Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Kuil 99 cahaya


__ADS_3

"Hole, apakah kau bersedia membantuku?" Zeno tidak tahan untuk mengutarakan keinginannya.


Hole mengangguk dan menatap ke arah Zeno, dengan senang hati, dia menjawab, "Tentu saja, selama itu tidak membuatmu berkhianat, maka aku bisa melakukannya." 


"Tentu tidak. Aku hanya meminta bantuanmu agar mengantarku di suatu tempat seperti tempat kuno yang mengandung energi orka elemen cahaya." Kata Zeno.


Hole menatap sebentar mata Zeno, dia menjadi lebih berhati-hati dengan seseorang yang ada di sampingnya. Bagaimana tidak? Hole tidak tahu, mengapa Zeno tiba-tiba ingin menuju ke tempat kuno seperti apa yang dia inginkan?


Dia yang penasaran karena curiga, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, "Untuk apa?" 


"Untuk apa?" Zeno bertanya sambil menghela napas panjang. Namun, pertanyaan tersebut dia sendiri yang menjawabnya, "Dari tatapanmu, kau sepertinya sedang menaruh curiga. Tapi tidak perlu takut, mengunjungi sebuah tempat kuno adalah kesenanganku." Kata Zeno yang sebelumnya dia juga melirik sikap Hole yang menaruh curiga kepadanya.


Hole menghela napas, dia percaya bahwa Zen tidak akan mengkhianati dirinya. Selain itu, dia juga tidak melihat bahwa tanda-tanda bahwa Zeno akan berkhianat. Lagipula, memangnya apa yang akan dia lakukan di tempat kuno sehingga bisa berkhianat? Itulah sesuatu yang muncul di benak Hole.


"Kuil 99 cahaya. Kuil tersebut berada di kekaisaran ini. Mungkin jika kita menuju kesana, kita akan memerlukan waktu selama beberapa menit saja. Lagipula tempat tersebut sangat dekat dari sini." Hole menjelaskan.


"Sangat dekat dari sini?" Zeno mengulangi kalimat Hole dengan rasa tidak percaya. Sepertinya dia memiliki keberuntungan yang lebih saat berada di empire ini. Dengan nada serius, dia berkata, "Antarkan aku!" 


Hole tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, apa yang dia lakukan adalah memberikan sebuah isyarat untuk mengikuti dirinya.


Apa yang diinginkan Zeno, membuat Turse kebingungan. Pasalnya, memangnya kenapa tuannya itu ingin sekali pergi menuju ke tempat kuno? 


Bahkan Turse baru tahu, bahwa mengunjungi tempat kuno merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi Zeno. Namun, Turse heran, jika Zeno senang mengunjungi tempat kuno, mengapa Zeno tidak pernah mengajaknya? Padahal, Turse dekat dengan Zeno sudah beberapa bulan.


Penasaran, akhirnya dia bertanya kepada Zeno, "Tuan, sejak kapan kau mempunyai kesenangan seperti ini?" 

__ADS_1


"Semenjak …." Zeno berpikir, sudah berapa bulan dia berada di kekaisaran negara air? Lebih tepatnya terakhir kali mengunjungi air terjun kehidupan? Yang pasti itu sudah lama, tapi belum genap selama setahun. 


"Intinya sebulan sebelum aku bertemu Selena. Jika kau tidak percaya, maka saat pulang nanti, kau bisa bertemu dengan Selena dan menanyakan hal tersebut." Sambungnya.


Turse mengangguk-angguk berulang kali menandakan bahwa dia mengerti. Tapi, apa yang membuat bingung Turse, memangnya ada apa di tempat kuno? Mengapa itu menjadi sebuah kesenangan bagi Zeno jika mengunjungi tempat seperti itu?


Turse menggelengkan kepala dan mencoba melupakan hal tersebut. Lagipula, itu hanya kesenangan seseorang yang menurutnya tidak penting untuk mengetahui penyebab seseorang menyukai hal tersebut.


Seperti apa yang dikatakan Hole, kuil 99 cahaya memang tidak jauh dari perbatasan antara Nuvoleon dan Lumenius Empire. Mungkin jika mereka baru menginjak Nuvoleon pada waktu pagi menjelang siang, maka mereka sampai di kuil pada waktu tepat siang hari.


Kondisi kuil tersebut juga tidak terlalu ramai, mungkin hanya para orang-orang yang sudah berumur tua yang mengunjungi kuil tersebut. Selain itu, di siang hari sekalipun, terdapat sebuah obor di setiap pohon ataupun arca.


Selain itu, saat memasuki kuil tersebut, Zeno juga merasakan energi kehidupan yang sangat pekat. Dia menjadi heran, apakah ini merupakan energi orka alami elemen cahaya? Karena pada dasarnya, cahaya sangat identik dengan kehidupan.


Mendengar ucapan Hole, Zeno tersentak kaget, bagaimana tidak, kuil ini merupakan tempat pemujaan Dewi Luna yang memberkati dirinya lima elemen. Hal itu membuat Zeno menyatukan kedua telapak tangannya dan memberi hormat seperti dilakukan untuk menghormati para dewa.


Di sisi lain, saat melakukan itu, di alam tubuhnya, dia berbicara dengan para beastnya. 


"Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Dewi Luna itu sudah tiada? Selain itu, dua elemen Dewi Luna juga sudah direbut, sehingga tidak ada istilah penguasa 7 elemental." Kata Zeno dengan begitu sedih.


Azure, Kiba dan juga Skarlos, mereka bertiga juga menundukkan kepalanya dan merasa kasihan dengan orang-orang yang ada di kuil ini. Tapi, mereka juga sangat salut dengan orang-orang yang memuja Dewi Luna.


Zeno membuka matanya perlahan, matanya terlihat sayu dengan tatapan yang kosong. Dia berharap, jika bertemu Dewi Luna sekali lagi, dia benar-benar ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sangat besar.


Bagaimana tidak, jika bukan karena Dewi Luna yang memberkati dirinya, dia pasti akan berlalu lantang di tempat yang tidak tahu dirinya ada dimana, dengan tindakan diskriminasi yang membuatnya pasti tidak bisa untuk menjalani hidup.

__ADS_1


"Selain itu, kuil ini juga digunakan untuk upacara pengangkatan kaisar. Tidak hanya kaisar Nuvoleon, melainkan para kaisar lainnya seperti Lumenius, dan juga empat kekaisaran lainnya." Hole menjelaskan.


"Bagaimana jika pihak Nuvoleon tidak memberi izin kepada kekaisaran lain?" Turse bertanya.


"Itu akan melanggar perjanjian yang ada di benua 99 cahaya ini. Para kaisar, akan menyerang Nuvoleon secara bersamaan." Hole menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya, "Yaah, untungnya sepanjang sejarah, Nuvoleon tidak pernah sama sekali melanggar perjanjian. Untungnya juga, kaisar Lexus yang dijuluki kaisar terkuat kedua di dunia, juga tidak melakukan tindakan sombong dan semena-mena." 


Zeno berpikir sejenak, jika mendengar dari perkataan Hole, kaisar terkuat kedua di dunia seharusnya kaisar Lexus, bukan Danze. Karena kesombongan Danze membuat itu seolah-olah merupakan kelemahannya itu sendiri. 


Selaib itu, Zeno tidak bisa membayangkan apabila tempat seperti ini jatuh di wilayah kaisar Danze. Yang pasti, Danze akan bertindak semena-mena dan tidak akan membiarkan kekaisaran lain menggunakan kuil tersebut.


Semakin lama dia berdiri, energi kehidupan yang masuk ke dalam dirinya entah kenapa semakin pekat. Bahkan, Zeno merasa bahwa dirinya seperti benda mati yang dihidupkan.


Tubuhnya yang sebelumnya kelelahan karena perjalanan yang cukup panjang, kini dia merasa berenergi kembali. Tidak ingin menyia-nyiakan hal tersebut, Zeno memejamkan matanya sambil menikmati desir energi kehidupan yang membuatnya tidak ingin berpindah tempat.


"Hey, bangun!" 


Zeno terkejut, pasalnya dia benar-benar mendengar suara tersebut, namun bukan berasal dari Hole ataupun Turse, suara kali ini benar-benar lembut membuat siapa saja yang membuatnya pasti ingin terus mendengarkan suara itu secara berulang kali.


Tapi siapa? Zeno pernah mendengar suaranya tapi lupa, sehingga dia begitu penasaran untuk membuka matanya.


Tak disangka, saat ini dia berada di sebuah ruangan yang begitu gelap gulita. Tidak ada cahaya setitikpun yang membuatnya tak bisa melihat, dia berada di mana. 


Namun, di sela-sela kebingungan Zeno, terdapat bunyi jentikan jari yang membuat ruangan tersebut menjadi terang benderang sekaligus. Tidak, sepertinya itu bukan ruangan, itu seperti dimensi tanpa batas yang tidak memiliki ujung sama sekali.


"A-anda?" Zeno begitu terkejut sampai dia kesulitan untuk berbicara.

__ADS_1


__ADS_2