Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Firasat buruk benar-benar terjadi


__ADS_3

Bukit danau Vanzula.


Zeno muncul secara perlahan di dekat bukit danau Vanzula yang pernah ia datangi, sebelumnya Rangru telah berkata bahwa dunia Metpo terhubung di lima negara, jadi Rangru mengantar Zeno langsung di negara petir tanpa harus keluar di negara tanah tempat Zeno dan Selena masuk.


Tetapi sayangnya, menurut Rangru, keluar dari dunia metpo menuju negara lain akan berada di tempat yang acak, maksudnya, Zeno bisa saja tidak muncul di danau Vanzula. Mungkin Karena kesialannya, Zeno muncul di tempat paling utara di negara petir.


Untungnya ia memiliki Kiba, beast darat yang dapat terbang kemanapun tuannya mau. Tanpa berlama-lama, Zeno menunggangi Kiba untuk melesat ke arah Selatan negara petir, tempat dimana penyerangan itu terjadi, Zeno tidak tahu apakah ia akan sempat sampai di sana sebelum wilayah selatan negara petir hancur lebur.


Zeno kali ini hanya membawa satu pedang, karena pedang dua jiwa atau ice Sword telah ia sembunyikan di dunia metpo. Karena bagaimanapun, pedang itu akan sangat berbahaya apabila telah direbut orang yang bernama Akram.


Sesampainya di wilayah selatan, wajah Zeno benar-benar kaget, matanya terbuka lebar seakan-akan mau keluar. Bagimana tidak, tidak hanya wilayah selatan saja, tapi keseluruhan dari timur sampai barat, telah mengalami kerusakan besar pada bagian tembok yang menjadi pembatas antara wilayah aman dan negara petir.


Ribuan beast telah menyerang wilayah tersebut dengan sangat mengerikan, bahkan beast-beast yang dikeluarkan oleh seluruh anggota kekaisaran, kerajaan terdekat merasa kerepotan. Kaisar Shima dan pangeran Rouya terlihat juga turun tangan dalam masalah besar ini.


Zeno masih bingung, apakah ia harus ikut campur atau tidak, masalahnya pemimpin beast Akram ini ingin merebut pedangnya, yang mana ini juga menyangkut dirinya, jadi Zeno harus benar-benar membantu masalah ini.


Tapi ini jauh yang Zeno kira, Ribuan beast menyerang secara membabi buta membuat Zeno merasa bimbang, apakah ia berhasil memukul mundur semua pasukan beast itu, Zeno tidak yakin bahwa negara ini masih berdiri esok hanya karena Ice Sword.


Zeno akhirnya memutuskan untuk turun.


***


“Kaisar! bagaimana ini, ribuan beast mengamuk dan berhasil menyerang wilayah selatan.” Kata salah satu prajurit.


“Kuatkan beast kalian, bertarunglah jiwa raga kalian!” Teriak ratu Shima yang semakin panik, karena ia sangat kesulitan untuk mengurus para beast ini.


“Sialan.” Gumam Kaisar Shima yang menjadi sangat kesal, karena pertanda firasat buruk yang terjadi itu benar-benar nyata.

__ADS_1


“Rouya, hati-hati!” 


“Yaah aku tahu kaisar!”


Semangat bertarung seluruh prajurit kekaisaran sangat membabi-buta, bahkan mereka rela untuk mati agar negara yang berdiri selama ratusan silam akan tetap utuh, apalagi ini akan menyangkut keseimbangan di benua lima negara.


Mereka menganggap bahwa ribuan beast yang mengamuk telah gila karena sesuatu hal, karena tidak mungkin ribuan beast ini mengamuk secara bersamaan. Entah apa yang membuat beast itu mengamuk, itu cukup membuat kepala mereka menjadi penasaran.


“Mereka semua sedang dikendalikan!” Kata orang asing yang ada di belakang mereka.


“Pangeran Zeno!” Teriak penasehat saat ia menoleh kebelakang dan melihat Zeno.


 


“Pangeran Zeno?” Baik Rouya ataupun Kaisar Shima, mereka semua sangat terkejut saat mendengar bahwa pangeran Zeno berada di sini, mereka pun menoleh kebelakang dan memastikan bahwa teriakan dari penasehat mereka benar, bahwa ada pangeran Zeno ada disini.


Zeno tidak peduli apakah mereka mengenal mereka atau tidak, tetapi Zeno melangkahkan kakinya mendekati Rouya bersama Kiba yang ada dibelakangnya. Sedangkan Rouya, ia hanya terkejut dengan kehadiran Zen, tapi ia masih bingung dengan Pangeran Zeno yang disebutkan oleh penasehat, padahal Rouya sendiri tidak tahu bahwa Zen sendiri adalah pangeran Zeno.


“Pangeran, kita bertemu lagi.” Zeno mengulurkan kedua tangannya. Menghela napas yang panjang karena ia ingin menggunakan sebuah teknik. “Angin: Sayatan seribu angin.”


Angin yang biasanya keluar lembut saat teknik itu keluar, kini menjadi sangat mengerikan dan siap memotong para beast yang menyerang. Hal itu menandakan bahwa Zeno benar-benar serius dalam mengeluarkan teknik ini.


Benar, angin mengerikan itu berhasil memotong puluhan beast yang ada di depan mereka menjadi beberapa potongan. Tapi itu tidak berhasil membuat seluruh beast yang menyerang menjadi mundur, karena beast yang dibunuh Zeno hanya sekian dari ribuan beast.


“Sekuat apapun kalian, kalian tidak akan bisa menandingi ribuan beast ini. Serahkan Ice Sword yang kalian simpan, maka aku akan menghentikan serangan ini.”


Ucapan tersebut berasal dari langit, hal itu membuat Zeno dan yang lainnya menoleh ke atas dan mendapati dua manusia tengah berdiri di atas sebuah burung yang sangat besar. 

__ADS_1


Shima sebagai kaisar tidak mengerti apa yang dua orang itu ucapkan, ia bahkan tidak tahu apa itu Ice Sword karena Shima sendiri tidak memiliki hubungan apapun dengan benda itu. “Apa yang kau maksud? kami tidak memiliki pedang yang kau sebutkan itu.” Teriak Shima.


“Jangan berbohong! Gongnyu, serang mereka dengan beast, aku ingin negara ini hancur sampai mereka mengeluarkan Ice Sword.” Ucap Akram begitu dingin.


“Serang!!” Teriak Gongnyu.


Seluruh beast yang menyerang menjadi semakin ganas dengan berteriak seperti hewan pada umumnya. Bahkan mereka juga menggunakan elemen untuk membuat seluruh pasukan negara petir menjadi rata.


Kaisar Shima menjadi seputih kertas, seluruh beast yang sebelumnya tidak mengeluarkan elemental sekalipun, sudah sangat mengerikan, apalagi jika beast tersebut mengeluarkan elemen mereka masing-masing, itu akan menjadi sangat jauh dari kata selamat.


Zeno yang melihat itu juga menggertakkan giginya, ia tidak mungkin untuk mengeluarkan teknik sayatan seribu angin untuk membunuh ribuan beast yang masih hidup. Benar-benar tidak ada cara lain selain menyerahkan Ice sword.


Tapi, jika Zeno menyerahkan Ice Sword, maka itu sama saja menghancurkan dunia. “Benar-benar pilihan yang sangat sulit.” Gumamnya dalam hati. Pilihan yang tepat mungkin bertarung sampai mati,.


“Semuanya, serang!” 


Zeno menoleh kebelakang saat mendengar suara nenek-nenek yang ia dengar, Zeno tidak menyangka, saat ia menoleh kebelakang, ia melihat Ratu Kura sedang berdiri dengan membawa tongkatnya. Di belakang ratu Kura, perlahan muncul ribuan beast yang berasal dari dunia Metpo.


“Sial, kita telah terkepung, kita diserang dari belakang.” Sahut Rouya yang semakin pasrah.


Semua orang yang mengira bahwa pasukan ratu Kura merupakan salah satu serangan beast, sehingga mereka terlihat menundukkan kepalanya seakan-akan menyerah dalam peperangan ini.


“Apa yang kalian lakukan? itu bukan musuh, justru ribuan beast yang ada di belakang kalian merupakan bala bantuan!” Teriak Zeno.


“Apa maksudmu Zen?” Tanya Rouya.


“Lihat!” 

__ADS_1


Ucapan Zeno ternyata memang benar, Rouya melihat bahwa ribuan Beast yang ada di belakang tidak menyerang dirinya atau pasukan yang lain, justru ribuan beast yang ada di belakang melewati Rouya dan menyerang beast-beast musuh yang merupakan milik Akram.


__ADS_2