
“Serang!”
Saat ini pasukan jenderal Zhuo telah memasuki provinsi Yamlam yang merupakan provinsi para pemberontak. Jenderal Zhuo sendiri sebenarnya tidak peduli, apakah provinsi milik Southern ini hancur atau tidak, yang ia pedulikan adalah para pemberontak harus musnah dari kekaisaran.
Para pemberontak berlari mundur dari Provinsi setelah melihat pasukan yang sangat banyak. Setidaknya mereka harus mundur untuk menuju provinsi milik Northern untuk meminta bantuan kepada prajurit Northern empire yang telah membuat camp di sana.
Zhuo sebenarnya sudah mengerti dan berjaga-jaga dengan membagi dua pasukan, yang pertama, pasukan utama atau yang dia pimpin menggunakan jalur yang direncanakan oleh Zeno, serta pasukan cabang dia tunjukan untuk memasuki gerbang provinsi Yamlam dari arah selatan. Tentunya itu bukan karena tanpa sebab, Zhuo mengerti bahwa kali ini yang pasti akan berhadapan dengan para pemberontak, serta di tambah oleh pasukan dari Northern yang memang sengaja berada di perbatasan. Bagaimanapun, provinsi Yamlam sebagai provinsi para pemberontak membuat prajurit dari Northern sangat diuntungkan.
Serta pasukan cabang yang dia buat adalah untuk menyerang musuh secara mendadak.
Seperti yang Jenderal Zhuo kira, pasukan milik para pemberontak sudah bergerak dengan dibantu oleh pasukan dari Northern.
“Serang! Jangan biarkan pare pemberontak untuk hidup! Dan jangan takut terdapat pasukan Northern yang membantu mereka!” Teriak jenderal Zhuo.
Seluruh pasukan pertama yang dipimpin jenderal Zhuo berteriak begitu lantang sampai terdengar di pojok Provinsi seberang. Hal itu membuat menumbuhkan sebuah semangat yang hebat di dalam tubuh para pasukan, bahkan mereka tidak memiliki rasa takut untuk mati agar kekaisaran mereka aman di masa depan.
__ADS_1
Pemimpin pasukan musuh juga memberikan sebuah kalimat bersemangat, hal itu juga membuat mereka berteriak secara lantang. Benar-benar, saat ini mungkin mereka lebih cocok perang mulut daripada benar-benar berperang.
“Ice Golem!” Saat pasukan mendekat, jenderal Zhuo mengeluarkan sebuah golem es untuk memperkuat pasukan yang ia pimpin, serta juga menyerang para pasukan musuh. Tetapi sayangnya pasukan musuh juga tidak kalah menarik, mereka menebaskan berkali-kali sebuah energi dingin dari pedang mereka sehingga membuat golem es dapat dilumpuhkan.
Tapi jenderal Zhuo tidak terlalu panik, saat ini kedua pasukan sudah benar-benar bertarung dan berusaha menumpahkan darah. Pedang, elemen es, semuanya muncul di atas sebuah medan pertempuran. Tidak sedikit dari kedua pasukan ini berhasil menumpahkan darah. Tetapi pasukan jenderal Zhuo benar-benar sangat diuntungkan karena jumlah pasukan yang sangat banyak walaupun sebagian dia pisah untuk masuk dari gerbang utara.
Terlebih lagi pasukan pertama ini sudah melakukan persiapan yang sangat matang, berbeda dengan pasukan musuh dan para pemberontak yang notabenya belum siap dengan serangan secara mendadak, akibatnya banyak pasukan yang menyerang tidak aturan karena tidak tahu bagaimana posisi dan strategi untuk melawan pasukan yang dipimpin jenderal Zhuo. Dan mereka juga benar-benar kaget, masalahnya terdapat jenderal Zhuo yang memimpin pasukan ini.
Apa yang membuat mereka lebih kaget adalah bukan jenderal Zhuo, tetapi Southern berani melakukan peperangan setelah Akram pergi, apakah mereka tidak takut dengan sosok Rungdaf? Tentunya hal tersebut menjadikan sebuah pertanyaan bagi mereka. tapi tidak sedikit dari mereka yang menganggap bahwa kekaisaran Southern sangat bodoh karena menyerang di saat Akram tidak berada di posisi mereka.
Tepat dari arah Selatan, sebuah teriakan dengan pasukan berkuda membuat gentar musuh. Pasalnya, mereka tidak menyangka bahwa jenderal Zhuo masih memiliki pasukan lagi yang tersembunyi. Hal itu membuat pemimpin pasukan musuh berteriak untuk mundur.
Sekiatar 279.300 pasukan yang masih hidup mengeluarkan sebuah elemen mereka masing, tetapi mereka tidak mengeluarkan secara berlebihan karena mereka tahu bahwa mereka tidak bisa menguras Orka karena masih terdapat pasukan musuh yang berjaga di tambang.
Mungkin hanya sebatas energi dingin dari pedang yang mereka tebaskan untuk membunuh seluruh pasukan musuh. Zhuo juga mengeluarkan sebuah teknik andalannya yaitu tarian naga untuk menyerang pasukan musuh. Walaupun pasukan musuh masih sempat mengeluarkan Ice Wall untuk menghalau seluruh teknik dari pasukan milik Zhuo, tetapi karena jumlah pasukan yang tidak berbanding membuat pasukan musuh tidak ada apa-apanya.
__ADS_1
Seperempat jam kemudian, pasukan milik Zhuo berhasil membunuh seluruh pasukan milik Northern, namun, Zhuo hanya menyisakan ribuan para pasukan yang merupakan para pemberontak, para pasukan yang berasal dari Provinsi Yamlam atau bagian barat lau wilayah Northern.
Saat ini, Zhuo berhasil mengepung kerajaan Yamlam. Tidak, tidak hanya sekedar mengepung, beberapa pasukan berkuda juga memasuki kerajaan tanpa turun dari kuda.
“Katakan! Kenapa kau sebagai raja melakukan pemberontakan terhadap Southern empire?” Ucap jenderal Zhuo dengan nada tinggi kepada raja kerajaan Yamlam yang kini tengah berjongkok dan berkeringat dingin.
“Maafkan aku jenderal, tapi kutegaskan, kami melakukan pemberontakan bukan karena kepentingan kami, melainkan juga karena keselamatan seluruh Southern.” Ucap raja kerajaan Yamlam dengan ketakutan.
Mendengar hal itu, jenderal Zhou mengulurkan kedua pedang dalam satu tangan dari atas kudanya sambil berkata, “Apa yang membuatmu bisa berkata seperti itu?”
Raja kerajaan Yamlam masih bergetar ketakutan, wajahnya seputih kertas. Dia juga kesulitan untuk mengangkat mulutnya guna menjawab apa yang ditanyakan oleh jenderal Zhuo. Tetapi dia tidak bisa selamanya diam, daripada dia dibunuh oleh jenderal Zhuo, dia memaksa mulutnya untuk berbicara, “Ini menyangkut Akram. Sebelumnya, kami sudah memberitahu bahwa jangan terlalu mempercayai Akram, tetapi pihak kekaisaran tidak terlalu mendengar, bahkan mereka juga akan mengancam apabila selalu mengatakan Akram pembohong. Maka dari itu, kami memilih menjadi pemberontak daripada menjadi boneka Akram.”
Jenderal Zhuo terkejut, dia mengerutkan dahinya memperhatikan raja di depannya dengan hati-hati. “Tunggu sebentar, bahkan pemberontakan kalian memuncak setelah Akram pergi.”
“Iya, dengan begitu kami tidak takut lagi dengan sosok Akram, sehingga kami memerangi kalian yang telah menjadi boneka Akram.”
__ADS_1
“Tapi apa bedanya dengan meminta perlindungan Northern yang menjadi boneka Rungdaf?” Sahut jenderal Zhuo.
“Kami sebenarnya juga tahu bahwa Northern merupakan boneka Rundaf untuk melawan kaisar Aurrora dan kau. Tapi sejujurnya, kami menggunakan politik adu domba, yang mana aku meminta perlindungan Northern serta Rundaf untuk membunuh Akram. Hal itu juga sebaliknya, ketika mereka mengira bahwa Nothern menjadi sebuah ancaman karena memiliki celah di wilayah Yamlam, maka Akram dan kaisar Aurrora akan melakukan peperangan demi emperor di masa depan. Dan target mereka pertama adalah Rungdaf sebagai orang terkuat. Percayalah jenderal, jika Akram dan Rungdaf masih hidup, maka kedua emperor benar-benar berbahaya dan mengakibatkan perang besar di seluruh dunia.”