
Tidak lama kemudian, Zeno kembali menaiki Kirin setelah dia berjalan di atas es yang begitu luas. Dia juga tidak tahu, bagaimana kondisi Seiryu yang membeku di tumpukan bawah es sana? yang pasti jika dibiarkan lama, Seiryu tidak akan bisa bertahan. Maka dari itu, dia kembali membuat hamparan es yang luas kembali menjadi lautan biasa.
Selang beberapa lama setelah seluruh es mencair dan kembali menjadi lautan, Seiryu muncul menuju permukaan dengan mengaum begitu keras ke arah langit seakan tidak terima dengan kekalahannya. Kemudian, Seiryu langsung melesat ke arah Zeno.
Mungkin siapa saja yang melihatnya, Seiryu seolah akan menyerang Zeno kembali. Bahkan, terlihat begitu jelas bahwa Kirin dan Uron bersedia untuk melindungi Zeno. Namun siapa yang menyangka, bahwa Seiryu membuat lautan menjadi sebuah pijakan dan seolah bertekuk lutut di hadapan Zeno.
“Seiryu memberi hormat kepada tuan baru. Teteskan darah Anda, maka aku akan bersediah sehidup dan semati dengan anda.” Kata Seiryu sambil memberi hormat kepada Zeno. “Namun, aku memiliki satu permintaan yang mungkin sangat sulit untuk Anda lakukan.”
Mendengar hal tersebut, Zeno mengerutkan dahinya. Sepertinya Seiryu bertekuk lutut namun dengan syarat. Hal itu cukup membuat Zeno benar-benar penasaran mengenai syarat tersebut. Apakah bertarung lagi? Yang pasti Zeno juga tidak tahu, dan pasti akan menuruti apapun syaratnya, selama tidak merugikan Zeno sendiri.
Penasaran, diapun bertanya, “Apa itu?”
“Aku tidak ingin satu tempat dengan dua roh naga milik Anda. Itu artinya, saat tuan tidak memanggil mereka, mereka tuan tidak boleh menariknya, dan tetap di luar tubuh tuan.” Seiryu memberi syarat.
Mendengar syarat yang diberikan oleh Seiryu, Zeno sedikit keberatan. Masalahnya, Zeno tidak bisa membiarkan Kirin dan Uron untuk tetap berada di luar dan tidak dia tarik. Memang, tidak masalah apabila seseorang membiarkan roh atau beastnya di luar tanpa ada masalah apapun, tapi yang menjadi masalah adalah, orang-orang disekitar akan menganggap bahwa membiarkan Beastnya di luar dan mengikuti tuannya adalah perilaku yang sombong dan akan dikecam oleh banyak orang.
__ADS_1
Tentunya Zeno tidak ingin mendapatkan masalah lagi karena hal tersebut. Maka dari itu, dengan berat hati, dia memilih meonolak syarat yang di katakanoleh Seiryu. “Aku men ....”
“Kami tidak keberatan, lagi pula kami bisa merubah tubuh menjadi manusia. Selain itu, kami juga bisa menjadi seperti sebuah pengawal pribadi tuan.” Kata Kirin memotong ucapan Zeno.
“Kenapa aku tidak berpikiran, bukankah Kirin dan Uron bisa merubah wujudnya menjadi manusia.” Batin Zeno sambil tersenyum dan memukul kepalanya sendiri.
“Tunggu sebentar, Kirin Uron. Bukankah kau mengatakan bahwa kau akan istirahat selama dua hari setelah melakukan perjalanan cepat ini? Lantas, bagaimana caramu berisitirahat jika tidak mau berbagi tempat dengan Seiryu?” Tanya Zeno, lagi-lagi dia terpikirkan sesuatu.
“Tidak masalah, beristirahat selama dua hari tidak hanya bisa di dalam tubuh tuan. Melainkan juga beristirahat pada manusia umumnya, yaitu tidur.” Uron menjelaskan.
Zeno menghela napas, “Baiklah.” Dia sedikit kurang setuju apabila Kirin dan Uron berada di luar tubuh Zeno. Tapi mau bagaimana lagi, Kirin dan Uron sudah bersedia apabila mereka tidak lagi berada di tubuh Zeno. Mungkin Kirin dan Uron bersedia melakukan hal tersebut adalah, dia tidak ingin Seiryu tidak jadi menjadi beast milik Zeno. Bagaimanapun, mereka berdua tahu persis, bahwa Zeno memang memiliki tugas yang tidak terlalu penting, yaitu mengumpulkan beast penjaga arah mata angin.
Kali ini Kiba di tarik lagi ke dalam tubuh Zeno, begitu juga dengan Skarlos. Kiba yang sudah masuk ke dalam tubuh Zeno, membuat Zeno bisa menggunakan kemampuan Kiba, yaitu terbang. Alhasil, Zeno melayang dan terbang ke arah Seiryu.
Zeno menggigit jempolnya, alhasil sebuah darah keluar dan dia teteskan ke arah Seiryu.
__ADS_1
Jika dipikir-pikir, sudah empat kali Zeno menggigit jempolnya hingga berdarah hanya untuk melakukan upacara kontrak. Bahkan, saat belum ia gigit hari, terdapat sebuah belang berwarna putih yang menandakan bahwa itu adalah bekas luka sebelumnya.
Perlahan, Seiryu dikelilingi oleh sebuah cahaya putih yang perlahan berkumpul menjadi satu titik dan masuk ke dalam tubuh Zeno. Hal itu menandakan, bahwa upacara kontrak benar-benar telah berhasil, dan Seiryu secara resmi menjadi elemental beast milik Zeno.
“Nama Seiryu hanyalah sebuah legenda turun temurun. Maka dari itu, aku, Fang Zeno memberikanmu sebuah nama, Azure. Azure Dragon.”
“Aku, Azure akan setia kepada tuan Zeno. Apapun yang terjadi, aku siap untuk mempertaruhkan nyawa demi tuan. Sesiapa saja yang mengganggu tuan, asalkan tuan memanggil, aku tidak akan melepaskan orang tersebut sampai berlutut di hadapan tuan.”
Seiryu, lebih tepatnya Azure tersenyum cerah setelah menjadi bawahan Zeno. Entah kenapa saat ini, ketika dia melihat Zeno, dia juga melihat sosok dewi Luna. Tidak salah, mengapa dewi Luna menyuruh Zeno untuk menjadi penggantinya. Dia juga sedikit menyesal, mengapa dirinya menjadi beast ketiga yang ditemukan oleh Zeno.
Azure, dia ditarik ke dalam tubuh Zeno. Selain itu, Zeno juga kembali menaiki Kirin karena dia akan lebih fokus kepada misi utamanya, yaitu mencari penawar untuk ibunya.
Kirin yang menjadi tunggangan Zeno, serta Uron yang menjadi tunggangan Turse, keduanya kembali melesat ke arah timur untuk pergi menuju benua 99 Cahaya. Mungkin jika dari tempat tersebut menuju benua 99 cahaya membutuhkan waktu lima hari, maka Kirin dan Uron bisa mempersingkatnya menjadi satu hari.
Tepat dalam perjalanan, Turse melamun. Dia menjadi bingung mengenai siapa Zeno sebenarnya? Bagaimana dia bisa memiliki tiga beast legendari? Dia benar-benar menjadi sakit kepala mengenai identitas Zeno yang sebenarnya, karena dia merasa, tidak mungkin orang biasa dihormati oleh tiga beast legendaris lainnya. Yang pasti, Turse cukup yakin, bahwa Zeno merupakan sosok yang begitu istimewa.
__ADS_1
Bahkan, Turse sempat berpikiran, bagaimana mungkin Zeno bisa mengalahkan seseorang yang menjadi musuhnya kala itu dengan begitu mudah? Padahal, dirinya membutuhkan waktu berjam-jam bertarung dengan Elderic, itupun masih dibantu oleh jenderal Zhuo ataupun Arina Ares.
Dia merasa, berdiri di samping Zeno dan menjadi bawahannya adalah sesuatu yang salah, bahkan bisa jadi sesuatu yang benar. Turse merasa itu salah karena, dia berpikir bahwa dirinya tidak pantas bersanding dengan orang yang sangat hebat yang pernah dia temui,. Di sisi lain, dia merasa bahwa mengikuti Zeno adalah hal yang benar, karena dia bisa menjadi lebih kuat karena mengikuti jejak pengalaman Zeno