
Energi api yang dikeluarkan Akram menggunakan Fire Sword, tiba-tiba menghilang. Bahkan Zeno juga masih baik-baik saja dengan fisik yang berubah secara total, dengan tampang yang mengerikan sanggup membuat Akram sedikit bergetar.
"Sudah imbang bukan?" Tubuh Zeno benar-benar berubah, mulai dari kepalanya yang memiliki gigi taring yang keluar dengan panjang, serta tubuhnya diselimuti bulu halus berwarna putih serta corak khas harimau putih.
Dengan Ice Sword yang digenggamnya membuat Zeno sedikit berwibawa dan memiliki aura yang sangat kuat, disertai angin berwarna ungu, serta air berwarna biru tua yang sedang berputar mengelilinginya.
Akram pun memulai serangan sambil memegang Fire Sword nya, karena ia percaya bahwa orang yang terkena Fire Sword, akan hangus dalam sekali sentuh.
"Hah." Zeno menghela napas, menyaksikan orang bodoh yang berlari sambil membawa pedang yang menurutnya tidak berguna. Zeno bahkan tidak memasang kuda-kuda apapun untuk menyerang Akram, ia hanya memutar kepala, dan pinggang untuk melepaskan lelah di sela-sela bunyi tulang.
"Aku ingin tahu, apa yang istimewa dengan Fire Sword." Zeno berkata dengan santai sambil menancapkan Ice Sword ke atas tanah.
Jarak antara Fire Sword dengan kepala Zeno mungkin hanya satu hasta, tetapi untungnya, Akram membeku menyisakan Fire Sword serta kepala Akram yang hanya bisa tercengang.
Walaupun jarak antara Fire Sword dan kepalanya hanya satu hasta, tetapi Zeno juga bisa merasakan panas Fire Sword yang sangat luar biasa, sehingga Zeno hanya bisa mundur satu langkah dengan menarik kembali Ice Sword.
Perlahan es mulai mencair setelah Zeno menarik Ice Sword. Akram hanya bisa tersenyum kecut saat serangannya hanya dipatahkan begitu saja, tetapi ia tidak menyerah, es yang mencair sangat rapuh, sehingga Akram sendiri bisa keluar.
Akram sangat marah, ia kembali mengangkat pedangnya dengan menebaskan Fire Sword yang mengeluarkan sebuah energi api yang sangat besar nan cepat mengarah ke Zeno.
Zeno yang melihat hal itu langsung berubah menjadi hembusan angin seakan-akan menghilang. Sehingga, tebasan yang Akram keluarkan mengenai sebuah bongkahan batu yang sedikit besar.
Benar-benar mengerikan, seketika bongkahan batu yang terkena energi tebasan dari Fire Sword menjadi cair seperti magma. Bisa dibayangkan, itu hanya sebongkah batu yang sangat keras, andai itu terkena manusia, mungkin sudah menjadi abu beserta tulangnya.
Tetapi Zeno tidak terlalu terkejut setelah melihat itu, ia tiba-tiba muncul dari hembusan angin yang membentuk dirinya tepat di belakang Akram.
"Teknik menghilang milik Kiba hebat juga." Zeno mengangkat ujung bibirnya sambil mengangkat Ice Sword.
__ADS_1
Akram menoleh kebelakang setelah mendengar Zeno tepat berada di belakangnya.
Zeno melihat senyum pahit Akram saat Akram sendiri tidak ada kesempatan untuk menghindar, tapi ia melihat masih ada pedang api yang masih Akram genggam, sehingga masih ada kesempatan untuk menahan serangan Zeno.
Benar saja, Akram yang merasakan krisis langsung menarik Fire Sword untuk menahan Ice Sword. Hanya itu kesempatan yang bisa dilakukan Akram, tapi ia benar-benar tidak tahu, apa yang akan terjadi apabila Fire Sword dan Ice Sword dibenturkan satu sama lain.
Duarr
Ledakan yang hebat terjadi di antara pertarungan Akram dan Zeno, keduanya sama-sama terlempar begitu jauh dengan luka yang tidak terlalu parah pada bagian tangan mereka.
Zeno yang terlempar dan tersungkur di atas tanah, sangat tidak menyangka bahwa apabila Fire dan Ice Sword apabila dibenturkan akan mengakibatkan ledakan yang sangat besar. Kedua pedang tersebut sangat bertolak belakang seperti menolak satu sama lain, atau mungkin memang pedang tersebut tidak layak untuk dibenturkan.
"Ini sangat berbahaya apabila dibenturkan, apakah pak tua itu bersikeras ingin merebut pedang ini?" Gumam Zeno sambil memegang tangannya yang terluka akibat benturan pedangnya.
Namun anehnya, Ice Sword sama sekali tidak pecah, meleleh ataupun patah. Bahkan saat terkena ledakan yang sangat besar sehingga menghasilkan jamur ledakan yang menjulang tinggi.
Bahkan ratu Kura dari kejauhan harus menutupi wajahnya karena ia tidak mau buta karena ledakan besar. "Benar-benar mengerikan." Itulah kata yang keluar dari Kura.
Ia memutuskan untuk tidak menggunakan Ice Sword lagi, karena itu sangat berbahaya apabila Akram juga menggunakan Fire sword. Bisa-bisa satu negara akan mengalami kerusakan yang cukup parah karena benturan kedua pedang itu.
Zeno berubah menjadi angin dan berhembus dengan cepat ke arah Akram yang sedang berusaha berdiri, lagipula Akram sendiri sudah menghabiskan banyak Orka, apalagi setelah ia mengeluarkan bola api tadi yang hanya keluar sia-sia.
Zeno tepat berdiri di hadapan Akram, tubuh Akram mungkin sudah terbilang sangat lemah. Untuk mengakhirinya, Zeno mengeluarkan sebuah aliran penjara yang merupakan salah satu tekniknya.
Seketika aliran dari bawah tanah keluar deras dari bawah Akram, membuat Akram terbawa aliran tersebut dan terjebak di dalamnya.
"Lagi-lagi teknik ini." Teriak Akram. "Hah, Teknik teratai, aliran keempat, tembakan teratai api." Sambungnya sambil menggerakkan tangannya yang mengarah ke arah Zeno.
__ADS_1
Tetapi Zeno tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk menangkis tembakan teratai yang tidak akan padam walaupun di dalam air. Zeno juga mengulurkan tangannya tepat ke arah Aliran air yang mengalir ke atas dengan Akram yang di dalamnya.
Aliran tersebut langsung membeku dengan teratai api yang juga menghilang. Akram benar-benar terjebak di dalam es yang awalnya merupakan sebuah aliran deras.
Terlihat tubuh Akram sama sekali tidak bergerak sedikitpun, bahkan raut wajahnya yang membeku juga tidak berubah sama sekali.
"Matilah kau!" Kata Zeno begitu lirih.
Zeno yang masih mengulurkan tangannya langsung mengepalkan dengan perlahan seperti meremas sesuatu. Perlahan, es yang mengurung Akram langsung retak dan hancur sesuai dengan tangan Zeno yang perlahan mengepal.
Akram terbaring di atas tanah dengan potongan-potongan es yang telah hancur akibat ulah Zeno. Zeno melihat tubuh Akram yang bergetar kedinginan, apalagi kondisi juga sudah malam membuat Akram tidak bisa bangkit untuk melawan lagi.
Zeno berjalan perlahan sambil mengambil Fire Sword yang telah lepas dari genggaman Akram. Tatapannya tidak lepas dari kata dingin memandang Akram yang sudah berbaring tidak memiliki energi lagi.
"Akh." Zeno hampir meloncat saat ia dengan sengaja memegang Fire Sword, panasnya membuat tangannya hampir melepuh di sela-sela luka akibat ledakan.
"Benar-benar panas." Zeno sadar, bahwa Fire Sword bukan pusaka yang cocok untuk dia, jadi dia mengabaikannya dan mengambil Ice Sword lagi dari belakang punggungnya.
Slaaab.
Ice Sword menancap tepat di dada Akram yang sudah tidak berdaya. terlihat Akram juga memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
"Akram Agalia, aku harap ini merupakan sisa keluarga Agalia yang terakhir." Zeno berkata seperti itu sambil menghela napas, kali ini ia sudah berhasil membunuh Akram Agalia agar akar dendam keluarga Agalia sudah benar-benar putus, sehingga sudah tidak ada lagi yang mengancam kehidupan dirinya.
Perlahan, tubuh Akram membeku setelah Ice Sword menancap di dadanya, tatapan kosong Akram sudah tidak terlihat lagi dengan bentuknya yang sudah berubah menjadi es.
Sebagai tahap terakhir, Zeno menghancurkan tubuh Akram yang telah menjadi es menggunakan bola air di telapak tangannya. Sehingga Akram sudah tidak ada kesempatan lagi untuk diselamatkan oleh siapapun.
__ADS_1
"Akhirnya telah selesai." Zeno tersenyum senang dengan pandangannya yang berkunang-kunang. Gigi taringnya perlahan juga menyusut menandakan ia akan kembali ke bentuk aslinya.
Ia hanya bisa terjatuh di atas tumpukan pecahan es, matanya terpejam dengan banyak luka yang parah menutupi seluruh tubuhnya.