
Zeno kloningan mengangguk, apa yang harus ia lakukan sebenarnya adalah kembali dengan tangan kosong. Walaupun begitu, setidaknya ia masih berharap agar bisa berusaha untuk menjinakkan Drake soul.
Pandangan sekeliling danau Vanzula yang sebelumnya adalah hutan tanpa batas, kini berubah menjadi empat bukit yang memutar. Hal ini merupakan sebuah kode dari Drake agar Zeno dan Kiba segera meninggalkan danau Vanzula dengan sia-sia.
"Sekarang pergilah, tidak ada apa-apa di sini. Mungkin kau merupakan orang yang terlihat istimewa, tetapi aku tidak akan segan untuk melawanmu apabila kau masih berdiam diri di sini." Kata Drake menatap sinis Zeno.
Ia mengangguk dengan hati yang kecewa karena jauh-jauh datang kesini namun tidak menemukan jawabannya. Terlebih lagi, Drake yang sepertinya merasa risi saat Zeno berlama-lama disini. Sehingga, Zeno yang tidak mau mengganggu Drake pun dengan terpaksa melangkahkan kakinya menuju luar.
Ketika berada di luar, lebih tepatnya tepat di gerbang danau Vanzula, Zeno merasakan ada sesuatu yang aneh dalam tubuhnya.
"Tuan!" Kiba secara refleks melompat ke arah atas Zeno untuk menghentikan Drake soul yang tiba-tiba keluar dan akan menyerang Zeno. Namun, semuanya sudah terlambat, dengan kecepatan Drake soul yang sangat cepat, Kiba tidak bisa menghentikan Drake soul, sehingga Drake soul menyerang Zeno.
Zeno kembali tersungkur usai Drake soul menghilang, tubuhnya perlahan hancur dengan membentuk seperti bongkahan es yang berkeping-keping.
Kiba tidak terlalu panik, karena ia sangat tahu bahwa seseorang yang ada di hadapannya adalah sebuah kloningan. Tetapi walaupun begitu, Kiba juga turut bersedih atas hilangnya kloningan Zeno.
******
"Merepotkan." Tubuh Zeno yang asli seketika terbangun dari berbaringnya, ia merasakan apa yang kloningannya lakukan, sehingga ia sendiri juga melihat bahwa Drake tidak bisa memecahkan masalah mengenai teknik Drake soulnya.
Serta sesuatu yang aneh terjadi, yaitu Drake yang tiba-tiba keluar sendiri dan langsung menyerang Zeno secara tiba-tiba. Hal itu membuat Zeno tidak habis pikir mengenai Drake soul.
Apa yang ia lakukan adalah berusaha sendiri untuk mencoba menjinakkan Drake soul yang tiba-tiba menyerang tubuhnya. Padahal, saat ia mencoba pertama kali mengeluarkannya, tidak ada kejadian apa-apa yang membuatnya harus terlempar dengan tegangan petir yang lumayan untuk melumpuhkan orang biasa.
__ADS_1
Tetapi sebelumnya, ia harus beristirahat sejenak untuk memulihkan Orkanya, bagaimanapun ia telah kehilangan ¾ orka hanya untuk membagi kepada kloningannya, itupun juga telah hilang secara sia-sia.
Tujuan Zeno membaginya secara banyak hanya untuk berjaga-jaga, apabila kloningan Zeno tiba-tiba diserang Drake, serta apabila Drake mengetahui namun tidak mau membuka mulut, maka kloningan Zeno juga harus memaksakannya agar bisa berkata-kata.
Zeno akhirnya tidur untuk mengurangi rasa malas, serta memulihkan Orkanya. Lagipula ia tidak ada kegiatan lain selain terkurung di dalam kamar sendirian.
Namun, seketika ia terbangun kembali tetapi kali ini berbeda, ia tidak lagi berada di kamar ataupun wilayah kekaisaran yang lainnya. Ia melihat sekeliling dan mengetahui bahwa kali ini berada di tempat yang tidak asing. Ia tersenyum pahit setelah sadar bahwa ia berada di tempat yang menjadi mimpi buruknya.
Apalagi kalau bukan sebuah sungai dengan gubuk yang ada di seberang. Ia benar-benar sampai saat ini tidak bisa merupakan kejadian-kejadian buruk yang ada di tempat ini. Mulai dari tikus yang muncul dari lemari, serta orang-orang aneh yang tidak memiliki bola mata.
Rasa penasaran Zeno semakin tinggi, rasanya ia ingin mengulangi kejadian seperti di mimpinya dulu. Entah kenapa, saat ini ia memiliki keberanian terhadap orang-orang aneh yang akan muncul.
Tentu saja ia mulai menyeberang sungai, dengan mencoba melompati batu yang berada di atas sungai. Zeno teringat dengan kejadian dimana saat ia terpeleset di atas batu, kejadian itu membuatnya mengetahui bahwa di dunia ini dirinya tidak bisa menggunakan elemen sama sekali.
"Gubuk yang sangat menyebalkan." Perlahan Zeno membuka pintu yang dibuat dari bambu tersusun tanpa ragu sedikitpun, bahkan kali ini ia tidak memiliki rasa takut apapun akan di dalam.
Ia menggertakkan giginya saat melihat sebuah lemari kesialan yang dipenuhi oleh ratusan ekor tikus yang berwarna merah, yang tentunya Zeno sendiri tidak akan membuka pintu tersebut. Karena bagaimanapun, melepaskan ratusan tikus yang menempel pada dirinya akan sangat merepotkan.
"Akhirnya kau datang juga, tuan Fang Zeno."
Zeno seketika melompat ke depan dan langsung berbalik arah setelah terdapat suara yang ada di belakangnya. Lebih tepatnya Zeno melompat ke depan untuk berjaga-jaga apabila orang yang ada di belakangnya menyerang secara tiba-tiba.
"Siapa kau?" Tanya menatap sinis sosok di depannya.
__ADS_1
"Siapa aku? Tuan tidak tahu ya? Aku adalah sosok Kirin yang menciptakan dunia ini." Jawab orang itu dengan santai.
"Kirin?" Zeno mengerutkan dahinya, ia tidak tahu ada seseorang yang mengenal dirinya, sedangkan orang tersebut mengenal baik Zeno.
"Sosok roh naga yang keluar dari tubuhmu." Jawab orang tersebut sambil mendekat ke arah Zeno.
"Bukankah itu bernama Drak--."
"Bukan, aku adalah sosok kirin yang ada langsung setelah anda memiliki elemen petir. Lebih tepatnya, saat pertama kali anda berada di dunia ini, anda sudah memiliki elemen petir, dan aku sudah ada di tubuh anda"
"Yah benar, ini dunia yang kuciptakan dalam tubuh anda. Semua yang ada disini, termasuk orang-orang aneh, semuanya merupakan klonigan dari elemen petir yang berasal dari keluarga anda. Itulah penyebabnya orang-orang tersebut tidak memiliki bola mata, karena bola mata dari seseorang yang dikloning akan sangat sulit untuk diciptakan." Kirin menjelaskan sambil tersenyum aneh kepada Zeno.
Zeno baru sadar bahwa teknik yang ia keluarkan sebenarnya bukan Drake soul, melainkan sosok di depannya yang bernama Kirin. Jadi ia sama sekali belum menguasai teknik Drake soul, apa yang ia usaha keluarkan itu sangat kebetulan dengan sosok roh Kirin.
"Pada dasarnya, teknik yang bernama Drake soul merupakan teknik keluarga Ama, dan anda bukanlah siapa-siapa, sehingga anda juga tidak mungkin untuk menguasai Drake soul, kecuali masa-masa tertentu." Sambungnya.
Zeno mengerutkan dahinya, wajahnya terlihat sedikit marah setelah tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah roh yang menyerangnya. "Lantas, apa tujuanmu menyerangku saat kau keluar?"
Kirin tertawa keras saat Zeno mengatakan hal itu, wajahnya tiba-tiba mengeluarkan aura naga yang mengerikan. "Apa kau tahu kenapa aku memanggilmu dengan sebutan tuan? Tuan Zeno?"
"Iya benar tuan, benar sekali. Karena aku akan menjadi bawahanmu, namun tidak semudah itu kau bisa menjadikanku sebagai bawahanmu!" Ucap Kirin sambil mengangkat ujung bibirnya.
Zeno ikut tersenyum, namun ekspresi Zeno sangat buruk yang menandakan ia tersenyum pahit dan mengerti setelah mendengar apa yang diucapkan Kirin. "Sepertinya ini akan sangat merepotkan, karena di dunia ini aku tidak bisa mengeluarkan elemen."
__ADS_1