
Merasa cukup puas, mereka melepas pelukan mereka dan menatap satu sama lain dengan tersenyum bahagia. Terutama Zeno, dia seakan bertingkah seperti anak kecil di depan keluarganya, tidak peduli apakah Nora dan Turse merasa malu sendiri melihat Zeno yang tiba-tiba berubah.
Sejujurnya, Nora dan Turse tidak merasa malu, mereka juga cukup senang melihat Zeno yang berbahagia sampai bertingkah seperti anak kecil lagi.
“Ayah, kau masih cukup sehat ya, ibu benar-benar mencintaimu di benua Artrik.” Zhuo menghampiri Fang Yoshi dan memeluk ayahnya. Entah kenapa, dia juga merasa tenang kembali melihat ayahnya yang masih sehat.
“Aurrora....” Fang Yoshi tidak melanjutkan suara hatinya, apa yang dia fokuskan adalah menyambut kepulangan anaknya yang telah pergi selama lima belas tahun di tempat yang jauh dari benua ini. Lagi pula siapa juga yang tidak bisa membendung air matanya saat bertemu anaknya yang tengah pergi selama bertahun-tahun.
Itu juga yang dirasakan oleh Zeno sebagai seorang anak yang tidak pernah bertemu ayahnya, bahkan saat dia lahir, dia sama sekali tidak tahu siapa ayah kandungnya. Tapi saat dia mencari ayahnya, dia hanya mengandalkan sebuah perasaan yang erat antara ikatan seorang ayah dan anak.
Mereka akhirnya melepaskan pelukan setelah menghilangkan rasa rindu di dalam hati mereka.
Zeno mencoba mencubit diri sendiri, berharap apa yang ia lihat bukanlah mimpi belaka. Karena apa yang ia takutkan, sebenarnya selama ini dirinya sedang bermimpi panjang pasca dibunuh oleh Akram, dan dia bangkit dar kematian itu merupakan bagian dari mimpi pula. Pasalnya, Zeno dulu tidak mengerti, bahkan tanpa sebab mengapa dirinya bisa bangkit sendiri dari sebuah kematian.
“Tidak, ini bukanlah sebuah mimpi.” Zeno membatin, dia masih tersenyum cerah melihat kejadian di depannya merupakan sebuah kenyataan.
Di sela-sela rasa bahagianya, Zeno tiba-tiba menatap Selena yang juga menatap dirinya sambil tersenyum cerah pula. Seketika Zeno memalingkan wajahnya dan teringat sesuatu. Dia merasa bahwa dirinya benar-benar beruntung, karena dia tahu, mungkin ada ribuan orang sana yang tidak seberuntung dirinya, Selena misalnya. Entah kenapa Zeno menjadi merasa bersalah setelah membunuh Daizoru, yang mana itu ayah Selena sendiri.
Tapi bagaimana lagi, Selena juga ikut andil dalam pembunuhan ayahnya, dia juga sudah memiliki kebencian yang terdalam kepada ayahnya. Jadi Zeno kembali tersadar, buat apa untuk menyesali perbuatan yang selama ini dia lakukan yaitu membunuh Daizoru?
Mungkin jika dirinya menjadi Selena, dan melihat sebuah kebahagiaan orang lain seperti apa yang terjadi saat ini. Dia akan pergi pulang dan menangis di pojokan, mengingat bahwa Selena tidak memiliki keluarga sama sekali. Tapi Zeno menganggap bahwa Selena cukup hebat, dia masih tetap tegar dan tidak memiliki rasa iri yang nampak, walaupun Zeno tidak tahu bagaimana isi hatinya. Siapa tahu bahwa di balik Selena yang tersenyum cerah, ternyata di dalam hatinya dipenuhi sebuah tangisan.
__ADS_1
“Hey Zeno, bukankah kau berjanji membawa pulang menantu untuk ibumu? Setidaknya dengan begitu, kau bisa meledek paduka yang mulia kaisar Fang Tan.” Fang Yoshi tertawa keras sambil meledek Fang Tan.
Seketika Zeno melupakan masalah Selena, dia langsung menghadap ke depan dan berkata, “Tunggu, aku tidak pernah berjanji seperti itu.”
“Dia bahkan membawa tiga ayah.” Ucap Fang Zhuo sambil menunjuk ke arah Selena, Nora dan Turse. “Tidak, sepertinya dia punya empat karena masih ada satu lagi yang tertinggal di benua Artrik.”
“Ayah, jangan katakan seperti itu.” Zeno menatap sinis ayahnya, namun Zhuo tidak peduli dengan tatapan sinis dari Zeno.
Arina menutup mulutnya dan terkejut, “Empat?” Setelah itu dia juga tertawa lirih dan ikut meledek Fang Tan. “Lihat Fang Tan, bahkan dia bisa membawa empat untuk ibu.”
“Tidak ibu! Jangan hiraukan perkataan ayah. Mereka bertiga adalah teman-temanku.” Protes Zeno.
Fang Tan seketika menunduk dan menatap mereka dengan malas, “Itu curang, Zeno bahkan tidak mau memberikannya satu kepadaku.”
“Tidak, aku tidak mela....”
“Jelas Zeno melarangnya, karena menaklukkan hati wanita itu sangat sulit. Sehingga bagaimana mungkin dia memberikan kepada orang lain semudah itu.” Sahut Fang Yuna yang memotong pembicaraan Zeno.
Seluruh orang tertawa keras, kecuali Zeno dan juga Fang Tan. Bagaimanapun, sangat aneh anak pertama yang sudah berumur dua puluh lima tahun belum memiliki pasangan sama sekali.
“Sudahlah, lupakan. Apa kalian tidak lelah untuk terus berdiri di sini?” Ujar Fang Yoshi.
__ADS_1
“Benar, lagipula kita harus menyiapkan sebuah pesta besar hari ini.” Kata Fang Yuna bersemangat.
Seluruh orang kemudian mengangguk dan juga masuk ke dalam istana kekaisaran. Bagaimanapun, tentunya mereka semua sangat lelah karena berdiri lama, apalagi Zeno dan Zhuo yang baru saja pulang dari benua Artrik, meskinya mereka juga butuh istirahat.
>>//<<
Satu minggu berlalu....
Koa menghela napas terbata-bata. Benua bayangan benar-benar sangat mengerikan, bahkan lebih mengerikan dari pada yang ia bayangkan. Bagaimana tidak, pasalnya di benua ini dipenuhi oleh aura kegelapan yang sangat pekat, bahkan dia seperti berada di sebuah makam pada malam hari.
Ini sudah satu minggu setelah ia melakukan perjalanan menuju ke sini. Mendapatkan kapal juga sangat sulit karena tidak banya kapal yang memberikan sebuah akses menuju benua mengerikan ini. Tapi mau bagaimana lagi, dia harus mengancam salah satu kapten kapal untuk membawanya menuju ke sini. Selain itu, dia juga harus menyelesaikan tugas dari kaisar Yin.
Koa benar-benar penasaran dengan gulungan surat yang ia pegang, tapi rasanya, dia tidak mungkin untuk membukanya karena itu sama saja dia mengkhianati kaisar Yin.
Untungnya, kekaisaran Mare Ennbarum tepat saat kapal itu berlabuh. Sehingga, dia tidak akan kesulitan lagi untuk mencari di mana kekaisaran Mare Ennbarum secara susah payah, sehingga risiko untuk berhadapan dengan orang tidak di kenal juga akan sangat minim.
“Tunggu! Siapa kau sehingga berani memasuki istana kekaisaran?” Dua orang prajurit menghadang Koa menggunakan sebuah tombak yang disilangkan. Tatapan prajurit tersebut juga terlihat sangat mengerikan, bahkan dirinya saja sebagai tangan kanan kaisar negara Api pasti dibunuh dengan mudah oleh mereka.
Koa menelan ludah secara kasar, tapi mestinya dia harus menjawab pertanyaan mereka. “Aku merupakan orang kepercayaan kaisar negara Api. Aku di tugaskan beliau untuk mengantarkan surat secara langsung kepada kaisar Danze.”
Dua prajurit itu menatap satu sama lain, tapi mereka tidak percaya semudah itu mengenai apa yang dikatakan oleh Koa. “Bisakah kita meminta gulungan surat itu? Aku yang akan memberikannya kepada kaisar Danze.”
__ADS_1
Koa menolak, bagaimanapun apa yang diperintahkan oleh kaisar adalah, menyerahkan gulungan itu secara langsung tanpa ada perantara. Sehingga, apa yang dilakukan Koa adalah bersiap melawan apabila para prajurit tersebut menyerangnya. Tidak peduli apakah dia akan mati, yang terpenting dia selalu mengingat pesan kaisar agar memberikannya secara langsung.