Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Teknik tanpa pedang


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian, Zeno sudah resmi telah menjadi bagian dari kekaisaran, bahkan Zeno juga telah masuk kedalam keluarga Fang yang merupakan keluarga bangsawan yang tinggal di istana kekaisaran. Oleh sebab itu, Fang Yoshi sebagai patriark telah meresmikan, bahwa nama keluarga Zeno bukan lagi Agalia, melainkan Fang.


Kala itu Zeno sedang berada disebuah ruangan yang dipenuhi dengan manekin yang biasa digunakan untuk anak-anak dari keluarga Fang berlatih. Zeno kala itu sendirian tepat pada malam hari, hanya dengan ditemani oleh Kiba dan beberapa obor yang menempel di dinding ruangan.


Zeno melakukannya pada malam hari, ia tidak ingin terganggu oleh pemuda dari keluarga Fang lainnya yang sedang berlatih pada siang hari.


"Keadaan yang begitu tenang seperti ini memang sangat cocok digunakan untuk berlatih." Batin Zeno. 


Akhir-akhir ini memang ruangan ini dipenuhi dari keluarga Fang yang sedang berlatih, karena beberapa hari lagi akan diadakan turnamen keluarga bangsawan antar dua negara. Zeno sangat antusias untuk mengikuti turnamen itu. Maka dari itu, Zeno sangat giat berlatih agar pengendalian mengenai elemennya meningkat.


Kali ini Zeno berlatih tidak menggunakan pedang. Karena peraturan turnamen yang dilarang menggunakan pedang atau benda tajam lainnya, membuat Zeno juga harus mandiri tanpa pedang dalam latihan ini.


Memang Zeno selalu bergantung kepada pedang, sehingga Zeno tidak pernah membuat atau menggunakan teknik yang langsung digerakkan oleh tangan kecuali teknik aliran pemecah batu.


Tetapi Zeno telah memikirkannya, dia telah memikirkannya sejak mengetahui bahwa ada peraturan dilarangnya membawa pedang. Dirinya kemudian langsung mencari tahu teknik apa yang mungkin bisa dikuasai dalam waktu dekat.


Sehingga saat waktu siang, Zeno lebih sering aktif berada dalam perpustakaan kekaisaran, hal itulah faktor lain kenapa Zeno tidak melakukan latihan pada siang hari.


“Kali ini aku akan mencoba sebuah teknik baru, dimana teknik tanpa menggunakan pedang.” Batin Zeno.


Nafas yang begitu panjang dikeluarkan oleh Zeno, matanya menunjukkan serius untuk mengeluarkan teknik tersebut. “Air: Aliran penjara.” Ucap Zeno yang menjulurkan tangannya ke arah salah satu manekin.


Salah satu manekin yang menjadi target Zeno terperangkap oleh air yang mengalir deras dari lantai, selain itu juga, manekin yang terperangkap di dalam aliran juga perlahan ikut terdorong ke atas karena pengaruh dari aliran tersebut.

__ADS_1


Tidak hanya itu saja, setelah beberapa detik, aliran yang mengalir deras ke atas tiba-tiba kembali turun ke bawah dengan begitu cepat. Sehingga manekin yang berada dalam aliran tersebut juga akan turun ke tanah dengan cepat seakan-akan siap untuk membentur di atas lantai.


Teknik tersebut mungkin akan membuat orang pasti akan kesulitan bernafas di dalam air. Dengan seseorang yang terperangkap di dalam aliran, menahan nafas pun tidak akan bisa karena sang pengguna lah yang menentukan kapan air tersebut untuk turun.


Tetapi teknik ini menurut Zeno mungkin lebih cocok ditargetkan kepada seseorang yang tidak memiliki elemen air, karena kebanyakan seseorang yang mempunyai elemen tersebut sangat mudah untuk bernafas dalam air. Jadi Zeno mungkin akan menggunakannya apabila melawan salah satu keluarga Ares saat turnamen nanti.


“Braak...!” Seketika manekin tersebut pecah setelah jatuh dari ketinggian, di tambah dengan dorongan air ke bawah membuat manekin tersebut membentur lantai dengan begitu keras.


"Sepertinya ini berbahaya apabila digunakan." Zeno hanya merasa ngeri apabila yang terkena dari teknik itu adalah manusia sungguhan. Jadi Zeno memutuskan untuk menggunakan teknik tersebut tidak dalam keadaan kekuatan penuh.


Takutnya, jika Zeno melakukan hal tersebut dalam keadaan penuh, salah satu peserta turnamen yang melawan Zeno mengalami cedera yang begitu parah.


Seluruh ruangan terjadi kebanjiran karena terkena dampak dari aliran air yang turun ke bawah, aliran air dengan tidak terlalu banyak membuat Zeno bisa menelan ludah dengan berat.


Zeno hanya menggelengkan kepala dan menggaruknya karena tidak menyangka bahwa teknik tersebut saat digunakan dalam ruangan bisa kacau, bahkan air juga menggenang di atas lantai. Mau tidak mau Zeno harus segera membereskan kejadian ini.


“Bukankah itu terlalu membahayakan bagi peserta lain.” Kata Fang Luo yang entah kenapa tiba-tiba datang.


Zeno menoleh kebelakang, melihat seseorang yang sedang berdiri dan juga bersandar di tembok. “Tidak, selagi aku bisa mengontrolnya maka tidak akan membahayakan.”


“Ngomong-ngomong, kenapa kamu berada disini?” Sambungnya dengan bertanya.


“Hanya tidak sengaja lewat dan juga mendengar seseorang disini.” Jawab Fang Luo.

__ADS_1


“Mengenai teknik yang baru saja kau keluarkan, sejak kapan kau mempelajarinya.” Tanya Fang Luo dengan begitu penasaran dengan teknik yang dikeluarkan oleh Zeno. Pasalnya, teknik yang dilihat oleh Fang Luo merupakan teknik tingkat tinggi yang dipelajari dengan begitu sulit.


“Sekitar dua minggu yang lalu.” Kata Zeno.


Fang Luo hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala dengan perkataan Zeno, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Zeno bisa mempelajarinya semudah itu dalam waktu yang bisa dibilang cepat untuk teknik tinggi.


“Apa yang membuatmu tersenyum? Apa kau meremehkan teknik itu.”Kata Zeno dengan wajah yang begitu malas setelah merasa dirinya sedang diledek oleh saudaranya.


“Tidak, maafkan aku tuan muda Fang Zeno, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya heran, kenapa kau bisa mempelajarinya secepat itu? Padahal di seluruh keluarga ini, yang bisa menguasai teknik tersebut hanyalah beberapa orang, itupun mereka mempelajarinya bisa sampai dua bulan lebih. Tetapi kau, kau hanya mempelajarinya selama dua minggu?”Katanya dengan memasang kembali wajah biasanya.


Zeno juga tidak mengerti penyebabnya, dirinya juga baru tahu bahwa teknik yang baru ia gunakan merupakan teknik tinggi yang hanya bisa dikuasai oleh beberapa orang dengan waktu dua bulan, tetapi dirinya bisa mempelajari dalam waktu yang sangat singkat.


Padahal dirinya tidak sengaja menemukan gulungan teknik itu, melihat teknik yang begitu hebat membuatnya tertarik untuk mempelajarinya. 


Namun Zeno tidak menyelidikinya dahulu dan langsung mempelajarinya tanpa mengetahui tingkat kesulitan pada teknik itu. 


Tetapi hebatnya, dirinya bisa mempelajari tanpa terkendala, sehingga hari perhari teknik yang ia pelajari meningkat dan tepat pada dua minggu, tekniknya benar-benar bisa meningkat.


Fang Luo kemudian menghela nafas, dia kemudian berbalik arah dan juga keluar dari ruangan tersebut. Melangkahkan kakinya yang nampak tidak berdaya karena mengantuk “Baiklah, lupakan itu, aku mau pergi tidur dulu.” Katanya sambil membelakangi Zeno.


“Zeno, dia benar-benar hebat, aku sangat yakin bahwa dialah yang memenangkan turnamen ini.” Batin Fang Luo.


Zeno hanya menghiraukannya, yang terpenting sekarang dirinya harus membereskan kekacauan yang berada disini, dirinya benar-benar menyesal untuk menggunakan sebuah teknik di dalam ruangan.

__ADS_1


__ADS_2