Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Hitung-hitung sebuah latihan bagimu


__ADS_3

“Kaisar sialan!” Elementalist kegelapan yang masih berdiri kemudian melemparkan pukulan yang dilapisi kegelapan ke arah Zeno.


Tampaknya, orang tersebut juga tidak ingin menjawab apa yang Zeno tanyakan, sehingga membuat Zeno ingin memaksa mereka untuk membuka mulut. Tidak hanya itu saja, jika berkenan Zeno juga ingin menanyakan apa tujuan mereka. Walaupun, Zeno sudah sedikit tahu bahwa mereka anak buah Danze, yang pastinya Danze sendiri juga ingin berperang dengan Zeno untuk merebut posisi kaisar terkuat di dunia.


Namun, tidak secepat itu, Zeno tahu persis bahwa luka yang diterima Danze tidak cukup untuk sembuh selama satu bulan lebih setelah kejadian itu terjadi. Yang mana, luka Danze cukup fatal dengan organ dalamnya yang kemungkinan juga tertusuk parah oleh es yang dikeluarkan oleh Zeno.


Akan tetapi siapa sangka, Danze yang mungkin belum sanggup untuk bergerak sekalipun masih kuat untuk memberikan sebuah titah untuk memata-matai Gleces empire yang Zeno pimpin.


Kembali lagi dengan Zeno yang juga membalas pukulan tersebut dengan pukulan pula, namun dia melapisinya menggunakan sebuah elemen cahaya yang begitu terang yang membuat tempat tersebut benderang.


Sudah jelas, hukum elemen alam sudah tertulis bahwa elemen cahaya lebih unggul dibandingkan dengan elemen kegelapan. Karena jika cahaya ada, maka kegelapan pun sirna. Sehingga, itulah yang terjadi pada elementalist kegelapan itu. Tidak hanya itu saja, dia juga terlempar dengan tangannya yang hampir hancur akibat tidak kuasa untuk menahan pukulan yang mengerikan.


“Aku ingin tanya sekali lagi kepada kalian semua. Bagaimana bisa kalian menuju kesini dengan begitu cepat?” Zeno melangkahkan kakinya ke arah mereka berdua dengan tatapan yang begitu mengerikan pula. Selain itu, tampak kakinya yang juga bercahaya yang membuat dua assassin itu tampak ketakutan karena takut apabila Zeno menendangnya menggunakan kecepatan cahaya.


“Kaisar Danze pikir Anda menjadi sudah beberapa hari yang lalu, sehingga dia mengirim kami ....”


“Diam!” Kata Assassin yang satunya sambil menahan mulutnya, sehingga orang itu tadi tidak melanjutkan ucapannya. “Bunuhlah kami jika kau mau.” Orang yang menghentikan ucapan temannya tersenyum tipis seolah meledek kaisar Zeno. Selain itu, dia juga berdiri dan langsung menarik pedangnya dengan begitu cepat untuk menebasnya ke arah Zeno.

__ADS_1


Dengan cepat pula, Zeno menahan besi pedang menggunakan tangannya. Benar, hanya menggunakan tangan yang dilapisi oleh sebuah es yang mengeluarkan embun. “Jika itu maumu, maka aku akan melakukannya. Tapi jangan berpikir bahwa kau akan terbunuh dengan begitu cepat.”


Seketika pedang yang ditahan Zeno membeku yang mana es tersebut merambat ke arah assassin tersebut. Di sisi lain, temannya lagi sudah bergerak di samping Zeno dengan mengeluarkan sebuah tali yang terbuat dari kegelapan yang bersiap untuk mengikat Zeno.


Sangat bodoh, Zeno langsung menarik pedang yang mana sudah melekat ke seseorang yang menyerangnya tadi akibat es yang sudah merambat ke tangannya. Sehingga, pedang dan orang tersebut tertarik, tidak, lebih tepatnya terlempar ke arah temannya.


Namun sangat disayangkan, ternyata kaki Zeno sudah terikat dengan energi elemen kegelapan yang membuatnya tidak bisa kemana-mana. Tampaknya orang itu tadi berhasil melemparkan talinya itu terlebih dahulu di saat Zeno melemparkan Assassin yang ada di hadapannya ke arah orang tersebut.


Tentu saja, Zeno tidak panik. Dia memendam kesombongannya sendiri bahwa dia adalah seorang penguasa lima elemental tanpa menunjukkannya ke arah dua sampah yang sedang mencoba untuk berdiri. Memang dia menguasai lima elemental selain elemen kegelapan, namun dia juga sang penguasa elemen cahaya yang bisa mengalahkan elemen kegelapan dengan begitu mudah, sehingga tali kegelapan yang mengikat Zeno bisa dihilangkan.


“Tepat sekali kau datang Selena. Mereka adalah mata-mata dari benua bayangan. Aku akan membiarkanmu untuk mengalahkannya hitung-hitung sebuah latihan bagimu.” Zeno memutuskan.


“Benarkah?” Tanpa bertanya lebih banyak lagi dan mendengar jawaban dari Zeno. Selena langsung menghadap ke arah mereka dengan tersenyum lebar, selain itu dia juga menarik pedangnya yang ada sebua noda darah yang telah mengering.


“Hati-hati, elemen kegelapan merupakan elemen terkuat kedua di dunia. Jauh daripada elemen lima dasar.” Zeno memperingatkan.


Selena mendengar apa yang Zeno katakan, namun dia tidak begitu takut dan tetap berlari ke arah dua orang yang ada di hadapannya sambil berdiri dan menembakkan beberapa elemen kegelapan ke arah dirinya.

__ADS_1


Dengan begitu gesit, bahkan dia juga menunjukkan aksi berbalik di udara untuk menghindari elemen kegelapan yang ditembakkan. Alhasil, dia berhasil mendekat dan menebasnya dengan cepat, cepat disini dalam artian dia menggunakan kekuatan fisik tanpa menggunakan elemen apapun, karena dia tahu bahwa dirinya tidak bisa mengeluarkan elemen.


Tepat beberapa senti pedang itu hendak menebas ke arah diri salah seorang Assassin, Assassin tersebut langsung mengeluarkan sebuah elemen kegelapan dari tubuhnya untuk menghancurkan pedang Selena yang begitu merepotkan.


Namun siapa sangka, secara tiba-tiba pedang Selena terlapisi sebuah elemen es yang begitu kuat, sehingga saat elemen kegelapan itu membentur pedang Selena, pedang Selena tidak hancur, mungkin hanya es yang melapisinya yang retak. Assassin tersebut cepat menyadari sehingga dia langsung mundur ke belakang, akan tetapi baju yang menutupi perutnya sudah terkoyak bahkan perutnya juga yang tersayat hebat karena tebasan milik Selena.


Tanpa ragu lagi, Selena langsung menghadap ke samping sambil mengayunkan pedangnya. Akan tetapi, seorang mata-mata yang menjadi target terakhirya mengeluarkan seekor naga kegelapan yang muncul dari atasnya dan menyerang Selena.


“Maju terus! Tapi jangan sampai membunuh dia dengan begitu cepat. ” Teriak Zeno sambil mengeluarkan naga cahaya untuk mengalahkan naga kegelapan tersebut.


Mungkin Selena hampir melompat ke belakang dan menjaga jarak saat ada sosok naga berwujud kegelapan yang tiba-tiba muncul. Namun saat Zeno mendukungnya dengan mengeluarkan seekor naga cahaya, Selena tersenyum dan kembali melompat ke arah mata-mata itu tanpa ragu lagi.


Mata-mata itu hanya bisa tersenyum pahit saat naga kegelapannya kini justru di hajar habis-habisan oleh naga cahaya milik sang kaisar. Sedangkan di depannya, ada seorang wanita yang sama sekali tidak mengeluarkan elemen apapun. Sehingga, dia berteriak marah sambil menembakkan elemen kegelapan berulang kali ke arah Selena karena dia merasa direndahkan.


Sangat mudah untuk dihindari oleh Selena, bahkan pergerakannya begitu gesit yang membuat orang itu sedikit tercengang. Merasa sangat geram, orang tersebut mengeluarkan elemen kegelapan yang begitu besar karena dia tahu bahwa wanita yang ada di hadapannya tidak bisa menghindar.


“Sial.” Selena berhenti, tidak ada celah untuk menghindar ke samping. Karena baru kali ini dia melihat bola elemen yang begitu besar yang membuatnya bingung untuk menghindar ke mana.

__ADS_1


__ADS_2