Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Ancaman


__ADS_3

Zeno segera tidak menghiraukan tiga orang yang ada di hadapannya dengan sekejap. Apa yang lebih penting sekarang adalah, dia harus menghabisi seseorang yang menyerang Turse, walaupun terlihat Turse sendiri tidak memerlukan bantuan. Setidaknya, jika Zeno membantu maka urusan juga akan cepat selesai.


Melihat Zeno yang hendak bergerak, Turse langsung menarik satu anak panah ke arah dua musuh yang ada di hadapannya. Namun siapa yang menyangka, satu anak panah itu berubah menjadi ratusan anak panah yang siap menyerang mereka berdua. Hal itu membuat Zeno menghentikan langkahnya karena tidak ingin terkena ratusan anak panah milik Turse.


Dua orang itu menggertakkan giginya di saat terdapat ratusan anak panah yang akan menyerang dirinya. Sehingga, mereka memutuskan bergerak secepat kilat untuk  menghindari ratusan anak panah tersebut. Sayangnya, sebuah akar melilit mereka sehingga mereka tidak bisa bergerak, hal itu cukup membuat mereka terkejut, pasalnya, mengapa akar-akar itu bisa muncul.


Seketika tubuh mereka tertusuk ratusan anak panah sebelum mereka berpikir lebih jauh dari mana akar kayu itu berasal. Tentu saja, Turse yang melihatnya dari kejauhan juga kebingungan mengenai hal tersebut. “Dari mana akar itu berasal, kenapa bisa muncul?” Turse membatin sambil menghilangkan busur panahnya kembali karena sudah dirasa cukup untuk bertarung.


“Elemen kayu? Ternyata, Begini rasanya.” Zeno menghela napas sambil tersenyum lebar, dia juga mengulurkan tangannya yang mana jarinya membentuk sesuatu yang tampak begitu asing.


Zeno kemudian menurunkan tangannya, yang mana akar yang menjerat dua orang yang tertusuk ratusan anak panah kini kembali masuk ke dalam tanah. Begitu cukup mengesankan, bahkan Zeno sendiri merasakan hal yang sangat luar biasa saat dia berhasil mencoba menggabungkan elemen tanah dengan elemen air. Serta dia juga sedikit berbangga atas pencapaiannya, walaupun sebenarnya dia merasa mengeluarkan dan mengendalikan elemen kayu cukup mudah, bahkan tidak lebih sama dengan elemen tanah ataupun es.


Turse yang menyadari bahwa Zeno baru saja mengeluarkan elemen kayu sedikit terkejut, bagaimana tidak? Tentu saja dia jarang sekali melihat seseorang dengan pengendalian kayunya, bahkan bisa dibilang elemen kayu merupakan elemen langka. Beberapa orang yang memiliki elemen air dan tanah juga belum tentu bisa menciptakan elemen kayu. Karena bisa dibilang, hukum elemen tersebut nampak tidak terlalu masuk akal.


“Turse, apa kau mempunyai racun yang mana kau juga mempunyai penawarnya sendiri?” Zeno mengangkat alisnya sambil memandang tiga orang yang berada dalam cengkeraman tanah dan tidak terluka sedikitpun. Hal itu membuat Zeno memikirkan seuatu yang begitu menarik, dan sangat licik.

__ADS_1


Turse mengerti maksud Zeno, dia mengeluarkan sebuah anak panah yang muncul di tangannya, selain itu, ujung anak panah tersebut juga seakan meneteskan sesuatu. Dia berjalan dengan perlahan, namun begitu menakutkan ke arah tiga orang yang masih tidak kenapa-kenapa, bahkan, tatapan tiga orang itu terlihat begitu ketakutan saat melihat sebuah anak panah yang berwarna putih dengan asap yang dihasilkan oleh es dingin.


“Kau tahu mengapa aku diperintahkan begini?” Tanya Turse dengan begitu dingin, bahkan dia seakan memiliki sebuah aura yang sangat mengerikan yang membuat ketiga orang itu memucat. Selain itu, mereka bertiga menganggap bahwa Turse bukanlah seorang wanita, melainkan seorang pria kejam yang menyamar menjadi wanita.


Turse semakin melotot saat tidak ada jawaban yang terdengar, mereka yang melihat itu langsung mengeluarkan suaranya dengan begitu gugup, “Ti-tidak.” Singkat, bahkan keringat dingin langsung bercucuran saat salah satu dari mereka angkat suara.


“Kalian akan mendengarkannya sendiri dari tuanku.” Turse sedikit mengangkat ujung bibirnya, serta tatapan matanya yang melotot kini menjadi begitu sipit seolah senang dengan apa yang akan terjadi.


Ketiga orang itu menggelengkan kepala, namun kesulitan untuk mengeluarkan suara. Mereka juga begitu berat saat ingin bergerak untuk melawan, pasalnya hampir separuh dari tubuh mereka terlapisi oleh sebuah gundukan tanah seolah mereka menjadi patung hidup dengan raut wajah yang ketakutan


“Apa kalian ingin bekerja sama denganku?” Zeno menciptakan sebuah kristal es yang muncul di tangannya, wajahnya terlihat sangat datar saat dia menyentuhkan ujung kristal itu di pelipis salah satu dari mereka. Tentu saja, jika Zeno mendorongnya, maka kristal tersebut akan menembus tengkorak dan menghancurkan otak orang itu.


Dengan terpaksa, mereka bertiga mengangguk, dari pada harus mati di tempat ini. Lagipula, jika mereka berhasil hidup, maka tentu saja mengingkari kerja sama dengan Zeno adalah hal yang sangat mudah. Itulah hal yang dipikirkan oleh mereka dalam sifat liciknya.


Zeno sudah tahu jika itu akan terjadi, setidaknya dia sudah mempersiapkan sebuah rencana yang akan mengantisipasi bahwa mereka akan mengingkari kerja sama yang sangat menguntungkan bagi Zeno. Dengan berhati-hati, Zeno berbicara, “Aku ingin kalian kembali kepada tuan sepuluh, katakan kepada dia bahwa kami sudah mati.”

__ADS_1


Mereka mengangguk tanpa ragu lagi, pikiran mereka hanya memikirkan bebas dan hidup saja, dan secara gampangnya dia akan kabur dari Zeno. Mereka sama sekali tidak tahu, apa yang akan Zeno rencanakan.


“Turse lakukan.” Perintah Zeno sambil berbalik badan membelakangi mereka.


Dengan senang hati, Turse menancapkan sebuah anak panah di salah satu dada mereka, tapi Turse begitu hati-hati sehingga anak panahnya tidak mengenai organ dalam. Orang itu berteriak kesakitan, dengan darah yang keluar di sela-sela anak panah yang menancap di dadanya.


Dengan begitu kejam, Turse menariknya kembali, darah menjadi bercucuran membasahi pakaian orang tersebut. Terlihat sedikit kejam, tapi begitu  menarik di hadapan Zeno.


Turse melakukan kembali, tapi dengan orang yang berbeda serta tempat tusukan yang berbeda pula. Lebih tepatnya, orang yang satu ini hanya di tusuk bagian lengannya, namun tidak terlalu dalam seperti yang awal tadi, sehingga teriakan yang dihasilkan orang tersebut juga tidak terlalu keras. Kemudian orang terakhir, Turse hanya menggoresnya hingga mengakibatkan sebuah luka kecil di lengannya pula.


“Kalian tahu, apa yang aku lakukan?” Tanya Turse dengan suara yang begitu berat.


Mereka belum menjawab, tapi Turse sudah menjelaskannya, “Aku menaruh racun di dalam diri kalian, yang mana dalam tiga hari, darah kalian akan menjadi busuk dan kalian sendiri akan mati. Dan aku yang hanya memiliki penangkalnya.” Kata Turse sambil memunculkan bola es kecil berwarna biru yang memiliki kilauan cahaya.


“Jika kalian ingin terbebas dari racun tersebut, kalian harus kembali dalam tiga hari dan membuktikan bahwa kalian sudah melaksanakan tugas dari tuan Zeno.” Turse melanjutkan ucapannya, sambil berbalik badan seperti apa yang dilakukan oleh Zeno.

__ADS_1


__ADS_2