
Yaah, Zeno benar-benar sudah mencobanya, tanah berkumpul membentuk sebuah manusia setinggi Zeno dengan bentuk yang perlahan sama. Tidak menyangka, kloningan tersebut membentuk sebuah manusia yang sangat mirip dengan jenderal Tamichi, bahkan kerutan serta raut wajah yang tidak berubah membuat Zeno sulit membedakan mana jenderal Tamichi yang asli, dan mana jenderal Tamichi kloningan yang dibuat oleh Zeno.
Tapi ini ada yang aneh sehingga membuat Zeno dan Turse terkejut, mereka seakan tidak percaya mengenai apa yang mereka lihat. Bahkan bisa dibilang ini baru pertama kali Zeno melihatnya, tidak, sudah kedua kali Zeno melihatnya, pasalnya yang pertama dia melihat kloningan orang lain milik Geldhe yang begitu sempurna.
Berbeda dengan Zeno, Turse belum pernah melihat yang seperti ini, bagaimana tidak, kloningan jenderal Tamichi yang dibuat Zeno benar-benar tampak hidup dengan bola mata yang benar ada, seolah seseorang yang ada di hadapan Turse adalah jenderal Tamichi yang telah dilawan Zeno beberapa hari yang lalu.
“Ingat, identitas mu adalah seorang jenderal kekaisaran yang bernama jenderal Tamichi, yah benar, Hans dan Marut mengatakan bahwa jenderal yang kubunuh bernama Tamichi. Dan kau akan memimpin sebuah pasukan untuk melawan pihak yang baru datang.”
“Tentu saja.” Klon jenderal Tamichi mengangguk dia membelakangi Zeno dan langsung pergi ke arah utara meninggalkan mereka berdua. Apa yang menarik bagi klon orang lain seperti klon jenderal Tamichi yang Zeno ciptakan bisa dikendalikan lewat pikiran seperti mengendalikan klon diri sendiri.
.....
Di lereng gunung apiluc bagian utara, pasukan tuan sepuluh yang sebelumnya berjumlah sekitar 8000 kini hanya bersisa sekitar 1500 Mungkin jika tuan Sepuluh tidak begitu bodoh dengan membantai seluruh pasukan tanpa pandang bulu, maka pasukannya saat ini mungkin jauh lebih banyak, tapi tuan sepuluh seakan tidak peduli hal tersebut.
Lagipula, kriminalitas di benua ini dan di seluruh negara meningkat setiap tahunnya, jika tuan Sepuluh tidak membantainya sendiri, maka akan ada sebuah over populasi kriminal yang mana justru itu akan menjadi sangat buruk. Karena semakin banyak kriminal, maka identitas tuan Sepuluh juga akan lebih cepat terbongkar.
__ADS_1
Lereng di gunung Apiluc bagian utara bagaikan lautan mayat yang bergelempangan dengan darah yang membanjiri tempat. Pasukan Nuvoleon sama sekali tidak bersisa yang membuat mereka kalah.
Sebelumnya tuan Sepuluh baru tahu bahwa pasukan Nuvoleon yang digiring tadi malam memiliki jumlah yang sama dengan jumlah pasukannya, itu artinya masih ada pasukan milik Nuvoleon yang begitu banyak namun belum bergerak. Namun tuan Sepuluh mencoba untuk menenangkan diri dan tidak panik, mencoba yakin bahwa pasukan tersebut tidak akan bergerak jika tidak ada perintah.
Kalaupun bergerak karena ada kiriman jenderal baru dari kekaisaran, tuan Sepuluh mencoba untuk mencari cara lain. Yang mana dia mondar-mandir seperti orang kebingungan, dia tidak menyangka bahwa salah satu orang suruhan tersebut melakukan kesalahan besar, yang mana seharusnya dia kembali melaporkan berapa banyak pasukan milik Nuvoleon.
“Dareen tenanglah.” Tuan Sepuluh mencoba untuk menghibur dirinya sendiri, berkali-kali mencari akal bagaimana untuk menghadapi pasukan Nuvoleon yang belum bergerak. 5000 melawan 1500? tentu saja itu benar-benar tidak seimbang. Meskipun ada dirinya, tentu saja dia tidak tahu bagaimana jenderal baru yang akan memimpin pasukan tersebut.
“Apa aku akan mengirim seseorang lagi untuk memberikan informasi palsu? Tapi dari mana aku mendapatkan baju prajurit Nuvoleon lagi? Sedangkan pengantar pesan yang mempunyai baju prajurit telah mati peperangan, dan tentu saja bajunya juga sudah tidak utuh.” Dareen atau nama asli tuan Sepuluh membatin, berkali-kali dia mencoba untuk mencoba tenang tapi begitu sulit. Sepertinya dia benar-benar salah mengambil langkah.
Hingga Akhirnya, Dareen atau tuan sepuluh memanggil salah satu pasukannya yang masih tampak begitu sehat, mungkin hanya ada beberapa luka di tubuhnya. Kemudian, dia menelanjangi sebuah mayat yang mengenakan pakaian prajurit kekaisaran dan diberikan kepada salah satu pasukannya.
“Kenakan ini, aku ingin kau memberitahu pasukan Nuvoleon yang ada di bawah untuk kembali atas perintah jenderal Tamichi. Katakan saja bahwa gunung Apiluc sudah aman dari kelompok kriminal.” Kata Dareen dengan begitu dingin.
Orang itu menerima pakaian yang diberikan tuan sepuluh sambil mengangguk. Tentu saja sebagai bawahan, dia bersedia untuk melakukan tugas apapun dari tuan sepuluh.
__ADS_1
“Bagus, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi hari ini, maka dari itu enyahlah dari hadapanku dan laksanakan tugasmu. Atau yang terjadi kepalamu akan kutendang.” Sambungnya.
Orang itu langsung pergi dengan begitu ketakutan, menendang kepala, tentu saja itu adalah ciri khas tuan sepuluh saat apa yang dilakukan seseorang tidak sesuai dengan apa yang dia mau. Mungkin sudah ada puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang kepalanya sudah ditendang tuan sepuluh dengan begitu keras. Maka dari itu, banyak kriminal yang menjadi bawahan tuan sepuluh ketakutan saat menghadap tuan sepuluh, karena apa yang dia takutkan adalah salah tingkah.
“Kita sudah sampai di puncak! Amankan kawah ini dan jangan biarkan apapun menerjang!” Jenderal Gorb berteriak dengan begitu keras, memperhatikan seluruh pasukannya benar-benar memenuhi puncak gunung Apiluc.
Saat ini dia juga berada di pinggir kawah yang merupakan danau vulkanik yang berada di puncak gunung, dengan dipenuhi oleh teratai emas. Dan tentu saja, semua teratai emas itu tidak ada manfaatnya kecuali teratai emas yang bersinar terang berada di tengah. Dengan kelopaknya yang belum sepenuhnya mekar, membuat Gorb benar-benar tidak sabar untuk meraih
Gorb tahu, bahwa dia tidak bisa memetiknya sekarang, tentu saja membutuhkan waktu dua hari sampai kelopaknya benar-benar mekar sempurna. Tapi dia sedikit merasa aneh, bukankah seharusnya ada prajurit Nuvoleon yang menjaga? Semenjak dari awal mereka naik ke gunung, tidak ada satupun prajurit yang mencoba mengamankan.
Memang wajar mereka bisa naik gunung dengan begitu mudah, pasalnya gunung Apiluc berbatasan langsung dengan Lumenlus Empire dari arah timur.
“Mungkin apa yang dikatakan kaisar benar, bahwa kekaisaran Nuvoleon tidak terlalu memedulikan bunga teratai emas.” Gorb membuang kekhawatirannya, setidaknya dia sedikit lega bahwa tindakannya benar-benar tidak memicu peperangan. Meskipun awalnya dia ragu, bahwa gunung Apiluc akan dijaga ketat, itulah yan membuat dia membawa prajurit yang begitu banyak.
Walaupun begitu, dia tidak akan lengah sedikitpun, dia meminta seluruh pasukannya untuk berjaga. Siapa yang tahu bahwa prajurit Nuvoleon muncul tiba-tiba dari jalur pendakian dan menyerang mereka? tentu saja itu sangat membahayakan, apalagi dipinggir mereka adalah medan curam, serta di tengah mereka adalah danau kawah yang tentunya sangat dalam.
__ADS_1