Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Ada berita penting!


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu semenjak Northern empire dan Southern empire bersatu. Zeno duduk di kursi dengan wajah yang linglung, serta di sampingnya terdapat Nora dan Turse yang berdiri. Entah kenapa saat kedatangan Turse, wajah Nora menjadi sangat masam seakan dia membenci Turse. Tapi Turse hanya memasang wajah keheranan melihat tingkah Nora yang aneh.


Kenapa Turse tidak berada di kerajaan Alvalos? Tentu saja ini mengenai raja Buras. Raja Buras telah meninggal dua minggu yang lalu karena penyakitnya menjadi sangat parah, hal itu menjadi duka yang mendalam bagi Turse itu sendiri, yang mana ia menjadi tangan kanan raja Buras. Kerajaan Alvalos kini diteruskan oleh anaknya, tetapi Turse tidak menjadi tangan kanan raja Alvalos lagi karena dia tidak berjanji untuk menjadi tangan kanan keturunan raja Buras. Sehingga saat raja Buras meninggal, dia bisa bebas.


Sesuai janjinya, suatu saat dia ingin menjadi tangan kanan Zeno apabila Zeno menjadi kaisar. Dan saat ini juga, Turse juga menjadi tangan kanan Zeno karena Zeno sendiri menjadi kaisar untuk sementara waktu. Hanya untuk mengurus wilayah yang dulunya merupakan Southern empire.


“Bukankah nenek dulu bilang dan menyuruhku untuk mengurus wilayah selama satu minggu? Mengapa sampai satu bulan dia belum kembali?” Zeno bergumam sambil menggelengkan kepalanya.


Memang, Nefd dan Turse sendiripun juga salut dengan kepemimpinan Zeno walaupun itu hanya sementara, bahkan Zeno berhasil menyelesaikan beberapa konflik dalam satu wilayah dengan sangat cepat.


Dia merasa neneknya memang sengaja untuk tidak kembali, karena neneknya juga masih memimpin wilayah yang dulunya merupakan Northern untuk sementara waktu. Setidaknya, mungkin sampai istana kekaisaran yang berada di ibukota Firgus Unie rampung dalam pembangunan. Dengan begitu, kedua kaisar akan benar-benar bersatu dalam satu pemimpin yaitu kaisar Aurrora itu sendiri.


Ibukota Firgus Unie juga sudah ditentukan, yang mana ibukota tersebut terletak di timur gunung yang menjadi camp para pemanah. Serta terletak di antara wilayah yang dulunya merupakan Southern empire serta Noterhn empire.


Sebenarnya saat Zeno memberikan sebuah kebijakan atau ingin menyelesaikan masalah dalam suatu wilayah, Zeno selalu mengirimkan sebuah pesan kepada neneknya dulu agar mendapatkan Izin. Tetapi saat seringnya begitu, kaisar Aurrora menjawab pesan tersebut yang mana menyuruh Zeno tidak perlu meminta Izin dan bisa mengambil keputusan sesukanya.


Ada satu berita yang membuat Zeno tidak habis pikir, yang mana kaisar Aurrora mengangkat Nona Aure menjadi cucunya. Mungkin Zeno tidak keberatan, karena itu artinya bahwa Aure bukan hanya sebatas teman, melainkan juga saudara.


“Zeno, kau sudah setengah jam duduk di sini, apakah kau tidak ingin bergerak sama sekali?” Tanya Nora.


“Hei penyihir, lihat dulu siapa lawan bicaramu. Dia saat ini kaisar sementara, jadi jaga ucapanmu. Setidaknya kau harus menyelipkan kata ‘yang mulia’, atau ‘tuan’ itu juga sudah cukup” Sahut Turse.


“Siapa yang kau bilang penyihir, dasar tukang racun. Sebaiknya kau pergi saja dari hadapan Zeno, bukankah kau pernah membuat Zeno lumpuh?” Nora tidak mau kalah.

__ADS_1


“Apa?” Turse mengerutkan dahinya, namun dia tidak tidak menjawab lebih. Karena dia tahu, mengurusi orang seperti Nora hanya membuang waktu. Terlebih lagi jika dia bertengkar, maka Zeno akan terganggu dan marah.


“Haha lihat, kau bahkan tidak mempunyai kata-kata untuk membalas apa yang kuucapkan.” Nora justru memancing emosi Turse yang diam.


Hal tersebut membuat Turse memejamkan matanya dan menggertakkan giginya. Tetapi dia mencoba untuk diam dan tidak terhasut emosinya untuk marah. Namun saat dia mencoba untuk diam, Nora terus-menerus mengompori sehingga dia mulai angkat bicara. “Bukankah anak buah Rungdaf seharusnya untuk diam? Apa perlu aku mengirimmu kepada Rungdaf secara langsung?”


Merasa terganggu, Zeno langsung menggebrak meja yang ada di hadapannya, dia menoleh ke kanan dan kiri dengan wajah yang sangat sinis. Hal tersebut membuat Nora dan Turse langsung terdiam dan tidak ada yang berani berkata-kata setelahnya. Bahkan mereka sempat ketakutan saat melihat Zeno yang menjadi marah.


“Bisakah satu hari saja kalian tidak bertengkar? Sebaiknya kalian berdua untuk keluar dan menjauh dari sini.” Ucapnya dengan nada yang sangat tinggi.


“Baiklah (tuan) Zeno.” Kata Nora dan Turse secara serentak dengan membungkukkan badan sebelum pergi. Wajah mereka menjadi ketakutan dengan Zeno yang tiba-tiba marah.


Zeno melipat kedua tangan di atas meja untuk dijadikan sebuah sandaran tidur. Dia tidak menyangka, bahwa menjadi kaisar untuk sementara waktu itu sangat melelahkan. “Itu berlangsung satu bulan.” Gumamnya dalam hati. Hal itu membuatnya penasaran bagaimana dengan orang yang sudah lama menjabat sebagai kaisar seperti kakek dan neneknya, ayah, serta kakaknya yaitu Fang Tan. Yang pasti mereka tidak akan bisa istirahat dengan tenang apabila wilayah yang mereka pimpin mengalami sebuah masalah.


Mengingat Fang Tan, Zeno menjadi sangat rindu di negara air, terlebih lagi kepada ibunya. Dia menjadi tidak sabar untuk kembali dan membawa ayahnya untuk ibunya. Mungkin sampai neneknya sepenuhnya memimpin kembali, maka dia dan ayahnya diizinkan untuk pulang ke tempat asalnya.


“Zeno!”


Nora dan Turse kembali berdesakan masuk ke dalam ruangan yang Zeno tempati dengan tergesa, hal itu membuat Zeno menoleh dan ingin berteriak dengan suara keras. Melihat Nora dan Turse yang tergesa-gesa, Zeno mengurungkan niatnya untuk marah.


“Ada berinta penting!” Serentak mereka berdua.


“Hey tukang racun, biarkan aku memberikan berita ini kepada Zeno, karena berita ini lebih penting.” Sahut Nora memandang sinis Turse.

__ADS_1


“Penyihir, sebaiknya kau diam terlebih dahulu!” Turse mengotot.


Zeno langsung berdiri dan mengeluarkan sebuah angin kencang dari tubuhnya. Bahkan hal tersebut membuat Nora dan Turse hampir terlempar keluar dari ruangan.


Angin kencang yang dikeluarkan Zeno perlahan hilang, Nora dan Turse seketika terdiam dan menundukkan kepalanya.


“Turse, berita apa yang kau bawa?” Tanya Zeno dengan wajah yang sangat serius.


Turse menarik napas dengan tubuh yang bergetar, kemudian dia membuka mulutnya dengan berkata, “Kaisar dan jenderal Zhuo sudah datang dan berada di halaman istana.”


Zeno mengangguk mengerti, akhirnya yang ia tunggu-tunggu telah datang, dengan begitu, dia tidak repot-repot lagi untuk menjadi kaisar walaupun itu sementara. Setelah mendengar jawaban dari Turse, Zeno mengarah ke arah Nora yang hanya menunduk. “Bagaimana denganmu Nora?”


Nora mengangkat wajahnya dan memberikan sebuah surat kepada Zeno. Zeno mengangkat alisnya dan menerima surat itu. “Dari siapa?” Tanya Zeno.


“Aku mendapatkan surat itu dari petinggi Nefd, katanya dari benua lima negara.” Jawab Nora.


“Banua lima negara?” Zeno terkejut dan langsung segera membuka gulungan  dam surat tersebut. Matanya terlihat bergerak ke kanan dan ke kiri dan menandakan bahwa dia memang sangat serius membacanya. Apalagi surat itu berasal dari benua asalnya, sehingga Zeno benar-benar tidak melewatkan satu katapun saat membaca surat tersebut.


Zeno langsung melipat usai membaca surat tersebut, entah kenapa wajahnya dipenuhi senyuman yang sangat cerah, padahal sebelumnya wajah Zeno terlihat sangat suram, apalagi ada Nora dan Turse yang terus mengusiknya.


“Turse, apakah jenderal Zhuo sudah mengetahui hal ini?” Tanya Zeno dengan bahagia.


“Belum.”

__ADS_1


Zeno langsung bergegas keluar meninggalkan Turse dan Nora. Wajahnya tidak henti-hentinya untuk tersenyum setelah membaca surat tersebut.


Tepat melihat ayahnya yang baru saja masuk ke dalam istana kekaisaran, Zeno langsung melemparkan sebuah gulungan surat tepat ke ayahnya sambil berteriak, “Ayah, apakah kau tidak mau pulang? Anakmu Fang Yuna akan segera menikah sebulan lagi.”


__ADS_2