Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Kebahagiaan yang belum pernah terjadi


__ADS_3

Tepat pagi hari keesokan harinya, setelah pertemuan itu diadakan.


“Patriark Fang Yoshi, kaisar Fang Tan sudah kembali, dia sudah berada di istana kekaisaran.” Kata salah seorang prajurit yang tergesa-gesa menghadap ke arah pria tua bernama Fang Yoshi.


“Memangnya kenapa kau tergesa-gesa?” Fang Yoshi mengangkat alisnya.


“Ini istimewa, di belakang kaisar, ada pangeran Fang Zeno dan juga mantan kaisar Fang Zhuo!”


Seketika Fang Yoshi terkejut, dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung pergi menuju gerbang untuk menyambut mereka. Fang Yoshi benar-benar bahagia setelah mendengar bahwa anaknya, yaitu Zhuo benar-benar kembali.


Saat pergi, dia juga memberikan sebuah pesan, “Segera kabari keluarga Fang lainnya, terutama Arina! Kita akan segera menyambut mereka.” Fang Yoshi yang sebelumnya melihat aneh pengawalnya yang tergesa-gesa, kini dia juga ikut tergesa-gesa dan segera menuju istana depan.


Arina Ares, saat dia sedang berias di kamarnya, tiba-tiba mendengar bahwa anaknya yaitu Fang Tan kembali. Namun, Arina sedikit tenang dan tidak segera menyambutnya, bagaimanapun, Fang Tan bukanlah anak manja yang haus akan sambutan. Namun, seketika wajahnya menjadi tidak biasa setelah mendengar dari salah satu pengawalnya, bahwa Fang Tan datang diikuti dengan Zeno dan juga Fang Zhuo.


Seketika Arina langsung beranjak pergi, hatinya hanya bisa berdebar kencang setelah mendengar bahwa suaminya, yaitu Fang Zhuo telah kembali. Serta dia juga tersenyum bahagia saat mendengar bahwa Zeno telah kembali dan memenuhi apa yang di minta oleh kakeknya.


Tepat pada pintu istana, Fang Tan tersadar bahwa tentunya yang menyambut pertama kali adalah ibunya, sehingga dia memilih untuk menghentikan langkahnya dan membiarkan ayahnya untuk berjalan paling depan.


Zhuo seketika berhenti dan membuka mulutnya saat di hadapannya ada ayahnya, serta di sampingnya ada istrinya yaitu Arina, sedangkan di samping Arina, ada putrinya yang paling cantik yang kini tengah tumbuh dewasa yaitu Fang Yuna.

__ADS_1


Zhuo dan Arina, keduanya hanya berhadapan tanpa mengeluarkan suara apapun, seluruh orang juga benar-benar diam menunggu reaksi pasangan suami istri tersebut. Zhuo dan Arina, mereka hanya menatap dengan rasa tidak percaya, bahkan ada perasaan canggung di antara mereka berdua.


Arina memalingkan wajahnya, dia terlihat sangat malu saat menatap lama Fang Zhuo, begitupun Fang Zhuo juga. Sepertinya akibat mereka berpisah selama lima belas tahun, mereka bertemu seperti orang asing.


Zhuo menggertakkan giginya, dia berkata dalam hati dengan sangat kesal kepada dirinya sendiri. “Ayolah Zhuo, tatap dia! Apakah begini sikapmu sebagai seorang suami? Setidaknya tersenyumlah!” Zhuo memaksakan untuk menoleh, dia juga memaksa untuk mengangkat kedua ujung bibirnya agar tersenyum kepada Arina.


Zeno berdecak kesal saat melihat ayahnya hanya menatap ibunya tanpa melakukan apapun, bahkan dua saudaranya juga sama seperti Zeno, mereka hanya bisa menepuk jidatnya melihat perasaan canggung mereka berdua. Sepasang suami istri yang sudah tidak lama bertemu hanya saling menatap dan tersenyum satu sama lain? Zeno benar-benar menggelengkan kepala dan tidak habis pikir.


Tapi tiba-tiba dia menatap Yuna yang ada di samping ibu seperti tersenyum jahat ke arah Zeno. Hal itu membuat Zeno berpikir sejenak mengenai mengapa Yuna tiba-tiba tersenyum seperti itu. Tapi tiba-tiba dia tersenyum cerah ke arah Yuna dan tahu apa yang dipikirkan oleh Fang Yuna. Bahkan, Fang Yuna dan Zeno, keduanya seakan-akan memiliki sebuah kemampuan telepati hingga mengetahui maksud dari salah satu dari mereka.


Zeno kemudian mengangguk ke arah Fang Yuna, apa yang ia lakukan adalah melangkahkan kakinya dan berdiri tepat di belakang Fang Zhuo. Begitu juga dengan Yuna, dia melangkahkan kakinya dan berdiri tepat di belakang Arina.


“Tunggu sebentar, apa yang kalian lakukan?” Fang Zhuo dan Arina berkata secara bersamaan sebelum kedua orang tersebut benar-benar saling berpelukan karena ulah Zeno dan juga Fang Yuna.


Pipi Arina seketika memerah setelah berada di pelukan Zhuo, begitupun jenderal Zhuo, suasana hatinya benar-benar tidak teratur setelah memeluk istrinya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa anaknya bisa berpikiran untuk membuat ayah dan ibunya berpelukan. Tapi Zhuo tersadar, bahwa kejadian ini jarang sekali terjadi, sehingga dia semakin memeluk erat Arina, tidak peduli orang-orang akan melihatnya.


Arina merasakan bahwa dirinya dipeluk dengan erat. Hatinya berdebar sangat kencang saat merasakan kehangatan dari Fang Zhuo. Tapi dia juga tersadar bahwa mereka sudah lama tidak berpelukan sebagai seorang pasangan. Sehingga Arina hanya bisa tersenyum dan kembali memeluk erat Fang Zhuo.


“Syukurlah jika kau benar-benar masih mengingatku, dan mengingat ketiga anakmu. Suamiku.” Kata Arina dengan meneteskan air mata.

__ADS_1


“Bagaimana mungkin aku melupakan kalian? Kau tidak perlu takut lagi, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lima belas tahun yang lalu.” Zhuo membalas perkataan istrinya.


“Itu bukan kesalahanmu. Tidak perlu menyesalinya lagi.”


Kedua insan tersebut, mereka tidak peduli apakah orang-orang melihatnya. Bahkan orang-orang juga terharu melihat Fang Zhuo dan juga Arina bertemu kembali setelah berpisah selama belasan tahun. Terutama Fang Yoshi, dia tersenyum cerah saat melihat anaknya telah kembali.


Selang beberapa lama, Fang Tan memeluk ayah dan ibunya yang sedang berpelukan, kali ini mereka berpelukan bukan karena sebuah cinta pasangan, melainkan cinta sebuah keluarga. Hal itu membuat keluarga Zhuo benar-benar meneteskan air matanya. Diikuti oleh Fang Yuna yang juga memeluk mereka.


“Berpelukan!” Zeno bertingkah seperti anak kecil, dia langsung melompat ke arah keluarganya yang sedang berpelukan, bahkan dia juga meneteskan air mata kebahagiaan karena belum pernah melakukan seperti ini.


“Tunggu sebentar Zeno! jangan melompat seperti itu!” Protes Fang Tan karena melihat bahwa Zeno melompat ke arah kedua orang tua mereka.


Melihat hal tersebut, Zhuo dan Arina kembali menatap dan tertawa lirih, dan pada akhirnya, Zhuo dan Arina membuka pelukannya dan membiarkan Zeno masuk ke dalam pelukan mereka seperti seorang anak kecil. Kemudian diikuti oleh Fang Tan dan juga Fang Yuna yang juga ikut memeluk kembali mereka.


Seluruh orang yang ada di situ juga merasakan sebuah kebahagiaan yang dialami oleh keluarga Fang Zhuo. Bahkan mereka juga meneteskan air mata karena turut bahagia melihat keluarga inti benar-benar kembali.


Turse dan Nora, mereka tidak pernah melihat Zeno merasa bahagia seperti itu. Padahal, saat pertama kali mereka bertemu dengan Zeno, Zeno sering memasang wajah yang tidak berekspresi, bahkan Turse dan Nora jarang sekali melihat Zeno tersenyum.


Bagaimana tidak, Zeno baru kali ini merasakan sebuah kebahagiaan yang belum pernah terjadi selama hidupnya, bahkan baru kali ini dia merasakan sensasi yang berbeda. Zeno merasakan bahwa keluarga ini benar-benar dipenuhi oleh cinta dan kasih sayang. Kehangatan cinta sebuah keluarga, membuatnya bisa merasakan bahwa cinta memang benar-benar indah.

__ADS_1


 “Selamat datang kembali, Ayah.”


__ADS_2