Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Apa dia yang memukulmu?


__ADS_3

Hang Forjen seketika langsung keluar dari kamar setelah mendengar keributan yang terjadi di luar. Wajahnya seketika menjadi jelek saat tahu, bahwa dirinya yang akan merebahkan tubuhnya harus diganggu oleh suara bising yang sama sekali tidak dia harapkan. Namun, wajahnya menjadi sangat buruk, saat melihat bahwa suasana di luar kamar benar-benar hancur, prajurit yang menjaga kamarnya telah terbunuh dengan bekas cakaran di wajahnya.


Tidak hanya itu saja, dinding yang ada di luar kamarnya retak seolah baru saja terjadi benturan yang begitu keras. Tentu saja, Hang Forjen langsung mencari tahu siapa pelaku utama dari kejadian ini.


“Apa itu adalah seorang wanita yang diculik Faturt?” Hang berpikir keras untuk mencari tahu siapa dalang dari semua ini.


Di saat dia berlari untuk mencari tahu lebih lanjut, dia mendengar suara teriakan yang terjadi salah sebuah kamar keluarganya. Hal tersebut membuat Hang langsung menghampiri kamar tersebut.


Pemandangan yang cukup mengerikan, pasalnya penjaga yang menjaga kamar tersebut juga terbunuh seakan di sayat habis oleh sebuah pedang. Kemudian Hang langsung masuk ke dalam kamar asal teriakan itu, untuk segera menyelamatkan nyawa salah satu keluarga Forjen.


“Apa yang terjadi?” Hang terkejut saat melihat, sepasang suami istri keluarga Forjen tubuhnya hancur. Dengan seorang yang berdiri di sampingnya, selain itu kamar tersebut juga tergenang sebuah air yang membuat Hang murka.


Sekali melangkah, Hang sudah berada di samping seseorang yang berdiri tersebut dengan kepalan tangan yang bercahaya. Tentu saja, dia tidak bisa mengontrol emosi dan bergerak tanpa berpikir lebih panjang lagi.


Orang tersebut, atau lebih tepatnya kloningan Zeno, tentu saja dia langsung merespon dengan menahan pukulan Hang yang bercahaya. Mungkin Hang yang melihatnya merasa bahwa lawannya sangat bodoh, menahan pukulan bercahaya miliknya, tentu saja itu hal yang fatal.


Namun, kepalan tangan Hang yang bercahaya berhasil ditahan dengan begitu mudah. Bahkan tangan kloningan Zeno tidak hancur atau bahkan tergores sedikitpun seperti apa yang dipikirkan oleh Hang Forjen. Mendapatkan sebuah kesempatan, kloningan Zeno menciptakan sebuah angin spiral yang berputar tajam yang dilemparkan ke arah tuan Forjen.


Hang langsung melompat ke belakang, namun kloningan Zeno yang lainnya tiba-tiba muncul dengan tangannya yang dilapisi sebuah tanah yang begitu keras. Selain itu, di tangan kirinya terdapat sebuah cakar panjang yang muncul di antara persendian jarinya.

__ADS_1


“Ledakan kubah cahaya.” Seketika, tubuh Hang dilindungi oleh sebuah kubah yang mengharuskan kedua klon Zeno harus melompat ke belakang sejauh mungkin. Karena dia tahu, bahwa teknik milik keluarga Forjen benar-benar merepotkan. Mengingat, kubah cahaya milik Hole bisa meledak yang membuat dirinya bisa terlindungi dari serangan para perampok kala itu.


Namun, sangat disayangkan kembali, ledakan kubah cahaya memiliki sebuah radius yang cukup besar. Hal tersebut membuat salah satu kloningan Zeno yang ada di belakang Hang harus hancur menjadi serpihan angin. Dan kloningan Zeno yang satunya, dia terlempar ke belakang dengan kedua senjata buatan di tangannya harus hancur karena tidak sanggup untuk menahan daya ledak dari teknik milik Hang.


Selain itu, kamar tersebut juga hancur karena efek dari ledakan milik Hang. Mungkin kali ini Hang benar-benar serius dan tidak peduli apakah kamar milik salah satu keluarganya akan hancur atau tidak.


“Sebaiknya aku pergi, biarkan dia menjadi musuh utama diriku yang asli.” Kloningan Zeno kemudian beranjak pergi karena ada sebuah tugas lain yang lebih penting. Yaitu membunuh anggota keluarga Forjen lainnya.


“Jangan lari!!” Seru Hang Forjen sambil mengejar kloningan Zeno yang sempat membuat kerusuhan.


Namun, saat hendak mengejar, tiba-tiba ribuan anak panah muncul di belakang Hang yang siap menusuk Hang. Menyadari hal tersebut, Hang langsung berbalik badan dan menghancurkan ribuan anak panah tersebut dengan tembakan cahaya sekaligus. Sontak, dia juga menembakkan cahaya berulang kali karena dia yakin, bahwa sang pemanah sang pemanah masih berada di hadapannya.


Akan tetapi, dia kali ini terlambat menyadari bahwa di sampingnya, terdapat sebuah pukulan telak melayang di wajahnya yang membuat Hang terlempar membentur dinding yang masih bertahan. Namun karena terkena benturan dari Hang, dinding tersebut roboh yang menandakan bahwa pukulan telak tersebut cukup keras.


Kemudian, di samping Zeno, terdapat Turse yang baru muncul dengan memejamkan sebelah matanya karena luka lebam akibat pukulan tadi.


“Benar. Tapi tenang tuan saja, luka lebam dan berdarah tidak terlalu masalah bagiku.”


“Memang itu bukan masalah bagimu, namun benar-benar bermasalah bagiku.” Zeno kemudian mendorong uluran pedangnya ke arah leher Hang.

__ADS_1


Namun sangat disayangkan, mata Hang tiba-tiba bercahaya dan mengeluarkan sebuah tembakan yang memaksa Zeno dan Turse untuk melompat ke belakang. Untung saja, mereka berdua telah melompat tepat waktu. Mungkin jika tidak, mereka akan mendapatkan luka yang cukup serius karena tembakan sinar cahaya itu tadi.


“Wanita j*l*ng. Jangan berpikir jika kau membawa seseorang yang ada di sampingmu, kau bisa hidup.” Kata Hang dengan penuh emosi.


“Jujur, pembunuh anakmu Hole adalah aku. Tetapi kenapa yang kau siksa adalah Turse? Tapi tenang saja, aku akan membuatmu menyusul kedua anakmu, dan .... istrimu.” Zeno mengatur napas, membuat sebuah kuda-kuda karena dia tahu bahwa lawannya kali ini adalah seorang kaisar. Walaupun kaisar di hadapannya tidak memiliki peringkat teratas sama sekali, namun Zeno tidak berani untuk meremehkannya dan berlagak begitu sombong bahwa dirinya adalah calon kaisar terkuat.


“Dua anakku, dan istriku. Jangan bilang ....” Hang kesulitan untuk melanjutkan ucapannya setelah mendengar apa yang Zeno katakan.


“Faturt? Nama anak pertamamu adalah Faturt bukan? Aku mendengarnya dari kaisar Lexus. Kemudian istrimu .... haha kau cukup bodoh karena meninggalkan istrimu sendirian di kamar. Dan baru saja, salah satu kloninganku berhasil membunuhnya.” Zeno berkata secara terus terang.


Hang tidak berkata-kata lagi. Dia memejamkan matanya seolah mengumpulkan sebuah energi yang lebih. Buktinya, tubuhnya dilapisi oleh sebuah energi cahaya benderang yang membuat mata Zeno dan Turse cukup silau.


Tidak ingin membiarkan hal buruk terjadi, Zeno langsung bergerak secepat kilat untuk membunuh Hang dengan cepat. Namun sayangnya, dirinya terlempar setelah merasakan energi yang menyebar dari tubuh Hang. Tidak hanya itu saja, mata Hang kembali bercahaya setelah dirinya membuka matanya lebar.


“Apa yang kau perbuat?”


Zeno berdiri dengan dibantu oleh Turse. Sepertinya dia terlambat bereaksi saat tahu bahwa Hang mengeluarkan sebuah teknik yang menurutnya sedikit aneh. Namun, Zeno dan Turse cukup tenang dan mencoba untuk tidak panik sedikitpun.


Dalam sekali melangkah, Hang sudah berada di depan mata Zeno sambil melayangkan pukulan yang dilapisi oleh sebuah energi cahaya di tangannya.

__ADS_1


Tidak mau kalah, Zeno juga melapisi kedua tangannya menggunakan elemen tanah. Kemudian tanpa ragu, dia menangkap pukulan cepat tersebut sambil berusaha untuk mengangkat lututnya ke atas.


“Bumm!!”


__ADS_2