
“Apa persiapannya sudah siap?” Kata salah seorang dengan wajah yang terlihat sangat bengis. Hal itu cukup membuat beberapa prajurit yang mendengarnya sedikit gemetar.
Dengan nada yang gugup, salah seorang prajurit berkata, “Sudah jenderal, kaisar Lumenlus IV mau memberikan 4500 pasukan untuk menuju wilayah gunung Apiluc. Dan mereka sudah berbaris rapi.”
Orang tersebut tidak lain merupakan jenderal Gorb, jenderal kesayangan kaisar Lumenlus IV yang mana dia juga benar-benar membulatkan tekadnya untuk mendapatkan bunga teratai emas. Apalagi itu menyangkut istrinya yang sakit parah. Tidak peduli, apakah hasilnya akan menjadi perang besar antara kekaisaran Nuvoleon dan Lumenlus IV, yang pasti jenderal Gorb tidak peduli, lagi pula jika itu memicu peperangan, maka itu akan menjadi urusan kaisar. Lagipula juga, kaisar Lumenlus IV juga sudah mengizinkannya dan siap menanggung risiko yang di akibatkan oleh jenderal kesayangannya.
Mau bagaimana lagi, Lumenlus IV tidak ingin kehilangan jenderal terbaiknya hanya karena permintaannya tidak dituruti, walaupun beberapa pihak menyebut Gorb bertindak lancang karena mementingkan pribadi, namun mengorbankan kekaisaran. Beberapa pihak sempat menilai bahwa Lumenlus IV terlihat sangat bodoh dan tidak begitu tegas, selain itu Lumenlus IV juga terlihat penakut.
“Bagus, 4500 pasukan sudah lebih dari cukup, kita berangkat sekarang. Dan kita pastinya akan sampai tengah malam nanti.” Kata jenderal Gorb dengan tegas.
Prajurit yang ada di ruangan jenderal Gorb mengangguk, kemudian, mereka semua keluar dan menuju para pasukan yang ada di luar istana dengan berbaris rapi.
Tatapan-tatapan dari petinggi istana, ataupun jenderal lainnya begitu sinis saat melihat jenderal Gorb berjalan tanpa ada rasa malu saat memimpin pasukan kekaisaran utuk kepentingan pribadinya. Mereka sebenarnya juga tahu, apabila istri Gorb sakit parah, dan Gorb berambisi untuk mendapatkan bunga teratai emas, tapi apakah Gorb tidak sadar, bahwa caranya merupakan hal yang salah. Belum lagi ini menyangkut kekaisaran Nuvoleon, yang mana benar-benar memicu peperangan, dan mereka tahu jelas bahwa kaisar Lexus merupakan kaisar terkuat kedua di dunia.
Tapi jenderal Gorb seolah tidak peduli mengenai peringatan tersebut, dia juga tidak peduli apakah kaisar Lexus merupakan kaisar terkuat atau bukan. Apa yang paling penting, istrinya harus sembuh dan tersenyum lagi di hadapan dirinya. Selain itu, setelah istrinya sembuh, jenderal Gorb juga berniat untuk menyelidiki siapa pembunuh anaknya.
Gorb menaiki seekor kuda di tengah matahari sudah terbenam beberapa waktu yang lalu, dia berteriak untuk memberikan semangat kepada para pasukannya untuk tidak takut sama sekali, walaupun mereka berperang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kekaisaran.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya, gemuruh kuda berbunyi dengan begitu keras, pasukan yang dipimpin oleh jenderal Gorb langsung berangkat meninggalkan kekaisaran menuju ke utara atau wilayah gunung Apiluc berada. Karena jenderal Gorb tahu persis, bahwa semakin cepat dirinya menguasai gunung Apiluc, maka juga akan semakin mudah dirinya mendapatkan teratai emas.
Setelah kepergian jenderal Gorb dan pasukannya, para orang penting yang melihat itu semua hanya bisa mengerutkan dahinya karena benar-benar membenci Gorb yang semena-mena.
“Memangnya Gorb siapa? Dia hanya jenderal dan tidak memiliki status kebangsawanan apapun, tapi dia berani mencampuri urusan pribadi dengan urusan kekaisaran. Jika istrinya sakit, ya sakit saja, silahkan mencari obat sendiri, mengapa harus meminta bantuan kaisar.” Umpat salah satu dari mereka begitu kesal.
“Benar-benar tindakan sembrono, yang dia hadapi adalah kaisar Lexus yang merupakan kaisar terkuat kedua. Tapi mengapa kaisar Lumenlus IV tampak mengizinkannya?” Kata petinggi lain.
“Aku dengar, kaisar Lexus tidak pernah terlalu serius mengenai bunga teratai emas. Karena itulah kaisar kita membiarkan jenderal Gorb melakukan kepentingannya.” Sahut seorang tangan kepercayaan kaisar seolah satu semuanya, wajar saja, dia merupakan orang yang paling dekat dengan kaisar, sehingga yang pasti sudah tahu begitu jelas alasan kaisar membiarkan jenderal Gorb meminta ribuan pasukan.
Seluruh orang yang mendengar itu menghela napas, setidaknya mereka sedikit lega bahwa kaisar Lexus tidak terlalu peduli, sehingga kemungkinna terbesar Gorb berhasil mendapatkan bunganya tanpa diserang oleh kekaisaran Nuvoleon.
.....
“Hey Turse, kau memanah apa? Apakah ada musuh lagi?” Zeno seketika berdiri dari duduknya saat melihat Turse sedang menarik anak panah di sela-sela kegelapan hutan. Cukup aneh bagi orang lain apabila melihat Turse, yaitu memanah dalam keadaan gelap gulita, tapi bagi Turse itu sendiri bukan suatu hal yang menjadi masalah, bagaimanapun beberapa kali sudah ditegaskan bahwa dirinya bisa melihat dalam kegelapan.
Turse tidak mengatakan apa-apa, seperti ada musuh, hal itu membuat Zeno duduk kembali dan mungkin menganggap Turse sedang berlatih atau bermain.
__ADS_1
Melihat dalam kegelapan juga bukan masalah bagi Zeno, hal itulah yang membuat Zeno bisa melihat dengan jelas Turse sedang melakukan apa. Itu karena dia memakai kemampuan Kiba yang ada di dalam dirinya.
Turse melepaskan anak panah, kemudian dia berlari ke arah anak panah yang dia lepaskan seperti mendapatkan sesuatu. Hal itu membuat Zeno mengangkat alisnya dan memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Turse, tapi dia nampak begitu malas untuk berdiri untuk mengikuti Turse.
Beberapa menit setelahnya, Turse kembali dengan menyeret seekor rusa dengan anak panah yang menancap di dadanya. Hal itu membuat Zeno terkejut dan langsung berdiri karena melihat Turse yang menyeret sesuatu.
“Tuan, apa Anda tidak ingin makan malam? Aku sudah membawakan Anda rusa untuk di makan.” Kata Turse dengan begitu senang.
Zeno memukul kepalanya sendiri dengan perlahan, dia tidak meyangka bahwa Turse bisa berpikiran seperti itu untuk makan malam. Mau bagaimana lagi, Zeno mengangguk tersenyum sambil menarik Ice Swordnya untuk mencincang rusa tersebut.
Hingga tidak lama kemudian, mereka sudah mencincang-cincang daging rusa hingga layak di makan, Zeno begitu tidak sabar untuk makan mala dengan daging rusa, lagi pula, semenjak siang tadi dirinya juga belum mengisi perutnya sama sekali.
“Tunggu sebentar, kita tidak punya ap ....” Zeno tidak melanjutkan ucapannya, pasalnya Turse sudah mengeluarkan Atsuba terlebih dahulu.
Zeno menghela napas, dia baru ingat bahwa beast milik Turse atau Atsuba memiliki elemen api. Sehingga dengan begitu musah, mereka langsung membakarnya menggunakan api yang baru saja diciptakan oleh Atsuba di tumpukan kayu.
Walaupun tidak ada bumbu sama sekali, dan terasa sangat hambar, mereka berdua benar-benar menikmati daging rusa yang baru saja diburu oleh Turse, sehingga rasa lapar yang ada perut mereka menghilang dan digantikan dengan rasa kenyang.
__ADS_1
Di sela-sela makan malam mereka, tiba-tiba Atsuba mengepakkan sayapnya dan menghadap ke arah Selatan. Ha itu cukup membuat Zeno dan Turse terkejut mengenai apa yang dilakukan oleh Atsuba. Selain itu, terlihat dari raut wajah Atuba bahwa dia benar-benar waspada seakan-akan kedatangan sesuatu. Benar, dengan nada yang cukup rendah, Astuba berkata, “Sekitar sepuluh orang mendekat ke arah sini.”
“Tuan, apa yang dikatakan oleh Flamingo itu benar, ada sepuluh orang yang menuju ke sini.” Sahut Kiba yang ada di dalam tubuh Zeno.