidak ingin menghukum mereka?" Tanya Zeno sambil menerima pedangnya kembali.
"Aku, pangeran Rouya Ama memutuskan, bahwa Zen, harus membunuh mereka. Ini perintah!"
Mata Zeno terbuka lebar saat ia mendengarkan keputusan Rouya, ia benar-benar tidak menyangka bahwa pengkhianat keluarga Rouya, diserahkan kepada dirinya sendiri untuk membunuhnya.
''Tapi pangeran….."
"Berhenti membantah, ini perintah!" Kata Rouya memotong ucapan Zeno.
"Baiklah." Zeno tersenyum begitu lebar setelah ia mendapatkan tugas membunuh para sampah di hadapannya.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah kau melihat sikap tegas pangeran?" Tanya Zeno yang menatap jijik, bagaimanapun juga ia sangat jijik dengan para pengkhianat.
"Cih, kau ini siapa? Kenapa kau ikut campur?" Kata mereka dengan penuh kebencian, karena mereka merasa jengkel dengan adanya Zeno yang ikut campur dalam masalah keluarga mereka.
"Siapa aku? Sepertinya itu terlalu cepat apabila kau mengetahui siapa aku."
"Angin: sayatan seribu angin."
Angin kencang keluar dari tubuh Zeno, angin tersebut akhir-akhir sangat jarang digunakan oleh Zeno, karena ia memang sengaja untuk tidak menggunakannya karena terbilang sangat berbahaya.
Tetapi kali ini ia benar-benar menggunakannya, hal itu agar digunakan Zeno untuk memberi teka teki kepada mereka, atau umumnya di ruangan ini siapa pemilik teknik itu.
"Apa ini? Tidak, sepertinya aku pernah mendengar teknik ini darimana?" Kata mereka begitu kesakitan setelah mereka terkena angin yang begitu kencang, angin tersebut sanggup membuat kulit mereka mengelupas dan tersayat begitu hebat, seakan-akan bahwa angin itu sangat tajam.
"Tunggu, sebentar, bukankah teknik itu pernah digunakan untuk memukul mundur para penyerang dari negara api di wilayah barat negara angin?" Kata Kaisar Shima Yang membuka matanya lebar-lebar setelah apa yang
"Benar! Memang itu orangnya, tetapi aku tidak tahu siapa pengguna teknik itu?" Kata Rouya menambahkan ucapan Shima.
Zeno hanya diam saja setelah mereka tidak mengetahui siapa pengguna teknik berbahaya saat itu. Karena Zeno sendiri juga tidak berharap bahwa dirinya dikenal sebagai pangeran kekaisaran juga.
"Aku tahu siapa dia? Tetapi aku juga tahu maksud dia, sungguh pangeran kekaisaran yang sangat rendah hati. Biarkan itu menjadi kejutan suatu saat." Kata penasehat kekaisaran yang tersenyum saat mengetahui siapa itu sebenarnya Zeno.
Sebelumnya ia juga merasa terkejut saat ia mengeluarkan es. Karena es merupakan cabang dari air dan angin, itulah mengapa dia curiga siapa sebenarnya yang ikut campur dalam perselisihan ini.
Kecurigaan itu semakin besar saat dia mengeluarkan pedang dua jiwa, pedang legendaris milik dua negara, bisa dibilang bahwa penasehat merasa bahwa Zeno memiliki darah dari dua negara tersebut.
Tetapi saat ia melihat Zeno mengeluarkan tekniknya, ia semakin yakin bahwa orang di hadapannya adalah pangeran Zeno.
__ADS_1
Kini penasehat tersebut sangat bersyukur bahwa Zeno menyelesaikan masalah dan membawa Rouya keluar dari danau Vanzula, tetapi dia juga tidak akan mengungkapkan identitas Zeno sebenarnya.
Kini para pengkhianat yang ada dihadapan Zeno mati dalam keadaan mengenaskan, bagaimanapun tidak, kulit mereka tersayat seakan akan kulit mereka akan lepas dari daging mereka.
Mungkin siapapun yang terlihat termasuk Selena juga mau muntah dibuatnya, tetapi mereka yang ingin muntah juga merasa takjub dengan teknik Zeno yang sangat mengerikan. Jadi mereka juga bisa melihat langsung, siapa orang yang memukul mundur seluruh pasukan negara api.
Ratu Shima menghela napas, akhirnya perselisihan ini sudah selesai dan tidak memakan korban jiwa di pihaknya, anaknya juga telah kembali dan sudah
berubah dari penakut dan juga tegas.
"Baiklah, konflik telah selesai, bereskan semua mayat yang ada di sini." Perintah kaisar Shima.
"Untuk kau - tunggu sebentar, dimana dia?" Kaisar Shima menjadi kebingungan, pasalnya Zeno telah pergi dengan begitu cepat saat dia hendak memanggilnya.
*****
"Hey, apakah kita tidak akan pamit terlebih dahulu?" Tanya Selena yang kebingungan karena ditarik Zeno keluar menuju kekaisaran.
"Tidak ada waktu, masalahnya aku akan pergi ke negara tanah." Jawab Zeno sambil melepaskan tarikannya.
"Aku harap kaisar mengerti bahwa aku berasal dari negara angin dan air, sehingga negara ini bisa menjalin hubungan." Gumam Zeno sambil menghela napas.
"Mau kemana Anda wahai pang, maksudku tuan muda Zen? Padahal Kaisar sedang mencari anda." Tiba-tiba Zeno dan juga Selena dikejutkan oleh penasehat negara petir.
Zeno menelan ludah begitu kasar saat ia merasa bahwa penasehat ini mengenali siapa itu Zeno, jadi dia langsung memilih untuk pergi dan tidak menghiraukan kata-kata penasehat.
"Tunggu dulu pangeran, santai saja, aku tidak akan membuka kedok mu di hadapan teman mu itu, aku sangat yakin anda pasti membuat kejutan. Tetapi ini serius, kaisar memanggil anda, tetapi Anda juga harus tenang, karena kaisar juga tidak mengenali siapa anda." Penasehat memegang pundak Zeno dan berbisik kepadanya.
__ADS_1
"Sudah kuduga." Kata Zeno dengan begitu kaget setelah ternyata mengenai siapa dirinya telah terbongkar.
"Hahaha, maafkan aku pangeran, tetapi itu juga salah anda, bukankah Anda sendiri yang mengeluarkan teknik berbahaya yang hanya dimiliki oleh anda?" Kata penasehat itu kembali berbisik.