
Di gerbang ibukota, lebih tepatnya ada ratusan ribu pasukan yang berdiri di depan tembok dengan seorang pemimpin pasukan yang menunggangi kuda berzirah hitam. Tidak hanya kudanya, sang penunggang juga menggunakan Zirah hitam di seluruh badannya dengan sebuah pedang panjang berwarna hitam pula. Tidak heran, apabila kaisar Danze menyebutnya sebagai Dark Knight atau sang ksatria kegelapan.
Namun sebelum mereka melakukan sebuah pertempuran, atau menunggu para pihak musuh dari Glacies datang, mereka ditontonkan sebuah hukuman bunuh diri untuk sang jenderal mereka. Yang mana, hukuman tersebut adalah menggantung diri di atas tembok pembatas ibukota.
Tidak sedikit dari pasukan yang mungkin tidak rela bahwa jenderal utamanya melakukan hukuman untuk diri sendiri. Namun bagaimana lagi, itu adalah perintah mutlak dari kaisar Danze yang tidak bisa untuk di ganggu gugat.
Mungkin seluruh pasukan menghadap ke atas dan melihat prosesi gantung diri dari seorang jenderal. Namun, berbeda dengan Dark Knight, dia dengan begitu sinis dan fokus memandang ke depan dari balik Zirah pelindung kepalanya, tampaknya dia tidak memiliki ekspresi sama sekali dan tidak peduli mengenai hukuman mati untuk seorang jenderal. Karena dia harus tetap fokus apabila musuh tiba-tiba datang.
Selain itu, rumah para warga yang ada di luar dinding ibukota juga ditutup rapat-rapat agar tidak terkena dampak dari peperangan. Banyak dari mereka juga memilih untuk mengungsi dan masuk ke dalam ibukota agar lebih selamat, dan juga ada yang mengungsi lebih jauh lagi yaitu menuju utara atau wilayah yang berbatasan dengan Empire lainnya. Karena orang-orang itu tahu, bahwa Glacies akan menyerang ibukota, jadi berlindung dari balik ibukota sekalipun tampaknya akan sangat percuma.
“Pasukan! fokuskan pandangan kalian, musuh sudah datang!” Dark Knight berteriak dengan nada tinggi setelah melihat sebuah kepulan asap yang berada di depan. Bersamaan dengan itu, sang jenderal sudah menggantung tidak berdaya atau lebih tepatnya mati.
“Tunggu sebentar, apa?” Dark knight menyadari ada yang janggal dari arah barat daya. Semakin dia menyipitkan matanya, dia kaget saat tahu ada ribuan anak panah siap menghantam mereka.
“Pasukan! lindungi diri kalian sendiri!” Dark Knight kembali berteriak sambil mengeluarkan sebuah lingkaran kegelapan dengan pola. Yang mana, lingkaran tersebut sedikit besar sehingga bisa melindungi sebagian pasukannya dari ribuan anak panah tersebut.
__ADS_1
Namun sial bagi mereka, tidak sedikit dari mereka terkena ribuan anak panah itu, mungkin juga tidak sedikit dari pasukan yang juga mengeluarkan sebuah tameng kegelapan untuk melindungi diri mereka dari hujan anak panah.
Bagaikan sebuah hujan yang sama sekali tidak mereka harapkan, Dark Knight sangat kalang kabut saat menghadapi ribuan anak panah itu, tidak, dia memakai Zirah yang cukup tebal, apa yang dia khawatirkan adalah pasukannya. Jika dia terus berfokus kepada anak panah yang menghujani mereka, maka dia tidak akan sanggup untuk melawan pasukan musuh yang hampir di depan mata.
Dark Knight menggertakkan giginya. Seketika, dari tameng atau lingkaran kegelapan itu menembakkan sebuah kegelapan ke arah ribuan anak panah itu. Sehingga, ribuan anak panah yang akan jatuh seketika hancur. Siapa yang menyangka, selang beberapa lama setelah Dark Knight melakukan itu semua, anak panah itu tidak ada habisnya, masih ada ribuan anak panah yang muncul.
“Seperempat pasukan yang bertahan, kalian menyerang dari sayap kiri agar tidak terhindar dari ribuan anak panah. Seperempat lagi menyerang dari sayap kanan, seperempat pasukan fokus untuk melindungi pasukan sisa yang akan terus maju ke depan, kalian mengerti!” Dark Knight berteriak dengan sangat tegas, dia tidak menyangka bahwa sang musuh memiliki pemanah yang cukup terampil, bahkan dark knight sendiri tidak tahu para pemanah itu ada di mana.
Seperti apa yang dikatakan oleh dark knight, sebelum para pasukan musuh ada di depan mata, mereka membaginya menjadi empat pasukan yaitu sayap kiri, kanan, tengah, dan sisanya adalah mengurus ribuan anak panah itu yang menyerang pasukan utama yang ada di tengah.
Melihat hal itu dari kejauhan, Zeno tersenyum tipis, dia tidak menyangka bahwa sosok dark knight bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Sedikit, dia melirik ke atas dan melihat bahwa ribuan anak panah itu masih berjatuhan ke arah pasukan tengah yang dipimpin oleh dark knight, sedangkan Dark Knight dan pasukannya masih mengeluarkan tameng untuk menahan ribuan anak panah itu.
Kemudian, dia juga tidak menyangka saat melihat dari kejauhan bahwa pasukan yang berada di tengah masih memecah pasukannya lagi, yang mana ada pasukan yang dipimpin oleh Dark Knight bergerak menuju ke sini, sedangkan sisanya sedang menghancurkan ribuan anak panah tersebut agar tidak mengenai pasukan utama.
Zeno mengulurkan kedua tangannya ke arah yang berbeda, lebih tepatnya ke arah pasukan musuh yang ada di sayap kiri dan kanan. “Sayatan seribu angin, tahap terakhir!”
__ADS_1
“Tampaknya mereka cukup bodoh” Zeno membatin dan tersenyum, “Seharusnya, mereka tetap berada di tempat tanpa membagi pasukannya lagi, dan lebih fokus untuk membuat tameng kegelapan itu. Karena, apabila pasukanku mendekat, tentunya pemanah juga berhenti karena bisa melukai pasukanku. Tetapi mau bagaimana lagi, seharusnya aku bernapas dengan begitu lega.” Zeno menoleh ke arah samping kiri dan kanan setelah membatin demikian, membatin kedua kelompok musuh yang hendak menyerang mereka dari segala sisi banyak yang mati dengan tubuh terpotong-potong.
“Baiklah, kalian jangan takut untuk musuh yang ada di kiri dan kanan, fokus musuh yang ada di depan. serang!!” Zeno mengangkat tangannya tinggi-tinggi saat sudah sangat dekat.
Melihat hal itu semua, Dark Knight yang ada di belakang para pasukan utama menyentuh wajahnya sambil berkata, “Bodohnya aku, aku baru sadar jika pemanah tidak akan melukai rekannya sendiri. Dan, monster seperti apa dia, ribuan musuh yang ada di sayap kiri dan kanan mati begitu saja.” Dark Knight tampak linglung, namun dia segera melupakan itu semua dan memerintah pasukan yang seharusnya melindungi pasukan utama dari anak panah untuk maju. “Serang! Jangan biarkan mereka untuk maju!”
Suara dentuman pedang terdengar begitu keras, bahkan juga terdengar suara teriakan yang mungkin kaaren tebasan pedang. Banyak dari mereka yang juga mengeluarkan sebuah elemen kegelapan dari pihak musuh, dan es dari pihak Zeno. Walaupun tampaknya, apabila jika beradu elemen, pihak Zeno sedikit kesulitan menghadapi elementalist kegelapan.
Penyebab Zeno tidak mengeluarkan sayatan seribu angin untuk pasukan ini, tentunya itu karena dia tidak ingin memanjakan para pasukannya, jika para pasukannya terus menerus mengentengkan itu semua karena teknik Zeno, maka mereka tidak akan bisa berkembang, sehingga Zeno membiarkan mereka semua untuk bertarung.
Zeno terus memacu kudanya untuk memasuki gerbang ibukota, berharap dia ingin menemui musuh utamanya, karena dia yakin sudah tidak ada pasukan yang ada di dalam gerbang ibukota. Namun siapa yang menyangka, tiba-tiba Dark Knight tiba-tiba muncul dengan kudanya menghadang Zeno untuk tidak masuk.
Spontan, Zeno menarik pedangnya dari selongsong, menebas Dark Knight secara langsung yang berada di depannya. Tapi sayangnya, Dark Knight berhasil menahan pedang Zeno yang mana Dark Knight sendiri melapisi pedangnya menggunakan sebuah elemen kegelapan.
Akibatnya, pedang mereka berbenturan sehingga menghasilkan dentuman yang begitu keras. Walaupun begitu, Dark Knight sedikit terkejut saat pedang biasa yang hanya dilapisi oleh angin berputar bisa menahan hebat pedang yang dilapisi elemen kegelapan. Dengan penuh tenaga, dia kembali menarik pedangnya dan menebaskannya ke arah Zeno.
__ADS_1