
Kaisar Danze membaca surat begitu keras di hadapan Koa yang tengah bersujud setelah Danze sendiri membacanya di dalam hati. Danze sendiri memiliki maksud tersendiri saat membacanya dengan keras, dia melakukan itu agar si pengantar surat atau Koa mengerti mengenai kalimat terakhir dari isi surat.
Mendengar hal tersebut, napas Koa terengah-engah atau tidak teratur, dia menjadi berkeringat dingin setelah kaisar Danze membacakan isi surat yang ia berikan. Dia tidak menyangka, bahwa dirinya benar-benar dijebak oleh tuannya yaitu kaisar Yin.
“Kau dengar sendiri? Menyerahlah tanpa syarat untuk dijadikan persembahan patung iblis. Dengan begitu, aku bisa menyetujui permintaan kaisarmu.” Kaisar Danze berkata dengan santai, namun wajahnya nampak masih sangat mengerikan apabila dipandang terus menerus.
Koa mengangkat kepalanya sambil membantah apa yang dikatakan oleh kaisar Danze, “Tidak kaisar, Anda pasti berbohong, Anda pasti berbicara seperti itu tidak seperti apa yang tertulis di atas surat. Anda berkata seperti itu pasti hanya untuk menakut-nakutiku kan yang mulia?” Koa tersenyum kecut, wajahnya dipenuhi oleh keringat yang berjatuhan di atas lantai.
Danze menggelengkan kepalanya, dia melemparkan gulungan surat dan terbuka di depan Koa. Danze juga berdiri secara mondar-mandir menunggu apa yang dilakukan oleh Koa. Pasalnya, nyawa Koa kini tengah berada di tangannya. Menyerah atau tidak, yang pasti Koa akan mati dan menjadi persembahan patung iblis.
Koa tidak percaya dengan isi surat tersebut, bahkan dia membacanya secara berulang kali dan berharap apa yang ia baca adalah sebuah kesalahan besar. Dia juga mencoba untuk mengucek matanya terus menerus dan berharap apa yang ia lihat adalah sebuah halusinasi. Sekuat apapun dia berusaha, tulisan tersebut masih tetap seperti apa yang dikatakan oleh kaisar Danze. Mungkin ada beberapa tulisan yang tidak dikatakan kaisar Danze secara jelas, namun tulisan mengenai dirinya dijadikan persembahan atau sebuah tumbal terlihat nyata.
“Tidak mungkin.” Koa berkata dengan gugup, dia tidak menyangka bahwa tuannya melakukan tindakan keji seperti ini. Padahal, dirinya tidak pernah berbuat kesalahan kepada kaisar Yin sedikitpun, namun siapa yang menyangka bahwa dirinya seperti barang dagangan hanya untuk membantu negara Api.
Koa langsung berdiri dan kabur saat Danze membelakanginya. Apa yang paling penting sekarang adalah nyawanya. Tidak peduli apakah kaisar api ataupun negara Mare Ennbarrum yang terkenal akan kekuatannya akan mengincarnya. Dunia luas, dia bisa bersembunyi di mana saja dan kapan saja.
Tapi jika berhadapan dengan kaisar Danze, kabur merupakan tindakan bodoh. Bahkan saat kaisar Danze membelakangi Koa, dia sangat tahu persis bahwa Koa kabur karena tidak ingin menjadi sebuah tumbal.
Tepat pada pintu keluar, Koa seperti tidak bergerak, rasanya di kakinya seperti ada yang menahannya. Penasaran, dia pun menoleh ke belakang dengan hati yang tidak karuan, napasnya terengah-engah dengan keringat yang terus menetes. “A-apa?” Koa sulit untuk berbicara setelah melihat kakinya diikat oleh partikel gelap seperti sebuah bayangan yang membuatnya tidak bisa untuk bergerak.
__ADS_1
“Kau mau ke mana? Kaisar Danze tidak ingin kau pergi.”
Koa menoleh ke depan, tepat asal suara tersebut. Dia melihat sosok dengan aura kegelapan yang sangat mengerikan, bahkan Koa hampir lumpuh dibuatnya.
“Elderic, aku tidak ingin menunggu lama. Cepat selesaikan.” Danze tetap membelakangi Koa dan Elderic yang kini tengah saling berhadapan.
Elderic mengangguk, diselingi dengan perkataan, “Baik tuanku.”
“Tidak, maafkan aku, aku rela menjadi budak yang tidak dibayar, asalkan bisa hidup lebih lama lagi.” Koa memohon.
Elderic tidak banyak biara, dia langsung menarik pedangnya dan menusuk jantung Koa secara langsung. Koa seketika terjatuh tanpa mengeluarkan sepatah kata-kata lagi. Dia mungkin sudah mati secara langsung karena pedang Elderic mengandung racun yang merupakan elemen miliknya.
“Tuanku, apakah Anda menuruti kemauan kaisar negara Api?” Tanya Elderic yang kini masih berlutut.
“Tentu saja, karena ada beberapa pesan yang ditulis kaisar negara Api, bahwa Fire Sword berada di salah satu negara di benua lima negara. Tentunya aku membutuhkan pedang tersebut yang mana digunakan untuk iblis yang bangkit setelah menyerap belasan jasad lagi.” Kaisar Danze menjelaskan dengan tersenyum mengerikan di wajahnya.
“Elderic, segera bawa jasad pengantar pesan ini agar diserap oleh patung iblis. Aku benar-benar tidak sabar dengan patung iblis yang bangkit dengan wujud aslinya, iblis Yashimura. Yaah walaupun harus membutuhkan belasan jasad lagi dari benua luar.”
“Aku mengerti tuanku yang mulia kaisar.” Elderic berdiri dan membawa jasad Koa untuk menuju sebuah ruangan rahasia, mungkin hanya kaisar dan para bawahannya yang tahu ruangan tersebut
__ADS_1
(Flashback off)
>>//<<
“Bukankah menyenangkan terbang di atas awan?” Zeno bertanya kepada Turse yang melangkahkan kakinya keluar dari kamar Zeno.
Sebelumnya, mereka berdua masuk lewat jendela kamar Zeno sama seperti mereka beranjak pergi. Dan tepat berada di dalam kamar Zeno, Turse merasakan sensasi yang luar biasa saat Atsuba masuk ke dalam tubuhnya. Bahkan dia merasa bahwa Atsuba merupakan bagian dari jiwa Turse.
“Menyenangkan, yang terpenting kecepatan dan ketinggian berada dalam keadaan normal.” Turse sedikit bisa merasakan sensasi enaknya terbang, mungkin beberapa bulan lagi, Turse pastinya tidak akan repot-repot mengeluarkan Atsuba untuk terbang bebas.
“Jangan katakan kepada Nora apabila kau baru saja berburu elemental beast denganku, apalagi kepada Selena. Jika Nora tahu, mungkin masih bisa dimaklumi, tapi jika Selena tahu, maka aku akan menyalahkanmu. Karena dia pasti iri, karena sampai kapanpun dia tidak akan bisa memiliki elemental beast.” Zeno menunduk dengan sedih, merasakan bahwa Selena pasti sakit hati apabila seluruh teman-temannya memiliki elemental beast, sedangkan dirinya tidak akan bisa mempunyainya.
Turse mengangguk, hingga akhirnya pergi dari hadapan Zeno. Menurutnya ini merupakan malam yang menyenangkan, karena selain mengontrak sebuah beast, dirinya juga bisa bersama dengan Zeno. Apalagi saat dirinya menunggangi Kiba yang di belakangnya merupakan tuannya, yaitu Zeno.
Zeno merebahkan dirinya, hari ini merupakan hari yang melelahkan baginya. Mempelajari teknik earthquake benar-benar sangat melelahkan. Namun, ketika mendapatkan hasil akhirnya, dia merasa sedikit berbahagia.
Selain earthquake, Zeno mungkin sudah bisa menguasai teknik elemen tanah lainnya, karena mekanis elemen tersebut tidak jauh berbeda dengan elemen es. Karena, jika dia bisa memunculkan ice Wall, tentunya dia juga bisa memunculkan tembok tanah. Jika Zeno bisa menjebak musuh menggunakan bongkahan es, maka Zeno juga bisa membunuh musuh menggunakan bongkahan tanah.
Mungkin apa yang membuatnya penasaran mengenai elemen cabang yaitu elemen lumpur dan elemen kayu, yang mana keduanya dihasilkan oleh dua elemen yang digabungkan yaitu elemen tanah dan juga elemen air.
__ADS_1