
“Apa?” Kaisar Lexus berwajah masam saat mendengar laporan dari salah satu prajurit yang kabur dari pertempuran. Dia langsung berdiri dan berkata dengan tegas, “Bagaimana mungkin 10.000 pasukan yang ku kirim tidak ada yang tersisa?”
“Benar yang mulia, masalahnya jenderal Tamichi sudah tiada, selain itu ada pihak lain yang ikut campur yaitu Lumenlus.” Seorang prajurit dengan pakaian tampak lusuh akibat peperangan berbicara, dia berkata dengan ragu karena takut bahwa kaisar Lexus akan marah.
“Lumenlus?” Kaisar Lexus mengerutkan dahinya, dia tidak menyangka bahwa kekaisaran lain juga akan memburu bunga teratai emas. Tentu saja, kaisar Lexus tidak bisa tinggal diam setelah mendengar bahwa kekaisaran Lumenlus melanggar kode etik perbatasan, yang mana mereka naik ke gunung Apiluc yang merupakan bagian dari Nuvoleon Empire tanpa izin. Selain itu, mereka juga ingin merebut bunga teratai emas yang merupakan tumbuhan Nuvoleon.
“Sebaiknya kaisar mengirimkan prajurit dan jenderal baru untuk merebut puncak gunung Apiluc.” Prajurit tersebut menyarankan.
Kaisar Lexus keluar dari rungannya tanpa menjawab saran dari prajurit tersebut. Menurutnya, prajurit dan salah satu jenderalnya benar-benar tidak bida diandalkan yang membuatnya begitu kecewa melihatnya. Bagaimana tidak? Bagaimana mungkin prajurit kaisar terkuat kedua didunia bisa kalah begitu saja?
“Zillie! Ziliie!!” Kaisar Lexus berteriak dengan begitu keras, bahkan beberapa pelayan kekaisaran yang melihatnya sangat terkejut melihat kaisar terkuat berteriak seperti itu.
Tidak sedikit pelayan ataupun prajurit yang menjauh ketakutan karena melihat tingkah kaisar yang tidak biasa. Tentu saja tidak biasa, pasalnya, kaisar Lekus tidak pernah berteriak seperti itu. Dia merupakan kaisar yang lembut, sabar dan juga penuh dengan jenaka yang tidak seperti kaisar-kaisar pada umumnya. Namun, walauupun terlihat konyol, dia berhasil menduduki kaisar terkuat kedua di dunia setelah Danze.
Siapa yang menayngka, kaisar yang awalnya konyol kini berubah menjadi marah seakan amarahnya baru bangun dari tidur yang panjang. Terlihat, wajahnya kini tampak seperti ingin membunuh dengan tangan yang mengepal begitu erat.
Tiba-tiba sosok wanita berambut hitam dengan tersenyum cerah datang menghampiri kaisar dengan penuh semangat. Dia juga berlari sambil membawa morning star yang terayun akibat dia berjalan begitu cepat. Siapa saja yang melihatnya, mungkin mereka akan menganggap wanita tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena tingkahnya yang sama bodohnya dengan kaisar Lexus yaitu begitu konyol, tapi jika dia memang begitu yaitu tidak bisa berbuat apa-apa, tidak mungkin dia menjadi tangan kanan kaisar Lexus.
__ADS_1
“Hormat kaisar, ada perlu apa kaisar memanggil Zillie?” Zillie berkata dengan nada tinggi sambil mengitari kaisar Lexus.
Zillie benar-benar tidak bisa melihat kondisi dan suasana hati kaisar Lexus, sehingga dengan begitu tenang dia masih terlihat membawa candaan yang membuat Lexus tidak berubah sedikitpun. Justru kaisar Lexus terlihat diam mematung dan terlihat kesal dengan Zillie yang masih saja bertingkah bodoh di hadapan dirinya.
“Ayolah kaisar Lexus, berbicaralah! Apakah Zillie membuat kesalahan?” Zillie berhenti, dia menggoyang-goyangkan lengan kaisar Lexus dengan salah satu tangannya.
Sungguh, hal tersebut sebenarnya membuat kaisar Lexus bertambah emosi dan ingin menonjol wajah Zillie dengan kecepatan cahaya. Namun saat dia menoleh, seketika dia hatinya luluh dan meleleh saat melihat wajah memelas Zillie. Lagipula, siapa juga yang akan memukul wajah wanita puluhan tahun yang bersifat kekanakan dengan wajah yang memelas seperti itu? Bahkan Lexus terlihat tidak begitu tega untuk memukul Zillie.
Pria berumur tigapuluh tahunan itu menghela napas, mencoba untuk mengontrol emosi dan melupakan kegilaan yang dilakukan oleh prajurit dan jenderalnya yang terbunuh dengan begitu mudah. Setidaknya dengan melihat wajah Zillie, dia sedikit tenang dan membuatnya tidak jadi untuk memukulnya.
Dengan begitu lembut, dia berkata, “Zillie ayo ikut aku, kita akan memetik bunga teratai emas untuk diberikan kepada seseorang.”
“Hey!” Wajah kaisar Lexus berubah menjadi masam, “Bukankah kau yang tidak menerima lamaranku? Tapi kenapa kau justru mengataiku tidak memiliki pasangan sama sekai.”
Zillie hanya tersenyum tipis seakan tidak memiliki kesalahan sama sekali, dengan entengnya, dia berkata, “Tangan kanan ya tangan kanan, mengapa tangan kanan harus menjadi pasangan? Lagipula aku tidak cocok untuk menjadi permaisuri, kaisar.”
Kaisar Lexus hanya menghela napas, sepertinya membuat keputusan untuk memukul wajah Zillie memang tidak salah. Namun, dia segera melupakan hal tersebut karena dia akan serius dan fokus untuk medapatkan bunga teratai emas tanap membawa pasukan. karena menurutnya, membawa banyak pasukan akan sia-sia.
__ADS_1
“Ini untuk seseorang yang mengalahkan Danze I’Ftarthur, calon kekaisaran Glezes Empire yang berada di benua Artrik. Tentu saja, setelah dia menjabat menjadi kaisar, dia akan menjadi kaisar terkuat pertama di dunia.” Lexus menjelaskan.
Kali ini Zillie memasang wajah yang serius pula, menandakan setelah mendengar hal tersebut dia tidak main-main dan bersedia untuk melakukan apa saja yang diperintahkan oleh kaisar Lexus.
Walaupun jika kaisar Lexus menyuruhnya untuk mengambil bunga teratai emas seorang diri, maka dia sepenuhnya siap, tidak peduli apakah dirinya berakhir hidup atau mati dalam menghadapi ribuan pasukan kelompok kriminal yang rela mati pula demi tuan sepuluh.
Namun, kaisar Lexus tidak berpikiran seperti apa yang dipikirkan oleh Zillie yaitu menyuruhnya untuk menuju ke puncak sendirian, “Aku juga akan turun tangan di pergantian hari malam ini. Dan tentu saja kau harus ikut.”
Zillie mengangguk, apapun keputusan kaisar merupakan yang terbaik baginya, meskipun mendapatkan bunga teratai emas bukan digunakan untuk kekaisaran sendiri, melainkan untuk orang lain.
.......
Seorang pria yang hampir tua berjalan dengan begitu lemas sambil menahan darahnya yang keluar di tubuh sisi depannya. Meninggalkan jejak darah merah yang mungkin akan membuat binatang buas untuk membututinya. Akan tetapi, jenderal Gorb tidak berpikir sejauh itu. Karena apa yang dia pikirkan adalah kabur untuk sementara waktu guna memulihkan tenaganya.
Dia sudah kehabisan pikir menganai klon Tamichi yang begitu mudah mengalahkan, bahkan hampir membunuhnya. Sebetulnya, dia tidak yakin apakah itu Tamichi atau bukan? Masalahnya, Tamichi yang itu tadi justru menggunakan elemen yang bukan cahaya.
Jenderal Gorb memilih untuk duduk di bawah sebuah pohon yang begitu rindang, dengan wajah yang terlihat buruk seolah menahan rasa sakit yang begitu luar biasa di tubuhnya. Mungkin jika itu orang biasa, luka itu justru akan membuatnya pingsan.
__ADS_1
“Setidaknya aku sudah jauh dari puncak. Aku harus benar-benar beristirahat untuk merebut bunga teratai emas pada hari baru malam ini.” Jenderal Gorb menggertakkan giginya, dia benar-benar tidak bisa membiarkan bunga teratai emas jatuh di tangan orang lain.