
“Apa?” Kirin begitu terkejut saat mendengar bahwa tuannya, yaitu Zeno meratakan kekaisaran seorang diri. Namun, itu jauh lebih baik dibandingkan dengan Uron yang melakukan hal tersebut. Kirin mencoba menghela napas dan menghilangkan keterkejutannya, karena itu mungkin hal yang wajar apabila tuannya yang melakukan hal tersebut.
“Bagaimana dengan kekaisaran Lumenlus?” Sahut kaisar Lexus yang tiba-tiba datang saat mendengar kabar bahwa Zeno sudah datang. Beruntungnya, Kirin juga datang karena telah menyelesaikan tugasnya sebagai mata-mata dari kekaisaran Nuvoleon. Padahal apa yang dilakukan oleh Kirin bukan hanya sekedar memata-matai saja.
Kirin menjelaskan, “Semuanya sudah selesai. Maksudku Lumenlus tidak akan mendeklarasikan perang karena aku baru saja membunuh kaisar mereka.”
“Itu justru memperkeruh keadaan.” Lexus mengatakan dengan tatapan sinis.
“Tidak, aku membunuhnya tanpa memberikan sebuah jejak atau luka sedikitpun. Sehingga para prajurit yang melihatnya akan mengira bahwa kaisar akan mati karena penyakit. Selain itu, beberapa petinggi emperor yang aku dengar, mereka sama sekali tidak berharap untuk berperang, dan justru membiarkan Gorb untuk mati. Karena pada dasarnya mereka juga benci Tamichi. Mungkin beda cerita apabila aku membunuh kaisar Lumenlus IV dengan meninggalkan jejak atau luka kepada dia, para petinggi pasti tidak akan terima dan akan tetap mencari siapa pelaku pembunuhnya.” Kirin menjelaskan.
Mendengar hal tersebut, Zeno mengerutkan dahinya dan menyahut ucapan Kirin, “Kau menggunakan kemampuan itu untuk membunuh kaisar?” Seolah Zeno mengerti dengan cara apa Kirin membunuh. Karena, dia sendiri juga pernah terjebak di teknik Kirin yang sangat mengerikan. Bagaimana tidak? Kirin bisa saja menciptakan dunia tersebut dengan apa yang dia mau. Entah, Zeno sebenarnya juga tidak mengerti, teknik tersebut merupakan kemampuan elemen apa?
“Tentu saja. Apa ada masalah tuan?” Tanya Kirin mengerutkan dahinya.
Zeno hanya menghela napas, ternyata teknik itu benar-benar sangat mengerikan. Bahkan kaisar peringkat ketujuh saja bisa terbunuh dengan begitu mudah, itupun tidak meninggalkan jejak sedikitpun seperti luka atau bekas pembunuhan. Dengan singkat, Zeno menjawab, “Tidak.” Kepada Kirin.
“Dan pada akhirnya tuan bisa kembali.” Uron tersenyum hangat, dia turut senang saat tuannya bisa menyelesaikan sebuah misi pribadi untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
__ADS_1
Jika dihitung-hitung, sepertinya mereka berada di sini sekitar sepuluh hari, dengan sisa waktu racun yang ada pada ibu Zeno sekitar dua puluh hari. Tentu saja, itu merupakan waktu yang sangat cukup lama dan banyak. Zeno tentu saja menghela napas lega karena sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Berjalan-jalan terlebih dahulu? Tentu saja tidak, Zeno ingin langsung menyerahkan bunga teratai emas kepada ibunya secara cepat.
“Butuh kendaraan? Kapal pribadi kekaisaran bisa mengantarmu dengan cepat.” Kaisar Lexus menawarkan.
“Sebenarnya Kirin dan Uron dapat bergerak selama dua hari. Dan kami masih mempunyai waktu sekitar dua puluh hari sebelum kondisi ibuku semakin memburuk.” Zeno berkata demikian. Memang, dia ingin cepat-cepat memberikan penawar itu kepada ibunya. Namun, pulang melalui cara biasa yaitu menggunakan kapal mungkin tidak terlalu masalah yang mana membutuhkan waktu 9-10 hari.
“Tidak tuan, aku menyarankan kita menggunakan Kirin atau Uron sebagai kendaraan. Karena kita tidak akan tahu, masalah apa yang akan terjadi di kapal sehingga membuat kita tidak akan pulang tepat waktu.” Turse angkat suara. Walaupun dia naik Kirin atau Uron merasa sedikit takut, namun apabila menggunakan kapal biasa dirinya juga sangat tidak setuju. Karena selain membutuhkan waktu yang relatif lama, masalah juga akan menjadi banyak ketika melakukan pelayaran, entah itu serangan beast laut, perompak atau masalah yang membuat mereka berlabuh di sebuah benua, belum lagi apabila Zeno mendapatkan masalah lagi di benua tersebut.
Zeno berpikir sejenak, tentunya apa yang dikatakan oleh Turse ada benarnya, karena dia tidak tahu masalah apa yang akan terjadi saat pulang nanti jika mereka menggunakan kapal. Mengingat, bahwa Zeno selalu mendapatkan sebuah masalah kemanapun dan kapanpun berada. Sehingga, dia berkata, “Maafkan aku kaisar Lexus, aku akan menunggangi Kirin dan Uron untuk pulang, selain cepat, aku juga tidak akan mengalami masalah bertumpuk di kapal nanti.”
“Baiklah, aku tidak memaksamu. Jadi, kalian akan kembali kapan?” Kaisar Lexus kembali bertanya.
“Tidak masalah.” Lexus menundukkan kepalanya.
.......
Tepat pada pagi hari, dimana matahari sudah berada di atas kepala. Berita mengenai runtuhnya istana dan kekuasaan keluarga Forjen telah menyebar begitu cepat dan menjadi sebuah perbincangan hangat di seluruh benua 99 cahaya. Para orang-orang juga tidak mengetahui, penyebab tidak begitu jelas dan menjadi simpang siur mengapa istana dan kekuasaannya itu runtuh, karena banyak orang yang menduga istana runtuh akibat gempa dengan kekuatan besar muncul tadi malam.
__ADS_1
Jika itu benar, lantas bagaimana kekuasaan keluarga Forjen juga runtuh? Tentu saja hal tersebut menjadi misteri yang besar. Karena tidak mungkin sebuah gempa meruntuhkan kekuasaan keluarga Forjen menjadi kaisar.
Selain itu, tidak ada dari empire lain yang melakukan sebuah penyerangan, jika pun ada, perbatasan dari segala sisi wilayah Ampera juga hancur akibat jalur peperangan. Benar-benar menjadi sebuah misteri bagi seluruh penghuni benua 99 cahaya, terutama penduduk Ampera empire, terkecuali pihak kekaisaran Nuvoleon yang memilih tutup mulut mengenai apa yang terjadi pada istana Ampera. Bahkan yang mengetahui hanyalah pihak Nuvoleon saja, tidak ada penduduk Nuvoleon yang mengetahui pasti.
Selain itu, berita duka juga muncul dari kekaisaran Lumenlus. Yaitu, kaisar mereka, kaisar Lumenlus IV mengalami kematian mendadak yang tidak diketahui apa penyebabnya. Namun, beberapa tabib memberikan sebuah dugaan bahwa kaisar Lumenlus IV meninggal karena serangan jantung. Karena hal tersebut terjadi, dan kekaisaran masih berdiri, kaisar Lumenlus IV digantikan oleh anaknya untuk menjadi seorang kaisar.
Tidak ada deklarasi perang apapun dari Lumenlus kepada Nuvoleon. Jika pun anak Lumenlus IV mengadakan peperangan, penyebabnya pasti karena Lumenlus IV terbukti terbunuh. Masalahnya, tidak ada sebuah bukti bahwa kaisar terbunuh yang membuat anaknya mengikhlaskan bahwa ayahnya terkena sebuah penyakit jantung.
Disisi lain, di kekaisaran Nuvoleon, Kaisar Lexus diiringi dengan Zillie dan beberapa prajurit lainnya berada di halaman belakang istana kekaisaran untuk berpisah dengan Zeno dan juga Turse yang merupakan tangan kanannya. Selain itu, Kirin dan Uron sudah berubah wujud menjadi naga yang membuat Zillie tidak henti-hentinya menutup mulut karena begitu terkejut bahwa Zeno ternyata memelihara dua ekor naga.
“Kaisar Lexus, dengan sebuah hormat, aku benar-benar berterima kasih sudah menerimaku disini, membantuku mendapatkan bunga teratai emas walaupun sebelumnya terdapat sebuah kesalah pahaman.” Zeno menundukkan kepalanya untuk memberi hormat kepada Lexus.
“Tidak masalah Zeno, jika kau ingin ke sini maka gerbang kekaisaran bagimu, namun dengan syarat bahwa kau telah menjadi seorang kaisar terkuat di atasku.” Jawab kaisar Lexus.
“Pastinya.” Zeno berkata demikian sambil menaiki Uron, kemudian disusul Turse yang langsung naik ke atas punggung Kirin sambil tersenyum ke arah Zillie walaupun Turse menganggap Zillie wanita dewasa yang sangat menyebalkan.
Dengan bergerak secepat kilat, langit istana Nuvoleon seketika memunculkan dua sambaran petir yang bergerak ke arah barat dengan dua warna yaitu kuning dan biru. Namun, sebelum Kirin dan Uron melesat, Lexus sempat berteriak yang mana Zeno juga mendengarnya sendiri.
__ADS_1
“Jangan lupa untuk mengundangku untuk acara pengangkatan!”