Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Menemui Gongnyu


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Zeno serasa dipenjara namun juga seperti di surga. Keadaan di kamar benar-benar membosankan, bagaimana tidak, Zeno hanya bisa melirik jendela melihat anak-anak lainnya bersuka ria di lingkungan kekaisaran. Tidak ada kebebasan untuk melakukan apapun, namun semua permintaanya dituruti oleh kekaisaran, walaupun Zeno juga tidak terlalu meminta.


Tetapi kali ini, satu minggu setelah di kunci di dalam kamar, merupakan sebuah kebebasan yang diberikan oleh ibunya karena sudah sembuh total. Siapa sangka, Zeno saat ini sudah tidak berada di dalam kamarnya. Hal tersebut membuat ibunya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Zeno benar-benar bebas, tubuhnya terasa sakit semua karena tidak melakukan aktifitas apa-apa selama satu minggu. Apa yang ia lakukan kali ini adalah langsung menuju hutan elemental beast untuk mencari Gongnyu sebelum ia melangkah lebih jauh lagi.


Sebelumnya katiga negara juga tidak menemukan buronan satu ini di negaranya, kemungkinan terbesar, Gongnyu sedang berada di negara api atau tanah. Tetapi jika dipikir, Gongnyu tidak mungkin berada di negara api, Gongnyu tidak memiliki tempat di sana.


Zeno juga sangat yakin bahwa Gongnyu tidak berada di negara tanah, karena markas yang sering digunakan Gongnyu berlindung adalah kedalaman hutan elemental beast


Kali ini untuk menuju selatan atau lebih tepatnya hutan elemental beast menggunakan jalur udara atau menggunakan Kiba itu sendiri. Mengingat, menggunakan jalur darat akan sangat memakan waktu yang sangat lama, terlebih lagi untuk mencari markas Gongnyu sangatlah mudah apabila dipantau dari langit.


“Dragones Gemoles.” Zeno memanggil kedua naganya di sela-sela terbang. Bagaimanapun ia membutuhkan kedua naganya untuk mencari markas Gongnyu dalam keluasan hutan elemental beast. Bayangkan saja, tidak mungkin bagi Zeno untuk mencari sendiri di hutan elemental beast yang sangat luas karena dikelilingi lima negara besar.


Drake soul dan Kirin keluar secara bersamaan dalam naga petirnya, sekilas mereka berdua langsung beranjak pergi karena mengerti apa yang Zeno pikirkan, yaitu mencari sebuah markas yang sekiranya sangat mencurigakan.


“Hah, bermimpilah untuk menemukan apa yang tuan perintahkan, Kirin!” Sahut Drake Soul sambil pergi ke arah timur.


Kirin hanya tersenyum dan tidak meladeni perkataan Drake Soul, apa yang perlu dilakukan adalah pembuktian, bukan banyak bicara seperti apa yang dilakukan oleh Drake Soul. Tapi keduanya sama-sama satu tujuan, yaitu memikat hati Zeno untuk siapa yang menjadi roh paling baik.


Sedangkan Zeno, ia tidak terlalu memperdulikannya, ia terus berjalan ke arah selatan sambil menghadap ke bawah. Bagaimanapun, ia harus fokus dengan keadaan di bawah.

__ADS_1


****


Sementara itu, di sebuah bangunan tua, Gongnyu sedang meminum secangkir teh sambil memperhatikan kloningan yang ia buat. Lebih tepatnya kloningan tersebut berbentuk seperti Akram yang tampak mematung. Ia sudah berkembang dan bisa membentuk Akram sekaligus bola mata yang sudah menetap.


Namun, ada satu hal yang membuatnya kesulitan, yang mana ia tidak bisa membuat Akram mengeluarkan elemen yang Akram sendiri miliki, yaitu elemen api. Karena itu adalah sesuatu hal yang sangat sulit untuk diwujudkan, bahkan terlihat sangat mustahil, tetapi Gongnnyu masih berusaha keras.


Gongnyu meletakkan cangkirnya, ujung bibirnya ia usap menggunakan tangan karena sisa-sisa teh yang membekas pada ujung bibir. “Tiga kaisar yang sangat bodoh, kalian pikir aku sedang bersembunyi di negara kalian? Beruntung Rosh sudah memberitahukan hal tersebut.”


“Lagipula, siapa juga yang akan memasuki hutan ele-“


Gongnyu tidak melanjutkan ucapannya, lantaran ia tertiban sebuah tembok bangunan yang runtuh. Beruntung ia masih sangat kuat karena tembok yang menimpa dirinya tidak terlalu besar. Tetapi ia merasa ada yang aneh, tempat tersebut mendadak menjadi genangan air.


“Keparat! Siapa yang berani melakukan ini!”


“Siapa lagi kalau bukan aku.” Kata Zeno yang tepat berada diatas Gongnyu.


Gongnyu menoleh ke atas, memperhatikan atap bangunan yang telah hancur hingga memperlihatkan langit luar. Tetapi ia tersenyum kecut saat melihat Zeno yang sedang menunggangi Kiba sedang membawa bola air yang sangat besar. Tidak hanya itu, bola air tersebut terdapat unsur petir yang menjadikan bola air yang dipegang Zeno nampak berbahaya.


Tanpa ragu sedikitpun, Zeno langsung melemparkan bola air yang diberikan unsur petir. Hal tersebut membuat Gongnyu tidak diam begitu saja, ia langsung menciptakan naga tanah yang sebelumnya keluar dari tanah dan langsung menghancurkan bola air.


Gongnyu tersenyum lebar saat menggerakkan naga tanahnya ke arah Zeno. Ia merasa percaya diri karena langsung bisa mengalahkan Zeno dengan sangat mudah.

__ADS_1


“Kau terlalu percaya diri.” Katanya dengan tatapan dingin.


“Drake Soul dan Kirin belum kembali, setidaknya aku bisa melatih ototku dengan naga sialan ini.” Gumamnya sambil melompat ke arah naga tanah.


“Bodoh! Sangat bodoh!” Teriak Gongnyu yang melihat kebodohan Zeno.


Namun Zeno tidak memedulikan ucapan Gongnyu, yang ia pikirkan hanyalah mendarat tepat di atas naga tanah. Karena yang ia perlukan adalah bersenang-senang dengan naga tanah.


Sedangkan Kiba, Zeno hanya menyuruhnya diam dan bergerak apabila Zeno suruh. Bagaimanapun, kali ini Zeno tidak ingin siapapun untuk ikut campur.


Zeno sudah mendarat tepat di tubuh naga tanah, Gongnyu yang melihat itu langsung menggerakkan naga tanah agar menggeliat untuk menjatuhkan Zeno. Namun sayangnya, Zeno sendiri sanggup menyeimbangkan diri dan langsung berpindah tempat apabila naga tanah tersebut berbalik.


Di saat seperti itu, masih sempat-sempatnya Zeno menyentuh bagian tubuh naga tanah menggunakan kedua tangannya. Tujuannya sangat mudah, yaitu agar Zeno bisa membekukan naga tanah.


Perlahan-lahan naga tanah mulai membeku, hal itu membuat naga tanah sudah tidak bisa bergerak apapun karena seakan-akan terkunci dan terjebak di dalam es. Mungkin tidak hanya terjebak, naga tanah juga berubah menjadi es seutuhnya.


Hal itu membuat Gongnyu tidak bisa berata-kata lagi, naga tanah yang ia ciptakan bisa dihancurkan semudah itu. Namun, ia masih memiliki rasa ingin membunuh Zeno, karena dendamnya dengan Akram. Dengan rasa percaya diri kembali, Gongnyu merubah fisiknya yang mirip banteng yang menandakan bahwa ia sedang bergabung dengan Beastnya.


Tubuh naga tanah yang membeku perlahan mulai terjatuh, Zeno segera mendarat di atas tanah untuk mencari aman agar ia tidak terlalu terkena dampak dari naga tanah yang hancur itu.


“Menyerahlah, tidak ada gunanya melakukan gabungan beast seperti itu.” Kata Zeno begitu sinis.

__ADS_1


Tetapi Zeno melihat dengan jelas bahwa Gongnyu tidak mendengarkan perintah dirinya, Gongnyu tanpa basa-basi langsung berlari dengan menyodorkan kepala banteng. Hal itu membuat tanah bergetar begitu keras karena langkah Gongnyu setengah banteng yang tidak bisa berlari begitu tenang.


__ADS_2