Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Dragones Gemoles


__ADS_3

Uron dan Kirin, keduanya adalah sosok roh naga kembar yang selama hidupnya tidak pernah damai. Sebelumnya, Uron dan Kirin merupakan sebuah pilihan bagi Ama, Ama sendiri sebenarnya hanya membutuhkan satu roh untuk menaklukkan Drake. 


Setelah sekian lama, Ama telah memutuskan untuk memilih Uron menjadi rohnya. Hal tersebut membuat iri Kirin, karena Uron bisa menjadi bawahan orang kuat seperti Ama.


Mengapa Kirin tidak dijadikan juga oleh Ama? Itu karena Ama sendiri tidak terlalu rakus akan bawahan. Keberadaan Drake dan Drake Soul atau Uron sudah terbilang lebih dari cukup, selain itu, ia memberikan kesempatan bagi orang lain untuk menaklukkan hati Kirin.


Karena Uron yang bisa menaklukkan Drake, maka Ama sendiri memberi nama Drake Soul, atau roh Drake karena bentuk Uron dan juga Drake sama persisnya seperti saudara kembar.


Lambat Laun, Uron menjadi sangat khawatir apabila Ama sudah tidak berdaya dan menghadapi kematian. Ama yang mengerti, akhirnya mengajarkan seluruh keturunannya teknik Drake soul, namun itu hanya sebatas teknik. Agar Uron atau Drake Soul bisa menghendaki sendiri dan menentukan sendiri siapa yang berhak menjadi tuannya.


Tetapi tidak ada yang menyangka bahwa Uron memilih seseorang yang dapat mempelajari Drake Soul dengan cepat, sehingga Uron sangat tertarik untuk menjadikan Zeno sebagai tuannya. Walaupun Zeno tidak memiliki hubungan darah dengan Ama, namun itu juga merupakan salah satu penyebab Uron juga tertarik.


Bukan berarti Uron sendiri mengkhianati Ama, namun Uron sangat percaya bahwa Zeno merupakan sosok pengganti Uron, bahkan Uron dapat melihat sosok Ama di tubuh Zeno.


Berbeda dengan Kirin, ia justru juga berusaha melupakan Ama dan akan mencari lagi sosok yang sama persis dengan Ama, dan Kirin sendiri telah menemukan Zeno setelah ratusan tahun berjumpa dengan Ama. 


Sebelumnya, Kirin ingin menguji terlebih dahulu kemampuan Zeno. Namun siapa sangka, secara bersamaan Uron juga ingin menjadikan tuannya tanpa menguji Zeno terlebih dahulu. 


Hal tersebut membuat Kirin marah kepada Uron, tetapi langsung tunduk kepada Zeno dengan mengakhiri ujian kemampuan milik Zeno. Karena Kirin sendiri tidak mau Uron yang mendahului.

__ADS_1


Zeno mengerti mengenai rahasia antara Drake soul, yang mana, Drake soul milik Ama merupakan sosok yang benar-benar roh, sedangkan Drake soul milik keturunannya hanyalah sebatas teknik agar Drake soul atau Uron bisa menentukan tuannya.


Tetapi Zeno tersenyum begitu lebar, bagaimanapun bertengkar antara saudara kembar bukanlah hal yang baik. Sehingga ia berkata, "Bagaimana jika kalian berdua sama-sama menjadi bawahanmu?"


"Aku? Memiliki tuan sama dengannya?" Uron tersenyum lebar bermaksud mengejek, dari dulu dia tidak terlalu ikhlas apabila berbagi dengan Kirin.


"Hah? Apa aku tidak salah dengar? Bukankah kau yang selalu menggangguku untuk memiliki apapun." Jawab Kirin.


Zeno memejamkan matanya sekilas dan tersenyum, dirinya tidak bisa membayangkan apabila memiliki seorang bawahan yang selalu bertengkar di dalam dirinya. Benar-benar merepotkan, itulah mungkin yang dirasakan Zeno apabila tidak segera melerai.


Tetapi rasanya, melerai sekarang juga sesuatu yang kurang seru. Apalagi Zeno juga belum mengetahui sifat yang sebenarnya dari mereka. 


"Tidak perlu berebut, aku akan memperlakukan Anda secara adil. Namun, berlomba-lombalah untuk menjadi bawahan ku yang paling baik."


"Apakah menjalin kontrak dengan roh sama seperti menjalin kontrak dengan beast?" 


Selain menggunakan Beast, sudah menjadi rahasia umum bahwa roh juga bisa di jalin kontrak. Namun, sikap roh sangat keras kepala, bahkan banyak dari roh yang rela bertarung habis-habisan kepada seseorang karena dipaksa menjadi bawahannya. Roh juga tidak akan bisa mati sampai kapanpun, sehingga mereka tidak akan takut mati apabila dipaksa untuk menjadi bawahan.


Namun Zeno benar-benar beruntung, dua roh kembar menyerahkan dirinya tanpa perlawanan, kecuali Kirin yang memang hanya ingin menguji Zeno. Namun, itu merupakan sebuah kejadian tidak masuk akal baginya dan keberuntungan satu kali seumur hidup. 

__ADS_1


Beberapa cerita yang beredar, sebenarnya manusia dan beast bisa menjadi roh. Tetapi ada syarat yang harus dipenuhi apabila manusia atau beast bisa menjadi roh setelah mereka mati. Yaitu kekuatan mereka harus lima kali lipat dari manusia umumnya, itupun jika mereka punya petilasan yang dipenuhi energi orka alami.


"Sama, tuan hanya perlu meneteskan darah di kepala kami." Kata mereka serentak.


Zeno menatap Uron dan Kirin penuh kecurigaan, karena ia berjaga-jaga apabila Uron dan Kirin tiba-tiba bersekongkol tanpa sebab. Tapi Zeno langsung segera membuang kecurigaannya karena mengingat bahwa siapa itu Drake Soul.


Zeno tersenyum dan membuang keraguannya. Dirinya menggigit jari untuk mengeluarkan darah, seketika ia sedikit merasa ngilu karena darah menetes, tetapi ia sedikit menahannya karena luka yang tidak terlalu besar.


Darah menetes di kepala Uron, dan dengan senang hati, Uron langsung menerima darah tersebut. Hal itu membuat sekeliling Uron terdapat cahaya putih yang bersinar dengan terang. Begitupun dengan Kirin, darah yang menetes di atas kepala Kirin langsung diterima dengan senang hati. Hal tersebut menandakan bahwa Kirin juga bersedia untuk menjadi bawahan Zeno. 


Baik Uron dan Kirin, keduanya sangat bahagia setelah menjadi bawahan Zeno, mereka semua sama-sama berjanji untuk menjadi bawahan Zeno yang terbaik. Persaingan antara saudara kembar dalam satu tempat akan dimulai sekarang juga, dengan berlomba-lomba untuk menjadi bawahan yang paling baik, walaupun mereka berdua juga akan menghadapi Kiba yang juga bawahan Zeno.


"Dragones Gemelos." Zeno mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar, ia benar-benar tidak menyangka bahwa ia akan kuat di detik ini. Dukungan dari Kiba, serta naga kembar bukanlah suatu hal yang dianggap enteng, apalagi ketiganya sudah memiliki pengalaman bertarung selama ratusan tahun.


"Benar, Dragones Gemoles. Saat aku mengucapkan kata itu, aku harap kalian keluar menuruti perintahku. Drake Soul, Kirin." 


Zeno tetap memanggil Uron dengan panggilan Drake soul, hal tersebut ia lakukan untuk menghormati Ama yang memberi nama Drake soul. Sedangkan untuk Kirin, Zeno tetap membiarkan nama itu dan tidak mengubah namanya, karena Zeno sendiri sudah sangat tertarik dengan nama Kirin.


Suasana berubah menjadi tempat yang gelap, yang hanya setitik api yang menyala di atas mangkuk yang berisikan lilin. Zeno tidak henti-hentinya untuk tersenyum, mengingat sebuah mimpi yang menurutnya menjadi indah karena bertemu naga kembar.

__ADS_1


Ia melirik Kiba sedang tertidur menindih kakinya. Tetapi ia tidak terlalu marah, karena dia tahu sendiri bahwa Kiba bisa menghembus sebuah bau, terutama bau darah walaupun saat tidur sekalipun. 


Kondisi sangat hening di sela-sela malam, rasanya Zeno ingin kembali tertidur, apalagi rasanya ia sangat kelelahan karena bangun dari mimpinya. Mimpi yang sangat nyata dengan kejadian yang sangat aneh.


__ADS_2