Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Dimulainya sebuah penyerangan


__ADS_3

“Mare Enbarum, ada di depan mata! Serang!”


Pada akhirnya, tiga minggu setelah mereka berangkat, pasukan berkuda sudah berada di perairan Mare Enbarum empire bagian selatan. Dengan pesisir yang merupakan terparkirnya para armada kapal kekaisaran Mare Enbarum. Mungkin terlihat aneh, apabila pasukan berkuda menyerang armada kapal, tapi memang itu rencananya, lebih tepatnya digunakan untuk menarik perhatian para musuh.


Disisi lain, beberapa prajurit milik Mare Enbarum sedikit kaget saat melihat ratusan ribu pasukan berkuda. Yang membuat mereka hampir tidak percaya, pasukan tersebut berkuda di atas perairan tanpa tenggelam sedikitpun. Hal tersebut, tentu saja membuat para prajurit tidak bisa tinggal diam. Mereka membunyikan sebuah terompet yang menandakan ada sebuah serangan dadakan.


“Gunakan kapal untuk menghancurkan mereka! tampaknya mereka cukup bodoh dalam penyerangan!” Salah seorang prajurit berteriak dengan begitu keras setelah prajurit lainnya membunyikan terompet yang sangat keras di telinga.


Seperti apa yang dikatakan oleh prajurit tersebut, dua ratus kapal dikerahkan dengan begitu cepat. Yang mana, masing-masing kapal hanya diisi sangat sedikit yaitu sekitar 50 prajurit. Karena mereka cukup yakin pertahanan yang sangat sedikit itu bisa menghancurkan pasukan kavaleri di atas perairan.


Pasukan berkuda yang dipimpin oleh Zeno, tak gentar sedikitpun saat di hadapannya ada dua ratus kapal yang menuju ke arah sini sambil menunjukkan sebuah meriam elemental. Yang mana meriam elemental merupakan sebuah meriam yang menembakkan sebuah elemen sesuai yang dikeluarkan elementalist.


Dan benar sekali, sebuah bola kegelapan muncul dari meriam kapal tersebut menandakan bahwa mereka mulai penyerangan. Kemudian disusul beberapa meriam kegelapan yang mengarah ke arah pasukan berkuda dengan sangat cepat.


“Tetap maju! Jangan hiraukan meriam kegelapan itu.” Teriak Zeno sambil menoleh ke belakang, memperhatikan sebuah armada kapal miliknya terlihat begitu jelas dengan kapal es yang paling besar menjadi pemimpin dan garda paling depan.


Masalah meriam kegelapan yang diluncurkan sangat banyak, Zeno langsung mengeluarkan ribuan bola cahaya dari tangannya untuk menghadapi meriam kegelapan. Sehingga, meriam kegelapan yang dilemparkan itu tampak sia-sia sepenuhnya.

__ADS_1


“Giliranku! Mega Ice Area!”


Seketika lautan menjadi membeku akibat teknik yang dilancarkan oleh Zeno. Tidak hanya itu saja, perairan yang membeku tersebut membuat armada kapal milik Mare Enbarum terhenti dan tidak bisa berjalan karena tidak ada perairan di bawahnya. Selain itu, kapal mereka perlahan juga ikut membeku yang membuat para prajurit yang menumpanginya panik.


“Sial! Tembak kembali pasukan berkuda tersebut!” Teriak prajurit Mare Enbarum.


“Jangan harap bisa!!” Zeno yang mendengarnya dengan begitu jelas membalasnya dengan sangat tegas.


Bersamaan dengan itu, bahkan sebelum armada kapal milik Enbarum kembali menembakkan meriamnya, tiba-tiba sebuah bola es yang cukup besar menghantam salah satu kapal perang milik mereka. Kemudian, disusul ribuan meriam es yang juga muncul dari kejauhan, lebih tepatnya di belakang kavaleri yang dipimpin oleh Zeno.


Namun, tak disangka-sangka, pasukan yang berada di atas kapal tiba-tiba terbunuh setelah ribuan, tidak, bahkan ratusan ribu anak panah menghujani mereka dengan sangat cepat. Bahkan, mereka terlambat untuk menyadari bahwa di armada kapal itu ternyata banyak seorang pemanah. Tentu saja, mereka yang melihat itu langsung bersembunyi dari tempat yang mana bagian atasnya tertutup.


Tidak hanya itu saja, mereka juga sempat untuk mengeluarkan teknik elemen kegelapan untuk menyerang kavaleri atau armada kapal yang menurut mereka benar-benar sangat merepotkan. Siapa yang menyangka, bahwa ratusan prajurit yang sempat bersembunyi di kapal harus menghadapi ribuan meriam es yang tidak hanya membekukan kapal, melainkan juga menghancurkan kapal yang menjadi masalah besar bagi mereka. Tampaknya, mereka sedikit bodoh dan lengah saat melakukan sebuah pertahanan di perairan.


Zeno berdiri di atas kuda dengan sangat seimbang, kemudian, dia mengeluarkan sebuah Ice Sword yang mungkin sudah sangat lama tidak dia keluarkan. Kemudian, dengan wajah yang cukup tenang, dia mengeluarkan sebuah teknik yang sama sekali tidak dia pelajari, namun tertulis di dalam otaknya secara tiba-tiba. Entahlah, mungkin dia merupakan seorang penguasa yang bebas menggunakan teknik apa saja di penjuru dunia, asalkan masih berhubungan dengan kelima elementalnya.


“Tebasan cahaya, tahap terakhir, tebasan penghancur bintang!” Zeno menebaskan pedangnya ke arah puluhan kapal yang sedang tidak bergerak. Alhasil, sebuah energi cahaya yang begitu panjang keluar dari pedang Zeno dan menghancurkan kapal di barisan paling depan dengan begitu mudah.

__ADS_1


Tidak hanya tebasan Zeno yang menghancurkan kapal perang milik Mare enbarum, melainkan juga meriam dan anak panah milik armada kapal miliknya yang berada paling belakang untuk menghancurkan armada kapal tersebut. Sehingga, kapal perang milik musuh juga tampak sia-sia untuk dikerahkan.


“Berhenti!” Zeno mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, sehingga pasukan berkudanya berhenti dengan sangat disiplin. Mau bagaimana lagi, di depan mata mereka sudah ada kapal, lebih tepatnya bangkai kapal perang yang dihancurkan Zeno, dan meriam milik armada kapal Glacies Empire.


“Kaisar, di samping! Tampaknya musuh mengerahkan armada kapal lagi, namun berfokus untuk menyerang armada kapal milik kita!” Jenderal Lois berkata kepada Zeno sambil menoleh ke arah barat.”


“Benar, mereka tampaknya menggunakan elemen kegelapan untuk menghancurkan es yang ku buat. Tapi tidak masalah, sesuai rencana armada kapal memiliki tugas untuk menghancurkan kapal musuh dan membuka jalan bagi kita. Jadi, apa yang paling penting, kau dan satu pertiga pasukan kita menyerang ke depan, sedangkan aku dan dua petiga pasukan akan berbelok ke arah timur. Kau mengerti?” Zeno kembali duduk di atas kudanya, kemudian dia memberikan isyarat kepada para pasukannya untuk melakukan sesuatu seperti apa yang direncanakan.


“Sampai jumpa di istana kekaisaran, jenderal! Aku pergi dulu.”


“Hati-hati kaisar!” Teriak Lois ketika kaisarnya pergi membawa dua pertiga dari pasukan yang dia bawa sebelumnya.


Kini, pasukan kavaleri telah resmi terbagi menjadi dua bagian, yang mana pasukan yang dipimpin oleh jenderal Lois akan terus maju, tetapi mereka akan menunggu sampai pasukan armadanya menang melawan armada kapal milik musuh. Dia sangat percaya diri sekali bahwa armada kapal milik Glacies menang, karena selain menang jumlah, pasukan Glacies juga memiliki ribuan pemanah yang menarik anak panahnya di atas kapal masing-masing.


Karena Lois tahu, apabila dia maju tanpa armada kapal yang berisi pemanah, maka di pesisir pantai dirinya akan sangat kerepotan untuk menghadapi musuh yang jauh lebih banyak. Mungkin musuh tersebut masih menunggu Lois untuk bergerak. Walaupun, memang faktanya begitu.


Sedangkan pasukan Kavaleri kedua yang dipimpin oleh Zeno, mereka berbelok ke arah timur untuk menyerang istana kekaisaran. Selain itu, wilayah timur juga merupakan pangkalan prajurit kekaisaran yang mana itu adalah bagian vital bagi sebuah empire. Karena, apabila tempat itu hancur, maka kekaisaran juga akan kesulitan untuk melawan musuh.

__ADS_1


__ADS_2