Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Penjaga arah mata angin Timur


__ADS_3

Sudah satu hari mereka bergerak secepat kilat, bagaikan petir yang menyambar. Mungkin sesiapa saja yang melihatnya, kilatan tersebut hanyalah sebuah petir biasa. Namun, siapa yang menyangka bahwa itu sebenarnya adalah Kirin dan Uron yang bergerak secepat kilat dengan Zeno dan Turse yang menungganginya.


Selain itu, Kirin dan Uron juga melewati beberapa benua dengan sekejap. Mungkin Turse tertarik untuk turun seperti menuju benua sahara yang beberapa detik yang lalu dia lewatinya. Tapi, dia tidak bisa untuk berkata bahwa dia ingin berkunjung sekilas menuju benua sahara, benua yang dipenuhi oleh padang pasir, yang mana merupakan tempat elementalis pasir berkumpul.


Turse juga bisa lebih untuk mengendalikan diri saat menunggangi Uron. Menahan lapar selama satu hari juga bukan masalah baginya. Jangankan satu hari, sepertinya untuk dua hari seperti apa yang dikatakan oleh Zeno, Turse benar-benar sangat sanggup.


“Kirin, kenapa tiba-tiba air laut membentuk sebuah pusaran air?” Sekilas Zeno merasa ada yang aneh dengan air laut yang mengeluarkan sebuah pusaran air yang begitu besar.


Mendengar hal tersebut, Kirin dan Uron langsung menghentikan kecepatannya agar Zeno bisa memperhatikan keanehan tersebut dengan saksama. Mungkin bukan hanya Zeno, melainkan juga Kirin dan Uron juga merasakan keanehan yang sama, bahkan Turse pun juga begitu. Mungkin tidak hanya pusaran yang terlihat sangat aneh, melainkan terdapat sebuah energi yang begitu pekat. Bahkan Zeno merasakan dari atas tersebut bahwa air laut sedang menguap, padahal tidak ada panas sama sekali.


“Skarlos, apa kau tahu itu? Jangan-jangan itu adalah ....” Kiba tidak melanjutkan ucapannya.


“Siapa yang menyangka bahwa penjaga arah timur keluar dengan sendirinya di saat tuan lewat. Benar-benar, bahwa tuan memiliki aura agung yang membuat beast penjaga lainnya dapat mengenali Anda.” Sambung Skarlos yang melanjutkan ucapan Kiba.


“Penjaga arah timur, Seiryu yang agung. Kali ini Anda benar-benar beruntung, karena dia yang muncul sendiri di hadapan Anda.” Ucap Kiba.


“Yang benar saja.” Zeno mengangkat ujung bibirmya, dia sepertinya benar-benar beruntung walaupun harus merasakan kesedihan yang luar biasa terlebih dahulu.


Tiba-tiba apa yang dikatakan oleh Kiba dan Skarlos benar-benar. Seekor naga muncul dari tengah pusaran air tersebut dan melesat dan muncul di depan Kirin dan Uron. Seekor naga dengan berwarna biru dengan garis hitam yang muncul tersebut mengaum dengan begitu keras.

__ADS_1


“Uron, bawah kabur Tuan. Aku akan menghadapi naga ini seorang diri.” Kata Kirin yang tidak mengetahui pembicaraan antara Kiba, Skarlos dan juga Zeno. Yang Kirin tahu, di hadapannya merupakan sosok naga penganggu yang muncul secara tiba-tiba.


“Ini wilayahku, sesiapa saja naga yang melewatinya harus mengalahkanku terlebih dahulu.” Kata Seiryu begitu bengis.


Tidak seperti apa yang dipikirkan oleh Zeno, Kiba dan Skarlos, ternyata Seiryu muncul karena ada dua naga miliknya yang melewati wilayah milik Seiryu. Memang, bahwa setiap naga memang selalu bermusuhan, baik itu antara beast naga dengan beast naga ataupun beast naga dengan roh naga, ras naga benar-benar jarang sekali memiliki keakuran. Bahkan jika dipikir-pikir, Kirin dan Uron juga tidak pernah akur sama sekali.


“Seiryu, sudahlah. Kami hanya sekedar lewat saja.” Kata Zeno begitu santai seolah mengenal Seiryu begitu jelas.


Turse terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Zeno. Begitu pula dengan Kirin dan Uron, keduanya juga terkejut saat mendengar apa yang dikataka oleh Zeno.


“Seiryu? Bukankah itu merupakan beast legenda dari arah timur? Dan itu hanya dongeng saja?” Turse tidak bisa untuk mengeluarkan suaranya, pasalnya dia kali ini tidak percaya dengan ucapan Zeno.


“Hentikan! Jangan mendekat ke arah tuan Zeno!” Kirin mengeluarkan sebuah energi petir yang dia sambarkan ke arah Seirzu, begitu juga dengan Uron yang secara refleks juga menyerang Seiryu karena mendekat ke arah Zeno.


Tapi, Seriyu bisa menghindar dengan begitu mudah. Bahkan dia menciptakan sebuah perisai air yang melindungi dirinya dari dua sambaran petir dengan begitu mudah.


Pemandangan tersebut cukup membuat Kirin dan Uron heran, padahal seharusnya, air merupakan pengantar elemen petir dengan baik. Bahkan seseorang yang bersembunyi di balik perisai air pun akan tersengat hebat saat sambaran petir mengenai perisai airnya. Namun, siapa yang menyangka, bahwa Seiryu yang menggunakan perisai airpun bisa mematahkan serangan Kirin dan Uron tanpa tersengat sedikitpun.


“Tuan, awas!” Kirin yang menjadi tunggangan Zenopun tidak bisa menghentikan Seiryu, berbeda dengan Uron yang bergerak untuk menyerang Seiryu tanpa peduli bahwa dia menjadi tunggangan Turse.

__ADS_1


“Seiryu, berhenti! Jika kau berani mendekat, kami tidak akan segan-segan untuk melawanmu.”


Kiba yang ada di dalam Zeno, dengan seizin Zeno langsung keluar dan menghadang Seiryu yang akan mendekat di hadapan Zeno. serta Skarlos dengan ekor kepala ularnya tiba-tiba muncul dengan menjadikan Kirin sebagai pijakannya. Tidak hanya itu saja, ekor Skarlos juga melesat dan menyerang Seiryu.


“Tunggu apa?” Seiryu menghentikan pergerakannya, namun dia juga mengeluarkan sebuah aliran air yang menyerang ekor Skarlos agar tidak mengenai dirinya.


Saat ini dua ekor beast legenda sedang menghadang beast legenda lainnya agar tidak mendekat ke arah Zeno. Kondisi tersebut cukup membuat Turse membuka mulutnya secara lebar dan terkejut. Pasalnya, dia tidak tahu bahwa Zeno memiliki beast penjaga arah mata angin utara yaitu Genbu.


Turse selama ini tahu, bahwa Zeno selalu mengeluarkan seekor harimau putih. Hal itulah yang menyebabkan bahwa Turse tidak tahu bahwa Zeno memiliki beast legenda. Bahkan saat pertarungan di negara petir pun, Turse juga tidak tahu bahwa Zeno juga mengeluarkan Genbu karena sibuknya pertarungan milik dirinya.


“Tunggu sebentar.” Turse mengamati harimau putih Kiba. Dia menyadari ada yang aneh, “Jangan bilang Kiba merupakan penjaga mata angin barat? Legenda Byakko?”


“Seiryu, di sebelah kanan depanku adalah Byakko, sang penjaga arah Barat. Dan di sebelah kiriku adalah Genbu, penjaga arah Utara, kau bebas ingin melawan dengan siapa, namun saat kau kalah, kau harus menjadi bawahanku seperti mereka. Tapi jika kau ingin melawanku juga tidak masalah. Mungkin kau akan terbunuh, karena kondisi hatiku benar-benar sangat buruk kali ini.” Ucap Zeno begitu santai.


Seiryu berteriak khas naga dengan begitu keras, bahkan lautan harus bergetar dengan auman milik Seiryu. Kemudian disusul dengan perkataan yang menggelegar, “Aku tidak akan tunduk kepada sesiapapun kecuali dewi Luna. Bahkan jika kalian menyerangku secara bersamaan, aku tidak akan mau!”


“Bukankah itu perkataan Genbu beberapa bulan yang lalu?” Kiba menundukkan kepalanya dan berpikir sejenak, di susul dengan suara tertawa yang begitu lirih seakan meremehkan Seiryu.


“Memangnya aku pernah berkata seperti itu?” Genbu menoleh ke arah Kiba dengan tatapan yang begitu sinis, “Seiryu, dewi Luna sudah tiada, apakah kau masih tidak bisa melupakannya? Namun, dewi Luna yang mewarisi lima elemen miliknya kepada tuan Zeno agar bisa melawan Yashimaru saat sewaktu-waktu dia bangkit kembali dari persegelan.” Sambungnya sambil menatap kembali Seiryu.

__ADS_1


__ADS_2