Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Membuat kapal sendiri


__ADS_3

Turse keluar, Nora masuk. Itulah yang terjadi saat itu yang membuat Zeno menggarukkan kepalanya, karena dia tahu bahwa Nora akan sangat lebih buruk dibandingkan dengan Turse. Apalagi, tatapan Nora yang selalu tersenyum menunjukkan giginya yang membuat Zeno sangat bosan.


Tapi kali ini, raut wajah Nora tampak berbeda, tampaknya dia kali ini datang dengan masalah serius yang membuat Zeno bertanya-tanya. Mungkin karena Nora selalu bermain di ruangan dewan keuangan kekaisaran, yang membuat dia selalu disuruh-suruh oleh mereka, sehingga Nora seolah membawa berita serius.


“Apa yang Anda lakukan bersama Turse tadi?”


Tidak sesuai apa yang diharapkan Zeno, Nora justru bertanya demikian, sehingga membuat Zeno menepuk jidatnya dan menatap Nora tanpa ekspresi sama sekali. “Nora, ketika kau masuk ke dalam ruanganku setidaknya ketuk pintu terlebih dahulu.”


“Aku tidak akan tahu apa yang akan kalian lakukan sebenarnya jika aku tidak masuk secara sembarangan.” Nora menyipitkan matanya ke arah Zeno.


“Baiklah, Turse datang membahas mengenai para pemanah. Dan kau, apa yang kau ingin katakan saat berada di ruanganku?” Zeno berkata seadanya sambil bertanya setelahnya.


Nora menghela napas sambil tersenyum seperti biasanya, “Aku berpikir kalian melakukan sesuatu yang mencurigakan.” Nora tertawa lirih sebelum dia masuk ke pembahasan yang begitu serius. “Aku dengar Kaisar ingin meningkatkan armada kapal? Tetapi dewan keuangan memperkirakan bahwa kita tidak akan bisa menggaji para pekerja untuk membuat puluhan kapal dalam waktu yang cepat.”


“Jika Anda masih ingin meningkatkan Armada kapal, maka dewan keuangan akan menaikkan pajak rakyat kita dan para pedagang. Dan itu menunggu keputusan Anda. Sebaiknya Anda mempertimbangkan keputusan tersebut.” Nora mencoba untuk menjelaskan.


Zeno menghela napas dengan sedikit berat, lantas dia berkata, "Sudah kuduga dewan keuangan akan berkata seperti itu." Zeno mengusap wajahnya sebelum dia melanjutkan ucapannya, "Tapi, aku sudah memikirkan sesuatu." 


"Tidak, tidak perlu untuk menaikkan pajak kepada rakyat dan para pedagang. Itu akan menyusahkan mereka semua, selain itu aku akan tetap meningkatkan armada kapal." Zeno melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Bagaimana itu? Apakah Anda tidak akan menggaji para pekerja pembuat kapal?" Turse mengangkat alisnya karena penasaran.


"Apakah menurutmu aku adalah kaisar kejam? Kau tidak perlu tahu. Selain itu, katakan kepada laksamana Mahaa untuk tidak mencari kepala proyek pembuatan kapal. Jika perlu, suruh dia untuk menyusulku di pelabuhan Armada kapal angkatan laut. Kembalilah, ke dewan keuangan bahwa aku akan tetap meningkatkan armada kapal tanpa menggunakan pekerja." Zeno langsung berdiri dan keluar dari ruangannya.


"Baik Kaisar." Nora mengangguk dengan penuh semangat.


Zeno berada di luar istana kekaisaran dengan wajah yang sama sekali tidak memiliki Semangat. Dia pun melayang di udara dan kemudian menghilang, tidak, lebih tepatnya dia bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan cahaya. Sehingga dia seolah tampak menghilang.


Saat ini, Zeno sudah berada di pesisir laut. Dengan ratusan kapal yang terapung. Tidak hanya itu saja, ada juga para prajurit yang termasuk angkatan laut sedang berlatih dengan penuh semangat.


Seketika, para prajurit tersebut langsung bertekuk lutut memberi hormat saat ada Zeno yang tiba-tiba muncul. Zeno hanya mengangguk dan pergi melewati mereka tanpa berkata apapun, karena yang paling penting, dia ingin melakukan sesuatu yang mengejutkan lagi. 


Apa yang dia lakukan, kembali melayang di udara, bergerak di atas sebuah perairan kosong di antara ratusan kapal yang terjejer. Kemudian, dengan penuh tenaga, dia menaikkan tangannya perlahan.


Tidak berhenti, di perairan lain, muncul empat kapal lagi yang sama persisnya dengan kapal perang dari laut. 


Zeno menghela napas, dia tersenyum lega dan membatin, "Cukup lelah mengeluarkan 10 kapal perang. Mungkin terlihat aneh dan tidak masuk akal, tapi para penguasa itu pernah mengatakan bahwa aku bisa mengeluarkan semua jenis, segala bentuk teknik dari penjuru dunia dengan tahap lengkap."


Cukup tidak masuk akal, tapi Zeno memang bisa menguasai segala jenis teknik selama itu berhubungan dengan lima elemennya. Sedangkan kapal, terbuat dari sebuah kayu, sedangkan kayu merupakan perpaduan antara elemen tanah dan juga air, sehingga bagi Zeno cukup mudah untuk membuatnya.

__ADS_1


Tidak ingin berhenti, Zeno menaikkan tangannya kembali secara perlahan, sehingga sepuluh kapal muncul dalam bersamaan. Kemudian, dia mengulanginya kembali berkali-kali, sehingga muncul seratus kapal perang baru yang baru saja diciptakan Zeno.


"Itulah mengapa kaisar sekarang menduduki peringkat pertama kaisar terkuat." Kata salah seorang prajurit yang tidak henti-hentinya terkejut. 


"Aku dengar kaisar melakukan itu karena dia ingin melakukan peperangan dengan Mare Enbarum Empire yang ada di benua bayangan?" Tanya prajurit lainnya.


"Benar, untuk membalas dendam atas kematian kaisar Aurroa. Itulah mengapa dia meningkatkan armada kapal seperti itu." 


Zeno bernapas dengan sangat terengah-engah, benar-benar menguras orka yang begitu banyak. Dia bahkan baru kali ini, yaitu membuat seratus kapal perang dalam sehari dalam hidupnya. Tapi disisi lain, mempunyai kemampuan menguasai, mengendalikan dan menundukkan 5 elemen benar-benar menyenangkan, dia bahkan bisa melakukan apapun dengan alam seperti menghentikan runtuhnya gletser, badai salju dan juga gempa bumi dengan mudah. Sehingga orang-orang juga bisa terlindungi.


Zeno menarik napasnya dengan begitu dalam kembali, kali ini dia kembali mengangkat tangannya dengan perlahan. Namun, terlihat bahwa Zeno seolah sangat berat untuk mengangkatnya. 


Akan tetapi, kapal yang keluar dari dalam laut dingin kali ini jauh lebih besar daripada yang lainnya. Kayu? Tidak, kapal ini tampak kurang lebih seperti es yang mengapung. Memang, kapal tersebut terbuat dari es yang sangat besar.


"Ini yang terakhir." Zeno bernapas dengan berat. Kepalanya juga tampak pusing dengan tubuhnya yang terhuyung-huyung, namun dia memaksa untuk tetap tegak dan mencoba turun menuju pesisir seperti orang mabuk.


"Ada 101 kapal baru, aku harap kalian bisa menggunakannya dengan bijak. Yang mana itu artinya, ada 246 kapal. Selain itu, aku mengharapkan kemampuan kalian nantinya, prajurit!" Teriak Zeno walaupun dia merasa sakit kepala.


"Siap dimengerti kaisar!" Teriak para prajurit dengan lantang.

__ADS_1


Zeno tidak berani kembali menuju kekaisaran dengan kecepatan cahaya lagi. Karena dia tahu bahwa orkanya hampir mencapai batas. Sehingga dia memilih untuk beristirahat di kamp para pasukan untuk sementara waktu. Setidaknya dia bisa untuk tidur siang dan memulihkan tenaganya.


Mungkin sangat aneh apabila seorang kaisar tidur di kamp para pasukannya. Namun Zeno tidak peduli dan tetap untuk tidur di dalam sebuah tenda camp yang tampaknya kosong tanpa sepengetahuan orang lain, meskipun itu rasanya tidak pantas dan akan merendahkan diri Zeno sendiri sebagai seorang kaisar. 


__ADS_2