Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Kurungan dan penjara


__ADS_3

Di sekeliling Yuna terdapat angin yang mengitarinya, membuatnya tidak bisa melangkahkan kakinya kemana saja. Hal yang terjadi apabila ia melangkahkan kakinya ke depan adalah, angin akan melemparkannya terbang.


 


Dirinya seakan-akan terkurung didalam sebuah angin tornado. Yuna mencoba menghilangkan anginnya dengan salah satu teknik airnya, tetapi tetap saja, teknik air milik Yuna tidak bisa memberi efek apa-apa kepada tornado tersebut.


 


Hembusan angin, dampak dari tornado, membuat seluruh orang yang menonton menutupi wajahnya menggunakan lengan. Debu-debu berhamburan menghembus bersamaan dengan angin, menjadikan para penonton tidak melihat apa yang terjadi.


 


Yuna sudah tidak bisa melakukan apa-apa, kepalanya mulai pusing hanya karena terlalu lama melihat angin yang terus berputar mengelilingi dirinya, perutnya mulai mual dan akhirnya memuntahkan makanan yang tadi pagi ia makan.


 


Teknik milik Lyana Ares mungkin tidak memiliki dampak apa-apa kecuali membuat targetnya merasa pusing. Dampak sekecil itu mungkin bisa dianggap sepele bagi beberapa orang, padahal dampak tersebut membuat orang tidak ingin melanjutkan pertarungan kembali karena dia tidak akan bisa bertarung dengan sempurna saat keadaan pusing.


 


Lyana Ares menghentikan tekniknya, angin yang mengitari Yuna perlahan menghilang yang menyisakan bahwa Yuna sedang duduk dalam kondisi kepala menunduk. Sedangkan di sampingnya terdapat air muntahan bekas Yuna karena dampak dari teknik yang diberikan oleh Lyana.


 


Yuna sudah tidak bisa melanjutkan pertempurannya, sehingga pertandingan kali ini dimenangkan oleh Lyana.


 


“Baiklah, pertandingan selanjutnya, pertarungan grand final. Fang Zeno melawan Lyana Ares, kedua peserta yang bisa dibilang cukup berbakat dari dua keluarga yang berbeda.” Teriak Fang Tian.


 


Para penonton menjadi heboh, teriakan serta tepuk tangan mendominasi suara yang berada di area colosseum. 


 


Zeno masuk kedalam dari sisi lapangan yang berbeda dari Lyana berdiri. Wajah Lyana tidak begitu takut saat berhadapan dengan Zeno, walaupun dirinya juga tahu siapa itu Zeno sebenarnya. Wajah Lyana begitu dingin, tetapi Zeno juga tidak terlalu memperdulikannya. Zeno berhenti melangkahkan kakinya setelah mengambil jarak yang pas di antara keduanya. 


 


“Fang Zeno, aku dengar bahwa dirimu lah yang mengalahkan penyerang dari wilayah barat?” Kata Lyana dengan begitu sinis.


 


“Bisa dibilang begitu.” Jawab Zeno.


 

__ADS_1


“Aku ingin tahu, seberapa besar kekuatanmu itu, sehingga orang-orang menyebutnya terlalu kuat.” Ucap Lyana. Dia kemudian mengambil ancang-ancang, menunggu momen dimana Fang Tian memberi aba-aba untuk melakukan pertarungan.


 


Zeno juga begitu, dia juga mengambil sebuah ancang-ancang untuk bersiap melawan Lyana Ares. Bagaimanapun juga, menurut Zeno, Lyana adalah sosok wanita yang tidak dapat diremehkan. Tetapi hal yang paling tidak disukai Zeno adalah wajah angkuhnya.


 


Mereka berdua akhirnya melakukan pertarungan, pertarungan jarak jauh yang hanya mengandalkan sebuah elemen. Sehingga membuat lapangan colloseum dipenuhi dengan air dan angin yang menyebar setelah dibenturkan.


 


Lyana yang merasa bahwa serangannya kurang efektif untuk melawan Zeno, seberapa besar angin yang dikeluarkan Lyana, Zeno bisa membenturkannya dengan elemen air. Jadi Lyana lebih baik untuk melangkahkan kakinya ke depan. Sambil menghindari beberapa elemen air yang dikeluarkan oleh Zeno.


 


Zeno melihat Lyana melangkahkan kakinya ke depan ke arah dirinya. “Menggunakan pertarungan jarak dekat?” 


"Akan aku layani." Zeno menghentikan serangan yang diberikan kepada Lyana, dia kemudian mengepalkan tangannya dan segera memukul wajah Lyana.


 


Tetapi Lyana berhasil menghindarinya, justru Lyana membalikkan keadaan dengan menyerang Zeno. Zeno juga tidak kalah bertarung dari Lyana, dia justru dapat menghindari maupun menyerang balik Lyana.


 


 


Tetapi siapa juga yang ingin menyerah, semua orang juga ingin sekali mendapatkan kemenangan. Jadi cara terbaik selain menyerah adalah, menyelesaikannya dengan cepat.


 


Namun, Zeno yang menciptakan pusaran bola air ditiru oleh Lyana Ares. Di tangan kanannya, dia menciptakan sebuah pusaran bola angin yang berputar lebih cepat daripada Zeno.


 


“Duar” Benturan antara kedua bola pusaran, mengakibatkan keduanya terpental dengan cukup jauh.


 


Lyana yang mencari kesempatan itu langsung berdiri, ia hanya bisa tersenyum saat melihat Zeno yang terjatuh dengan berusaha untuk berdiri.


 


“Angin: kurungan tornado, tahap kedua.”


 

__ADS_1


Zeno diitari sebuah angin yang begitu cepat dan semakin tebal, membuatnya tidak bisa melangkahkan kakinya kemana-mana. Jadi perlahan, dia terkurung di tengah-tengah pusaran angin yang membentuk sebuah tornado.


 


Bukannya kebingungan, Zeno malah tersenyum lebar. Lebih tepatnya dia berpikiran untuk menggunakan aliran penjara, yang sangat berbahaya daripada teknik yang digunakan Lyana pada Zeno kali ini.


 


“Air: Aliran penjara.” Kata Zeno dengan begitu lirih.


 


Sementara itu, Lyana juga tersenyum lebar karena sudah melihat Zeno yang sudah tidak melakukan apa-apa. Dia merasa bahwa, ternyata kekuatan Zeno jauh lebih lemah teknik miliknya. Tetapi rasa bangga melawan Zeno tiba-tiba hilang seketika, Tanah yang diinjak Lyana mengeluarkan aliran yang cukup besar, membuat tubuh Lyana terbawa aliran tersebut keatas dan lama kelamaan dia tenggelam dalam aliran tersebut.


 


Lyana kini tidak bisa melakukan apa-apa lagi, berbeda dengan teknik milik Lyana yang hanya mengurung targetnya di dalam tornado, sehingga efeknya hanyalah pusing karena melihat angin yang terus berputar, milik Zeno justru lebih berbahaya, membuat targetnya terpenjara di dalam air yang membuatnya tidak bisa bernafas.


 


Zeno sukses membuat kakeknya terkejut beberapa kali, Fang Yoshi kembali memasang wajah suram setelah mengetahui teknik apa yang digunakan oleh Zeno. Teknik yang menurut Fang Yoshi sangat sulit dikuasai, justru sangat mudah digunakan oleh Zeno. Dia benar-benar ingin memarahi cucunya karena terlalu sembarangan menggunakan sebuah teknik berbahaya.


 


Tornado yang mengitari Zeno perlahan juga menghilang karena sang pengguna yang mengalami krisis. Zeno yang setelah keluar dari kurungan tornado cukup merasa pusing karena terlalu melihat angin yang berputar dengan kencang.


 


Zeno berhenti sejenak dan memejamkan matanya agar sepenuhnya sadar dan tidak mengalami pusing kembali.


 


“Bagaimana? Apa kau menyerah?” Kata Zeno sambil membuka matanya, melihat kondisi dimana Lyana sedang dalam keadaan di dalam air, pipinya menggembung menahan nafas  sambil menggerakkan seluruh badannya berharap dirinya bisa keluar.


 


“Sudah cukup, sepertinya kau sudah tidak bisa menahan nafas.” Kata Zeno dengan begitu santai.


 


Perlahan, Aliran air yang menjulang ke atas perlahan-lahan semakin turun dan menurunkan Lyana. Sebenarnya Zeno bisa saja menurunkan aliran air itu dengan begitu cepat, tetapi sayangnya ia kasihan melihat kondisi Lyana yang sudah kehabisan nafas, sehingga dirinya tidak tega membuat Lyana terjatuh dan membentur di atas tanah.


 


Kondisi Lyana Ares untungnya masih keadaan baik. Dia hanya terbatuk-batuk karena mungkin banyak air yang masuk kedalam mulut yang membuatnya tersedak, nafasnya terengah-engah dan hampir habis karena Zeno menenggelamkannya cukup lama.


 

__ADS_1


“Baiklah, aku menyerah.” Kata Lyana dengan memeras lengan bajunya yang sangat basah kuyup, walaupun seluruh bajunya juga sangat basah.


__ADS_2