
Zeno akhirnya menunggangi Kiba untuk menuju danau Vanzula yang berada di negara petir, lebih tepatnya bukan Zeno yang berada di atas Kiba, melainkan kloningan yang baru saja ia buat. Walaupun begitu, kloningan yang ia buat 95% sudah sangat mirip dengannya, sehingga yang melihatnya kemungkinan tidak akan tahu bahwa itu merupakan sebuah klon.
Perbedaanya, klon jika terkalahkan akan berubah menjadi elemen yang merupakan bahan untuk membuat klon, seperti Zeno yang membuat kloningan diri sendiri membuat es, maka apabila kloningan Zeno kalah, kloningan tersebut akan hancur layaknya es yang hancur.
Sebenarnya tidak hanya klon milik Zeno saja, melainkan kloningan milik orang lain akan memiliki wujud yang sama persis tanpa perbedaan sedikitpun. Kecuali jika mengkloning orang lain, maka kloningan serta yang dikloning, seperti bola mata yang tidak akan tetap.
Bahkan perasaan dan sikap kloningan Zeno juga sama persis, Kiba yang menjadi tungganganya pun juga merasa tidak ditunggai oleh orang asing, karena bagaimanapun kloiningan tuannya dan tuannya sendiri memiliki hati yang sama.
“Kiba, berapa lama kita akan sampai?”
“Tuan tidak perlu khawatir, aku Kiba akan terbang dengan cepat, karena kita sudah mulai dia memasuki wilayah negara petir.” Ucap Kiba yang melesat jauh, bahkan dalam satu jam, ia berhasil melewati negara air dan juga angin.
Kloningan Zeno mengerti, ia juga melihat gerbang negara petir yang dijaga oleh para penjaga. Serta kekaisaran yang sepi dengan diambil alih oleh penasihat karena kaisar sendiri pergi ke negara air. Ia juga melihat bahwa kondisi di wilayah selatan juga telah membaik setelah terjadi insiden peperangannya dengan Akram bulan lalu, bahkan tembok yang menjulang tinggi telah hampir selesai dibangun.
Di sisi lain, dalam pandangannya yang berada jauh di atas daratan, di wilayah utara ia melihat sebuah empat bukit yang merupakan sebuah pagar danau Vanzula dengan awan yang selalu membenturkan petir di atas permukaan air.
Zeno sendiri tidak menyarankan Kiba untuk masuk lewat atas, bagaimapaun petir-petir itu akan sangat berbahaya, jadi mereka memutuskan untuk masuk lewat gerbang yang berada di antara dua bukit.
Hingga pada akhirnya, mereka berdua telah turun dari langit dan melangkah tepat di gerbang yang diapit dua bukit. Zeno sempat berpikiran, apakah kejadian yang dulu akan terulang lagi? Dimana saat ia masuk, maka ia akan seperti berada di demensi lain dengan tidak ada jalan keluar? Tetapi Zeno segera membuang pemikiran itu, karena bagaimanapun, drake sudah megenalnya dengan baik bahwa dirinya merupakan keturunan dari kakak tuannya.
__ADS_1
Namun siapa sangka, saat Zeno dan Kiba masuk, kondisi danau Vanzula sama seperti dulu lagi, yang mana saat mereka menoleh kebelakang, tidak ada jalan keluar lagi, yang ada hanya terlihat seperti hutan tanpa batas. Serta gemuruh petir yang semakin parah yang sangat berbeda apabila dipandang dari luar, hal itu membuat Zeno menutup telinganya rapat-rapat.
“Kiba, sepertinya drake sedang tidur, bisakah kau membangunkannya? Perintah Zeno.
“Itu hal yang mudah tuan.” Kata Kiba yang mengaum begitu keras setelahnya.
Seketika suara gemuruh terdengar begitu keras, bahkan Zeno saja mendengar bahwa gemuruh itu berasal dari bawah danau. Hal tersebut menandakan bahwa Drake akan menampakkan dirinya.
“Siapa yang berani menganggu tidur-“ Drake yang muncul di permukaan seketika diam seribu bahasa setelah melihat bahwa orang tersebut adalah Zeno, keturunan Fang yang merupakan kakak Ama, bagaimanapun, Ama telah memerintahkannya untuk menaruh hormat kepadanya.
“Kau lagi, ada perlu apa kau datang kesini?” Tanya Drake begitu bengis, walaupun Ama sendiri sudah memerintahkannya untuk menaruh hormat kepada anak yang bernama Zeno, tetapi Drake sama sekali tidak menurutinya dan tetap berperilaku yang sangat tidak sopan di hadapan Zeno.
"Aku meminta bantuanmu Drake yang agung.” Kata Zeno yang sedikit menaruh hormat kepada Drake.
“Hah.” Drake menghela napas yang sangat panjang, “Apa yang kau inginkan? kekuatan? kekalahanku? wilayah Vanzula? atau kau meminta bantuanku untuk menjadikanku menjadi beastmu?” Sahut Drake.
“jangan harap!” Sahut kembali Drake.
Zeno menggelengkan kepala, tidak ada satupun dari ucapan Drake yang Zeno inginkan. “Saat aku mengeluarkan Drake soul, kenapa Drake soul justru menyerang ku?" Teriak Zeno kepada Drake.
__ADS_1
Drake tertawa dengan lantang setelah mendengar ucapan Zeno, menurutnya Zeno mengeluarkan Drake soul merupakan candaan belaka. Bahkan tertawanya itu membuat seluruh danau bergetar. "Apakah kau bermimpi? Kau saja bukan keturunan Ama, bagaimana bisa kau meng--."
Drake seketika terdiam saat melihat wujud Drake soul keluar dari tubuh Zeno, namun sangat terlihat begitu jelas bahwa Drake Soul terlihat sangat kecil namun dapat menyerang Zeno.
Mata Drake terbuka lebar saat melihat Zeno yang merupakan keturunan Fang ternyata juga memiliki Drake Soul, padahal jika dipikir-pikir, Zeno sama sekali tidak memiliki darah Ama.
"Benar-benar hebat, apakah dia merupakan penguasa elemen yang ditakdirkan? Sungguh, hanya penguasa elemen lah yang dapat menguasai keseluruhan teknik dengan cepat, bahkan teknik yang dapat dikuasai oleh orang tertentu dapat ia pelajari." Drake mengerutkan dahinya, ia benar-benar sangat terkejut saat melihat potensi Zeno mengeluarkan sebuah Drake soul.
Walaupun Drake soul milik Zeno terlihat sangat kecil dan gampang menghilang, tetapi hal itu membuat Drake tidak berhenti untuk merasa terkejut
Zeno berdiri dari jatuhnya setelah ia diserang oleh Drake soul, bagaimanapun Drake soul yang ia keluarkan tetap saja menyerang dirinya tanpa sebab.
"Kloningan?" Drake mengerutkan dahinya, ia melihat sebagian tubuh Zeno yang retak seperti es yang akan pecah usai diserang oleh Drake soul. Tetapi ia tidak memperdulikan hal itu, apa yang ia pedulikan mengenai mengapa perwujudan dirinya menyerang Zeno.
"Tidak, aku tidak tahu apa penyebabnya, karena bukan aku yang membuat teknik itu. Tuanku Ama, dia lah yang membuat teknik Drake soul untuk menandingi kekuatanku, tetapi sayangnya tuan Ama tidak akan keluar dalam jangka waktu yang lama." Perjelas Drake.
Zeno tersenyum pahit setelah mengetahui kebenaran bahwa Drake sendiri tidak bisa mengetahui apa penyebabnya, entah kenapa dia ingin sekali untuk mencari Ama sang pembuat teknik Drake Soul, tetapi sayangnya, Ama sendiri tidak akan muncul dalam jangka waktu yang panjang seperti kasus Fang.
"Hah." Zeno menghela napas dan menemukan jalan buntu. Apa yang ia lakukan adalah pulang, tetapi rasanya pulang dengan tangan kosong sangat tidak mengenakkan, serta merupakan hal yang sia-sia.
__ADS_1
"Tuan, aku sarankan lebih baik anda pulang. Anda tahu sendiri, Drake sama sekali tidak berguna ketika anda menanyakan hal itu. Apalagi leluhur Ama yang akan muncul di jauh waktu."