Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Apa tidak ada cara lain?


__ADS_3

Tepat hari dimana turnamen berlangsung, seluruh keluarga Fang, dan juga Ares berkumpul dalam sebuah koloseum yang begitu megah. Tidak hanya itu, para warga sekitar juga hadir karena ingin melihat sebuah ajang turnamen dari kedua keluarga bangsawan, ditambah dengan adanya Zeno yang membuat rasa penasaran mereka tumbuh mengenai isu ditemukannya Arina Ares.


Ajang turnamen ini memang dilaksanakan untuk mencari siapa yang paling berbakat, ditambah dengan hadiah yang menggiurkan membuat siapa saja tertarik untuk ikut. Tetapi sayangnya, syarat untuk mengikuti turnamen tersebut adalah berumur lima belas sampai dua puluh tahun. Sehingga, orang seperti Fang Tan juga dilarang untuk mengikuti, selain itu Fang Tan sendiri juga merupakan seorang kaisar yang hanya diperbolehkan untuk menonton.


“Baiklah, acara yang kita tunggu telah datang.” Teriak salah satu orang yang bernama Fang Tian, salah satu dari keluarga Fang yang bertindak sebagai juri.


Teriakan Fang Tian di tengah koloseum cukup terdengar begitu keras, sehingga juga mendapatkan respon yang baik. Sorakan tepuk tangan dan teriakan terdengar dari warga yang duduk mengelilingi colosseum, membuat turnamen ini seakan-akan didukung baik oleh warga.


“Baiklah, dalam koloseum ini terdapat tiga arena. Dimana setiap arena berisi lima orang yang bertarung satu sama lain sampai hanya terdapat satu orang saja yang bertahan. Seseorang yang keluar dari arena akan dianggap kalah, menyerah juga dianggap kalah, dilarang untuk membunuh dengan sengaja, dan juga dilarang menggunakan senjata tajam.” Fang Tian menjelaskan.


Satu persatu peserta dipanggil untuk menuju dalam sebuah arena yang telah ditentukan, Zeno kali ini belum mendapat panggilan yang membuatnya harus menunggu lebih lama lagi, terpaksa Zeno juga harus duduk diatas kursi dan menonton sebuah pertandingan penyisihan tersebut.


Beberapa peserta yang bertarung di atas arena melakukan pertarungan sekuat tenaga, berusaha untuk menyingkirkan keempat lawannya di arena yang tidak begitu luas. Bahkan mungkin menggunakan sebuah elemen pun dirasa tidak mungkin, karena Arena yang begitu sempit mungkin akan membuat elemen tersebut menyakiti diri sendiri.


Kecuali kalau turnamen mereka dilakukan oleh elementalist tanah yang merupakan elemen tipe jarak dekat, sehingga, bertarung di atas Arena pun bisa teratasi. Tetapi hal tersebut kembali kepada pengguna elemen masing-masing.


Yuna yang ikut dalam turnamen ini juga berada dalam salah satu Arena. Tetapi tidak lama kemudian, Yuna berhasil bertahan dan membuatnya masuk untuk babak selanjutnya. Hingga akhirnya, Ketiga Arena sendiri sudah terdapat pemenangnya termasuk Yuna itu sendiri.


Pertandingan berikutnya di babak pertama masih terus berlanjut, dalam pertandingan kali ini, beberapa peserta dipanggil serta ditentukan Arena yang akan mereka tempati kali ini. Dalam pertandingan ini, Zeno juga telah dipanggil dan akan melakukan pertempuran di atas Area pertama.


Zeno segera beranjak dari tempat duduknya, dia kemudian berjalan turun dan menuju Arena pertama yang merupakan keputusan juri. Semuanya bersorak riang saat Zeno masuk ke dalam sebuah Arena, membut menjadi bahan perbincangan oleh sebagian penonton. Bagaimana tidak, mereka jadi tahu seperti apa wajah seorang putra dari Arina Ares yang hilang bersama ibunya saat berada dalam kandungan. Wajahnya yang begitu lumayan dan persis dengan ibunya yang sangat cantik, membuat orang-orang begitu kagum dengan Zeno.


Zeno yang merasa diperbincangkan, dirinya hanya menghiraukan dengan sengaja, yang terpenting adalah, dia hanya fokus dan berpikir bagaimana caranya untuk menyingkirkan keempat lawannya.

__ADS_1


Fang Tian sudah memberikan aba-aba untuk mempersilahkan para peserta melakukan pertarungan. Tetapi ada yang aneh di arena milik Zeno tempati, membuat puluhan sorot mata para penonton yang sebelumnya melihat kearah arena lain kini melihat ke arena Zeno tempati.


Lima orang termasuk Zeno hanya diam dan belum melakukan pertarungan seperti Arena lain. Tatapan mata tajam keempat musuh Zeno mengarah ke Zeno, hal tersebut membuat Zeno kebingungan karena tatapan mereka seakan-akan memiliki dendam pribadi.


“Maafkan aku Zeno, sebelumnya kami berempat bersepakat untuk menyerangmu terlebih dahulu.”


“Aku tahu, kalau kau lah yang paling berjasa atas penyerangan wilayah barat negeri angin.” Kata salah satu musuh Zeno yang merupakan salah satu dari keluarga Ares.


“Aku juga tahu, bahwa kaulah yang membawa nyonya Arina kembali.” Kata salah satu dari Agalia.


“Sebab itulah kau harus disingkirkan terlebih dahulu, karena kau sangat berbakat melebihi kami.” Kata mereka berempat dengan serentak.


“Tunggu sebentar, apa-apaan ini.” Sahut Zeno dengan mengerutkan dahinya.


“Nampaknya dalam Arena pertama, Fang Zeno sedang dipojokkan oleh empat peserta yang telah melakukan kerja sama.” Ucap Fang Tian yang menambah suasana Zeno begitu panas, ditambah dengan sorakan para penonton yang membuat hati Zeno semakin kacau.


“Apakah boleh melakukan seperti ini?” Teriak Zeno kepada Fang Tian.


“Boleh, boleh saja, selama itu membuat peserta lain keluar dari arena atau menyerah.” Fang Tian menjelaskan.


Wajah Zeno begitu jelek saat mendengar ucapan dari Fang Tian, membuatnya tidak bisa membantah lagi karena itu keputusan mutlak dari juri.


“Ayolah, apakah tidak ada cara lain?” Kata Zeno dengan membujuk keempat peserta tersebut.

__ADS_1


“Tidak ada cara lain.” Serentak mereka berempat.


Seluruh keluarga Fang bukannya marah karena Zeno telah diperlakukan seperti itu, justru mereka sangat tertawa terutama kakek dan ibunya yang juga ikutan tertawa. Bahkan Fang Tan dan juga Fang Yuna juga ikut tertawa melihat tingkah adiknya yang menjadi target dalam satu arena.


Zeno berpikir kritis sebelum dirinya diserang secara bersamaan dan membuatnya keluar dari arena. Mengeluarkan sebuah penjara air dirasa juga tidak mungkin bagi Zeno, karena dalam arena yang tidak begitu luas ini akan berdampak besar bagi Zeno sendiri.


Mungkin salah satunya cara paling ampuh adalah menggunakan teknik aliran pemecah batu, walaupun teknik yang sangat berbahaya melebihi penjara air, tetapi Zeno tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan teknik tersebut. Keadaan memungkinkan Zeno setelah mengeluarkan teknik tersebut adalah, diinterogasi oleh kakeknya, karena kakeknya tau persis teknik tersebut dimiliki oleh pendiri negara air.


Zeno berjongkok karena target Zeno pada mereka ada pada kaki, karena Zeno bisa saja membunuh mereka jika teknik tersebut mengenai perut. Karena jika kaki, keadaan yang paling buruk adalah lumpuh, itupun hanya sementara, karena tidak ada organ dalam pada kaki yang merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif.


“Zeno apa yang kau lakukan? Apa kau berencana untuk menyerah?” Kata salah satu dari mereka.


“Air: Aliran pemecah batu, tahap pertama.” Zeno hanya mengeluarkan kedua jarinya di setiap tangannya, dia hanya diam sejenak agar keempat orang tersebut mendekat ke dirinya.


“Tunggu, Zeno menggunakan teknik bernama apa?” Tanya Fang Yoshi yang mendengar Zeno mengucapkan sebuah teknik, tetapi Fang Yoshi berharap bahwa pendengarannya itu salah.


“Aliran pemecah batu.” Kata Fang Tan dengan begitu santai.


Fang Yoshi membuka matanya dengan lebar, dia bertanya dalam hatinya tentang darimana Zeno menemukan teknik itu. Karena Fang Yoshi sangat jelas tahu, bahwa teknik tersebut merupakan milik sang pendiri negara.


“Apa dia mau membunuh keempat peserta lainnya?” Kata Fang Yoshi dari dalam hati.


 

__ADS_1


__ADS_2