
“Kaisar yakin bahwa Danze memang benar-benar kalah? Jika dia terluka namun masih bisa di sembuhkan, dia akan menggeser peringkat Anda menjadi peringkat ketiga, dan Danze juga akan turun menjadi tingkat kedua setelah tuan Zeno menjadi kaisar Selama Danze tidak mengalahkan tuan Zeno, ataupun sebaliknya.” Zillie berkata dengan begitu serius.
“Kau benar. Danze masih hidup, jadi kemungkinan dia masih berada di tingkat teratas kaisar terkuat, yaitu tingkat kedua setela tuan Zeno. Tapi tenang saja, tuan Zeno dia akan segera menyerang kekaisaran Danze untuk membalaskan kematian keluarga terdekatnya, sehingga kaisar Lexus pasti masih berada di tingkat kedua setelah tuan Zeno. Apa aku benar tuan Zeno?” Turse bertanya sambil menatap ke arah Zeno.
Zeno hanya menghela napas, berpikir sejenak untuk membunuh Danze. Terlintas di kepalanya, bahwa menjadi kaisar Gleses Empire tidak terlalu buruk. Setidaknya dia memiliki sebuah pasukan pribadi yang begitu besar untuk meruntuhkan kekaisaran milik Danze. Karena dia tahu, bahwa meruntuhkan sebuah kekaisaran bukanlah hal yang begitu mudah, apalagi seperti kekaisaran Mare Enbarum dengan mantan kaisar terkuat yaitu Danze I’Ftarthur.
“Tuan!” Turse melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Zeno yang sedang sedang melamun, memikirkan sesuatu yang membuatnya merespon dengan lambat. Hal tersebut cukup membuat Turse yakin, bahwa Zeno sedang memikirkan kondisi ibunya yang kesekian kalinya. Padahal kenyataannya tidak. Karena Zeno bisa lebih sedikit tenang karena bunga teratai emas sudah berada di tangannya.
Zeno kembali memfokuskan diri setelah Turse menyadarkannya, dia kemudian berkata, “Baiklah Turse, setelah ibuku sembuh, maka aku benar-benar bersedia untuk menjadi kaisar dengan penuh kebanggaan. Karena menghancurkan kekaisaran Danze, membutuhkan sebuah pasukan yang begitu banyak.”
Zeno yang sebelumnya begitu malas tahu bahwa dirinya merupakan seorang pewaris tahta. Kini dirinya justru bersemangat agar dendamnya bisa berjalan dengan begitu lancar.
Mendengar tuannya bersemangat, Turse tersenyum senang dengan sangat puas. Baru kali ini dia melihat bahwa Zeno sangat ingin menjadi seorang kaisar, padahal, dia dulu seakan acuh tak acuh saat kaisar Aurrora memanggil Zeno sebagai calon kaisar. Selain itu, dia juga memiliki sebuah kebanggaan tersendiri apabila Zeno menjadi seorang kaisar, yang mana dirinya akan menjadi tangan kanan kaisar yang katanya merupakan seseorang yang paling dekat dengan kaisar.
“Apa perlu aku menyumbangkan pasukan untuk meruntuhkan Mare Enbarum Empire, kaisar Zeno?” Kaisar Lexus berkata.
__ADS_1
“Waah kaisar terkuat di dunia, Kaisar Zeno ingin meruntuhkan Mare Enbarum? Itu benar-benar sangat hebat.” Zillie berjalan sambil memajukan kepalanya untuk mendekat ke arah Zeno.
Mendengar hal tersebut, Zeno hanya memutar bola matanya dan menjadi sangat risih. “Ayolah, aku sama sekali belum diangkat menjadi seorang kaisar. Jadi yang mulia tidak perlu berkata seperti itu. Selain itu aku tidak bermaksud menolak menerima bantuan dari Anda. Akan tetapi, ini urusanku dengan kaisar Danze, jadi Anda sebaiknya tidak perlu untuk ikut campur.”
Kaisar Lexus mengangguk, “Tidak masalah, namun, apabila kau berubah pikiran, kau bisa mengirim pesan suatu saat nanti.”
“Tentu saja.”
Mereka akhirnya berfokus untuk menuruni pegunungan dengan diiringi sebuah matahari yang bergerak ke arah barat. Bagi Zeno, cukup lega setelah dirinya bisa mendapatkan apa yang ibunya butuhkan. Walaupun keluarga dekatnya banyak yang meninggal yang membuatnya larut dalam kesedihan, setidaknya dia tidak bisa membiarkan ibunya yang merupakan harapan terakhir untuk meninggal. Karena hanya ibunyalah seseorang yang paling dekat dengan Zeno, hal itulah yang menyebabkan Zeno lebih bersedih ibunya yang sekarat dibandingkan dengan orang terdekatnya yang meninggal.
Sebuah kereta kuda, dengan seorang kusir di dalamnya sudah berada di tempat seolah menjemput yang mulia kaisar untuk pulang. Namun, sebenarnya kereta kuda tersebut masih berada di tempat semenjak kemarin malam, yang mana digunakan untuk mengantarkan kaisar Lexus dan Zilie untuk turun tangan mendapatkan bunga teratai emas.
Hingga akhirnya, mereka berempat, ditambah dengan Kirin dan Uron yang mengikuti Zeno, masuk ke dalam sebuah kereta kuda. Terlihat kereta yang sangat luas, bahkan diisi enam orang pun masih sangat muat.
“Kaisar, apakah di benua ini terdapatkan beberapa konflik antar empire?” Zeno tiba-tiba terpikirkan hal tersebut untuk memulai pembicaraan di dalam kereta. Lagipula, saling diam merupakan hal yang sangat membosankan.
__ADS_1
“Antara enam kekaisaran di benua ini sejauh ini tidak ada konflik yang begitu berat. Namun, aku yakin, bahwa Lumenlus dan Ampera akan berkonflik denganku setelah kalian membunuh orang paling penting bagi mereka. Hole yang merupakan pangeran kedua, serta Gorb yang merupakan jenderal kekaisaran paling baik di Lumenlus. Tapi Zeno tenang saja, kau tidak perlu merasa untuk bersalah, bahkan jika Anda langsung pulang tanpa membantu menyelesaikan masalah yang Anda buat pun tidak masalah.” Ujar kaisar Lexus.
“Ada hal lain yang mungkin aku merasa bersalah, kaisar.” Zeno menelan ludah sambil menatap Turse, sepertinya dia benar-benar ragu untuk mengatakan terus terang kepada kaisar. Namun, apabila dia terus menyembunyikannya, hidupnya tidak akan begitu tenang.
Mendengar hal demikian, kaisar Lexus mengangkat alisnya penasaran mengenai apa penyebab Zeno masih merasa bersalah berat. “Katakan!”
“Jenderalmu yang bernama Tamichi ....” Zeno menggaruk kepalanya sebelum melanjutkan ucapannya, “Aku yang membunuhnya.” Katanya sambil menatap kaisar Lexus tanpa ekspresi apapun.
Baik itu kaisar Lexus ataupun Zillie, keduanya benar-benar terkejut. Namun, yang paling merespon terlebih dahulu adalah Zillie, dia langsung berdiri dan mengayunkan morning star tanpa berpikir lebih jernih. Tentu saja, secara cepat Turse langsung berdiri dan mengeluarkan sebuah anak panah es tanpa melalui busur, dia mengangkat anak panahnya untuk menahan morning star milik Zille meskipun tangan Turse harus sedikit berdarah karena terkena duri dari morning star.
Selain itu, Kirin dan Uron secara spontan berdiri di hadapan Zeno sambil mengulurkan kedua tangannya, bersiap menghancurkan Zillie menggunakan sebuah sambaran petir apabila Zille melakukan sesuatu.
Zeno hanya diam begitu dingin, sambil mengangkat salah satu kakinya di atas kaki lainnya, dengan bersedekap membuat Zeno seolah tenang saja. Dia ingin tahu, apakah kaisar Lexus akan marah? Tentu saja, apabila kaisar Lexus marah, itu merupakan suatu kebetulan bagi Zeno. Dengan marahnya kaisar Lexus, hubungan Zeno dengan dia akan rusak, mungkin Lexus akan menyerang Zeno dan tidak menerimanya, namun Zeno akan menarik Turse kabur dan segera pulang.
Dan dengan begitu, Zeno tidak peduli dengan masalah yang dia buat seperti membunuh Hole ataupun jenderal Gorb, karena dia tahu bahwa dua pihak kekaisaran itu akan melampiaskan masalah kepada Nuvoleon yang merupakan pihak yang harus bertanggung jawab atas kematian orang terpenting mereka. Dan Zeno tidak perlu unjuk gigi untuk membantu Nuvoleon karena masalah yang dia buat.
__ADS_1