Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Bangkit dari kematian


__ADS_3

Sudah tidak ada harapan lagi, dunia yang indah telah sirna dalam sekejap. Tidak akan ada lagi kehidupan yang utuh di benua Lima negara. Para pendiri negara, Fang, Ama, Ares, Yin sebagai pendiri negara api, serta Arad sebagai pendiri negara tanah, kelima pendiri yang berjuang tidak sia-sia.


Mereka berlima benar-benar telah melahirkan keturunan yang hebat-hebat, mengerikan, jahat, baik, benar-benar tercampur menjadi satu. Semua kehidupan, peperangan yang terjadi tiga kali, menjadi sebuah pengalaman yang akan tertulis dalam sejarah.


Bola api benar-benar mengerikan, tidak akan ada yang bisa menghentikan serangan dahsyat itu selain Akram. Tawanya begitu keras di balik tangisan para penduduk yang telah pasrah.


Ini semua karena Ice Sword, andai pedang itu tidak ada, pasti tidak akan terjadi kekacauan sebesar ini. Penempa pedang yang membuat pusaka itu pasti akan menyesal apabila melihat kekacauan ini disebabkan perebutan pedang yang dibuatnya.


Lima kaisar negara, mereka semua menyaksikan dengan mata mereka sendiri kengerian bola api yang jatuh di atas negara petir. Saking besarnya, keempat kaisar lainnya merinding dan akan menyaksikan sendiri detik-detik hancurnya benua ini.


Apa itu harapan? Lari pun percuma, berlayar menggunakan kapal meninggalkan benua ini? Tidak ada yang bisa menghindari radius ledakan bola api tersebut. Bola api yang sebesar setengah kota, bahkan meteor yang pernah jatuh menimpa salah satu negara akan kalah.


Tidak ada yang berlari kocar-kacir bagaikan anai-anai yang bertebaran. Mata seluruh penduduk menyala memantulkan sinar bola api yang akan jatuh beberapa menit lagi. Rasa panas yang menyengat, itu semua masih jauh daripada matahari yang bersinar pada siang hari.


Mereka benar-benar pasrah pada keadaan, lagipula saat mereka meninggal, tidak ada lagi keluarga yang ditinggalkan, sehingga mereka memilih mati bersama keluarga daripada lari. 


"Apa? Apa itu Ice Sword, yang ku tahu itu adalah pedang dua jiwa pemberian kakek. Apa istimewa dari pedang itu? Entahlah, aku juga tidak tahu." Zeno bergumam dalam mimpi gelapnya, berjalan perlahan dengan tubuh melayang di atas dunia kematian. 


"Dunia ini begitu singkat, padahal aku baru saja bertemu keluargaku yang sebenarnya." Zeno memukul kepalanya sendiri, ia merasa benar-benar menyesal karena tidak menikmati lebih lama masa-masa bersama keluarganya.


Sudah tidak ada harapan lagi, Akram terlalu mengerikan. Bahkan ia masih santainya tersenyum cerah di bawah bola api miliknya sendiri, rasanya ia sangat bahagia tersendiri.


Rasa bahagia, dimana tujuan sebenarnya memang untuk menghabisi dunia Elementalist, tidak peduli caranya, namun dengan menggabungkan Fire Sword dan Ice Sword merupakan cara yang paling halus. 

__ADS_1


Bola api yang ia miliki, itu sangat menyiksa, Akram merasakan krisis tekanan panas di atasnya. Itulah mengapa ia memilih untuk menggunakan Ice Sword atau Fire Sword, selain untuk mengakhiri dunia, tetapi setidaknya dengan kedua pedang itu ia akan berkuasa di seluruh dunia.


Wajar, manusia benar-benar tidak luput dari yang namanya tamak, rakus, gila kekuasaan. Memangnya dengan berkuasa, apa yang dapat dilakukan? Zeno tidak habis pikir dengan pemikiran orang seperti itu.


"Aku ingatkan sekali lagi, jika kalian memiliki Ice Sword, maka serahkan kepadaku. Bola api ini akan jatuh dalam puluhan detik lagi." 


Tidak ada jawaban keras dari Akram, mereka semua tidak mengetahui apa itu Ice Sword. Pedang yang berhubungan dengan es, kenapa Akram mencari di negara petir, sungguh lawakan yang hebat. Itulah mungkin ucapan seseorang jika mengenal Akram.


Tetapi sayangnya mereka sendiri tidak tahu siapa Akram, monster mengerikan yang menghancurkan benua dalam hitungan menit. Mungkin Akram sendiri tidak terlalu tenar karena ia sendiri juga sering bersembunyi di dalam hutan elemental beast.


"Ice Sword, semengerikan apa memangnya? Bukankah itu hanya pedang yang memiliki lambang di dua sisinya?" Zeno membuka matanya sekejap, melihat langit-langit dengan bola api yang memenuhi langit negara petir.


"Kenapa kau masih hidup? Bukannya kau sudah mati?" Ekspresi Akram seketika membeku, ia tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi menyaksikan mayat hidup dengan luka bakar yang begitu parah.


Padahal ia melihat dengan matanya sendiri, Zeno telah menghembuskan napas terakhirnya karena terkena teknik teratai. Tetapi Akram masih berusaha tersenyum, karena Zeno yang bangun lagi juga akan mati karena bola api yang akan jatuh belasan detik lagi.


Perlahan-lahan, Kiba juga muncul dengan wujud yang sempurna. Itu menandakan bahwa Zeno dan Kiba belum mati seutuhnya, mungkin karena alam kematian belum menerima mereka.


"Kau ingin Ice Sword?" Zeno berdiri dengan begitu dingin, napasnya mengeluarkan uap yang sangat dingin seperti uap es.


Terlepas dari itu, Zeno berdiri mengulurkan tangannya seperti memegang sesuatu. Tangannya tersebut juga mengeluarkan uap dingin.


****

__ADS_1


"Selena, sepertinya pedang dua jiwa bergetar." Ucap Lucy yang ditugaskan untuk menjaga pedang dua jiwa milik Zeno.


Selena pun menoleh dan terkejut saat melihat bahwa Ice Sword bergetar begitu hebat. Tetapi keterkejutan mereka tidak hanya itu saja, Ice Sword perlahan terbang dan menghilang bagaikan meleleh.


Tidak ada yang menyangka, bahwa Ice sword langsung muncul di genggaman Zeno. Zeno memperhatikannya dengan seksama bahwa Ice Sword lebih bercahaya sebelumnya, bahkan hawa dinginnya juga telah meningkat.


"Ice Sword?" Akram hampir pingsan karena melihat benda yang dicarinya bertahun-tahun. Ia bahkan tidak menyangka bahwa Ice Sword selama ini dipegang oleh bocah yang melawannya selama ini.


Zeno menghela napas saat melihat bola api itu tinggal beberapa meter dari permukaan tanah. Terlihat begitu jelas, bahwa ujung dari bola api benar-benar mengarah kepada Zeno. 


"Pergilah!" Zeno menebaskan Ice Sword ke arah bola api. Kemungkinan jika dinaluri, Ice Sword akan hancur sebelumnya karena panasnya bola api.


Seketika sebuah energi air berwarna biru tua keluar dari pedang Zeno. Tetapi itu cukup untuk menyusukan ukuran bola Api. Zeno juga menebaskan berkali-kali secara cepat sehingga bola api benar-benar telah hilang seutuhnya.


"Air berwarna biru tua? Elemen legendaris itu telah muncul." Gumam Kiba yang juga tidak menyangka, bahwa tuannya telah terbangun dari kematiannya.


Seluruh warga, menjadi berteriak bahagia saat melihat bola api telah padam. Padahal dalam hitungan detik, benua ini akan menjadi abu yang tak tersisa.


Bahkan lima kaisar yang menyaksikan sendiri secara kejauhan sangat bersyukur dengan hilangnya bola api. Keringat yang berjatuhan mereka lap dengan tangannya sendiri, bahwa kiamat tersebut tidak terjadi.


"Akram, aku ingin memberikanmu beberapa fakta."


"Cih, jangan katakan lagi. Fakta yang sudah jelas bahwa Ice Sword sebenarnya berada di tanganmu." Kata Akram tertawa begitu keras sambil mengeluarkan sebuah tali api yang keluar dari punggungnya dan mengarah ke arah Zeno.

__ADS_1


Namun, angin berwarna ungu seketika langsung berhembus kencang yang memdamkan tali api milik Akram. Akram pun menutupi wajahnya dengan lengan, berharap bahwa angin mengerikan ini tidak membuat debu menempel di matanya. Tetapi ia sangat terkejut, ternyata api nya sangat mudah padam dengan angin yang sangat aneh menurut Akram sendiri.


"Aku belum selesai mengatakan semua kejujuranku atau fakta tersebut, jadi jangan sekali-kali kau memotong pembicaraan."


__ADS_2