Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Melawan para penguasa elemen


__ADS_3

Dalam sekejap, Zeno sudah terlempar menjauhi mereka. Bahkan mereka berlima sudah tidak ada dari pandangan Zeno. Tidak hanya itu saja, organnya seakan hancur dengan tulangnya yang remuk setelah merasakan sebuah tendangan yang Zeno sendiri tidak melihat bentuk dari tendangan itu.


Selain itu, tubuhnya juga terasa panas saat bertabrakan dengan udara, masalahnya Zeno terlempar dengan begitu cepat tanpa sebelumnya dia sadari.


"Sial." Zeno langsung berdiri dengan tubuhnya yang dipenuhi rasa sakit. Namun, sebelum dia berdiri, Leght sudah ada di belakang Zeno yang mana dia justru membantu Zeno untuk berdiri.


"Apa itu sakit?" Leght mendesah, "Akh, maafkan aku." Katanya sambil tersenyum.


Zeno meloncat ke depan dan mencoba untuk bergerak secepat cahaya untuk menghindari Leght yang mungkin suatu saat menyerang dirinya. 


Rasanya sangat aneh saat dia mencoba bergerak berkecepatan cahaya. Bahkan saat dia melangkah saja, dia sudah begitu jauh dari pandangan Leght. Sebenarnya dia hanya berniat melangkah dekat, namun karena belum bisa mengontrol kecepatan tersebut, justru dia bergerak berlebihan.


Selain itu, rasanya juga berbeda dibandingkan dengan bergerak secepat Sambaran petir. Bahkan kali ini lebih cepat yang membuat tubuhnya sedikit panas karena bertabrakan dengan udara. 


Seketika dimensi yang tidak ada ujungnya, berubah menjadi sebuah tempat yang mana Zeno berada di atas tanah sungguhan, dengan petir menggelegar, angin berhembus, serta hujan rintik yang turun. Tentu saja, Zeno langsung bersiaga dengan penuh, karena dia tahu bahwa penguasa elemen bisa mengendalikan elemen sesuka hati. Seperti penguasa elemen tanah, dia bisa membalikkan tanah dengan begitu mudah.


Selain itu, perbedaan antara penguasa elemen dibandingkan dengan manusia biasa yang disebut pengendali elemen, penguasa elemen bisa menguasai kekuatan elemen alam, seperti Ert yang bisa menghentikan gempa alami. Winder yang juga bisa menghentikan badai alami. 


Namun, baik itu penguasa maupun hanya pengendali mereka memiliki satu sebutan yaitu Elementalist. Baik itu dewa atau manusia. Entahlah, Zeno juga tidak tahu, mereka itu dewa atau bukan? Namun yang pasti, penguasa elemen merupakan seorang dewa, namun seorang Dewa belum pasti dia adalah penguasa elemen.


Sehingga sama saja dan tidak bisa mengelak dari sebuah pernyataan bahwa mereka sebenarnya adalah seorang dewa. Apalagi seseorang berjubah putih atau Winder mengatakan bahwa mereka adalah pilar agung Dewi Luna, yang menjadikan mereka adalah orang dekat Dewi Luna.

__ADS_1


Itulah mengapa Zeno bersiaga di tempat seperti ini. Karena dia tahu, bahwa tempat dia berada sudah dipenuhi oleh lima elemen sekaligus yang membuat para pilar itu bisa membunuhnya dengan begitu mudah. Dan tentunya, Zeno kemungkinan tidak akan bisa menyerang mereka, karena lima elemen berada di tempat ini sekaligus.


Mencoba untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi. Karena dia tahu bahwa dirinya berada dalam masa sedih dengan emosinya yang tidak terkontrol. Tetapi rasanya begitu sulit, bahkan wajah Zeno memerah seolah ingin membunuh mereka berlima karena mengganggunya dalam masa bersedih.


"Jika aku tidak bisa menghadiri pemakaman ibuku. Maka aku yang akan mengirim kalian ke pemakaman." Kata Zeno dengan nada tinggi, sambil menunggu mereka berlima yang belum datang.


Hingga akhirnya beberapa detik setelah Zeno berkata demikian, mereka berlima tiba-tiba muncul yang mana berasal dari elemen masing-masing yang membentuk menjadi seseorang.


"Tekadmu besar juga nak untuk membunuh kami. Namun kami hidup sudah ratusan kali lipat dibandingkan denganmu, jadi pengalaman bertarung kami jauh lebih unggul daripadamu. Selain itu, kamu berlima dan kau sendirian." Ert berkata, namun wanita berkulit coklat itu tampaknya murah senyum sehingga semenjak tadi, dia sama sekali tidak menghilangkan senyumannya. Dibandingkan dengan Winder dan juga Eghtning yang hanya mengeluarkan wajah sinis.


"Tetapi tenang saja, kami tidak akan menggunakan penuh kekuatan kami. Melainkan hanya menggunakan satu per seribu dari kekuatan kami yang asli. Sehingga mungkin kau bisa melewati ujian ini, namun, tidak akan semudah yang kau bayangkan." Watur berkata dengan malas, pasalnya dia sama sekali tidak banyak bicara sama sekali semenjak tadi, sehingga Leght memarahinya untuk angkat bicara kepada Zeno walaupun itu sedikit.


"Aku bilang ujian telah dimulai." Leght berkata dengan ramah.


Ert yang datang sambil mengeluarkan sebuah hammer tanah yang begitu besar untuk dipukulkan ke arah Zeno. 


"Jika berhadapan dengan penguasa tanah, tentu saja aku tidak akan menggunakan elemen tanah." Zeno berkata demikian, kemudian, dia memunculkan sebuah aliran bawah tanah yang menyerang Ert. 


Namun, Zeno tampak bodoh. Jika itu aliran bawah tanah, maka Ert bisa menggerakkan aliran itu sesuka hati dengan menggerakkan tanah untuk membelokkan aliran. Sehingga tidak ada aliran bawah tanah yang menyerang Ert.


Bersamaan dengan itu, Hammer milik Ert sudah dihentakkan dengan Zeno yang ada di bawahnya. Akibatnya, sebuah gempa menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

__ADS_1


"Ert, kau terlalu keras." Watur berkata.


"Dia tidak akan mati secepat itu." Leght menambahkan.


"Benar." Kata Zeno yang tiba-tiba sudah berada di atas Ert sambil hendak memukul Ert dengan begitu keras. 


Sebelumnya, saat Ert hendak memukulkan hammernya bahkan saat kurang beberapa senti saja. Zeno langsung berdiri dan meloncat ke atas dengan kecepatan cahaya, sehingga Ert sendiri tidak menyadari. Namun, Leght sebenarnya juga menyadari bahwa Zeno bergerak ke atas dengan cepat.


Namun, saat kurang beberapa senti saja. Eghtning sudah ada di dekat Zeno sambil memukulnya, yang mana di tangan Eghtning terdapat sebuah elemen petir. Sehingga, Zeno terlempar di antara gempa itu tadi dengan tubuh mati rasa.


"Sial, menggunakan elemen apa saja tidak akan bisa. Karena mereka selalu melengkapi satu sama lain. Jika memang begitu." Zeno mencoba berdiri dan menarik napasnya dengan begitu panjang, memasang kuda-kuda. "Bagaimana jika bertarung menggunakan fisik?" Kata Zeno dengan begitu lirih.


Saat ini Leght ingin bergerak, sehingga dia memutuskan untuk bergerak ke belakang Zeno sambil mengulang perkataannya sebelumnya, "Apa kau pernah ditendang dengan kecepatan cahaya?"


"Pernah." Zeno langsung berbalik badan sebelum Leght menendang dirinya. Dengan kekuatan penuh, dia yang menendang kaki Leght hingga terjatuh ke permukaan tanah, kemudian Zeno langsung mengepalkan tangannya dengan begitu kuat ke arah kepala Leght dengan niat membunuh.


Sangat disayangkan sekali, Winder dan Watur mengeluarkan sebuah tornado air dan angin yang bercampur namun sangat kecil, sehingga tidak terlalu merusak kondisi sekitar. 


Tentunya, Zeno langsung terlempar jauh akibat hembusan tornado tersebut. Sedangkan Leght, dia juga terlempar, namun dia segera memposisikan diri untuk bergerak secepat cahaya. 


"Kalian tahu, jika itu angin, aku juga menguasainya." Zeno berkata sambil mengepalkan tangannya, sehingga tornado yang dikeluarkan Winder langsung menghilang hingga menyisakan air yang membanjiri kondisi di sekitar karena tidak ada angin yang bercampur. 

__ADS_1


Zeno tahu persis bahwa dia bisa menguasai angin, namun itu hanya sebatas angin yang dikeluarkan seseorang bukan angin alami atau kekuatan alam. Sehingga sebenarnya, dia masih jauh dari kata penguasa angin seperti Winder.


 


__ADS_2