
Gorb mengangkat pedangnya, menebas puluhan kristal tanah dan es yang tertembak ke arah dirinya. Sayangnya, pedangnya tidak sanggup untuk menahan kristal tanah dan es tersebut, sehingga mengakibatkan pedangnya patah, dengan dirinya yang terlempar dengan di penuhi luka yaitu kristal es dan tanah yang menancap ke arah dirinya.
Benar-benar kuat, bahkan Klon jenderal Tamichi sedikit heran saat melihat Gorb masih hidup walaupun tubuhnya dipenuhi oleh luka yang begitu parah. Tapi dia tidak mau memikirkan hal itu secara panjang, apa yang paling penting adalah memainkan pedangnya untuk membantai para pasukan jenderal Gorb dengan begitu cepat.
Sangat disayangkan sekali, pedangnya yang patah serta tubuhnya yang melemah karena batas sebuah klon membuat tubuh jenderal Tamichi begitu lemas, dia juga terlihat ambruk dengan kesulitan bergerak. Hal itu membuat Zeno yang berada di kejauhan sedikit menggertakkan giginya karena tidak menyangka bahwa Klon yang dia buat sudah berada di luar batas.
Zeno menenagkan diri, mencoba untuk tidak terlalu panik karena dia sudah membuat jenderal musuh sudah melemah. Sehingga dia menyerahkannya kepada para pasukan yang kekaisaran yang klon Tamichi pimpin.
Benar, saat klon Tamichi akan dibunuh menurut mereka, tiba-tiba di segala sisi muncul para pasukan Nuvoleon yang menyerang mereka. Hal itu membuat pasukan jenderal Gorb langsung berbalik badan dan menyerang mereka, sebelum mereka naik kepuncak sepenuhnya.
Sangat disayangkan sekali, pasukan milik jenderal Gorb sudah menjadi lebih sedikit dari sebelumnya, sehingga membuat mereka tidak bisa menahan serangan telak yang dilakukan oleh para pasukan Nuvoleon.
Jenderal Gorb hanya menyeret dirinya menjauh, tubuhnya bersimbah darah dan tidak mungkin untuk melanjutkan sebuah pertarungan untuk mengamankan puncak. Beberapa kristal es juga berada di sekelingnya yang menandakan bahwa benda tersebut baru saja jatuh dari tubuh Gorb. Tapi dia sedikit tersenyum saat melihat jenderal Tamichi terbaring tidak berdaya.
“Apa?” Senyuman jenderal Gorb yang melengking ke atas kini berubah melengking ke bawah, dia melihat bahwa tubuh Tamichi berubah menjadi tanah gempur.
__ADS_1
Dia tahu persis, jika tubuh berubah menjadi sebuah elemen alam, maka tubuh tersebut bukanlah tubuh asli, melainkan sebuah kloningan. Tentu saja, Gorb menjadi sangat marah, karena apa yanag Tamichi kirim hanya sebuah kloningan. Selain itu, dia juga menjadi sedikit kaget, jika kemampuan Klon Tamichi sudah terlihat mengerikan, bagaimana dengan Tamichi yang asli? Selain itu elemen alam yang dikeluarkan Tamichi bukanlah elemen yang dia kenal. Hal itu tentu saja membuatnya menaruh curiga.
“Pasukan mundur!!” Gorb berusaha untuk berdiri, tidak mungkin para pasukannya untuk melanjutkan pertarungan karena perbedaan jumlah. Selain itu dirinya juga terlihat begitu lemah sehingga tidak memungkinkan melakukan serangan brutal seperti apa yang dilakukan jenderal Tamichi. Jika dia tidak terluka, melakukan apa yang dilakukan Tamichi tentu saja hal yang mudah.
Jenderal Gorb memerintahkan para pasukannya untuk turun dari puncak melewati jalur Utara. Karena hanya itulah salah satu jalur yang mana para pasukan milik Tamichi sedikit yang naik, sehingga menerjangnya begitu mudah.
Tapi siapa yang menyangka, dari bawah sana banyak pasukan dengan pakaian Assassin yang sedang menuju ke sini. Hal itu tentu saja membuat Gorb tidak bisa berbuat apa-apa, karena di belakang mereka terdapat pasukan Nuvoleon, sedangkan di hadapannya adalah pasukan yang tidak tahu, mereka pasukan siapa.
“Jenderal jangan takut, terlihat dari pakian mereka, mereka adalah kelompok kriminal. Mereka datanh juga melawan pihak Nuvoleon.” Kata salah stau prajurit jenderal Gorb.
“Jika kalian membantuku, maka aku akan membagi dua bunga teratai emas. Bagaimana?” Teriak jenderal Gorb kepada salah seorang pasukan kriminal yang memakain topeng yang tidak lain merupakan tuan sepuluh.
Seluruh pasukan jenderal Gorb yang ada di belakang terus mendesak. Mereka terus menerus melakukan pertarungan dengan pasukan Nuvoleon yang tidak ada hentinya. Medan pertarungan yang cukup sulit membuat mereka kesulitan untuk bertarung dengan begitu mudah. Apalagi kondisi sudah malam hari.
“Apa kau bilang?” Dareen berteriak dengan keras, “Kami memang seorang kriminal yang berasal dari Nuvoleon. Walaupun kekaisaran musuh kami, tapi jika kekaisaran lain juga memiliki masalah dengannya, tentu saja kami juga tidak tinggal diam. Lagipula, beberapa lustrum yang lalu pihak kekaisaran memberikannya dengan mudah, sehingga kami juga berterimakasih kepadanya.”
__ADS_1
“Apa?” Sekali lagi Gorb terkejut, dia tidak memiliki harapan lagi untuk menang, sehingga dia memilih untuk melesat pergi dengan tubuhnya yang dipenuhi oleh luka yang begitu banyak. Tanpa peduli mengenai pasukannya, karena apa yang lebih penting sekarang adalah tindak egonya yang sudah menguasai diri.
“Seluruh pasukan, dia tadi adalah jenderal Gorb, tentu saja berasal dari Lumenlus. Ada pihak lain yang akan merebut bunga teratai emas. Serang!! Jangan biarkan salah satu dari mereka hidup.” Seru tuan sepuluh, atau Dareen.
Sebelumnya saat Dareen kebingungan untuk bagaimana cara menghadapi sisa pasukan yang masih hidup. Tiba-tiba Hans dan Marut datang dan mengatakan, ada peperangan yang terjadi di puncak antara pihak yang baru muncul, serta pihak Nuvoleon yang sebelumnya ada di bawah. Tentu saja, Dareen tidak menyia-nyiakan hal tersebut, karena kemungkinan terbesar pasukan Nuvoleon akan kalah, sehingga dia tersenyum dari balik topengnya.
Lantas, mengapa dia seolah membantu Nuvoleon saat berada di puncak? Karena tidak sesuai apa yang dia pikirkan, bahwa pihak baru itulah yang justru kalah, serta Nuvoleon yang hampir mengalahkan mereka. Tentu saja Dareen tidak tinggal diam, dia langsung keluar dari persembunyiannya dan mengatakan bahwa pihak kriminal akan membantu Nuvoleon. Padahal ada niat terselubung dibalik Dareen membantunya.
Apa yang membuat tuan sepuluh heran semenjak tadi, siapa yang menggiring pasukan Nuvoleon untuk berada di puncak. Dan mengapa dirinya tidak tahu sama sekali mereka naik ke lerang? Tuan sepuluh tidak melanjutkan apa yang dia pikirkan karena apa yang dia lakukan adalah bergerak secepat cahaya dan melakukan pembunuhan seperti apa yang dilakukan oleh klon Tamichi.
Tidak peduli apakah orang yang dia bunuh adalah pihak Nuvoleon, pihak jenderal Gorb atau dirinya sendiri. Dia benar-benar melakukannya sesuka hati tergantung kemauannya. Tapi, mungkin karena campurnya tiga pihak, membuat dia tidak bisa memilah secara langsung mana pihaknya, atau mana pihak lain.
........
“Mengadu domba?” Zeno terlihat tersenyum, memperhatikan sebuah pertarungan di puncak dari kejauhan. Lebih tepatnya, dia dan Turse sedang duduk di atas sebuah dahan pohon sambil memperhatikan kilatan cahaya yang begitu silau di puncak. “Siapa yang menyangka, bahwa rencana yang kubuat berjalan dengan begitu mulus.
__ADS_1