Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Masalah serius


__ADS_3

Zeno saat ini tengah berada di gerbang kekaisaran Southern empire yang terlihat begitu begah, tembok terbuat dari es seakan seperti negeri dongeng yang beredar di masyarakat. Zeno menatap lama di belakang sebuah gerbang, “air mancur?” batinnya, dia merasa ada yang aneh dengan air mancur tersebut. Pasalnya, seharusnya air mancur tersebut sudah membeku di tengah-tengah dinginnya benua Artik.


Sebelumnya, Zeno menuju ke kekaisaran dengan ayahnya menggunakan sebuah kuda. Perasaan canggung antara ayah dan anak membuat mereka tidak mengeluarkan sepatah apapun. Tidak aneh, pasalnya mereka baru saja bertemu bagaikan orang asing yang tidak terlalu akrab satu sama lain.


Sesekali, Zeno ingin mencoba bertanya sesuatu kepada ayahnya, tetapi masih terdapat rasa malu dan tidak enak diri yang melekat pada hatinya. Begitu juga dengan jenderal Zhuo, dirinya juga diam membisu namun ingin melontarkan satu kata. Sama seperti Zeno, perasaan malu dan juga tidak enak diri membuat mulutnya seolah terkunci. Apalagi setelah dirinya menuduh Zeno yang tidak-tidak.


Tetapi dia benar-benar turut bangga, anaknya telah melampaui dirinya dari segi kekuatan. Senyum di wajahnya juga terukir jelas menandakan bahwa juga ada kebahagiaan yang sulit untuk dipercaya. Rasa untuk ingin pulang, menemui istri tercinta dan anak-anak lainnya yang sudah tumbuh besar muncul di dalam hatinya. Dia tidak bisa membayangkan, bagaimana jika keluarganya berkumpul kembali dengan membawa sebuah canda tawa yang benar-benar dia rindukan.


Kembali kepada Zeno yang mulutnya terbuka lebar, membayangkan betapa dinginnya kekaisaran ini apabila sepenuhnya terbuat dari es. Kemegahan kekaisaran yang dia lihat, jauh berbeda dari kekaisaran benua lima negara tempat dia tinggal.


“Kami memberi hormat kepada jenderal.”


Beberapa penjaga menyambut kedatangan jenderal, serta Turse yang seharusnya berada di kerajaan Alvalos, karena jati dirinya sebenarnya merupakan tangan kanan kerajaan, kini juga menyambut kedatangan Zeno. Terlintas terdapat senyum cerah ceria yang ditunjukkan kepada Zeno, hal itu membuat Zeno membalasnya, namun sebentar dan tidak terlalu lama, karena dia masih menjadi manusia normal.


Turse, entah kenapa dia menjadi pemuda yang sangat menarik bagi Zeno, tarikan panahnya yang elok membuat Zeno menjadi rindu untuk bertanding ulang, bahkan tanpa elemen sekalipun. sosok Turse membuat Zeno menjadi ingin tahu mengenai sebuah panahan. Ya, dia benar-benar ingin belajar memanah. Apalagi senjata panahan memang cocok dengan es, terkadang elemen api juga cocok, tetapi Zeno tidak memilikinya.


“Ingin masuk? Nenekmu sepertinya telah menunggumu di dalam sana.” Bisik Zhuo.

__ADS_1


Zeno mengangguk dan menuruti apa yang dikatakan ayahnya. Masuk ke dalam istana kekaisaran, yang pasti mungkin dirinya tidak bisa menahan dingin, ia tidak bisa membayangkan, bagaimana suhunya pada malam hari. Setidaknya sebelum tidur dia akan menggunakan baju yang lebih tebal lagi.


Benar-benar berbeda seperti yang ia bayangkan, justru suhu di dalam istana menjadi hangat seperti kekaisaran pada umumnya. Zeno dan Zhuo kemudian bergegas menuju ruang pertemuan, yang mana Zhuo sendiri telah merasa ditunggu oleh sang ibu di sana.


“Akhirnya kalian datang juga, duduklah! Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting.” Ucap kaisar Aurrora yang duduk di atas sebuah singgasana es.


Zeno dan Zhuo pun akhirnya duduk di sebuah kursi yang telah disediakan. Sama, kursi yang terbuat dari es beku mengkilau yang entah seberapa dingin hal tersebut. Tetapi saat Zeno mencoba duduk, kursi tersebut juga tidak terlalu dingin.


Saat ini, tidak hanya Zeno ataupun Zhuo yang berkumpul, bahkan orang-orang terpenting seperti petinggi kekaisaran, bahkan Turse yang seharusnya tidak berada di sini juga ikut melakukan sebuah perkumpulan. Sebelumnya, saat Turse menyambut Zeno, dia juga ikut menuju ruang pertemuan.


“Saat ini kalian sudah tau bukan, kita kedatangan orang baru. Perkenalkan, dia adalah Fang Zeno, putra Fang Zhuo. Ini merupakan sebuah hal yang bagus saat dia ada di sini.” Kaisar memulai percakapan.


“Itulah yang ku maksud. Kalian tau sendiri kan, kita tidak boleh melakukan sebuah tuduhan tanpa bukti apa pun. Terutama kau Turse, kau merupakan tangan kanan di salah satu kerajaan di emperor ini, jadi kuharap kau juga bisa menasihati terlebih dahulu apa yang akan dilakukan oleh rajamu.”


“Aku mengerti yang mulia.” Turse mengangguk.


“Baiklah, aku akan membahas salah satu masalah yang terjadi. Yaitu konflik wilayah dengan emperor sebelah atau Northern empire. Mereka terus melakukan penyerangan karena kita telah dituduh membunuh salah satu raja meraka. Padahal jika dilihat dari bukti yang spesifik, tidak ada raja kita yang membunuh raja mereka.” Ungkap kaisar Aurrora.

__ADS_1


“Masalahnya, ini juga ada sangkut pautnya dengan masalah pemberontakan, lebih tepatnya wilayah barat laut yang dipenuhi para pemberontak. Hal itu membuat Northern empire mendukung wilayah tersebut, bahkan mereka juga mendukung aksi kebebasan. Atau jika tidak salah, Northern empire juga memenuhi kebutuhan persenjataan dan kemampuan bakat elemen untuk melakukan aksi memberontak. Jika tidak diselesaikan, maka emperor kita akan hancur dan dikuasai emperor sebelah.” Salah satu petinggi kekaisaran menambahkan.


“Ini sangat merepotkan, kenapa masalah berat ini muncul di hari tuaku.” Kaisar Aurrora memejamkan matanya sejenak sambil menyangga kepalanya menggunakan tangan.


“Jika dipikir-pikir ibu, kejadian ini dimulai semenjak lima bulan yang lalu, yang mana Akram telah pergi dari kekaisaran kita. Hal itu mungkin membuat wilayah Northern berani dengan kita karena tidak ada sosok terkuat di atasku yaitu Akram.” Jenderal Zhuo menambahkan.


“Kau benar sekali, selepas Akram pergi. Wilayah menjadi semakin kacau, kekaisaran sebelah juga semakin berani. Andaikan saja dia tidak pergi saat itu.”


Zeno terkejut setelah tahu bahwa kekaisaran ini ternyata menghormati Akram, dia tidak tahu lagi apa yang dipikirkan neneknya mengenai Akram. Teringat, orang itu memang mengerikan, bahkan Zeno pernah dibuat mati dengannya. Tetapi dengan mudah, neneknya justru menganggap Akram sebagai orang kekaisaran, bahkan teman.


Zeno kembali mengangkat kepala dan mengerutkan dahinya. Tidak ada yang beres, itulah mungkin yang dibatin oleh Zeno. Mengingat sebelumnya bahwa Akram mengincar Ice Sword, sedangkan Ice Sword berasal dari benua Artik, hal itu menunjukkan bahwa keadaan benar-benar sangat tidak beras.


Jika dipikir-pikir, Zeno mengerti mengapa semua permasalahan itu terjadi. Apa yang dia pikirkan memang ada sangkut pautnya dengan Akram yang mencari Ice Sword. Dirinya benar-benar tidak menyangka, bahwa Akram memang selicik itu.


“Mohon maaf, apabila aku benar-benar mengganggu apa yang kalian bahas. Bicara mengenai sosok Akram yang sepertinya kalian hormati, dia telah mati di tanganku. Sebenarnya, daripada membahas Akram, aku lebih tertarik apabila membahas siapa itu sebenarnya Rungdaf.”


 

__ADS_1


 


__ADS_2