Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Pertarungan yang cukup merepotkan


__ADS_3

“Angin: sayatan seribu angin, tahap keempat. Heftiga Windblatt.” Salah satu tangannya di ulurkan ke depan, mengeluarkan teknik andalannya untuk meyerang sebuah pasukan.


Akibatnya, sebuah angin kecang berhembus sangat kencang dari belakang Zeno menuju para pasukan yang menuju ke sini. Mungkin tidak aneh, siapa saja yang melihatnya, mereka mengira bahwa para pasukan pasti akan jatuh ke bawah karena teknik yang dikeluarkan Zeno. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa teknik seperti itu merupakan teknik terkuat yang dimiliki oleh adik kaisar negara air.


“Tidak mungkin.” Zeno bergumam dalam hatinya, siapa yang menyangka bahwa teknik seperti ini dapat dihindari dengan cepat oleh para musuh yang ada di depan. Bahkan para musuh tidak terluka sedikitpun dan masih bersifat tenang seolah tidak terjadi apa-apa.


Sebuah bola kegelapan tiba-tiba muncul dan melesat ke arah Zeno, secara spontan Zeno menebas bola tersebut menggunakan ice sword. Memang, bola tersebut hancur, tapi bersamaan dengan itu, Zeno terpental jatuh ke bawah dengan sangat keras. Mungkin jika bukan karena Ice sword, pedang biasa yang dipegang Zeno akan patah dan menembus perut Zeno hingga terluka parah.


“Gryphon? Skarlos apa kau melihatnya?” Kiba sedikit terkejut bahwa salah satu dari musuh mengendarai Gryphon, hewan legendaris bertubuh singa tetapi bersayap dan berkepala rajawali. Hewan legendaris ini juga tidak kalah jauh kuat daripada hewan penjaga arah mata angin, bahkan ekspresi Kiba dan Skarlos menunjukkan bahwa dirinya mengenal jelas hewan tersebut.


“Sungguh manusia yang hina, hanya karena sebuah ledakan kecil, seketika mereka langsung seperti semut yang akan diinjak-injak.” Ucap kaisar Danze yang menunggangi seekor Gryphon.


“Empat pilar kegelapan lainnya, aku harap kalian membunuh banyak orang dan membawa banyak jasad untuk patung iblis.” Sambungnya dengan berkata sangat dingin namun tidak meninggalkan kesan mengerikan dalam dirinya.


Elderic mengangguk, sebagai salah satu pilar kegelapan, dia segera taat dengan apa yang diperintahkan oleh Danze. Kemudian di susul oleh wanita cantik berambut hitam setengah merah, dengan luka bekas sobekan di ujung bibirnya, Azela, itulah nama wanita tersebut.


Pilar lainnya, wanita yang memiliki wajah yang tidak memiliki ekspresi sama sekali, tombak yang ada di tangan kanannya memiliki sebuah besi yang dilapisi oleh energi kegelapan. Danze menyebut wanita tersbeut sebagai sebutan Alie. Tanpa menunggu lama, Alie juga langsung melesat untuk membunuh sesiapa saja.


“Imaro, lagi-lagi kau lambat bergerak. Jika kau terus seperti ini, aku akan membunuhmu.” Danze berkata dengan tegas.

__ADS_1


Imaro hanya tersenyum, seorang pemuda dengan kedua mata merah membuatnya tidak kalah jauh mengerikan dari pilar lainnya. Dengan berani, dia menjawab, “Tuan Danze, maafkan aku untuk kesekian kalinya. Walaupun aku sering terlambat bergerak, nyatanya aku sama sekali belum pernah mengecewakanmu.” Katanya sambil melesat ke bawah.


Zeno melihat ratusan ribu pasukan yang tidak terbang melambatkan pergerakannya, dia yang mencoba berdiri juga melihat bahwa ada empat orang yang melesat ke arah reruntuhan istana. Dia sebenarnya ingin bergerak untuk melawan empat orang tersebut, tapi pergerakannya dihentikan oleh penunggang Gryphon yang turun di dekatnya.


“Apakah kau yang melancarkan teknik itu tadi?”


Zeno berdiri dengan tegak, dia sama sekali juga tidak memasang ekspresi apapun sama seperti Danze yang ada di hadapannya. Dengan berani, dia menjawab, “Jika iya, memang kenapa? Kau benar-benar sungguh hebat dalam menghindari teknik tersebut. Jika aku tidak salah lihat, kau menggunakan bola kegelapan untuk menyerangku. Sebuah kehormatan apabila bertemu elemntalis dengan elemen terkuat kedua di dunia.”


Zeno melemaskan seluruh sendinya, dia tidak begitu panik saat lawannya saat ini merupakan pengguna elemen terkuat kedua. Lagipula prinsipnya, tidak ada elemen terkuat maupun terlemah, itu semua tergab6 dengan pengguna elemen tersebut.


Danze mengangkat ujung bibirnya dan turun dari Gryphon, "Perintahkan pasukan Yin untuk meratakan benua ini, itu cukup mudah baginya, karena benua ini sudah tidak ada kekuatan sama sekali. Serta perintahkan pasukan yang masih terbang untuk mencari Ice Sword di negara air.” Perintahnya kepada Gryphon yang sepertinya itu merupakan beast milik Danze.


Gryphon bertekuk lutut dan langsung terbang pergi.


“Kau tidak boleh lari, Gryphon sialan! Kau adalah lawanku.” Skarlos yang keluar, dia langsung mengulurkan ekornya untuk menangkap Gryphon. Sayangnya Gryphon menyadari hal tersebut terlebih dahulu, sehingga dia bisa menghindar dengan baik


Tidak mau kalah, Skarlos menembakkan peluru tanah ke arah Gryphon dengan bertubi-tubi. Alhasil, Gryphon berbalik badan dan memunculkan sebuah energi kegelapan yang menelan peluru tanah tersebut.


Gryphon yang tidak bisa tinggal diam, dia mengabaikan perintah tuannya, dia langsung melesat ke arah Skarlos saat menyadari bahwa beast yang ada di bawahnya merupakan beast biasa. Sehingga dia lebih tertarik untuk melawan beast tersebut.

__ADS_1


“Genbu ...!”


Bersamaan dengan itu, Danze dan Zeno masih saling menatap, keduanya belum melancarkan serangan apapun. Namun, Danze juga sedikit terkejut saat tahu bahwa seseorang yang ada di hadapannya memiliki salah satu beast legenda, yaitu Genbu yang merupakan beast penjaga arah mata angin utara.


“Lihat, pertarungan antara beast legenda sangat mengerikan. Apakah kau tidak mau duduk diam bersamaku untuk menontonnya?” Danze berkata dengan dingin, di saat seperti itu dia masih sempat-sempatnya untuk melawak.


Zeno tidak menjawab apa-apa, yang dia lakukan adalah memberinya serangan pertama selagi Danze mengubah pandangannya ke arah Gryphon dan juga Genbu. Dia yang mendapatkan kesempatan itu, langsung menebaskan Ice Sword ke leher Danze.


“Cara rendahan yang masih banyak digunakan orang lain.” Danze melirik matanya ke arah Zeno, dia memunculkan sebuah bayangan di belakang Zeno untuk menendangnya.


Merasakan sebuah krisis yang ada di belakang Zeno, dia membatalkan tebasan pedangnya karena tendangan dari bayangan Danze sangatlah cepat, sehingga apa yang dia lakukan adalah menarik Ice Sword dan memukulkan gagang pedangnya ke arah bayangan.


Mungkin bayangan tersebut hilang menjadi sebuah energi kegelapan, tetapi Danze asli yang ada di depan Zeno memukul kepala Zeno yang dilapisi oleh energi kegelapan.


Untungnya Zeno menghindar cukup baik, selain itu, dia membekukan lengannya untuk menangkis pukulan Danze yang dilapisi kegelapan.


“Krakk!!” Seketika es yang melapisi lengan Zeno pecah, dia tidak terlalu heran masalah itu, pasalnya pukulan Danze dilapisi oleh kegelapan yang kekuatannya sangat mengerikan. Mungkin kegelapan mungkin bukan Zat padat seperti tanah ataupun es, namun apabila digunakan untuk melapisi sebuah serangan seperti pedang ataupun pukulan, maka dampaknya sangat buruk dari pada elemen padat lainnya.


Mereka akhirnya terus-menerus bertarung, yang mana walaupun Zeno banyak terluka akibat serangan dari Danze. Tapi setidaknya, dia tidak ingin menyerah dan bertekad untuk membuat seseorang yang ada di hadapannya bertanggung jawab atas semua ini.

__ADS_1


“Cukup merepotkan.” Zeno sesekali mundur untuk menghela napas, dia merasa kesulitan untuk menghadapi Danze walaupun Danze tidak menarik pedang dari selongsongnya.


Tapi apa yang ia lihat sekarang cukup membuatnya menggertakkan gigi. Bagaimana tidak, Danze menarik pedang yang dia lapisi oleh kegelapan. Zeno tahu, sepertinya Danze tidak ingin bertarung lama, dia ingin membunuh Zeno secepatnya tanpa membuang-buang waktu.


__ADS_2