Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Apa tuan tidak tahu?


__ADS_3

Saat ini Zeno ingin masuk ke dalam hutan elemental beast untuk mencari Turse. Sudah hampir satu jam lebih bersamaan dengan dia mengeluarkan teknik earthquake. Zeno benar-benar menjadi khawatir apabila Turse berada dalam keadaan bahaya.


“Tuan, di belakang ...!”


Zeno langsung berbalik badan saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh Kiba. Seorang musuh? Zeno tidak tahu itu, tapi apa yang ia lakukan adalah menarik Ice Swrodnya untuk berjaga-jaga apabila ada musuh yang yang tiba-tiba menyerang.


“Elemental beast?” Zeno bertanya kepada dirinya sendiri, tapi dia meyakinkan diri bahwa itu bukan elemental beast, pasalnya apa yang ada di hadapannya bukanlah hutan elemental beast. Apa yang dipikirkan Zeno mungkin seorang perampok yang ingin merampok dirinya.


Zeno seperti melihat sesuatu yang turun dari langit malam, terlihat seperti burung besar berwarna merah muda sedang menuju dirinya. Zeno nampak lebih tenang, pasalnya tidak ada sebuah perlawanan yang akan diberikan oleh burung tersebut.


“Bagus flamingo. Tapi ku ingatkan sekali lagi, jangan terbang terlalu tinggi dan cepat. Aku benar-benar takut. Dan juga kerja bagus, kau bisa terbang karena menuruti arahanku walaupun keadaan gelap.”


Zeno mendengar seperti ada seseorang yang bersama burung tersebut, dia akhirnya tersadar bahwa orang itu adalah Turse. Zeno cukup senang saat melihat bahwa Turse mendapatkan seekor beast yaitu sosok flamingo.


“Turse?”


Flamingo yang tidak bisa melihat apa-apa, dia hanya terkejut, bagaimana tidak, dia mendengar suara asing di hadapannya, Hal tersebut membuat sang flamingo bersiaga dan segera langsung berdiri di depan Turse yang baru saja turun dari tubuhnya.


“Flamingo kau tidak perlu takut, dia adalah tuanku.” Turse memberikan suara.


Seketika flamingo lebih tenang, dia bisa menghela napas lega karena seseorang yang ada di hadapannya merupakan tuan Turse.


“Kalian sudah membuat kontrak?” Tanya Zeno kepada Turse.

__ADS_1


Turse menggelengkan kepala, dia sama sekali belum melakukan kontrak karena ada beberapa pertanyaan yang membuatnya masih simpang siur. Turse yang tidak tahan untuk mengetahui jawabannya, dia langsung bertanya kepada Zeno. “Masalahnya flamingo memiliki dua elemen, yaitu angin dan api. Sedangkan aku tidak memiliki elemen api. Apakah itu bisa?”


Zeno berpikir sejenak, dia belum pernah menemukan kasus seperti ini yang menandakan bahwa dirinya juga tidak tahu. Tapi seharusnya itu bisa, karena flamingo masih memiliki salah satu elemen yang dimiliki oleh Turse. Zeno yang menemukan jawabannya, dia tidak langsung memberitahu Turse. Apa yang dia lakukan adalah bertanya kepada beast dan rohnya.


Kiba yang tahu maksud Zeno, dia segera menjawab, “Bisa. Lagi pula tuan juga tidak memiliki salah satu elemen yang kumiliki.”


Mendengar jawaban dari Kiba, Zeno sedikit terkejut, “Kau punya elemen lain selain angin?” tanya Zeno kepada Kiba yang ada di dalam tubuhnya.


“Apa tuan tidak tahu? Padahal kita hampir setahun menjalani kontrak. Aku memiliki dua elemen, yaitu angin dan racun.” Kiba menjelaskan, “Mungkin tuan tidak pernah melihatku mengeluarkan sebuah elemen racun, karena racunku sangat berbahaya, mungkin hanya kugunakan untuk satu lawan satu tanpa ada orang lain di radius 328 kaki.”


Zeno berpikir seberapa mengerikannya Kiba. Selama ini dia dan Kiba selalu bertarung bersama, sehingga tidak mungkin bagi Kiba untuk mengeluarkan racunnya karena Zeno masih berada di jangkauan Kiba. Karena Kiba benar-benar tidak mau membunuh tuannya.


Zeno kembali fokus di hadapan Turse sambil berkata, “Bisa, kau bisa melakukan sebuah kontrak dengan flamingo walaupun ada elemen flamingo yang tidak kau miliki.”


Turse berhadapan dengan flamingo yang saat ini sedang menundukkan kepalanya dan bersedia apabila dijadikan hewan peliharaan atau beast kontrak. Turse menggigit ujung jarinya seperti apa yang diperintahkan oleh Zeno.


Darah segar menetes dari ujung jempol Turse menuju kepala flamingo. Mereka berdua membatin dan berjanji satu sama lain untuk saling menjaga, yang mana itu merupakan bagian dari upacara kontrak. Perlahan, sebuah cahaya bersinar mengelilingi flamingo, cahaya tersebut keluar dan berkumpul menjadi satu titik yang akhirnya masuk ke dalam tubuh Turse.


“Flamingo. Tidak, akan kuberi nama kau Atsuba. Turse dan Atsuba, keduanya merupakan rekan yang tidak bisa dipisahkan.”


Flamingo langsung mengepakkan sayapnya setelah diberi sebuah nama oleh Turse. Atsuba, dia merasa nama tersebut tidak terlalu buruk untuk dirinya, sehingga dia bergembira dan senang dengan nama barunya.


Zeno turut senang apabila temannya memiliki sebuah beast. Setidaknya Zeno merasa sedikit puas apabila ada orang pertama kali merasa senang saat memiliki sebuah beast. Hal itu membuatnya teringat saat Kiba masih berwujud seperti kucing dewasa.

__ADS_1


“Baiklah, kita pulang. Kau bisa terbang dengan flamingo.” Tubuh Zeno perlahan melayang di udara.


Turse mengangguk, dia langsung menaiki flamingo untuk kembali pulang ke istana. Lagi pula ini sudah larut malam, orang-orang di istana pasti juga akan mencarinya.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan wilayah aman.


>>//<<


“Membantu negara Api untuk meratakan negara lainnya? Sepertinya itu merupakan tugas yang sangat mudah. Sebenarnya aku tidak mau jika tidak ada dia dan juga benda penting sesuai yang tertera di surat.”


Sesosok pria dengan mata kanannya yang merah, serta memiliki sebuah aura kegelapan yang sangat pekat kini tengah duduk di sebuah kursi. Mungkin siapa saja yang melihatnya, orang tersebut sama seperti seorang iblis berwujud manusia. Tidak ada seorang pun yang berani dengan orang tersebut.


Orang tersebut memperhatikan sebuah jasad yang tergeletak di bawah patung, yang mana patung tersebut seperti menyerap jasad hingga habis tidak tersisa. Orang-orang yang ada di belakang kaisar Danze hanya bisa menelan ludahnya secara kasar karena tidak bisa membayangkan, bagaimana jika dirinya menjadi sebuah tumbal untuk patung.


Tapi hal seperti itu sudah menjadi makanan mereka sehari-hari, bahkan mereka sudah melihat puluhan kali jasad manusia digunakan persembahan untuk membangkitkan patung iblis yang ada di hadapan mereka. Mereka benar-benar tidak tahu, berapa banyak lagi tumbal yang dibutuhkan untuk membangkitkan iblis itu.


(Flashback on)


Koa yang menghadap kaisar, dia langsung bersujud dan memberikan gulungan surat dengan tubuh yang bergetar hebat. Kaisar Danze yang ada di hadapannya sepertinya memang tidak bisa dianggap remeh, bahkan Koa tidak berani membatin yang tidak-tidak karena mau sesuatu hal yang buruk terjadi padanya.


Kaisar Danze menerima gulungan surat itu, dia membuka surat tersebut dengan wajah yang masih sangat mengerikan, bahkan Koa tidak berani mengangkat kepalanya.


Danze membaca surat tersebut dengan berhati-hati, matanya bergerak ke kanan dan ke kiri menandakan bahwa dia sangat serius membaca surat tersebut. 

__ADS_1


“Kaisar Danze yang terhormat, maafkan hamba apabila benar-benar lancang. Pasalnya, hamba membutuhkan bantuan kaisar Danze untuk meratakan negara di benua lima negara selain negara hamba. Karena ini menyangkut harga diri hamba yang diinjak-injak oleh kaisar lainnya. Hamba tahu bahwa kita memiliki sebuah perbedaan yang besar, tetapi setidaknya, apakah kaisar benar-benar diam saja saat pamanmu ini diinjak-injak oleh orang lain. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan seseorang pengantar surat ini untuk dijadikan persembahan pada patung berwujud iblis yang ingin Anda bangkitkan. Salam dari Yin Shan, paman jauh anda yang merupakan kaisar negara Api.”


__ADS_2