
"Duarrr!!"
Kubah yang mengurung Zeno dan juga dua orang yang lainnya, tiba-tiba semakin melebar dan pada akhirnya meledak. Memang, Zeno tidak terkena dampaknya, pasalnya, saat kubah tersebut hilang, dia melihat bahwa seluruh Assassin terlempar begitu jauh. Mungkin, itu karena dampak ledakan tersebut.
Tapi siapa? Siapa yang melakukan hal tersebut? Zeno tidak mengetahuinya, pasalnya tiba-tiba cahaya itu muncul seakan melindungi dirinya dari serangan salah satu Assassin. Hanya satu kemungkinan, mungkin itu adalah perbuatan Hole, karena hanya Hole lah yang merupakan elementalis cahaya di dekatnya.
"Zen, Turse, kalian tidak apa-apa?" Kata Hole dengan lirih. Memang, dia lah yang mengeluarkan ledakan kubah cahaya barusan untuk melindungi Zeno dan Turse.
"Tidak apa-apa. Segera bunuh mereka! Dengan begini, tidak ada pihak lain yang akan berebut!" Tegas Zeno sambil melesat ke arah salah satu Assassin. Selain itu, dia juga memegang erat pedangnya yang dilapisi sebuah kilatan petir.
Hole dan mengangguk, dia juga berlari ke arah Assassin lainnya yang tergeletak sambil menahan rasa sakit. Sedangkan Turse, dia menarik tiga anak panah yang akan dia tembakkan ke assassin lainnya.
Siapa yang menyangka, assassin yang ada di hadapan Zeno langsung berdiri dan juga langsung menebaskan pedangnya untuk menahan serangan sekaligus menyerang Zeno.
Sebuah cahaya keluar berbentuk bulan sabit dengan begitu cepat mengarah ke arah Zeno. Untungnya, Zeno berhenti sejenak dan mengeluarkan sebuah elemen tanah untuk menjadikan sebuah pelindung.
Sayangnya, pelindung tanah tersebut hancur karena energi cahaya yang berbentuk bulan sabit. Hal itu membuat sang assassin tertawa lebar karena yakin bahwa Zeno tidak bisa menghindari serangannya walaupun menjadikan tanah sebagai pelindung.
"Di belakangmu." Sahut Zeno dengan lirih.
Dengan sigap, perampok berpenampilan assassin segera berbalik badan dan memposisikan pedangnya seperti hendak menusuk Zeno.
Untungnya, Zeno berhasil menahan tusukan pedang itu menggunakan kedua tangannya yang dilapisi tanah beku. Sehingga, tangan Zeno yang menahan pedang itu bukan menjadi sebuah masalah seperti terluka parah.
"Tunggu, mana pedangmu?" Assassin tersebut mengerutkan dahinya, dia merasa ada yang aneh dari Zeno. Pasalnya, Zeno saat ini tidak membawa pedang sama sekali, bahkan di punggungnya juga tidak ada. Hal itulah yang membuat perampok itu menaruh curiga yang besar.
__ADS_1
"Menurutmu?" Zeno tersenyum lebar, dia sedikit melirik dari belakang perampok tersebut terdapat dirinya yang hendak menusuk sang perampok.
Slaabbb
Sang perampok memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Sebuah pedang berwarna biru menembus perutnya.
Perampok tersebut terkejut sambil menundukkan kepalanya, melihat ujung pedang yang keluar dari perutnya. Dia tidak menyangka, bahwa dia bisa dikecoh dengan begitu mudah.
Bagaimana tidak, sebenarnya setelah Zeno membuat pelindung tanah untuk menahan energi cahaya tersebut. Zeno menciptakan satu kloningan lagi yang menyerang perampok dari belakang, sekaligus tanpa membawa pedang.
Sedangkan Zeno yang asli, dia juga melesat pergi dan membiarkan sang perampok untuk menghadapi kloningan Zeno.
Zeno memutar pedangnya, sehingga luka yang tusukan tersebut menjadi sangat parah. Hal itu membuat tubuh perampok perlahan ambruk ke tanah karena beberapa organ dalamnya rusak begitu parah.
"Selesai, saatnya membantu Turse dan Hole yang melawan perampok lainnya."
Turse memang sedikit kesulitan di saat menembakkan beberapa anak panahnya. Bagaimana tidak, kecepatan para Assassin yang ada di hadapannya begitu cepat saat akan terkena sebuah anak panah.
Tapi Turse tidak mau kalah, setiap para Assassin tersebut mendekat untuk menyerang dirinya, dia selalu menjaga jarak. Bagaimanapun juga, pemanah sangat dirugikan saat bertarung dari jarak dekat.
Walaupun begitu, bagi Turse, sebenarnya bertarung dari jarak dekat bukan masalah baginya. Dia bisa saja menjadikan busur panah menjadi senjata jarak dekat, seperti tali busur yang bisa memotong tangan dengan mudah, selain itu, dia juga bisa menggunakan anak panah sebagai senjata dari jarak dekat. Tapi, bertarung jarak jauh lebih menyenangkan bagi Turse.
"Tembakan cahaya!" Salah seorang Assassin mengeluarkan energi cahaya yang begitu besar mengarah ke arah Turse, karena orang tersebut benar-benar geram karena Turse yang bertindak sebagai pengecut yang selalu mundur untuk menjaga jarak.
Untungnya, tepat di hadapan Turse, muncul sebuah bongkahan es yang memanjang tinggi berbentuk balok dengan mengkilap seperti sebuah cermin.
__ADS_1
Tentu saja siapa yang tidak tahu hal tersebut, akan menganggap Zeno bodoh, karena es lebih rapuh yang mana dapat dihancurkan oleh energi cahaya.
Jangankan es, tanah yang lebih kuat dari es pun bisa hancur karena energi cahaya yang dihasilkan.
Tapi siapa sangka, saat cahaya tersebut menabrak bongkahan es yang diciptakan Zeno, bukannya hancur, melainkan cahaya tersebut memantul dan kembali menyerang seseorang yang ada di hadapannya yang bukan lain sang penembak tersebut.
"Aku baru ingat, jika cahaya dijuluki sebagai elemen terkuat, tapi elemen cahaya juga bisa memantul dari cermin dan menyerang pengguna itu sendiri. Itu terjadi karena sifat alami antara cahaya dan juga pantulannya." Zeno menjelaskan sambil tersenyum licik.
"Berbeda dengan api, jika itu api, maka es ku akan meleleh. Karena sifat api yang bisa memancarkan panas dari jauh, selain itu sifat api juga tidak bisa terpantulkan. Ataupun elemen petir, maka es tadi akan hancur, karena sifat es yang dapat memberikan sebuah kerusakan yang begitu cepat. Sedangkan cahaya, cahaya memang cepat, tapi sudah hukum alam bahwa sekuat apapun cahaya, jika dilawan dengan cermin, maka akan kalah juga."
"Hal itulah yang membuatku heran, mengapa cahaya dijuluki sebagai elemen terkuat di dunia ini?" Zeno menggeleng-gelengkan kepala dan menghampiri dengan perlahan beberapa perampok lainnya yang masih bertahan.
Perampok tersebut segera pergi karena tahu pemimpin mereka telah terbunuh, selain itu, dia juga tidak ingin merelakan nyawanya hanya karena merampok orang yang jauh lebih kuat darinya.
Namun, sebelum beberapa perampok itu pergi, salah satu dari mereka berteriak, "Karena tidak ada, bahkan jarang seseorang yang bisa menciptakan sebuah pantulan seperti air ataupun es yang sangat mirip dengan cermin. Tapi siapa yang menyangka, bahwa hari ini aku menemukan orang yang bisa membuat tersebut."
Zeno tidak peduli, dia memalingkan wajahnya dan melihat Hole sedang menyudutkan salah satu Assassin yang sudah tidak bisa bergerak lagi. Mungkin karena salah satu kaki Assassin tersebut hancur karena terkena serangan ledakan cahaya milik Hole.
Dia pun segera menghampiri Hole.
…..
"Ledakan kubah cahaya, bukankah itu merupakan salah satu teknik milik keluarga Forjen di …." Kata assassin tersebut tidak melanjutkan ucapannya, bagaimana tidak, Hole sudah menusuk mulut itu menggunakan pedangnya.
Selain itu, jari telunjuk Hole yang tidak memegang pedang, dia taruh di bibir sambil berkata, "Shuuut, sebaiknya kau tidak .."
__ADS_1
"Hole ada apa? Kenapa kau tidak segera membunuhnya?" Tanya Zeno yang baru saja menghampiri Hole.
Hole terkejut, dan tidak melanjutkan ucapannya karena kedatangan Zeno secara tiba-tiba.