
Zeno, saat ini dia duduk di sebuah ruang pertemuan dengan menggunakan sebuah mahkota es yang tampak berkilau sehingga membuatnya sangat berwibawa. Tidak hanya itu saja, jubah seorang bangsawan yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang kaisar membuat siapa saja ingin bertekuk lutut kepadanya.
Sudah beberapa hari semenjak dirinya diangkat menjadi seorang kaisar, rasanya sangat aneh saat dia tidak melakukan apa-apa, karena beberapa masalah selama satu bulan sudah tuntas di urus Aure. Mungkin ada satu hal yang akan dilakukan oleh Zeno, yaitu perang, perang besar dengan kekaisaran yang katanya memiliki seorang kaisar teratas, yang berada di peringkat kedua, sedangkan peringkat pertama adalah Zeno itu sendiri, karena dia mengalahkan Danze.
Namun, sebelum melakukan sebuah peperangan, dia membutuhkan sebuah persiapan yang begitu matang. Maka dari itu, dia melakukan sebuah pertemuan, yang mana itu adalah pertemuan pertama baginya ketika dia menjadi seorang kaisar.
“Kaisar, aku menyarankan untuk tidak berperang terlebih dahulu. Anda adalah kaisar baru, jadi ada hal yang aku takutkan sehingga Anda tidak bisa menjabat sangat lama.” Kata Jenderal utama, Lois, jenderal baru kekaisaran Gleces pasca jenderal Zhuo meninggalkan kekaisaran ini.
“Tidak, aku setuju untuk berperang dengan Mare Enbarum. Masalahnya, ini menyangkut harga diri kekaisaran, baik itu kaisar Aurrora dan suaminya, jenderal Zhuo dan istrinya meninggal karena mereka. Jika kita tidak meminta sebuah pertanggung jawaban, kita akan dianggap sebagai kaisar penakut.” Nefd, petinggi istana angkat suara.
“Tapi petinggi, kaisar Zeno baru saja menjabat jadi biarkan dia untuk menikmati jabatannya.” Jenderal Lois membantah.
“Menikmati sebuah jabatan?” Zeno mengerutkan dahinya sambil duduk tegak, “Apakah jenderal berpikir bahwa menjadi kaisar adalah sebuah kenikmatan?” Tanya Zeno dengan begitu tegas.
Lois menundukkan kepalanya, “Maafkan aku kaisar.”
“Aku berpihak untuk berperang.” Aure, sang putri kekaisaran Gleces. Karena dia pernah diangkat sebagai cucu angkat Aurrora, maka dia tidak lebih menjadi sepupu Zeno. “Aku berpikir, bahwa Danze belum memulihkan luka sepenuhnya, karena kaisar telah mengalahkannya dengan cara tragis, namun sayangnya dia dibawa kabur oleh beastnya sebelum dibunuh oleh kaisar. Jadi, jika mengundur waktu, maka Danze akan memulihkan kekuatannya tanpa masalah.”
“Nona benar.” Turse berujar, “Danze saat ini mengalami kondisi yang paling buruk karena dikalahkan tuan. Jika kita tidak cepat untuk melakukan penyerangan, Danze akan menjadi kuat.”
__ADS_1
“Laksamana Mahaa. Aku tahu lautan itu tidak selalu diam, jadi kenapa kau tidak memberikan pendapatmu?” Zeno memandang laksamana tersebut dengan sangat aneh, pasalnya Mahaa melipat kedua tangannya di atas meja sambil meletakkan dagunya di atas tangan tersebut. Sedangkan matanya, begitu berkilau seolah mengagumi Zeno.
“Laksamana, kaisar memanggilmu.” Jenderal Lois menembakkan sebuah bola es kecil ke kepala Mahaa.
Wanita berumur puluhan itu langsung duduk tegak setelah Lois melemparnya menggunakan bola es kecil. Dengan suara yang lantang, dia berkata, “Perang!” namun, dia langsung tersipu malu saat orang-orang melihatnya dengan sangat aneh, tapi sesaat kemudian dia masih berani untuk melanjutkan ucapannya. “Tapi aku membutuhkan waktu, karena kita menuju kesana membutuhkan sebuah armada kapal. Dan kita baru mempunyai 145 kapal perang, kita juga tidak tahu, Kekaisaran Mare Enbarum mempunyai berapa kapal? Yang pasti mereka punya lebih dari itu, karena pada dasarnya kekaisaran tersebut memiliki kaisar dengan mantan peringkat pertama. Dan Anda yang menggesernya seharusnya juga harus memiliki lebih dari itu.”
“Membuat sebuah kapal, membutuhkan kayu yang banyak. Sedangkan Anda sendiri tahu, bahwa kayu di benua Artrik tidak memiliki kualitas yang bagus untuk menjadi sebuah kapal perang. Maka dari itu, kita harus membeli kayu dari benua luar.” Sambungnya.
“Kayu, ya?” Zeno tersenyum tipis sambil berpikir sejenak.
“Temui aku di halaman belakang istana kekaisaran sekarang juga.” Katanya sambil menghilang bagaikan sebuah cahaya yang bergerak cepat.
.....
Tidak seperti apa yang mereka pikirkan, memang tidak ada batang kayu yang tergeletak di belakang istana kekaisaran. Akan tetapi, mereka melihat sang kaisar terbang sambil mengangkat kedua tangannya secara perlahan seolah melakukan sesuatu.
Alhasil, daratan es muncul sebuah gempa berskala kecil, namun apa yang membuat mereka kaget bukan hal itu, melainkan sebuah pohon besar muncul dan semakin menjulang tinggi dengan batangnya yang kian membesar. Hal tersebut tentu saja, membuat semua orang yang melihatnya, baik itu prajurit ternganga karena sang kaisar mengeluarkan suatu hal yang cukup hebat. Masalahnya, menumbuhkan pohon merupakan hal yang sulit bagi elementalist tanah dengan air.
“Siapa yang membutuhkan kayu? Segera tebang pohon ini dan buat satu kapal. Ngomong-ngomong Turse, carikan aku sebuah lahan yang luas.” Kata Zeno sambil perlahan turun dari udara.
__ADS_1
“Lahan yang luas, Anda ingin membangun sesuatu?” Tanya Turse yang masih terkejut dengan kemampuan Zeno.
“Membangun sesuatu? Tidak, bagaimana jika membuat hutan yang dipenuhi kayu?”
“Apa?” Semua orang sangat terkejut dengan tingkah kaisar mereka. Dipamerkan sebuah pohon yang tumbuh dengan cepat oleh kaisar saja sudah cukup membuat mereka sangat kaget, apalagi sang kaisar ingin menumbuhkan sebuah hutan hanya karena ingin membuat sebuah armada kapal. Tapi, mereka segera bersikap untuk tidak terlalu heran, karena menyadari bahwa di hadapannya adalah seorang kaisar terhebat yang sangat tidak wajar.
“Laksamana, kau bisa mencari seseorang untuk membangun sebuah proyek besar. Namun, tunggu Turse untuk mencari sebuah lahan untukku menumbuhkan sebuah hutan.”
“Sesuai perintah kaisar. Tapi tampaknya para pekerja akan sangat kesulitan untuk menebang pohon ini, selain batangnya yang sangat besar, ketika ambruk akan benar-benar membahayakan ista ....” Sebelum Laksamana melanjutkan ucapannya, pohon yang ukuranya beribu kali lipat dari mereka terangkat beserta akar-akarnya, hal tersebut membuat mata laksamana Mahaa menjadi putih dengan mulutnya yang terbuka lebar.
Zeno menghela napas sambil berkata, “Diletakkan dimana sang laksamana? Apa perlu aku akan mengantarkannya di pinggir daratan agar lebih mudah untuk meletakkan kapal di atas laut?” Benar, Kayu tersebut diangkat oleh Zeno tanpa menyentuhnya.
“Jika aku bercanda untuk meletakkannya di pinggir laut sebelah timur laut karena di tempat itu armada kapal berlabuh. Apakah sang kaisar melakukannya ya.” Laksamana Mahaa berbicara dengan sangat lirih.
“Baiklah.” Kata Zeno yang mendengarkannya. Hal yang tidak disangka-sangka, Zeno menghilang dengan sangat cepat, beserta pohon besar yang dia angkat tadi. Hal itu cukup membuat semua orang yang melihatnya berlagak gila karena mempunyai kaisar yang gila pula.
“Aku lebih terkejut daripada sang kaisar bergerak secepat cahaya.” Kata Nefd yang tak henti-hentinya terkejut seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
“Aku rasa kekaisaran ini akan menjadi kaisar paling berkuasa saat kaisar Zeno menjabat.” Lois berkata dengan penuh bangga.
__ADS_1
“Selesai. Pertemuan dibubarkan terlebih dahulu. Turse, kan kuberi waktu selama dua hari. Laksamana, kau juga kuberi waktu selama dua hari untuk mencari sebuah kepala pembuatan kapal. Jenderal, jika kau mempunyai sebuah masalah pada sebuah pasukan, temui aku di ruanganku.” Ucap Zeno yang tiba-tiba muncul.