
Zeno sudah menunggu beberapa detik, mengenai apa yang akan dilakukan oleh kaisar Lexus setelah dirinya mengatakan bahwa Tamichi telah dia bunuh. Tentu saja, Zeno berpikiran bahwa sebagai seorang kaisar, akan sangat marah besar apabila mendengar jenderalnya terbunuh.
“Zillie, hentikan!” Seru kaisar Lexus, wajah yang begitu cemberut seolah berkumpul dalam satu titik menatap Zeno.
Tentu saja Zillie langsung menarik morning starnya. Karena dia sadar bahwa kaisar Lexus berseru. Apalagi, dia berada di dalam sebuah kereta kuda yang sangat tidak memungkinkan untuk bertarung. Namun, meski begitu, dia masih protes kepada kaisar Lexus, “Mereka sudah membunuh jenderal Tamichi. Tentu saja itu merupakan sebuah kejahatan yang begitu besar.”
Lexus masih diam sejenak, dia masih belum memutuskan apapun untuk menindak Zeno.
Zeno sedikit mengangkat ujung bibirnya. Menyesal telah berkata jujur? Tidak, justru dia sangat berbangga setelah mengatakan demikian. Daripada dia terus menyembunyikannya, maka suatu saat akan terkuak juga, maka hal itu justru akan menimbulkan sebuah masalah besar. Karena dia percaya, sebaik apapun menyembunyikan kebohongan, maka kebohongan tersebut benar-benar akan terkuak juga.
“Apa yang akan kau lakukan, kaisar?” Tanya Zeno dengan lirih.
Kaisar menghela napas yang panjang, mengembalikan ekspresi wajahnya seperti semula. “Maafkan tindakan Zillie, nona Turse. Selain tindakan yang konyol, dia memang berkelakukan spontan seperti itu.” Katanya sambil menundukkan kepalanya sebentar sebelum mengembalikan tatapannya ke arah Zeno.
“Apa?” Zillie berkata dengan nada tinggi dan menatap kaisar Lexus dengan begitu serius, “Ayolah kaisar, dia sepertinya sedang tidak bercanda.”
“Sudahlah Zillie, Zeno tidak tahu bahwa sebelumnya Tamichi berniat untuk mendapatkan bunga teratai emas untuk Zeno sendiri. Begitupun Tamichi, dia tidak tahu bahwa seseorang yang dia hadapi adalah Zeno. Ini semua adalah kesalahpahaman.” Lexus menjelaskan.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, Zeno mengangkat alisnya sejenak, dia tidak menyangka bahwa kaisar Lexus bisa berpikir tenang dalam menghadapi kondisi tersebut. Selain itu, dia lebih bijak dan menyimpulkan bahwa itu semua adalah kesalahpahaman. Padahal Zeno sangat berharap, bahwa Lexus akan murka agar dirinya bisa lari dari tanggung jawab yang membuat Nuvoleon bermasalah.
Akan tetapi, hal itu semua tidak terlalu buruk. Setidaknya, Zeno tidak mendapatkan musuh yang sangat berat seperti kaisar Lexus, walaupun Zeno tentu saja berani menghadapinya.
“Terima Kasih atas kemurahan hati Anda kaisar Lexus. Dan tentu saja terimakasih karena sudah bisa menahan emosimu nona Zillie. Aku benar-benar meminta maaf karena telah membunuh jenderal Anda yaitu jenderal Tamiichi. Tetapi, seperti apa yang dikatakan kaisar Lexus, ini semua adalah kesalah pahaman, jika aku tahu bahwa Nuvoleon membantuku, tentu saja dengan senang hati aku menerima jenderal Tamichi dengan begitu baik.”
“Aku bukan bermaksud tidak menyalahkan jenderal Tamichi, atau pihak kekaisaran. Namun, pada saat itu aku terlebih dahulu di serang oleh jenderal Tamichi. Lagipula, siapa yang tidak mempertahankan diri setelah diserang seseorang?”
Zillie duduk di tempatnya sambil memasang wajah tersenyum. Rasanya cukup aneh apabila dia yang baru saja melakukan sesuatu yang mengejutkan, namun kembali duduk dengan wajah yang tersenyum. Namun, dia tetap berkata dengan begitu serius, “Bagaimana jika tuan Zeno mengada-ngada dan mengarang sebuah cerita.”
“Aku tidak berbicara denganmu nona Turse. Selain itu, sebaiknya Anda harus menjaga nada bicara Anda dengan yang lebih tua. Kau bahkan terlihat belum genap berumur dua puluh tahun, tahu apa kau tentang berdebat?” Zillie berkata dengan nada yang sangat tinggi, namun tidak menghilangkan senyuman yang ada di wajahnya sedikitpun.
Turse hanya menggeleng-gelengkan kepala tanpa berkata sedikitpun, apa yang dia lakukan adalah duduk di sebelah Zeno sambil menghadap ke arah kaisar Lexus dan juga Zillie. Dia tampak memasang wajah apapun, bahkan tidak mengatakan sepatah kata apapun, diam di tempat dan akan mendengar, apa yang akan Lexus atau Zeno katakan.
“Setidaknya Turse lebih dewasa dalam berbicara dan bertingkah. Namun, aku tidak bermaksud untuk menghilangkan sifatmu seperti itu, tetaplah menjadi Zillie pada umumnya. Maksudku, kau harus menjaga ucapanmu kepada siapapun, dan tidak memandang umur.” Kaisar Lexus angkat bicara, kali ini dia lebih tenang dan memasang ekspresi yang tidak cemberut lagi, tampak lebih menyenangkan seolah tidak terjadi apa-apa. Begitu jelas, bahwa dirinya tidak mempermasalahkan kematian jenderal Tamichi karena itu hanyalah sebuah kesalah pahaman.
“Yaaah ....” Zillie menundukkan kepalanya, “Padahal itu tadi dapat membuat suasana yang begitu mencengkam kaisar. Sesekali bercanda dengan calon kaisar terkuat tidak apa-apa kan?” Zillie menatap kaisar Lexus dengan cengengesan.
__ADS_1
“Hah?” Zeno sedikit mengerutkan dahinya sambil membuang napas, “Jadi itu tadi hanya bercanda? melemparkan morning star ke arahku itu terlihat bercanda?””
“Tentu saja, aku juga tahu bahwa itu hanyalah sebuah kesalahpahaman. Lagipula, saat aku melemparkan morning star ke arah Anda, aku sudah memperhitungkan bahwa Anda akan menghindar atau menyerang, atau membuat pertahanan secara cepat.” Zillie memutar bola matanya.
Turse kemudian mengulurkan tangan ke depan, memperhatikan luka yang tidak cukup serius namun mengucurkan darah yang begitu banyak. Luka itu disebabkan oleh duri morning star yang tidak sengaja mengenainya karena berusaha menahan morning star itu sendiri.
Melihat hal itu, Zillie kembali tersenyum lebar sambil menggaruk kepalanya, namun dia masih membuat sebuah alasan, “Salah sendiri Anda berusaha melindunginya, jadi itu tadi hanya sebuah kecelakaan. Tapi tenang saja, sesampainya di kekaisaran aku akan memberikan perban yang cukup untuk menghentikan sebuah pendarahan.”
Zeno hanya menghela napas dan menariknya kembali, dia benar-benar tidak habis pikir tentang apa yang dilakukan oleh Zillie. Bercanda? tentu saja itu adalah sebuah hal yang begitu konyol, apalagi Zillie baru saja memasang wajah serius yang membuat Zeno berpikiran bahwa Zillie benar-benar marah. “Bercandamu benar-benar tidak lucu, kau bisa saja membuat Kirin dan Uron mengeluarkan sebuah sambaran petir yang membuatmu hangus.”
“Tapi mereka bisa menghitungkan bahwa diriku bisa menghindar bukan?” Kata Zillie yang terlalu banyak bicara.
“Tidak tahu, coba tanya mereka.”
Zillie menatap wajah Kirin dan Uron yang menatap dirinya dengan begitu dingin, bahkan dia melihat bahwa ada aura tidak enak yang membuat Zillie menelan ludah secara kasar. Bahkan Zillie juga merasakan bahwa Kirin dan Uron tidak bisa menerima bahwa itu hanyalah sebuah candaan.
“Jika kau berpikiran bahwa kami akan menghitungkan bahwa kau bisa menghindar, kau salah besar, kami tidak memikirkan apapun kecuali jika kau bergerak, maka kau akan mati.”
__ADS_1