Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Babak kedua (4)


__ADS_3

Danze mencoba untuk berdiri setelah bertarung terus menerus dengan Zeno, wajahnya juga sangat kesal saat tahu bahwa kemampuan Zeno berkali-kali lipat dari sebelumnya. Dan saat dia berdiri, Zeno sudah ada di depan matanya sambil mengayunkan Ice Sword ke arah Danze itu sendiri.


Namun, Zeno terpaksa harus melompat ke belakang saat ada tangan-tangan kegelapan muncul dari permukaan tanah dan hendak menggapai kakinya. Karena, tampaknya, ketika terkena tangan kegelapan tersebut, Zeno merasa tidak akan bisa lepas kecuali menggunakan ledakan cahaya yang dia keluarkan di awal tadi.


Zeno kembali melesat ke arah Danze yang sudah berdiri, memberikan pukulan pedang secara berulang kali ke arah Danze, akan tetapi, Danze selalu menangkis semua serangan pedang dari Zeno. Akibatnya, bunyi pedang berbenturan kembali terdengar secara berulang kali yang mana itu benar-benar menggetarkan telinga.


Zeno mengeluarkan sebuah tombak petir saat dia beradu pedang, dia mengangkat tangannya dengan sangat cepat, alhasil sebuah bongkahan tanah muncul mencengram tubuh Danze dengan begitu erat. Memanfaatkan waktu yang ada, dari tangan kiri Zeno muncul sebuah tombak es dengan sebuah elemen petir yang mengelilingi tombak tersebut, kemudian tombak tersebut dia arahkan ke arah Danze dalam jarak yang begitu dekat.


Sayangnya, cengkraman tanah itu hancur saat sebuah tangan kegelapan yang berasal dari permukaan tanah menghancurkannya. Sedangkan tombak es itu dengan mudah dihancurkan menggunakan Fire Sword yang Danze peganng.


Zeno tidak ingin menyerah, dia kembali bergerak ke sisi kiri Danze dan mencoba untuk mengayunkan Ice Sword secepat cahaya. Akan tetapi, bersamaan dengan itu juga Danze berubah menjadi bayangan yang kemudian muncul dari bawah Zeno dan menyerangnya dengan begitu cepat.


Tampaknya, Danze sendiri sudah belajar dari kesalahan pertama, yaitu dia kali ini akan menghindar dengan cepat saat Zeno menendangnya. Tapi siapa yang menyangka, Zeno meloncat ke atas saat Danze muncul.


Kembali lagi melesat ke bawah, lebih tepatnya dari atas Danze, dia juga memposisikan pedangnya untuk menghunus kepala Danze.

__ADS_1


Namun, Danze bergerak untuk menghindar, lebih tepatnya dia bergerak ke arah samping untuk menghindari hunusan pedang Zeno.


Siapa yang menyangka dirinya terpental saat tiba-tiba ada Zeno yang bergerak dari arah samping sambil memunculkan sebuah bola cahaya dari tangannya. Tidak hanya itu saja, Zeno lain juga muncul dari belakang Danze saat dia terpental, memunculkan sebuah bola petir dari tangannya untuk menyerang Danze. Meskipun, Danze sempat memutar badan dan berhasil menebas kloningan Zeno itu, tapi tampaknya bola petir itu masih muncul dan mengenai perut Danze sehingga dia kembali terpental dengan perutnya yang setengah hancur.


Bagaimana tidak, awalnya perut tersebut terkena bola cahaya, kemudian ditambah lagi dengan bola petir. Sehingga dia sedikit berteriak untuk meredakan rasa sakit yang sangat luar biasa.


Zeno menghilangkan dua kloningannya, dia kali ini berdiri di dekat Danze yang mencoba untuk berdiri ke sekian kali. Lebih tepatnya kali ini dia ingin memberi napas kepada Danze yang tampak kelelahan. Lagipula, dirinya juga ingin menata napas karena begitu lelahnya melawan Danze secara terus menerus.


Kedua manusia itu bernapas dengan terengah-engah, mereka berdua juga tidak pernah merasakan pertarungan secara seimbang seperti ini. Apalagi, ini Zeno masih sadar dan belum menggunakan elemen legendaris untuk melawan musuh dengan sangat mudah yang mana kemampuanya akan menjadi jauh di atas musuh dan tidak menjadi seimbang.


Akan tetapi, walaupun seimbang yaitu mereka memiliki rasa lelah yang sama, namun Danze sendiri terkena serangan Zeno secara berulang kali, terbukti ditubuhnya yang bertelanjang dada menunjukkan luka baru dengan darah segar yang menetes.


Zeno menghindar dan juga mengangkat pedangnya, menangkis semua serangan pedang yang Danze berikan kepadanya. Selain itu, Fire Sword yang Danze pegang juga telapisi oleh elemen kegelapan yang begitu pekat. Sedangkan Zeno, dia juga melapisi pedangnya, namun menggunakan sebuah elemen angin.


Mengapa dia tidak melapisi pedangnya menggunakan elemen cahaya? Tampaknya, Zeno sendiri benar-benar membatasi untuk menggunakan elemen, karena dia sendiri tahu bahwa saat Ice Sword yang dilapisi cahaya berbenturan dengan Fire Sword yang dilapisi kegelapan, maka dirinya dan Danze akan terpental dengan sangat kuat. Mengingat, bahwa tanpa melapisi elemen pada pedang mereka, mereka berdua bisa sedikit menahan agar dirinya tidak terpental.

__ADS_1


Selain itu, Fire Sword kini juga memiliki elemen kegelapan, sehingga elemen kegelapan yang keluar dari pedang Danze juga lebih kuat. Maka dari itu, melepaskan elemen cahaya pada Ice Sword juga akan sia-sia, karena tidak akan menambahkan kekuatan pada elemen cahaya itu.


“Danze! jangan berpikir bahwa kau akan bisa melihat matahari terbit esok pagi.” Zeno berteriak dengan lantang di saat mereka berdua bertarung, mengeluarkan kemampuan mereka dan tidak membiarkan satu sama lain untuk bersitirahat.


Di sela-sela itu, Danze juga berteriak, “Kau terlalu percaya diri, apakah dengan kemampuanmu yang rendahan bisa membunuhku? Aku adalah manusia yang abadi, dengan tubuhmu yang akan menjadi sesembahan, aku akan menjadi iblis, iblis terkuat di alam semesta!”


Zeno mendorong pedangnya dengan penuh tenaga, mengakibatkan Danze muncur beberapa langkah karena dorongan pedang milik Zeno. “Sudah mau kalah, masih saja banyak bicara!” Zeno menebaskan pedangnya ke arah Danze ke sekian kali, menebaskan beberapa elemen yang berbeda-beda berbentuk bulan sabit ke arah Danze dengan begitu cepat.


“Tebasan naga kegelapan, tahap kedua, tebasan naga kegelapan!” Danze menebaskan Fire Sword ke depan, memunculkan sebuah naga kegelapan yang ukurannya sangat besar dan menelan semua eleme yang di lancarkan oleh Zeno.


Apa yang Zeno benci dari elemen kegelapan adalah, elemen tersebut bisa menyerap elemen miliknya kapan saja, bahkan elemen cahaya sekalipun. Namun sisi baiknya, apabila elemen kegelapan itu terlalu berlebihan untuk menyerap elemen lain, maka sang pengguna juga akan mengalami rasa sakit yang luar biasa pada tubuhnya, seolah elemen yang diserap juga menyerang sang pengguna.


Zeno mengulurkan tangannya, “Naga cahaya.” Itulah yang dia keluarkan untuk menghadapi naga kegelapan milik Danze.


Alhasil, kedua naga itu bertarung satu sama lain, menghasilkan sebuah energi yang cukup kuat saat kedua kekuatan itu saling berbenturan. Namun, untungnya naga cahaya milik Zeno sangat unggul dan bisa menghilangkan naga kegelapan. Selain itu, naga cahaya milik Zeno juga melesat dengan begitu cepat ke arah Danze.

__ADS_1


Danze mengayunkan pedangnya, sehingga sebuah elemen kegelapan muncul dan menghancurkan naga cahaya itu. Namun, saat dia menghadap ke depan, dia tidak menyangka bahwa Zeno sudah tidak berada di hadapannya.


Tidak di samping, di belakang atau di atas seperti Danze yang mencarinya, namun Zeno ternyata berada tepat di depan Danze pada saat Danze tidak fokus ke depan. Tampaknya, bergerak ke samping atau di belakang sudah menjadi hal yang lumrah dan sangat mudah ditebak oleh musuh, sehingga Zeno bergerak sejenak, dan kembali di tempat saat Danze mengubah pandangannya.


__ADS_2