Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Sampai menuju Nuvoleon Empire


__ADS_3

Di sisi lain, dalam waktu yang sama dengan keputusan kaisar Lexus, tepat pada pagi menjelang siang, Zeno dan yang lainnya baru saja mau menginjakkan kakinya di Nuvoleon empire. 


Lebih tepatnya, mereka semua berada dalam antrian panjang di sebuah gerbang penjagaan yang ada di perbatasan. Bagaimanapun, di mana-mana, di setiap perbatasan pasti akan ada penjagaan seperti itu. Hal itu tidak jauh beda dengan yang ada di benua negara.


Tidak lama, akhirnya giliran mereka bertiga yang dilakukan pengecekan.


"Kalian memiliki sebuah lencana wilayah? Jika ada, maka bisa menggunakan lencana keluarga." Tanya sang penjaga dengan wajah yang tidak ada ekspresi sama sekali.


"Emm." Hole berpikir sejenak. 


"Zen, apakah kau memiliki lencana keluarga atau wilayah dari benua asalmu? Lencana wilayah milikku hilang, sedangkan lencana keluarga, aku sama sekali tidak memilikinya karena keluargaku bukanlah siapa-siapa." Kata Hole tersenyum ke arah Zeno.


Zeno menghela napas, dia menatap sinis Hole beberapa saat. Kemudian, dia memalingkan pandangan tersebut dan memberikan lencana wilayah miliknya.


"Negara air benua Lima negara?" Penjaga yang sebelumnya tidak berekspresi kini justru berusaha untuk tidak tertawa.


"Sudah kuduga." Zeno membatin sambil menghela napas.


"Tidak." Kata petugas itu dengan begitu tegas. Selain, itu dia juga melemparkan lencana itu ke arah Zeno kembali, "Pulanglah, kau tidak berhak masuk ke empire ini. Empire ini di pimpin oleh kaisar terkuat kedua di dunia. Jadi, orang yang berasal dari benua lemah sepertimu, maka jangan sekali-kali menginjakkan kakimu di sini."


Mendengar hal tersebut, Zeno terdiam sambil memandang sinis penjaga tersebut. Dia baru tahu, jika kaisar kedua terkuat di dunia merupakan kaisar kekaisaran Nuvoleon. Sungguh, menurut Zeno, kaisar tersebut sangat beruntung, bagaimana tidak, kaisar tersebut akan menjadi kaisar terkuat di dunia karena Danze dikalahkan.

__ADS_1


Tapi dia tidak berbicara bahwa kaisar Danze dikalahkan oleh dirinya. Karena, jika berbicara seperti itu, maka dia bisa dianggap oleh orang gila.


"Paman, apakah menurutmu cahaya merupakan elemen paling kuat?" Tanya Zeno dengan wajah datar.


"Tentu saja." Jawab Penjaga itu dengan singkat.


Zeno mengangkat tangannya, tapi hal itu dicegah oleh Turse yang kini juga berjalan perlahan menuju samping Zeno. 


"Paman, maafkan temanku, dia sebenarnya baru mendapatkan maksudku menemukan lencana benua negara di negara air." Kata Turse sambil menyerahkan lencana miliknya.


Penjaga tersebut menerima lencana wilayah Turse dengan senang hati. "Southern Empire, benua Artrik." Bacanya, "Tunggu sebentar, ini lencana lama? Bukankah Northern dan Southern sudah bergabung menjadi Glacies Empiren?" 


"Memang, tapi itu baru saja bergabung. Dan kaisar baru, maksudku sang kaisar belum mengumumkan lencana baru untuk Empire tersebut." Jawab Turse sambil melirik ke arah Zeno.


"Turse ternyata berasal dari benua Artrik? Aku juga baru mendengar berita mengenai penggabungan kekaisaran yang dilakukan oleh pangeran Fang Zeno yang berasal dari negara air. Tapi aku cukup heran, memangnya pangeran Zeno memiliki hubungan apa dengan benua Artrik?" Tanya Hole penasaran.


Mendengar hal tersebut, Zeno dan Turse terdiam dan memandang satu sama lain. Hole sepertinya memang tidak tahu, seseorang yang ada di hadapannya sedang ia bicarakan. 


"Kau tidak tahu?" Zeno mengangkat alisnya sebelum melanjutkan ucapannya, "Fang Zeno merupakan cucu kaisar Southern Empire. Itulah mengapa, dia bersedia untuk menaklukkan Northern demi neneknya." 


"Pangeran Fang Zeno, dia menjadi salah satu pewaris tahta kekaisaran Galcies empire. Dan aku, aku akan menjadi tangan kanan pribadinya." Kata Turse dengan senang sambil menatap Zeno.

__ADS_1


Zeno hanya memandang sinis Turse, dia juga baru melihat bahwa Turse tersenyum seperti ini. 


"Benarkah?" Tanya Hole dengan nada terkejut, "Bukankah itu hebat menjadi tangan kanan kaisar?"


"Fang Zeno, pangeran lemah seperti dia menjadi kaisar?" Umpat Zeno, dia melakukan seperti agar membuat Hole tidak tahu siapa seseorang yang ada di sampingnya.


"Kau memang kuat Zen, tapi jangan merasa sombong apalagi kepada pangeran Fang Zeno. Jika dibandingkan dengan dia, kau tidak ada apa-apanya." Hole tersenyum dan menasihati Zeno.


Turse hanya tertawa lirih melihat tingkah polos Hole yang tidak tahu siapa lawan bicaranya. Jika Zeno adalah pangeran dari kekaisaran lain, maka dia akan marah dan tidak akan Sudi berkata demikian seolah merendahkan dirinya sendiri. Itulah yang membuat Turse menjadi lebih kagum kepada Zeno, yang mana Zeno memiliki sifat rendah hati dan tidak terlalu menyombongkan diri bahwa dirinya adalah pangeran Fang Zeno.


Zeno berpikir sejenak, lima hari lagi menunggu mekarnya bunga teratai bisa dibilang merupakan waktu yang lama ataupun dekat. Hal itu membuat Zeno akan merasa kosong dan tidak melakukan apapun selama lima hari ke depan. Tidak, lebih tepatnya tiga hari ke depan. Pasalnya, tiga hari lagi, mereka semua harus terlebih dahulu menuju gunung Apiluc untuk mengawasi pergerakan kekaisaran atau kelompok kriminal seperti apa yang dikatakan Turse.


Tentu saja, dalam tiga hari tanpa melakukan apa-apa, itu sangat membosankan bagi Zeno. Apa yang akan dirinya lakukan? Zeno bergumam mengenai hal tersebut.


Sekilas, dia teringat bahwa salah satu elemen yang belum bangkit adalah elemen cahaya. Hal itu membuatnya sedikit tersenyum dan memiliki sebuah pemikiran untuk melakukan apa nantinya. Lebih tepatnya, dia akan melakukan seperti apa yang ia lakukan di negara petir ataupun tanah, yang mana, dia mengunjungi suatu tempat yang dipenuhi oleh energi orka alami untuk berusaha membangkitkan suatu elemen.


Karena Zeno merasa beberapa elemen yang ia miliki bangkit bukan berasal dari tempat kuno, melainkan sebuah tempat yang mengandung energi orka alami. Seperti pada saat mendapatkan elemen air, dia merasa bahwa hal tersebut terjadi karena dirinya mengunjungi air terjun kehidupan, serta elemen petirnya bangkit karena merasakan energi yang ada di danau Vanzula, walaupun jarak antara mengunjungi dan elemennya bangkit juga membutuhkan waktu yang lama. Tapi apa yang dia rasa aneh, darimana dia bisa mendapatkan elemen tanah? Bukankah jika hanya dari soil crystal itu dirasa tidak mungkin?


Walaupun dia merasa bukan berasal dari tempat kuno atau tempat aneh, setidaknya Zeno juga ingin mencoba, lagipula tidak ada salahnya, barangkali elemen cahayanya akan bangkit di tempat itu. Selain itu, dia juga menjadi tertarik untuk mengunjungi tempat kuno atau tempat yang sangat diistimewakan oleh empire. Ketertarikan itu dia dapatkan setelah berkunjung di dunia metpo, yang mana dunia tersebut bagaikan negeri dongeng yang berisi elemental beast yang tidak dapat dikontrak.


Masalahnya, dia tidak tahu mengenai segala wilayah yang ada di empire benua ini. Namun, saat dia menoleh ke arah Hole, dia sedikit mengangkat ujung bibirnya. Benar-benar, dia merasa sangat beruntung karena mendapatkan pemandu wilayah secara gratis.

__ADS_1


 


__ADS_2